Seorang pria wibu mendapatkan kekuatan untuk menyalin kemampuan dari 3 orang yang berbeda, dan dunia yang dia kunjungi adalah dunia One Punch Man.
Karena sudah tahu siapa saja orang-orang kuat di dunia ini, wibu itu kemudian berlari ke Kota Z untuk menemui pria botak tertentu untuk menyalin kemampuan nya.
"Aku akan menjadi hero yang terkenal dan menggendong kecantikan disetiap sisi hahahaha"
MC nantinya akan bisa berpindah dunia ke anime lain dan menjadi sosok pahlawan di dunia anime yang sedang terancam.
Genre :
Action, Harem (Wajib)Romance, Fanfiction, Overpower, Bisnis, Mencari Uang, Membuat Kerajaan, Poligami (Wajib), Berpindah Dunia Anime.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ero-Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32. Pertemuan Para Hashira (Part 2)
Ketika Shinobu mendengar Oyakata-sama bilang akan ada orang yang bergabung dengan mereka sebagai seorang Hashira ke 10, Shinobu cukup terkejut.
Dan ketika dia memanggilnya masuk kedalam ruangan. Pintu terbuka oleh salah seorang anak dari keluarga Ubuyashiki.
Pria yang ikut bersamanya adalah pria tampan yang sangat tinggi. Tingginya bahkan melampaui Himejima Gyomei orang yang dihormatinya.
Tubuhnya sangat berotot dan dia mengenakan variasi seragam standar Pemburu Iblis berwarna hitam. Seragam itu terdiri dari jaket berkancing dengan kerah tegak dan lengan panjang, dilengkapi kancing emas dan saku kemeja di dada kiri, dengan kanji untuk Menghancurkan (Metsu) terukir di bagian belakang seragam.
Di bawah jaket, ia mengenakan kemeja dalam lengan panjang berkerah putih. Celana tattsuke hakama panjangnya yang longgar juga berwarna hitam dan diikat di pinggang dengan ikat pinggang putih. Kakinya dibalut dengan sepasang kyahan putih polos yang diikat erat dengan pita putih. Kaus kaki tabi-nya senada dengan warna hitam seragamnya.
Lalu diatas seragamnya, pria besar itu mengenakan Haori berwarna putih polos dengan Huruf S besar berwarna hitam dibelakangnya.
Wajah pria itu terlihat cerah dengan potongan rambut pendek dan mata biru yang begitu cerah seperti langit. Saat melihat mereka dia tersenyum lembut sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Senang bertemu dengan kalian semua. Namaku Saikyou, hanya saikyou. Kalian bisa memanggilku apapun yang kalian mau!" Ucapnya dengan suara pria yang berat namun entah mengapa sangat menggoda.
Daya tarik pria ini begitu besar hampir sama seperti Tengen Uzui, bahkan Shinobu bisa melihat wajah Matsuri memerah dan dia sedang menutup mulutnya.
Melihat ruangan menjadi sunyi, Oyakata-sama kemudian memecahkan keheningan. "Para Hashira, biar aku kenalkan sekali lagi, dia adalah Hashira baru yang bergabung dengan kami. Hashira Matahari, Saikyou-san"
"Hashira Matahari, enak sekali, terdengar "meriah", penampilanmu juga terlihat "meriah" Aku suka itu" Kata Uzui Tengen terlihat bersemangat.
"RAUT WAJAH YANG PENUH PERCAYA DIRI, AKU BISA MERASAKAN SEMANGATNYA," Tambah Kyojuro.
Mendengar penafsiran Rengoku, Shinobu mulai paham perasaan aneh saat melihat wajah saikyou. Semua orang disini adalah seorang Hashira, semuanya adalah orang yang tidak hanya kuat namun juga dihormati.
Anggota Korps Pembasmi Iblis yang bertemu mereka biasanya akan ketakutan atau canggung. Namun wajah pria ini terlihat tenang, lembut dan percaya diri.
Mendengar perkataan Uzui dan Kyojuro, saikyou tersenyum dan berterima kasih pada mereka yang memujinya.
"Saikyou-san, silahkan duduk disebelahku!" Ucap Oyakata-sama, sambil menepuk zabuton kosong disebelahnya.
"Terima kasih Kagaya-kun, tidak, atau sekarang aku harus memanggilmu Oyakata-sama!" Kata saikyou dengan nada bermain-main.
"Saikyou-san tolong jangan seperti itu, panggilah aku sesukamu!" Balas Oyakata-sama sambil tersenyum.
Semua Hashira terkejut dengan obrolan mereka yang terdengar akrab, ada beberapa Hashira yang bingung dan ada yang langsung tidak suka dengan sikapnya.
"Oyyy kau, aku tidak tahu siapa kau dan bagaimana kau bisa menjadi seorang Hashira. Tapi bertindaklah sopan didepan Oyakata-sama!!" Ucap seorang pemuda dengan banyak bekas luka ditubuhnya. Dia adalah Shinazugawa Sanemi sang Hashira Angin
Sanemi adalah seorang pemuda berotot dengan warna kulit terang, dan rambut putih panjang, runcing, dan acak-acakan, dengan dua poni besar di sisi kiri dan tengah wajahnya. Matanya yang besar berbentuk almond memiliki bulu mata panjang dan iris ungu pucat dengan pusaran gelap, yang menjadi merah saat dia marah. Dia juga memiliki bercak gelap di bawah matanya, membuatnya tampak selalu lelah atau gelisah.
Ditubuhnya ada Bekas luka besar dan bergerigi membentang di sisi kanan atas dahinya menuju tengah, disertai bekas luka berbentuk X yang melintang di pelipis kanannya dan memanjang ke bawah melalui alis kanannya, tepat di bawah alis pertama. Bekas luka lain yang menonjol dan tidak rata membentang di tulang pipi kanannya dan melintasi pangkal hidungnya yang diakibatkan oleh cedera yang dideritanya saat masih kecil ketika ibunya yang telah berubah wujud menyerangnya.
Dia memiliki bekas luka berbentuk X lainnya di dadanya, dan bekas luka diagonal besar di perutnya. Dia memiliki empat bekas luka yang lebih kecil di kedua tangan dan lengan bawahnya, yang dideritanya dari pertempuran masa lalu dengan iblis.
Sanemi mengenakan seragam standar Korps Pembunuh Iblis berwarna hitam. Seragamnya terdiri dari jaket berkancing dengan kerah tegak dan lengan panjang, dilengkapi kancing emas dan saku kemeja di dada kiri, dengan kanji untuk Menghancurkan (Metsu) terukir di bagian belakang seragam.
Di bawah seragamnya, ia mengenakan kemeja dalam lengan panjang berkerah putih. Tidak seperti pakaian biasa, jaket dan kemeja dalam Sanemi hampir seluruhnya tidak dikancingkan, memperlihatkan dada dan perutnya yang berotot, hanya kancing paling bawah yang terpasang. Lengan jaket dan kemeja dalamnya digulung hingga siku.
Dia melengkapi pakaiannya dengan celana tattsuke hakama yang serasi, diikat dengan ikat pinggang putih. Di atasnya, ia mengenakan haori lengan panjang putih yang bertuliskan kanji untuk Membunuh (satsu) di bagian belakang.
Untuk penutup kaki, Sanemi membalut bagian bawah kakinya dengan tali putih bergesper alih-alih kyahan tradisional, dan mengenakan kaus kaki tabi hijau tua agar sesuai dengan warna seragamnya. Alas kakinya terdiri dari sandal zōri putih dengan tali hijau.
Mendengar respon tidak senang dari bawahannya, Oyakata-sama tersenyum dan sedikit menegurnya "Sanemi, tidak perlu seperti itu. Aku tidak masalah dengan panggilan apapun dari anak-anakku. Kau juga bisa memanggilku dengan sebutan apapun."
"Tidak Oyakata-sama, anda adalah pemimpin kami, memberikan panggilan hormat adalah keharusan" Jawab Sanemi yang diberikan anggukan setuju dari Hashira lain termasuk Shinobu.
"Shinazugawa benar, Oyakata-sama tolong pertimbangkan kembali orang tidak sopan ini" Tambah seorang pria dengan perban dimulutnya. dari sorot matanya, entah mengapa saikyou sudah dicap sebagai musuh olehnya.
Dia adalah Obanai Iguro sang Hashira Ular. Obanai merupakan pemuda bertubuh pendek, berkulit pucat, dan berbadan ramping namun berotot.
Dia memiliki rambut hitam legam lurus dengan panjang yang bervariasi, yang terpanjang mencapai bahunya dan yang terpendek berhenti di tulang pipinya, yang ia biarkan terurai dengan dua helai rambut yang lebih pendek menggantung di antara kedua matanya.
Matanya berbentuk almond dan miring ke atas di sisi yang jauh, dan memiliki warna unik karena Obanai memiliki heterokromia . Karena itu, mata kanannya berwarna kuning dengan pupil hitam, dan mata kirinya berwarna biru kehijauan. Dia buta sebagian dan hampir tidak dapat melihat dengan mata kanannya.
Mulut Obanai biasanya ditutupi dengan perban putih di bagian bawah wajahnya untuk menyembunyikan bekas luka besar di wajahnya, bekas luka itu merupakan akibat dari tindakan mengerikan keluarganya yang memotong mulutnya hingga menyerupai mulut ular yang menganga.
Obanai mengenakan seragam standar Korps Pembunuh Iblis , yang berwarna hitam. Seragam tersebut terdiri dari jaket berkancing dengan kerah tegak dan lengan panjang, dihiasi kancing emas, saku kemeja di dada kiri, dan kanji untuk Menghancurkan (Metsu) yang terukir di bagian belakang seragam.
Di bawah jaket, dia mengenakan kemeja dalam berkerah lengan panjang berwarna putih. Seragam tersebut diikat di pinggang dengan ikat pinggang putih dan dipadukan dengan celana tattsuke hakama tradisional dengan warna hitam.
Di atas seragamnya, Obanai mengenakan Haori bergaris vertikal hitam-putih khasnya , dengan bagian bawah dan manset bergaris horizontal, bukan vertikal, yang menutupi tangannya. Untuk penutup kaki, alih-alih kyahan standar.
Obanai membalut bagian bawah kakinya dengan perban putih, memberikan kesan visual seperti balutan kyahan tradisional. Ia juga mengenakan perban putih lain di sekitar bagian bawah wajahnya. Alas kakinya terdiri dari sandal zōri putih dengan tali berwarna ungu-biru, yang dikenakan di atas kaus kaki tabi berwarna hitam agar sesuai dengan warna seragamnya. Ia juga selalu terlihat membawa ular putihnya, Kaburamaru , yang melilit bahunya.
"Untuk sekarang mari kita kesampingkan dulu masalah ini, karena sekarang Saikyou-san akan membagikan informasi penting untuk kalian"
"Informasi penting apa?" Tanya Uzui.
"Informasi penting ini menyangkut orang yang paling kita cari. 2 tahun yang lalu, Saikyou-san pernah bertemu dengan Kibutsuji Muzan dan bertarung melawannya"
Bersambung~