arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA BELAS
Lanni tampak kesulitan. Tapi... Selama ini dia hanya membawa Erika ke acara semacam itu. Itu pun untuk membuat kesan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi agar menguntungkan perusahaannya. Jadi, bagaimana mungkin dia akan membawaku?"
Rosi menyeringai. "Sekarang keadaannya sudah berbeda."
"Hah?"
Rosi menarik Lanni agar duduk. "Apa kau ingat status Erika di masa lalu? Ayahmu sudah merebut kekayaan keluarganya, jadi dia sudah bukan siapa-siapa lagi sekarang. Kaulah pewaris kekayaan Keluarga Baswara yang sesungguhnya!"
"Bukankah itu justru membuat Gardan tidak bisa membawaku ke jamuan ulang tahun? Jika dia membawaku, maka Gardan akan terlihat tidak punya hati karena telah mengabaikan Erika setelah ayahnya kehilangan kekayaan
"Hah, masyarakat jaman sekarang menganggap uang adalah raja. Meskipun ayahmu mungkin tidak sekuat Keluarga Wistam di Biaku, dia masih cukup berpengaruh. Bukankah Tuan Besar Wistam setuju untuk menikahkan Erika dan Gardan karena pengaruh Keluarga Baswara? Jika kita bisa bekerja sama dengan orang-orang berkuasa, maka kita juga bisa mendapatkan keuntungan yang semakin banyak. Sekarang setelah keluarganya jatuh, menurutmu apa yang akan terjadi?"
Melihat Lanni yang berpikir keras, Rosi melanjutkan, "Sebelumnya, Gardan selalu menemuimu secara diam-diam. Sekarang, dia sudah datang padamu dengan terang-terangan, tetapi aku tidak pernah mendengar adanya keluhan dari Tuan Besar Wistam. Bukankah itu berarti dia setuju dengan hubunganmu dengan Gardan?"
Sebelumnya, Tuan Besar Wistam selalu menegaskan bahwa mereka harus memperhatikan reputasi keluarga.
Lanni mempertimbangkan sejenak dan berkata, "Bu, kau benar. Aku akan bicara dengan Gardi."
Ketika suasana damai tampak menyelimuti Kediaman Baswara, keadaan di tempat lain justru sebaliknya.
Saat ini, di kantor presiden Grup Wistam tampak seperti medan pertempuran..
Brak!
Yulia menggebrakkan tangannya di atas meja dan berteriak, "Apal Kau ingin bercerai?!"
Tuan Besar Wistam mengernyit dan menatapnya dengan tegas, "Jaga sikapmu! Kau terlihat seperti wanita tua!"
Yulia mencibir saat mendengar suaminya mengomel. Dia menunjuk hidungnya sendiri dan berkata, "Apa menurutmu aku seperti wanita tua? Yah, dulu kau pasti buta saat menikahiku!"
Wajah Danang Wistan menggelap. "Aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu! Pelankan suaramu. Kita sedang di perusahaan, jadi kau harus jaga sikap. Seharusnya aku tidak membawamu kemari!"
Ekspresi wajah Gardan terlihat tegas saat duduk di meja kerjanya. Dia merasa kepalanya sakit melihat pasangan tua itu duduk di sofa.
Lalu. Danang menoleh pada Gardan dan berkata dengantenang. "Kau memang lebih baik bercerai. Erika sudah bukan lagi pewaris Keluarga Baswara. Lanni lah pewaris yang sebenarnya.
Yulia menggertakkan gigi dengan marah. "Omong kosong! Lanni itu licik seperti seekor rubah. Bagaimana bisa kalian begitu buta dan jatuh ke dalam triknya?"
"Aku tidak peduli siapa dia. Yang aku tahu bahwa dia telah menyelamatkan hidup Gardan, jadi Gardan punya kewajiban untuk menikahinya! Selain itu, meskipun Keluarga Baswara bukan keluarga yang paling berkuasa di Biaku, mereka salah satu pemasok kayu dan bahan bangunan terbesar di dalam negeri. Akan sangat menguntungkan jika kita bekerja sama dengan mereka."
Yulia merasa sakit hati untuk Erika, tahu bahwa cucu laki-laki dan suaminya memutuskan untuk menyingkirkannya.
Dia menggebrak meja lagi. "Siapa yang peduli dengan keuntunganmu? Bisakah kau hidup lebih lama untuk menghabiskan uang yang telah kau hasilkan? Sebagai seseorang yang sudah kaya raya, kenapa kau masih memikirkan tentang keuntungan? Aku tidak menyetujui inif"
Gardan mengernyit dan melihat sekilas ke arah
Danang. Kenapa dia harus membawa nenek kesini?
Danang juga terlihat kesal. Aku pasti sudah tidak waras karena membawa orang gila ini kemari.
Tapi tetap saja, disamping pertengkaran mereka, Yulia dan Danang biasanya selalu terlihat akur.
Kemudian, Gardan menatap Yulia. "Nenek, bukannya aku ingin mengabaikannya, tapi Erika lah yang bersikeras ingin bercerai."