Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Melanjutkan Kehidupan
Mereka keluar dari rumah itu dan pergi ke rumah Tomi, untuk sementara waktu Rukmini tinggal di rumah Tomi.
“Mama, untuk sementara waktu tinggal di rumah aku saja” Ucap Tomi
“Iya ma, biar kita yang jagain mama” Tambah Dita, istrinya Tomi
“Mama nurut kalian saja, mau di mana saja mama gak papa” Jawab Rukmini
“Tapi, kalau mama mau tinggal sama yang lain juga gak papa” Ujar Tomi
“Sama aku juga gak papa kok, ma. Iya kan sayang ?” Kata Bambang sambil bertanya kepada istrinya
“Iya ma, kita siap menjaga mama” Timpal Rindu, istrinya Bambang
“Ya sudah mama, ikut sama Tomi 1 minggu nanti mama tinggal 1 minggu sama Bambang. Sekarang mama akan ikut sama Tomi dulu” Ujar Rukmini
“Rencana kita juga mau pindah ma” Ucap Bambang
“Kemana bang ?” Tanya Della
“Dekat rumah Lastri, biar deketan lah” Jawab Bambang
“Kapan bang ?” Tanya Agung
“Mungkin 2 mingguan lagi, biar kita deketanlah” Jawab Bambang
“Bagus itu, biar rame-rame” Ucap Lastri
Oh belum di ceritakan ya, kalau saudara-saudara Lastri bekerja diantaranya ;
Tomi yang bekerja sebagai TNI yang dikaruniai 2 orang anak yaitu Ajeng dan Doni. Bambang yang bekerja di kantor desa yang dikaruniai 2 orang anak yaitu Irwan dan Imey. Desi yang bekerja di salah satu pabrik kerupuk yang dikaruniai 2 orang anak yaitu Riki dan Isna. Lastri sebagai ibu rumah tangga yang dikaruniai 4 orang anak yaitu Yudi, Aizam, Ayu dan Guntur. Ramji bekerja di pabrik pembuat mobil yang di karuniai 3 orang anak yaitu Aris, Hasbi, dan Anindiya. Fitri sebagai ibu rumah tangga yang di karuniai 3 orang anak yaitu Cika, Adit dan Ranti. Della yang bekerja di pabrik yang dikaruniai 2 orang anak yaitu Amelia dan Adinda.
*****
Tak terasa waktu berputar begitu cepat, sudah 9 tahun mereka jalani kehidupan yang banyak rintangan dan cobaan. Sekarang usia Ayu sudah berumur 21 tahun, dia bekerja sebagai di salah satu toko di toko pakaian. Dan pagi ini Ayu sudah bersiap untuk bekerja dengan Aizam, oh iya Aizam juga sudah bekerja di toko mainan dan kain yang terkenal di kota itu.
“Kak Aizam, ayo cepat siap-siap atau aku tinggalin saja” Teriak Ayu
“Sebentar Yu, aku baru pakai baju” Jawab Aizam
Tak lama Lastri mendekati Ayu …
“Yu” Panggil Lastri
“Iya ma, Ada apa ?” Tanya Ayu
“Kamu sudah punya uang untuk bayar semesteran kakak kamu ? karena bapak katanya belum dapat uang” Ujar Lastri
“Aku baru ada sedikit ma, nanti aku kasbon dulu sama majikan aku” Jawab Ayu
“Ma …, kamu jangan membebankan Ayu untuk membayar uang kuliah Yudi” Peringat Asep
“Itu sudah menjadi kewajiban dia untuk membantu orang tua dan kakaknya, sebagai balas budi terhadap kita” Jawab Lastri
“Mama jangan bicara seperti itu, dia juga anak kita” Ucap Asep
“Sudah pak, gak papa. Aku juga tidak keberatan, untuk membantu kak Yudi” Lerai Ayu karena sudah lelah mendengar perdebatan orahng tuanya
“Tuh dengar pak, Ayu saja tidak keberatan” Kata Lastri sinis
Tak lama Aizam datang …
“Ayu, ayo kita berangkat” Ajak Aizam
“Ayo kak” Jawab Ayu
Mereka pergi ke tempat kerja masing-masing, karena tempat kerjanya berdekatan dengan sang kakak jadi Ayu berangkat bareng.
Di perjalanan …
“Yu” Panggil Aizam
“Iya kak” Jawab Ayu
“Kenapa kamu tidak menolak ?, yang di katakan oleh mama itu membebankan kamu. Biaya kuliah kak Yudi itu mahal Yu karena mengambil strata 2, sedangkan gaji kita juga gak seberapa” Ucap Aizam
“Ya mau gimana lagi kak, kalau aku nolak pasti mama akan marah sama aku” Jawab Ayu
“Rasanya aku ingin cepat-cepat keluar dari rumah itu, aku sudah cape dengan pilih kasih mama sama kita” Ucap Aizam
“Semoga mama cepat dapat hidayah, dan menyayangi kita sama seperti kepada kak Yudi” Ujar Ayu
“Semoga” Jawab Aizam
Tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan …
“Kakak, aku duluan ya” Ucap Ayu
“Iya” Jawab Aizam
Sesampai di toko, Ayu langsung membersihkan toko majikannya agar lebih rapi.
“Selamat pagi, Ayu” Ucap Restu majikan Ayu
“Pagi bu Restu, semoga hari rame ya bu” Ujar Ayu
“Amin…, sudah lama kamu sampai di toko ?” Tanya Restu
“Baru saja bu” Jawab Ayu
“Kamu sudah makan ?” Tanya Restu
“Alhamdulillah sudah bu” Jawab Ayu
Ting … Ting … Ting …
“Ada telpon masuk bu” Ucap Ayu
“Angkat aja Yu” Jawab Restu
“Baik Bu” Ucap Ayu
Ayu [Hallo, assalamu’alaikum. Maaf ini dengan siapa ?]
… [Saya …, mau memesan pakaian batik untuk 5 perempuan yang berlengan panjang dengan ukuran M dan 7 untuk laki-laki yang berlengan pendek dengan ukuran L. Dan besok akan saya bawa ke tokonya]
Ayu [Baik akan saya siapkan, tapi di etalase nomor berapa ya bu ?]
… [Di etalasi nomor 18 teh]
Ayu [Iya, saya akan persiapkan] lalu sambungan terputus
“Siapa Yu yang menelpon ?” Tanya Restu
“Itu pelanggan yang biasa bu, katanya pesan batik yang di etalase 18 untuk perempuan 5 dengan ukuran M dan untuk laki-laki berlengan pendek berukuran L 7” Jawab Ayu
“Alhamdulillah, rezeki kita. Meski pun sedang sepi pasti ada saja rezekinya dari mana saja” Ucap Restu
“Sekarang akan saya persiapkan, biar besok tinggal mengambilnya. Semangat bu untuk mencari cuan” Ujar Ayu sambil mengangkat tangannya ke atas
“Semangat, demi dompet kita merdeka” Jawab Restu ikut mengangkat tangannya
setelah itu membuat mereka tertawa terbahak-bahak, karena mereka bisa sedekat itu. Jarang ada majikan yang dekat dengan pegawainya, dan Ayu beruntung karena memiliki majikan yang sangat baik.
*****
Sedangkan di tempat kerja Aizam, dia sedang bekerja di toko mainan. Karena hari ini akan ada ketangan barang dari Jakarta, jadi pemilik toko meminta Aizam untuk mengecek barag yang tersisa di Gudang.
“Zam” Panggil Pak Darma pemilik toko
“Iya pak ?” Tanya Aizam yang sedang duduk
“Tolong kamu hitung berapa sisa stok kain yang ada di gudang, karena hari ini ada kedatangan barang” Jawab Pak Darma
“Oh itu, saya sudah mengeceknya pak. Sisanya 8 lusin kain batik yang sudah di potong, 16 golongan papan kain polos dalam, dan 7 golongan papan kain satin” Ujar Aizam
“Bagus, saya suka kerja kamu yang sat set” Kata Darma
“Terima kasih pak” Ucap Aizam
“Nanti setelah barang datang, kamu kasih tahu saya ya dan iya. Untuk malam ini kamu lembur ya, karena kita akan mengecek barang yang datang dan yang langsung memotongnya” Titah Darma
“Baik, pak” Jawab Aizam
“Tenang kamu akan saya kasih bonus lembur, dan kamu juga akan di bantu sama yang lain dan anak pertama saya nanti” Ujar Darma
“Iya, pak” Kata Aizam
Setelah kepergian sang majikan, Aizam terdiam melamun karena memikirkan ucapan Ayu tentang biaya kuliah Yudi.
“Kasihan Ayu yang terbebani oleh biaya kak Yudi, aku harus cari kerjaan sampingan lagi selain ini” Gumam Aizam
Karena tidak ada kerjaan lain, teman-teman AIzam mendekatinya.
“Zam” Panggil Arul yang menepuk pundaknya
“Kenapa ?” Tanya Aizam
“Kenapa kamu melamun saja ?” Rizky
“Tidak papa, katanya anak pertama pak Restu akan membantu kita untuk mengecek barang yang akan datang nanti” Ujar Ujang
“Iya, kata pak Restu biar cepat” Kata Aizam
Di sela-sela pembicaraan mereka, anak-anaknya Restu datang ke toko.
“Kalian di sini tidak di dalam saja ?” Tanya Rendy, anak pertama Restu
Restu memiliki 3 anak dari istri pertama yang sudah meninggal, dan 1 orang anak dari isti kedua. Istri kedua Restu adalah adik dari mendiang istri pertamanya, Sekar, yang memberi wasiat agar restu menikahi adiknya untuk mengantikannya saat dia telah tiada. Pada awalnya restu tidak menyetujuinya, tetapi atas desakan dari istrinya dan mengatakan itu adalah permintaan terakhir membuat Restu menyetujuinya karena terpaksa.
Pada awal pernikahan, Restu sama sekali tidak mencintai Maryam karena menikahinya karena sebuah wasiat dari mendiang istri pertamanya. Tapi setelah menjalankan biduk rumah tangga dengan Maryam selama 2 tahun, cinta antara mereka tumbuh seiring berjalannya waktu dan sekarang pernikahan mereka sudah 18 tahun.
“Kami sedang bosan bang, karena toko lagi sepi” Jawab Aizam
“Katanya nanti akan ada barang datang kata papa ?” Tanya Rendy
“Iya, ini juga kita lagi menunggunya” Jawab Aizam
“Kenapa gak tunggu di dalam saja ?” Tanya Rendy
“Bosan bang, nunggu di dalam karena toko lagi sepi. Ini juga kita duduk di sini, moga-moga ada yang mau beli” Jawab Arul
“Oh gitu, kalau kalau lagi santai gini enaknya sambil nyemil sama minum kopi” Ucap Rendy
“Dompet kita lagi merana, jadi nanti saja sekalian makan siang aja” Jawab Aizam
“Tenang, kalian aku traktir makan. Cepat Zam pesan gorengan 2 piring sama minumannya juga” Titah Rendy
“Beneran bang ?” Tanya Aizam antusias
“Iya, sebelum aku berubah pikiran” Jawab Rendy
“Siap, laksanakan bos” Ujar Aizam lalu bergegas ke warung yang dekat dengan toko itu
*****
Di tempat Ayu, setelah semua barang yang di pesan sudah di siapkan. Dan hari semakin siang, para pelanggan para datang untuk membeli pakian di toko itu.
“Selamat datang di toko kami, ada yang bisa saya bantu bu ?” Sapa Ayu
“Saya ingin melihat gamis yang cocok untuk usia saya, karena saya akan ada kegiatan untuk acara perkumpulan pedangan sukses” Jawabnya
“Baik, silahkan ikut saya” Ujar Ayu
Lalu pelanggan itu melihat-lihat baju-baju yang berjejeng di etalase yang ada di sana.
“Bajunya bagus-bagus, membuat saya jadi bingung memilihnya” Ucapnya
“Biar saya merekomendasikan untuk ibu, ini ad agamis yang berbahan satin yang halus agar nanti ibu memakainya tidak kegerahan dan ini juga menyerap keringat” Papar Ayu
“Apa ada lagi ?” Tanya Pelanggan
“Mari ikut saya” Jawab Ayu mempersilahkan
Ayu mengarahkan ke salah satu lemari, yang memamerkan baju-baju yang berkualitas premium kepadanya.
“Ini koleksi toko kami bu, mungkin ada yang ibu sukai” Ucap Ayu
“Saya mau lihat yang itu” Ujar Pelanggan sambil menunjuk salah satunya dan Ayu mengambilkannya
“Silahkan bu, bisa di lihat dulu” Kata Ayu sambil mneyerahkannya
Pelanggan itu melihat-lihat, membuat dia terkagung-kagum.
“Saya mau yang ini, berapa harganya mbak ?” Tanya Pelanggan
“Yang ini harganya 350 ribu bu” Jawab Ayu
“Saya mau yang ini saja, tapia da yang ukurannya di bawah yang ini gak ?” Tanya Pelangan
“Sebentar saya ambilkan” Jawab Ayu
Lalu Ayu mengambil di lemari stok baju …
“Ini bu” Ujar Ayu sambil memberikan bajunya
“Terima kasih banyak ya nak, sudah membantu ibu memilih baju” Kata Pelanggan
“Sama-sama” Jawab Ayu
Lalu pelanggan itu langsung membayar barangnya …
“Mbak, kamu bekerja di sini sampai jam berapa ?” Tanya Pelanggan
“Saya di sini sampai jam 3 sore bu” Jawab Ayu
“Kamu mau tidak bekerja sama saya ? Sehabis pulang dari sini” Tanya Pelanggan
“Bekerja dimana bu ?” Tanya Ayu
“Saya memiliki kios yang menjual pasakan di sebrang sana, karena saya membutuhkan pegawai dari jam 3 sore sampai jam 10 malam” Jawab Pelanggan itu
“Mau bu” Jawab Ayu
“Akan saya gaji kamu 1 juta perbulan, apa kamu punya handphone ?” Tanya Pelnggan itu
“Saya belum punya bu” Jawab Ayu
“Oh iya, kita belum berkenalan. Nama saya Maryam, kalau kamu siapa ?” Ujar Maryam
“Saya Ayu bu” Jawab Ayu
“Saya akan membelikan kamu handphone, agar bisa menghubungi kamu” Ucap Maryam
“Tidak usah bu, saya tidka mau memberatkan ibu” Tolak Ayu
“Tidak papa, kamu khawatirkan akan uangnya ?” Ujar Maryam yang diangguki oleh Ayu
“Kamu bisa menyicilnya kepada saya, atau perlu saya akan memotong gaji kamu perbulan dari 1 juta itu 200 ribu. Bagaimana ?” Lanjut Maryam
“Boleh bu” Jawab Ayu
“Kalau begitu, saya permisi dulu. Nanti saya ke sini lagi kalau sudah mendapatkan handphonenya” Pamit Maryam yang diangguki oleh Ayu
Setelah kepergian Maryam, Restu mendekati Ayu …
“Yu, kamu tidak akan kecapean bekerja dari pagi sampai malam di tempat yang berbeda ?” Tanya Restu
“Tidak papa bu, saya juga sedang membutuhkan uang untuk biaya kuliah kakak saya yang pertama” Jawab Ayu
“Kamu yang sabar yah Yu, pasti akan ada pelangi setelah hujan. Akan ada kebahagiaan setelah penderitaan yang kamu alami Yu, dan saya percaya kamu akan menjadi orang sukses di kemudian hari” Ucap Restu
“Amin bu, terima kasih atas doanya” Ujar Ayu
“Sama-sama Yu” Jawab Restu