" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengundurkan diri
" Kamu mau kemana?" tanya Kevin .
" Saya mau mengejar istri saya " ucap Billy .
" Istri ?Istri yang mana ?" tanya Kevin menoleh kanan kiri .
" Zea . Zea istri saya " ucap Billy .
Kevin hanya tersenyum mendengar jawaban Billy .
Billy lalu kembali ke ruangannya .
Zea bekerja lembur hari ini . Zea memutuskan untuk keluar dari perusahaan . Zea ingin melakukan hal yang dia sukai . Zea ingin membuka lembaran baru . Bukan Zea tidak bisa melupakan Billy . Tapi Zea merasa jika keputusannya lebih baik .
" Bu Zea Rere pulang dulu ya" ucap Rere .
" Iya . Hati-hati ya " ucap Zea .
" Saya juga bu " ucap Dito menggandeng tangan Rere .
Zea lalu menoleh keduanya setelah fokus pada kertas-kertas di depannya .
" Kalian?" tanya Zea antusias .
Rere dan Dito lalu mengangkat kedua tangan mereka . Tangan yang saling bertaut satu sama lain .
" Kami sudah jadian bu " ucap Rere tersenyum malu .
" Selamat ya . Semoga langgeng . Dito jangan buat Rere nangis . Nanti kamu saya SP " ucap Zea .
" Siap Bu bos " jawab Dito memberi hormat .
" Sudah sana " usir Zea .
Rere dan Dito lalu pulang bersama seperri biasa . Namun kali ini sudah sebagai pasangan kekasih . Tapi saat mereka pulang . Mereka melihat pemandangan yang cukup mengejutkan . Dan seakan membenarkan pertanyaan mereka .
Billy dan Sarah sedang makan berdua di sebuah restoran . Terlihat begitu akrab tanpa rasa canggung . Dan yang lebih mengganggu mereka . Terlihat tangan Billy mengelus perut Sarah . Yang kini sudah sedikit terlihat membuncit .
" Dito , kamu lihat itu ?" tanya Rere .
" Ya. Aku sudah tidak lagi terkejut . Aku sudah pernah melihat kedekatan mereka di kantor . Tapi aku tidak menyangka . Jika Billy begitu tega dengan Bu Zea ." ucap Dito .
Tangan Dito terkepal kuat . Merasa kasian dengan Zea . Zea selalu baik kepada siapapun . Sehingga banyak yang segan dengan Zea .
" Dito sakit " kesal Rere .
" Oh maaf sayang . Aku kesal melihat mereka " ucap Dito .
" Apa perlu kita foto untuk di kasih tahu bu Zea ?" tanya Rere .
" Aku rasa perlu . Ini sudah tidak baik . Meskipun akhirnya bu Zea akan sakit juga " ucap Dito .
Keduanya lalu melanjutkan kencan mereka . Meskipun sudah tidak lagi semangat seperti semula . Mereka hanya membicarakan Zea dan Billy . Mereka berdua tidak menyangka . Kebaikan dan kasih sayang Billy kepada Zea hanya sebatas itu . Dan Billy terlihat sangat menyayangi zea . Namun hati tidak ada yang tahu .
Arron marah besar kepada Gilang . Dan juga karyawannya yang ada di luar negeri . Tidak bisa mengendalikan perusahaan Niko yang mencoba untuk meretas perusahaan AZ .
" Apa kalian bodoh . Kalian saya pekerjakan bukan untuk sekedar mengobrol . Dan juga bermain . Di sini tempat kalian bekerja . Saya tidak akan memaafkan kalian " ucap Arron .
Beruntung saat itu Gilang dengan sigap menghentikan suruhan Niko . Jika tidak mungkin dokumen penting hasil kerja sama mereka akan di ambil oleh Niko .
" Aku sudah bilang . Aku tidak mau bekerja sama dengan lelaki licik itu . Membuat ku tambah pekerjaan saja " ucap Arron kepada Gilang .
" Pecat mereka bertiga . Kita ganti dengan yang baru . Aku sudah menemukannya " ucap Arron .
" Tapi mereka cukup bisa di andalkan di sini " ucap Gilang .
" Kamu " tunjuk Arron .
" Berapa besar uang yang Niko berikan kepada mu ?" tanya Arron dingin dengan pistol di tangannya . Pelatuk yang sudah di tarik oleh Arron . Membuat pelaku gemetar tak karuan . Bermain dengan Arron maka jangan tanya konsekuensinya .
" Saya tidak Tuan . Saya minta maaf Tuan . Saya khilaf, adik saya sedang membutuhkan uang untuk sekolah " ucapnya .
Dor
Pria itu tersungkur di kaki Arron . Dengan kasar Arron menginjak tangan pria itu . Tidak ada ampun bagi orang yang mengganggu Arron .
" Bawa mereka bertiga keluar " ucap Arron .
Gilang lalu meminta pria-pria berbaju hitam itu . Membawa ketiga orang yang hampir menghancurkannya perusahaan Arron.
" Siapa yang ingin kamu pekerjakan ?" ucap Gilang .
" Kamu lihat nanti " ucap Arron .
" Aku akan kembali malam ini " ucap Arron .
" Ya kembalilah . Sebelum wanitamu di ambil pria lain " ucap Gilang .
Pesawat Arron sudah tiba . Dengan penuh semangat Arron pergi ke perusahaannya . Dengan baju casual tanpa dasi ataupun jas . Yang ada dalam pikiran Arron kini hanya Zea dan Zea . Wanita cantik yang mengalihkan perhatian Arron .
Tatapan mata kagum terlihat dari karyawan wanita Arron . Arron terlihat sangat tampan jika berpakaian casual . Tapi jika memakai jas Arron terlihat karismatik .
Setibanya di perusahaan . Arron mendapat kejutan dari Kevin .
" Ini " Kevin menyerahkan sebuah amplop putih .
Arron menerimanya dan membukanya . Arron tersenyum melihat surat pengunduran diri Zea .
" Baiklah " ucap Arron .
" Kamu setuju ?" tanya Kevin tak percaya .
" Ya " jawab Arron .
" Dia itu disiplin , rajin dan juga pintar " ucap Kevin .
" Tapi dia tidak akan nyaman selalu melihat Billy dan wanitanya " ucap Arron .
Kevin mengangguk . Membenarkan ucapan Arron . Meskipun mereka sudah berpisah . Tapi luka pasti masih ada .
" Dia masih di sini ?" tanya Arron .
" Ya , aku memintanya masuk kerja satu minggu lagi . Sampai kamu pulang dari sana " ucap Kevin .
" Panggil dia " ucap Arron .
Kevin melakukan apa yang di minta Arron .
Zea yang di panggil Kevin segera menemui Kevin .
" Lalu siapa nanti yang menggantikan bu Zea ?" tanya Rere .
" Nanti pasti dia juga akan seperti ku, galak " ucap Zea tersenyum .
" Tidak ada yang seperti bu Zea . Bu Zea itu sudah seperti kakak dan juga teman " ucap Rere menangis .
" Sudah aku di panggil pak Kevin . Nanti kamu lanjut nangisnya " goda Zea .
Rere malah semakin menangis . Zea tertawa melihat tingkah Rere .
Dito menghampiri Rere dan menenangkannya .
" Permisi Pak " ucap Zea .
" Masuk " suara Arron terdengar dari luar .
Zea masuk kedalam . Dan Arron berdiri di hadapan Zea . Tangan Arron berada di saku celananya . Zea terpana untuk beberapa detik . Namun Zea segera menetralkannya . Pria di depannya memang terlihat berbeda dari biasanya.
Arron bisa tahu kalau Zea menatapnya kagum . Meskipun Zea berhasil menutupinya . Arron tersenyum tipis .
" Kamu mau mengundurkan diri ?" tanya Arron .
" Iya Pak " ucap Zea
" Apa aku terlihat tampan ?" tanya Arron .
Zea tersenyum .
" Semua pria itu tampan " ucap Zea
Arron merasa kesal dengan jawaban Zea . Seharusnya Zea menjawab ya .
" Kamu besok sudah bisa berhenti " ucap Arron .
Zea tersenyum puas.
" Besok terakhir kamu bekerja . Selesaikan pekerjaan mu dan kamu besok sudah boleh keluar dari sini " ucap Arron .
" Baik Pak " ucap Zea .
Zea lalu keluar dari ruangan Arron . Zea segera menyelesaikan pekerjaannya . Zea memang sudah bertekad untuk mengundurkan diri .
" Ini bu ada berkas yang harus ibu selesaikan " ucap Rere .
" Ya kita kerjakan bersama . Apa kamu ada acara hari ini Re?" tanya Zea .
" Tidak bu " ucap Rere .
" Em , apakah hari ini kita lembur ?" tanya Rere .
" Ya " jawab Zea
" Apa kamu keberatan ?" tanya Zea .
" Tidak bu " ucap Rere semangat .
Dito juga turut membantu pekerjaan Zea .