Chaterine banedict 21 tahun anak dari pasangan Axel banedict dan jovinka Gilles Villeneuve, yang memiliki paras cantik sehingga membuat laki-laki jatuh hati pada nya
Chaterine memiliki 4 kakak mereka kembar dan seorang CEO dan ketua mafia.di karena kan satu hal orang tua nya menjodohkan putri kesayangan mereka dengan seorang anak dari teman nya papa nya.
Leon crown Van 27tahun putra dari pasangan Ludwig crown Van dan Stella Carey Mulligan, dengan sifat yang dingin kejam dan cuek terhadap perempuan dan bisakah Chaterine membuka hati seorang leon.leon sendiri seorang CEO dan ketua mafia
Chaterine memiliki sifat ceria,lemah lembut,polos dan mudah bergaul dengan orang sehingga membuat teman-teman di sekitar nya menyayangi nya.
di balik itu semua Chaterine memiliki banyak rahasia yang dia harus sembunyikan dari keluarga maupun orang-orang terdekatnya
MAAF JIKA TIDAK BAGUS DAN BILA ADA KESAMAAN DALAM NAMA MAUPUN TEMPAT NYA.
TERIMA KASIH KARENA SUDAH MAU MAMPIR DI NOVEL KU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon charlotteyoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
mendengar suara isakan dari bibir sang putri seketika membuat amarahnya memuncak, agar chaterine tidak curiga dengan kejadian tadi malam, mereka semua harus rela bangun lebih awal untuk membereskan beberapa mayat yang tergeletak di luar kamar chaterine dan di luar mansion. Tapi kini justru putri nya melihat mayat di dapur.
"baby.." panggil daddy axel begitu lembut, melihat putri nya semakin gemetaran ketakutan membuat daddy axel menatap sedih. Inilah alasannya kenapa ia tak memberitahukan identitas mereka kepada chaterine. Leon menutup kedua matanya dengan tangan yang mengepal, pikiran nya saat ini penuh tanda tanya besar. Bagaimana jika suatu saat nanti chaterine mengetahui identitas mereka semua, hanya melihat mayat saja sudah membuat gadis itu ketakutan apalagi dengan identitas mereka.
"chatty mau apa hmm? Daddy belikan mau?"
"mau kakak..." jawabnya dengan lirih,..
"baiklah, daddy telefon dulu ya! Ayo keluar!" chaterine meraih tangan sang daddy dengan ketakutan bahkan kedua mata gadis itu tidak mau terbuka, daddy axel langsung menggendong nya ke ruang tapi tapi sebelum itu ia memberikan kode kepada kim yang kebetulan baru saja tiba.
Kim yang mengerti pun segera menganggukkan kepalanya, kim masuk kedalam dapur dan mendapati ada mayat di sana. Kim pun segera mengambil gambar dan segera mengirimkannya kepada yang lainnya.
Gavin yang melihat isi pesan kim segera turun untuk menemui sang daddy, sama hal nya dengan samuel, julio dan grace, mereka bertiga segera pulang untuk melihat kondisi adik mereka.
"tidak perlu takut lagi, ada daddy disini." ucap sang daddy mencoba untuk menenangkan putri bungsu nya.
"daddy, itu maid anna. Tadi pagi maid anna baik-baik saja, bahkan sempat membawakan chatty cemilan ke kamar."ucap nya dengan pelan, daddy axel mengusap punggung putri nya dengan kasih sayang. Mommy jovinka sedang kedapur untuk mengambilkan minuman dan makanan untuk putrinya.
"iya daddy tahu, tidak perlu di pikirkan nanti kamu bisa sakit. Daddy akan mencari tahu siapa yang sudah melakukannya hmm."chaterine menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"dad.. " panggil gavin yang sudah turun dan berada di ruang tamu, chaterine yang mendengar suara sang kakak mendongak kan kepalanya.
"kakak.. " gavin segera menghampiri chaterine dan memeluk erat tubuh sang adik.
"apa kamu terluka sayang?" tanya gavin dengan khawatir, chaterine menggelengkan kepala nya sebagai jawabannya.
"kak gavin bau, belum mandi ya!"mendengar perkataan sang adik membuat gavin menatap tajam ke arah adik satu-satu nya itu.
"sembarangan. Kakak sudah mandi tahu, hidung kamu seperti nya yang bermasalah." chaterine cekikikan mendengarnya, melihat putri nya sudah mau tertawa membuat nya lega.
"enak saja, hidung chatty masih berfungsi dengan baik tahu. Daddy, coba cium badan kak gav pasti bau aroma nya."papa ludwig dan sang istri kembali tertawa mendengar perkataan dari calon menantu mereka, walau sudah mengetahui sikap dan sifat chaterine tetap saja mereka mengingin kan gadis itu berada di tengah-tengah keluarganya.
"daddy tidak mau, disini masih ada orang lain kenapa meminta hal itu kepada daddy hmm.."ucap daddy axel dengan menggelitiki badan chaterine, sehingga gadis itu tertawa.
"ampun daddy, chatty tidak akan meminta nya lagi.. "ucap nya di sela tawa nya, gavin menarik tubuh sang adik kedalam pelukannya, sejahil, semanja apapun adik nya tetap ia menyayangi nya.
" kak gavin.. "
"hmm.. "
"ada toko roti baru, kapan-kapan kita kesana ya! "
"dimana tempat nya? " tanya nya yang masih betah memeluk sang adik, gavin mengangkat sebelah alis nya saat melihat ekspresi dari calon adik ipar nya.
"eumm dekat dengan lampu merah yang biasa nya chatty turun saat kakak anterin ke kampus."
"oke, kapan-kapan kita kesana ya! Kamu bisa makan sepuas nanti." ucap gavin lagi dan dengan sengaja mencium pucuk kepala sang adik dan benar saja tebakkan nya jika calon adik ipar cemburu terhadap nya.
"benar ya, chatty mau coba roti cokelat nya! Katanya sangat enak." gavin tertawa saja mendengar nya, adik nya ini pecinta roti dari kecil. Setiap ada toko kue baru pasti akan di datangi nya untuk mencoba roti cokelat di tempat itu.
"kenapa roti cokelat terus, apa tidak mau yang lainnya?"
"mau! tapi chatty mau coba roti cokelat nya lebih dulu." gavin hanya bisa pasrah saja mendengar nya, tak berselang lama sang mommy datang sambil membawa nampan berisi makanan dan mnuman.
"ayo makan dulu sayang.. "
"aku makan di taman saja ya mom." pinta chaterine dengan lembut, sang mommy hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"kak gav ayo temani.. "
"kenapa harus kakak? minta saja ditemani sama kim."
"tidak mau, aku mau nya sama kakak." pada akhirnya gavin mengalah berdebat dengan sang adik, ia mengikuti kemana adik nya pergi.
"bagaimana kim?" tanya daddy axel yang memang dari awal menyadari kim berada di dekat mereka.
"tuan, kejadian tadi malam ada sangkut paut nya tentang anna." jawab kim dengan tenang, kali ini ia sudah lalai dalam menjalankan tugas nya.
"apa maksud mu kim?" tanya daddy axel dengan marah. Mommy jovinka mencoba untuk menenangkan sang suami.
"anna adalah dalang di balik kejadian tadi malam. Dia juga yang membantu para pembunuh bayaran untuk masuk kedalam mansion." daddy axel yang mendengar nya semakin marah, jadi selama ini mereka memasukkan seorang pengkhianat di kediaman mereka sendiri.
"tadi pagi anna mengantarkan makanan ringan untuk nona dan ternyata makanan tersebut ada racun yang mematikan. Sepertinya anna melakukannya juga karena terpaksa tuan, sebelum menghampirinya tiba-tiba saja dia sudah mengganti makanan ringan tersebut dengan yang lainnya." tambah kim lagi, mommy jovinka yang mendengar nya semakin terpukul, ia meminta suami beserta anak-anak nya untuk merahasiakan tentang identitas mereka dari chaterine hanya untuk melindungi diri mereka dan menjauh kan chaterine dari bahaya.
"setelah nona pergi, anna menghadap ke saya dan mengatakan kesalahan nya. Dia ingin meminta maaf secara langsung kepada anda tapi seperti nya orang yang meminta anna melakukannya mengetahui nya terlebih dahulu dan pada akhir orang itu membunuh anna sebelum identitas nya terbongkar." penjelasan dari kim membuat semua orang menjadi marah. Bahkan daddy axel memberikan kode kepada kim dan kode tersebut hanya kim saja yang tahu.