Kuberi Cinta Kau Balas Dusta

Kuberi Cinta Kau Balas Dusta

Seperti tertampar belati

" Billy " teriak Zea.

Billy tersentak mendengar teriakan Zea .Gadis yang berada dalam pelukan Billy tersenyum licik. Sedah lama dia bersabar dan menantikan hari ini tiba .

" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .

Billy segera merapikan pakaiannya . Dua kancing kemeja atas Billy sudah terbuka oleh sekretarisnya .

" Aku harus mengejarnya . Maafkan aku . Aku akan menghubungi mu setelah semuanya selesai " ucap Billy kepada sekretarisnya .

Zea melajukan mobilnya menuju rumah yang dia huni bersama Billy . Pernikahan mereka memang sudah berjalan dua tahun . Namun mereka belum juga di karuniai seorang anak . Ibu Billy selalu saja mendesak Billy untuk segera mendapatkan momongan . Dan tak jarang kata-kata kasar dan sindiran pedas sering Zea dapatkan .

Air mata Zea menetes dengan sendirinya . Zea sudah rela meninggalkan keluarganya hanya untuk menikah dengan Billy . Namun balasan yang dia dapat sebuah penghianatan .

Sesampainya di rumah Zea mengunci dirinya di kamar .

Billy yang baru saja sampai di rumah . Berlari menuju kamar yang mereka tinggali .

" Zea , aku bisa jelaskan " teriak Billy dari luar .

" Pergilah Billy . Aku hanya ingin sendiri " ucap Zea .

Billy laku meninggalkan Zea sendiri . Percuma dia memaksa Zea . Zea juga tidak akan mau untuk menemuinya .

Billy memutuskan untuk ke kamar tamu .

Drt drt drt

" Ada apa sarah ?" tanya Billy kepada sekretarisnya .

" Aku tidak bisa pulang Billy . Kunciku tertinggal di kantor . Sedangkan kunci cadangannya kamu yang bawa " ucap Sarah .

" Aku akan ke sana " ucap Billy .

Sebelum pergi Billy menatap lama pintu kamar dimana Zea berada . Billy juga lebih dulu berpesan kepada bibi jika dia pergi sebentar .

Pagi harinya , Zea masih berada di kamar . Rasanya malas untuk pergi ke kantor . Zea bekerja di perusahaan yang sama seperti Billy . Sebenarnya Zea merupakan keluarga yang sangat mampu . Namun Zea di usir oleh Papanya . Karena lebih memilih Billy .

Zea dan Billy memulai semuanya dari awal . Awalnya semuanya berjalan dengan baik . Layaknya pasangan yang saling mencintai . Hubungan Zea dan Billy juga cukup lama keduanya pacaran sejak di bangku kuliah . Tapi pernikahan mereka belum di beri keturunan .Sedangkan Orang tua Billy ingin segera menggendong cucu .

Zea turun untuk membuat sarapan seperti biasa .

" Non mau bikin sarapan ?" tanya simbok .

" Iya mbok " jawab Zea membuat nasi goreng seafood kesukaannya .

Zea tidak menanyakan tentang Billy . Dan membuat Simbok bingung . Antara harus bilang atau diam saja . Simbok tahu jika keduanya mungkin sedang ada masalah . Pasangan muda ini tidak pernah bertengkar . Meskipun Ibu mertua Zea selalu menuntut .

" Simbok ada apa ? Sakit ?" tanya Zea .

Simbok adalah asisten rumah tangga di rumah orang tua Zea . Simbok di minta Mamanya Zea untuk mengawasi Zea . Meskipun Mama Zea tidak menyukai Billy . Tapi Mama Zea tidak tega membiarkan putri semata wayangnya kesusahan .

" Tidak non , itu anu . Tapi simbok mau ngomong takut salah " ucap Simbok ragu .

" Bilang aja mbok nggak papa " jawab Zea .

" Semalam den Billy pergi setelah menerima telepon . Kelihatannya serius " ucap Simbok .

" Ya sudah mbok biarin " ucap Zea .

" Tapi sepertinya den Billy tidak pulang tadi malam " ucap Simbok lagi.

Zea menghentikan aktifitasnya . Lalu melanjutkan lagi aktifitasnya .

Zea lalu memakan sarapannya . Dan berangkat ke kantor tempat Zea dan Billy bekerja . Tak lupa juga Zea menyiapkan bekal untuk dirinya .

Zea berangkat dengan mobilnya . Meskipun mobil yang Zea pakai bukan mobil bagus . Tapi Zea tetap bersyukur .

Sesampainya di kantor Zea lalu menuju meja kerjanya . Sebagai manager perusahaan Zea selalu datang tepat waktu . Dan berusaha datang lebih dulu dari rekan kerjanya .

" Selamat pagi bu Zea " sapa Dito dan Rere .

" Pagi semua " ucap Zea .

Meskipun Zea adalah atasan mereka . Zea selalu menganggap rekan kerjanya itu juga teman .

" Bawa bekal apa kamu Dito ?" tanya Zea .

" Saya bawa nasi , ayam goreng sambal terasi dan tak lupa lalapan " ucap Dito .

" Kamu Re?" tanya Zea .

" Saya diet bu , soalnya naik empat kilo kemaren nimbang " jelas Rere cemberut .

" Jangan diet Re, badan kamu itu sudah pas . Kalau diet kamu jelek nanti " ucap Zea .

" Bu Zea bisa aja . Mau punya body seperti ibu " ucap Rere .

" Ya elah gitar spanyol mau di samain sama ukulele " ucap Dito

" Buu" rengek Rere .

" Sudah kerja . Nanti ketahuan pak Kevin kalian kena SP lagi " ucap Zea .

Zea bekerja seperti biasanya . Zea sangan pandai menyembunyikan perasaannya .

Namun datang Pak Kevin . Menanyakan keberadaan Billy .

" Zea " panggil Pak Kevin .

Zea segera berdiri dan meminta pak Kevin duduk . Zea berpikir jika dirinya mendapat masalah . Dan mendapat teguran dari atasannya .

" Ada yang bisa saya bantu Pak ?" tanya Zea .

" Billy ada dimana ? Dia kan suami mu . Meskipun di kantor kalian harus profesional " tanya Pak Kevin .

Zea mengerutkan keningnya . Hati Zea semakin hancur di buat oleh Billy . Semalam Billy sudah tidak pulang kerumah . Dan sekarang Billy tidak memberi kabar ke kantor.

" Maaf Pak , apa Sekretaris Pak Billy juga tidak ada ?" tanya Zea dengan suara sedikit bergetar .

" Ya tidak ada . Apa mereka meeting di luar . Tapi mereka tidak memberi kabar ke perusahaan "ucap Kevin .

Zea hanya diam tidak menanggapi . Perasaan Zea sudah terlanjur di buat hancur oleh Billy .

" Baiklah Zea , jika ada kabar dari Billy tolong kabari saya ya . Dan tolong mereka suruh ke ruangan saya " ucap Pak Kevin .

" Baik Pak " jawab Zea .

Zea kembali melakukan pekerjaannya. Meskipun pikiran Zea sedang bergelut dengan batinnya .

Setelah beberapa saat kepergian Pak Kevin . Billy dan Sarah baru saja tiba di kantor . Pak Kevin yang melihat itu segera memanggil keduanya .

Namun Billy mengatakan jika mereka sedang bertemu klien . Sehingga mereka memutuskan untuk meeting terlebih dahulu. Dari pada garus bolak-balik .

Berita itu sudah sampai ke telinga Zea . Ada perasaan lega . Namun juga ada perasaan tak karuan .

" Nanti setelah pulang kerja kita bicara " isi pesan Billy kepada Zea .

Zea hanya membacanya . Namun tidak ada niatan untuk membalasnya .

Benar saja Billy menunggu Zea di

lobi. Zea yang saat itu keluar dengan Rere dan Dito . Tetap berusaha profesional . Tidak ingin menjadi bahan Perbincangan .

" Cie , yang di tunggu pujaan hati " goda Rere .

" Kamu pengen ya ?" goda Dito .

" Enggak lah ya . Ntar kalau pak Kevin lamar gue jangan sujud di kaki gue lo ya ngemis kerjaan " ucap Rere .

" Siapa tahu kalau kalian berjodoh bagaimana ?" tanya Zea .

" Amit-amit" teriak Rere dan Dito .

" Sudah ya saya pulang dulu . Kalian pulang hati-hati " ucap Zea .

" Siap bu , mari pak

Bil " ucap keduanya .

Zea tetap masuk ke dalam mobil Billy .

" Turunkan Aku di depan sana " tegas Zea .

" Kita bicara di rumah . Aku akan menjelaskan semuanya " ucap Zaki .

" Kalau kamu tidak mau berhenti . Aku akan melompat " ucap Zea datar .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!