NovelToon NovelToon
Calon TUMBAL

Calon TUMBAL

Status: tamat
Genre:Fantasi / Spiritual / Matabatin / Thriller / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:678.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ratna Jumillah

"Kamu spesial, Jingga.. Kalo ada yang nanya wetonmu, jangan di kasih tau ya, nak."

"Kenapa, uti?"

"Karena mereka bisa menyakitimu, lewat hari lahirmu.
Weton kelahiran itu ibarat senjata mematikan bagi orang jahat yang mau berbuat jahat padamu, maka dari itu jangan beritahukan wetonmu pada sembarang orang!"

Jingga, memiliki nama panjang Radenaruna Jingga. adalah gadis spesial yang menjadi incaran makhluk ghoib. Dia lahir di detik - detik kematian ibunya, dan hal itu menjadikan dia memiliki kemampuan melihat hantu dan berkomunikasi dengan mereka (Indigo).

Sampai suatu hari dia di adopsi oleh majikan mendiang ayahnya saat akan menginjak SMP dan ikut tinggal di Jakarta. Dia mendapati kejanggalan dan keanehan di rumah orang tua angkatnya itu. Banyak Arwah - arwah yang menangis meminta tolong dan ada juga yang selalu mengganggu Jingga!

Apa sebenarnya yang terjadi di rumah itu?? Misteri apa yang tidak di ketahui oleh Jingga??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 19. Adik Raka.

Jingga turun kebawah setelah sholat subuh, bagaimanapun di rumah nya di kampung Jingga selalu berkegiatan setelah sholat subuh selesai. Aneh nya di rumah itu sangat suram saat Jingga keluar dari kamar Raka, ia berjalan menuruni tangga dan ia melihat pelayan tua yang sedang berjalan menenteng tas ransel di ikuti dua orang perempuan di belakang nya.

"Non Jingga sudah bangun?" Sapa pembantu rumah tangga Delima.

"Iya, bu." Sahut Jingga sambil tersenyum. Jingga juga tersenyum pada dua orang perempuan yang berdiri menunduk menatap Jingga.

"Bibi bawa mereka ke dalam dulu ya, non." Ujar pelayan tua itu.

"Iya, bi." Sahut Jingga, ia tak bertanya siapa dua perempuan yang di bawa itu.

Pelayan tua itu membawa dua perempuan tadi ke belakang, Jingga menatap kemana mereka pergi lalu dia duduk di karpet di ruang tengah yang biasanya di pakai untuk bersantai.

'MasyaAllah, karpet nya aja bulu - bulu, ini bulu apa ya?' Batin Jingga, dia yang baru merasakan duduk di karpet tentu terheran - heran.

Jingga mengusap - usap karpet itu, lalu ia merebahkan dirinya di sana, ternyata Jingga merasa nyaman dan malah ketiduran di karpet itu.

Pelayan tua tadi keluar mencari Jingga tapi ia tak melihat nya, sampai dia melihat kaki yang teronggok di lantai, ia pun menghampirinya. Pelayan tua itu hanya tersenyum aneh melihat Jingga yang tidur di karpet, lalu ia pun kembali pergi dari sana.

Dan sampai akhirnya hari semakin terang dan Delima bangun, pelayan tua itu memberi tahu Delima bahwa Jingga tidur di karpet ruang tengah, Delima pun menghampiri Jingga.

"Jingga.. Nak, kenapa tidur di sini?" Delima membangunkan Jingga.

"Hm.. Astaghfirullah, Ibu??" Jingga terkejut tentu saja, dia malah ketiduran di sana.

"Mama, nak. Masih susah membiasakan ya?" Ujar Delima.

"Ah, iya. Maaf ma, Jingga ketiduran." Ujar Jingga.

"Kenapa tidur di sini, nak? Abang ngusir kamu?" Tanya Delima.

"Enggak, Jingga keluar sendiri tadi." Ujar Jingga.

"Ya udah, ayo sarapan." Ajak Delima, Jingga pun mengangguk dan bangun.

Delima mengajak Jingga untuk duduk di meja makan, sudah tersedia roti dan beberapa jenis selai rasa di sana. Lalu terlihat pelayan tua itu keluar membawakan segelas jus dan di letakan di depan Delima.

"Kamu mau sarapan apa, nak?" Tanya Delima.

"Apa saja ma." Sahut Jingga, dia tidak mungkin menyebut.

"Biasanya kamu makan apa, bilang sama bibi biar nanti bibi masakin." Ujar Delima.

Jingga terdiam dengan hati tidak enak, ia tak pernah menyuruh orang tua. Jika di rumah nya sendiri, nenek Rumi sudah siap makanan apapun yang ada, entah itu nasi goreng atau singkong rebus.

"Kasih tau bibi, non. Nanti bibi masakin." Ujar pelayan tua itu.

"Nasi goreng aja, bi." Ujar Jingga, pelayan pun mengangguk.

"Njeh, bibi masakin dulu." Ujar pelayan tua itu.

"Makasih banyak, bi." Ujar Jingga, ia merasa tak enak. Pelayan tua itu hanya tersenyum dan mengangguk lalu pergi.

Tak lama muncul Raka yang sudah rapih dengan seragam sekolah nya menuruni tangga sambil bersiul, jangan lupa dia masih SMA. Raka terlihat keren dengan tas ransel dan baju seragam nya yang di keluarkan, anak badung memang.

"Pagi, ma." Sapa Raka, lalu memeluk Delima. Jingga yang melihat itu agak iri karena ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.

"Sarapan, nak. Duduk di samping Jingga." Ujar Delima, Raka hanya melirik Jingga tapi dia tetap lebih memilih duduk di sebelah ibunya.

"Aku nggak bisa sarapan lama - lama, udah telat. Bilangin papa aku bawa motor papa hari ini, ma." Ujar Raka lalu meminum susu cokelat yang tersedia di meja.

"Lho, motormu kenapa?" Tanya Delima.

"Bocor, nginjek paku kayak nya. Aku berangkat ma, bye." Ujar Raka lalu bangun dari duduknya dan mencium pipi Delima.

"Roti nya, nak." Ujar Delima, tapi Raka hanya melambai tangan tanpa berbalik badan.

"Anak itu benar - benar." Gumam Delima sambil geleng - geleng.

Jingga sendiri agak terkejut dengan adab Raka, dia tidak menyalimi tangan ibunya bahkan tidak mengucap salam saat pergi. Yang lebih anehnya lagi Delima juga tidak menegur Raka, dan hanya geleng - geleng saja.

"Ma, maaf. Boleh nggak kalau Jingga minta kamar lain?" Tiba - tiba Jingga bicara.

"Kenapa, nak?" Tanya Delima terkejut.

"Jingga nggak nyaman, kan abang cowok, Jingga cewek. Kami bukan muhrim, ma." Ujar Jingga, mengutarakan isi hatinya.

Delima tampak sejenak terdiam tapi lalu kemudian dia tersenyum dan meraih tangan Jingga dan menggenggam nya.

"Gini, nak. Tujuan mama menempatkan kamu dan bang Raka di satu kamar, agar bang Raka bisa lebih disiplin lagi. Supaya bang Raka bisa berbagi kasih sayang sama adek perempuan, soal nya adek nya bang Raka cowok semua." Ujar Delima.

"Mama lagi hamil, dan mama lagi hamil anak perempuan sekarang. Mama takut bang Raka nggak bisa terbiasa sama adek perempuan, jadi mama tempatin kamu satu kamar sama bang Raka." Timpal Delima.

"MasyaAllah, mama lagi hamil ternyata?" Ujar Jingga tersenyum.

"Iya, nggak keliatan yah? Soalnya mama gemuk." Ujar Delima sambil terkekeh.

"Nggak kok, mama nggak gemuk." Ujar Jingga.

"Mau ya, nak? Sementara tinggal satu kamar sama bang Raka, sampe bang Raka bisa bersikap lebih baik, dia nakal banget soal nya." Ujar Delima.

Jingga terdiam sambil berpikir keras, bagaimanapun tidak wajar dia dan Raka tidur satu kamar walau beda ranjang sekalipun. Tapi mendengar ucapan Delima tadi, hatinya menjadi tak tega, apalagi Delima sangat baik padanya.

"Mau ya, nak? Nanti mama beli satu ranjang lagi, biar Jingga tidur di ranjang Jingga sendiri." Ujar Delima, akhirnya Jingga mengangguk.

"Iya, ma." Sahut Jingga, Delima pun tersenyum senang.

"Makasih ya, nak." Ujar Delima sembari mengusap tangan Jingga, Jingga pun mengangguk.

"Tadi mama bilang adek bang Raka cowok semua.. Tapi waktu itu mama bilang aku akan punya satu abang dan satu adek cowok." Ujar Jingga.

"Iya, harusnya bang Raka punya lima adek cowok, tapi yang hidup cuma satu, yang empat meninggal." Ujar Delima.

"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun." Jingga terkejut mendengar nya.

"Dan satu yang masih hidup itu juga jadi anak special." Ujar Delima.

"Spesial?" Jingga Bingung.

Delima membawa Jingga ke sebuah kamar yang berada di sebelah kamar Delima. Ada kamar lagi rupanya yang tidak Jingga lihat, saat pintu di buka, terlihat seorang perempuan muda memakai baju baby sitter yang sedang menyuapi seorang anak laki - laki yang duduk di kursi roda.

Jingga melihat nya dan terkejut melihat kondisi anak laki - laki itu, Seperti penyandang down sindrom tapi ini lebih buruk lagi. Mulutnya sangat lebar dengan mata yang satu besar dan yang satu kecil, di kepalanya hanya ada beberapa helai rambut dan dari mulut lebarnya keluar liur terus menerus.

Kakinya lumpuh dan mengecil, dan jari tangan kanan nya ada enam, yang aneh nya satu dari enam jari itu berukuran dua kali lebih besar dari jari lain nya. Jingga sangat terkejut melihat kondisi anak itu, sangat memprihatinkan.

"Hnnngg.. Hnngg.." Anak itu bersuara.

"Namanya Riki, dia umur sembilan tahun tahun ini." Ujar Delima.

"Hai Riki, liat siapa ini.. Ini kak Jingga, kakak nya Riki, lho.." Ujar Delima pada putra nya.

"Hngg.. Hnggmm.." Riki tidak bisa bicara dan hanya bisa menggeram dan mengoceh seperti anak bayi.

"Assalamualaikum, Riki." Sapa Jingga, Riki menatap Jingga lalu dengan wajah lugunya dia tersenyum senang.

"Ngghehe.. hehehe.." Riki tersenyum senang, Jingga pun tersenyum dan menyentuh tangan Riki, sampai tiba - tiba..

"JANGAN SENTUH AKU!!" Jingga terkejut karena tiba - tiba seolah wajah Riki maju dan berteriak padanya, Jingga langsung jatuh terduduk karena kaget sekaligus takut.

"Kenapa, nak?" Tanya Delima heran.

Jingga menatap Riki dengan pias, tapi Riki masih tersenyum - senyum sambil mengoceh dengan wajah lugunya.

'Astaghfirullah, halusinasiku.' Batin Jingga.

"Nggak apa - apa, ma. Jingga hilang keseimbangan tadi." Sahut Jingga.

Jingga heran dan bingung, tapi tadi benar - benar seolah wajah Riki mendekat padanya dan berteriak dengan suara mengerikan. Jingga pun terus ber Istigfar di dalam hatinya.

'Astaghfirullahal 'adziim.." Batin Jingga.

BERSAMBUNG..

1
manira zhang
ceritanya sangat seru banyak plot twist nya, tencu othor🥰
manira zhang
kasian ustadz Ali, pdhal mau aku ajak ta'arufan belio🤧
Sativa Kyu
👍👍👍
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasihh kak❤️
total 1 replies
wahyuni yuni
seru nih ada lanjutannya/Drool/
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
sᴇᴘᴇʀᴛɪ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ..
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasih kak, sudah baca sampai akhirr🥰
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Ya allah... Airlangga... 🥺🥺 Kamu tersiksa karna ulahmu sendiri...
Desyi Alawiyah
Berarti ada yang salah sama salepnya.. 😮
Desyi Alawiyah
Ah masa sih Delima udah bawa Ika ke dokter... perasaan dibiarin aja deh Ika sakit kaya gitu... 😌
Desyi Alawiyah
Lah kamu marah-marah mulu sih, Raka.. Jingga adikmu loh sekarang...
Mila helsa
d episode jingga k rumh itu,,kt nya lbih nyamn SM BBI tua itu,.?
Mila helsa
ky nya ayh jingga d jadiin tumbal SM majik nya deh,lnjutt ahh
Mila helsa
lah,,ustad nya,mninggoy,kirain berilmu tinggi yg akn sllu bantuin ji ngga ,gitu🤣🤭
Mila helsa
baru mmpir nih KA,STLH bc kisa Rumah eyang,.aku lari ke profilmu,.mau maraton LGI ah bc nya,.suka bget SM kisah2 horor,.
siapa tau ini jg g KLH seru dr Rumh eyang,
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasii banyak kak,, semoga akak suka kisah nya..
total 1 replies
arif irawan
wingi wewe gombel, saiki ganti
opo enek sift jogo wit iku
Mila helsa: 🤣🤣🤣,iya y KA,.mungkin itu suaminya wwe gmbok🤣🤭
total 1 replies
Siti Sopiah
ala Thor pak ustadz kan seorang Hero di cerita in kok malah kamu bunuh Thor
Sandisalbiah
Airlangga baru dr pasar itu juga kan.. beneran mereka kah.. pelaku pesugihan...?
Sandisalbiah
tuh kan.. ada sesuatu dgn majikan ayah Jingga... sesuai judul.. mereka akan jadikan Jingga sebagai calon tumbal...
Sandisalbiah
sedikit curiga si ama mereka ini.. muncul setelah 2 thn kematian ayah Jingga, kalau emang mereka peduli dan bersimpati harusny langsung melayat saat beliau meninggal kan..? udah gitu kematian ayah Jingga yg tak wajar, bisa aja mereka yg punya pesugihan dan ayah Jingga yg jd tumbalnya dan sekarang Jingga di jemput buat persediaan wadal selanjutnya.. siapa tau kan..? 🤔🤔
♨ˢᶜ𝓐𝔂⃝❥ 🪐⃞⃝𝓞𝓻٭ ρι
😭😭😭😭😭😭
Irwan Marzuki
koq rumah mewah lantanga kayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!