NovelToon NovelToon
Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:479.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratih mirna sari

Bukan hal yang mudah menjalani kehidupan sebagai seorang anak tiri, Vabilla Ahsyaniza, seorang perempuan baik hati yang selalu mendapat perlakuan tidak pantas dari ibu tirinya, dia mencoba untuk tetap ikhlas menjalani semua yang ditakdirkan didalam hidupnya.

Ibu tirinya itu sangat membenci Billa karena dia adalah anak hasil hubungan gelap suaminya dengan perempuan lain.

Pertemuannya dengan laki-laki bernama Bisma membuat Billa semakin gencar dihina oleh ibu tirinya.

Bisma menyukai Billa sejak pertemuan pertama mereka, diapun berusaha untuk masuk kedalam kehidupan Billa, tanpa mengetahui apa yang akan Billa hadapi nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih mirna sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan Billa dan Dicky tidak baik-baik saja

Hari-hari yang Billa lewati terasa hampa, akhir-akhir ini Dicky seperti menghindari dirinya.

Felly yang tengah dimabuk asmara seolah melupakan sahabat yang sudah berkorban untuknya.

Dia merasa dihianati oleh dua orang yang paling dekat dengannya.

Fikiran Billa benar-benar kacau saat ini, dia berjalan seperti orang linglung.

Semua masalah ini membuatnya tak semangat untuk melakukan apapun.

Waktu masih menunjukan pukul 06:00, dia sengaja berangkat lebih awal. Dia ingin sedikit menenangkan diri.

Dia duduk disebuah halte menuju sekolahnya.

Rasanya kakinya sudah tak sanggup lagi untuk berjalan. Dia terlihat sangat kusut.

Dari kejauhan, Bisma yang sedang berjalan melihat Billa tengah duduk sendirian.

Tanpa berfikir panjang dia langsung menghampirinya.

"Kamu kenapa? Kok ada disini?" Tanya Bisma, dia duduk disamping Billa.

"Aku juga bingung." Jawab Billa.

Tatapannya terlihat kosong.

"Bingung kenapa? Cerita sama aku." Ucap Bisma kemudian.

Billa sedikit menoleh kearahnya, dia baru menyadari jika orang itu adalah Bisma.

Dia berfikir jika Bisma ada dimana-mana?

"Dicky yang sekarang bukan Dicky yang aku kenal dulu. Dia berubah, aku rasa dia lupa sama aku saking bahagianya sama Felly." Ucap Billa.

Bisma terdiam, dia sedikit bingung harus berkata apa kepadanya. Dia terlihat sedang berfikir.

"Aku nggak tau harus gimana, aku bingung sama masalah ini." Lanjutnya.

"Kalau gitu mending kamu jujur aja sama Felly. Kamu jangan nyakitin perasaan kamu sendiri. Atau perlu aku yang bicara sama dia?" Tanya Bisma.

"Jangan Bisma, aku bakal marah banget sama kamu kalau kamu kasih tau Felly." Ucap Billa.

"Ya tapi aku nggak bisa liat kamu sedih terus gara-gara Dicky." Ucap Bisma kemudian.

"Aku mohon sama kamu Bisma, jangan sampai Felly tau yang sebenarnya. Aku takut Felly kecewa sama aku, aku nggak mau kehilangan dia, sahabat terbaik aku." Ucap Billa sambil menyatukan kedua telapak tangannya.

Bisma meraih tangan Billa, dia begitu tak kuasa melihat Billa yang bersedih.

"Ya aku janji, tapi dengan dua syarat." Ucap Bisma kemudian.

Billa mengerutkan dahinya, dia menatap Bisma dengan tatapan bingung.

"Syarat apa?" Tanya Billa.

"Pertama, setelah ini aku nggak mau liat kamu sedih lagi. Dan yang kedua tolong kamu jangan suruh aku buat menjauh dari kamu." Ucap Bisma.

Billa terdiam mendengar itu, sayarat kedua Bisma masih menjadi pertimbangannya

"Gimana?" Tanya Bisma kemudian.

Kenapa Dia meminta syarat seperti itu? Apa dia masih berharap sama aku?

Aku nggak mau kasih dia harapan, aku nggak mau mengecewakannya berulang-ulang.

Cukup sekali.

Bisma masih menunggu jawaban Billa

"Hey!" Bisma membuyarkan lamunan Billa.

"Ya." Jawab Billa reflek.

Bisma tersenyum mendengarnya.

"Jadi mulai sekarang kita baikan ya!" Ucap Bisma.

"Emang kemarin-kemarin musuhan?" Tanya Billa.

Bisma tertawa mendengar perkataan Billa.

"Ya nggak, cuma aku pengen aja hubungan kita ini lebih baik lagi." Balas Bisma kemudian.

Billa tak menjawab perkataannya.

"Ya udah, kalau gitu kita berangkat sekarang. Nanti kesiangan lagi." Ajak Bisma, diapun segera beranjak.

Billa beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah Bisma.

Billa merasa sedikit lega karena telah dapat mencurahkan isi hatinya pada seseorang.

Bisma berfikir ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka, meskipun dia tidak senang dengan kesedihan yang dirasakan Billa.

***

Felly baru saja tiba disekolah, dia melihat Billa yang sudah terlebih dahulu tiba.

Tanpa berfikir panjang dia langsung menghampirinya.

"Hai cantik." Sapa Felly sambil menebar senyum.

Billa yang tengah melamun sedikit kaget dibuatnya.

"Hai juga." Balas Billa, dia mencoba untuk tersenyum dan bersikap sewajarnya.

"Kamu kenapa sih akhir-akhir ini aku perhatiin ngelamun terus. Cerita dong sama aku. Siapa tau aku bisa bantu." Ucap Felly kemudian.

'Kamu nggak tau Fell apa yang aku jalanin sekarang berat banget, nggak ada tempat buat cerita, nggak ada yang bisa aku lakuin. Dua orang yang deket sama aku sekarang rasanya paling jauh dari aku.' Batin Billa.

"Hey!" Seru Felly yang membuyarkan lamunan Billa.

"Aku nggak kenapa-napa kok." Jawab Billa berbohong.

Felly hanya menggangguk saja, dia merasa ada yang aneh dengan Billa, kenapa dia tak mau bercerita padanya.

Padahal sebelumnya Billa selalu bercerita apa saja kepada dirinya.

Tapi dia berfikir jika Billa membutuhkan privasi, dia tak mau mendesak Billa untuk bercerita.

Diapun berfikir untuk mengalihkan pembicaraan agar membuat Billa tidak merasa sedih.

"Oh ya, gimana hubungan kamu sama si Bisma itu?" Tanya Felly mengalihkan pembicaraan.

Billa terlihat tegang mendengar pertanyaan Felly, dia menatap Felly dengan ragu.

Kenapa Felly berfikir jika ada sesuatu diantara mereka.

"Apa sih aku nggak ada apa-apa sama dia." Jawab Billa.

"Udahlah, ngaku aja! Keliatannya dia serius sama kamu. Jadi kalau kalian jadiankan kita bisa double date." Ucap Felly sedikit menggoda.

"Apa sih Fell, kamu nggak jelas banget!" Elak Billa.

"Ayolah!" Bujuk Felly. Billa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Felly yang merengek seperti anak kecil.

Andai aja kamu tau yang sebenernya Fell, aku nggak yakin kamu mau sahabatan lagi sama aku. Ucap Billa dalam hati.

***

Bisma menghampiri Dicky yang tengah berbincang dengan Ilham didalam kelas.

"Ham, gue mau ngomong sama dia berdua aja. Loe pergi dulu sana!" Ucap Bisma mengusir Ilham.

"Ok lah, asal ada ongkosnya." Jawab Ilham sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Apa sih? Loe fikir gue nyuruh loe pergi ke Dubai pake ongkos segala." Ucap Bisma sedikit kesal.

"Hahaha becanda Bis. Ok lah gue cabut, bye!" Ucap Ilham sambil cengengesan, diapun berlalu meninggalkan Bisma dan Dicky.

"Ada apa?" Tanya Dicky dengan wajah tanpa dosanya.

"Masih nanya loe? Loe nggak tau atau pura-pura nggak tau? Loe udah sakitin hati Billa." Ucap Bisma sedikit kasar.

"Ya terus apa hubungannya sama loe? Loe siapanya dia?" Tanya Dicky santai.

"Gue cinta sama dia, gue nggak terima dia nangis-nangis cuma gara-gara loe!" Ucap Bisma kasar.

Dicky menyunggingkan bibirnya, dia menilai Bisma remeh.

"kalau loe cinta sama Felly, bukan gini caranya. Gue saranin loe putusin Billa secepatnya." Ucap Bisma menggebu.

"Kalau gue nggak mau gimana?" Tanya Dicky dengan sombongnya.

"Terus mau loe apa?" Bisma balik bertanya.

"Gue nggak mau apa-apa, Billa yang mohon-mohon sama gue buat jadian sama Felly. Apa itu salah gue?" Tanya Dicky.

"Ya, jelas loe juga salah. Kalau loe cinta sama dia, loe nggak akan kabulin permintaan konyolnya itu." Ucap Bisma.

"Terserah loe mau ngomong apa, yang jelas gue lagi menikmati gimana rasanya punya dua cewe, sedangkan loe? Satupun nggak ada." Ucap Dicky menyombongkan diri.

Bisma sangat kesal mendengar ucapan Dicky. Emosinya mulai memuncak.

Dia mengepalkan tangannya dan siap melayangkannya pada wajah Dicky.

Namun Reza yang baru saja masuk dengan cepat melerainya, dengan sigap dia menahan tangan Bisma.

"Apaan sih loe Bis? Kalau ada masalah selesaikan baik-baik, nggak gini caranya!" Ucap Reza dengan kedewasaannya

"Bilangin sama dia kalau cowo yang sakitin hati cewe itu bukan cowo namanya, tapi BANCI!" Ucap Bisma yang menekan kata banci.

Reza yang tak mengerti apapun dibuat bingung dengan mereka.

Dicky tersenyum kecut mendengar perkataan Bisma.

Bisma benar-benar muak melihat tampang watados Dicky, diapun segera pergi meninggalkan kelas.

"Ada apa sih sebenernya?" Tanya Reza sedikit bingung.

Dicky tak menggubris pertanyaan Reza.

Dia berfikir jika Bisma hanya sirik kepadanya karena Billa lebih memilih dirinya ketimbang Bisma.

Dengan kejadian ini Dickypun berniat untuk membuat Bisma lebih cemburu lagi kepadanya.

***

Billa tengah termenung dikamarnya.

Dicky benar-benar membuatnya galau.

Selalu saja Felly menjadi alasan ketika Billa ingin bertemu.

Billa berfikir jika Dicky sudah melupakannya.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering, dia segera meraihnya.

Ternyata dari Dicky, dia tak tau harus merasa senang atau merasa sedih mendapat panggilan itu.

Tanpa berfikir panjang dia langsung mengangkatnya.

"Halo Ky?" Tanya Billa, suaranya terdengar lemas.

"Gawat Bill. Felly masuk rumah sakit lagi?" Jawab Dicky disebrang sana. Suaranya terdengar sangat panik.

"Apa? Felly masuk rumah sakit?" Tanya Billa kaget. Seketika matanya membulat mendengar perkataan Dicky.

"Aku tunggu kamu didepan ya! Kita kerumah sakit sekarang!" Ucap Dicky.

"Iya aku usahain kesana sekarang." Ucap Billa, dia mengakhiri panggilan itu.

Tanpa berfikir panjang dia langsung bersiap-siap untuk pergi.

***

Setelah beberapa lama Dicky meyakinkan Tante Vera, akhirnya merekapun diizinkan untuk pergi keluar.

Namun dengan syarat untuk membelikannya oleh-oleh sepulang mereka nanti.

Dasar matre. Fikir Dicky.

Sepanjang perjalanan Billa memeluk Dicky sangat erat, dia begitu takut akan kehilangan Dicky.

Meskipun dia merasa Dicky tak memperdulikannya, kekasihnya itu terlihat sangat cemas memikirkan perempuan lain.

Billa merasa sangat sakit hati.

Dicky yang mendapat pelukan dari Billa merasa hampa, rasa cinta yang dia miliki dulu tak lagi dia rasakan.

Dia hanya cemas memikirkan Felly yang sedang berjuang melawan sakitnya.

Tak berselang lama merekapun tiba dirumah sakit Hasan Sadikin, rumah sakit terbesar dikota Bandung.

Sebelum mereka masuk kesana, Billa menahan tangan Dicky.

"Ky, kamu cinta sama Felly?" Tanya Billa.

"Kenapa kamu tanya kaya gitu?" Dicky balik bertanya.

0Aku liat kamu cemas banget sama dia, dan akhir-akhir ini sikap kamu berubah, kamu dingin sama aku." Jawab Billa, matanya terlihat memerah.

Dicky tak bergeming, dia bingung harus berkata apa.

Untuk beberapa saat suasana berubah menjadi tegang.

"Kenapa waktu aku cinta-cintanya sama kamu kamu malah suruh aku jadian sama Felly? Jangan salahin aku kalau akhirnya aku mulai berubah." Ucap Dicky.

Billa sangat kecewa mendengar perkataan Dicky. Tanpa terasa air matanya mulai menetes.

"Kamu jahat Ky! Aku kecewa sama kamu." Ucap Billa.

Dicky merasa muak melihat air mata Billa, dia lelah dengan drama kesedihan yang dilakoni Billa.

"Udahlah, kita jangan bahas itu sekarang. Kita fokus dulu sama Felly." Ucap Dicky.

Dicky mengacuhkan air mata Billa, dia segera melangkahkan kakinya dan meninggalkan Billa.

Billa benar-benar tak sanggup menahan air matanya, dia sangat tak menyangka jika akhirnya hatinyalah yang tersakiti.

Harusnya dari awal dia bisa menduga hal ini akan terjadi, tapi ketulusan hatinya tidak berfikir sejauh itu.

Hatinya terasa patah, dia tak tau apa dia bisa menghadapi kenyataan pahit itu?

Untuk saat ini dia harus mengenyampingkan egonya itu, dia segera mengikuti langkah Dicky.

Dia berpura-pura tegar.

***

1
Agustina Kusuma Dewi
waktu yang akan mengubah segalanya
Agustina Kusuma Dewi: woke..ntar berlanjut kl fah kelar
total 2 replies
Agustina Kusuma Dewi
kesini lg setelah bukan kesalahan takdir.. 😘😍
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 🍒⃞⃟🦅
aku mampir kak. Bantul support juga ya
ohana
ceritanya bagus tp nama karakternya jd bikin cenat cenut, hehehehe
TiiehAtieh: baca juga THE SECRET ya kak, banyak misterinya juga 😄😊
total 1 replies
ohana
start baca.... hbis baca sherin sama nindi
TiiehAtieh: ini novel berantakan kak 🙈 maklum ya, karya pertama 🤭
total 1 replies
Nia Kurniasih
di fitnah lg nie kayanta billa
Nia Kurniasih
dasar ya ibunya bodoh demi mncari kbhgiaan sendiri tega anak di kasihkan ke bpknya apa susahnya dia ug urus minta jatah biaya anaknya
Nia Kurniasih
mampir ah kmari
Manami Slyterin
seru
Byna Hasnawati
billa perempuan yg tdk tau bersyukur. dpt suami yg baik tdk disyukuri.
TiiehAtieh: belum sadar dia kak, 😁
total 1 replies
Byna Hasnawati
kematian Felly bkn kesalahan Billa. maux dia jgn lari. lbh baik dibicaran dgn baik. billa kan tdk tau kalo felly mau dtg. yg paling bersalah adalah Dikky yg menggantung Billa. maux Dikky menjkskan yg sebenarx.
liana aksa
aku datang twins B si tampan yang licik
Nilam Nuraeni
punya teman baik itu bikin mood bagus loh Bill, semangat buat author nya💪🌹
sunflower: kak cara buat views banyak gimana ya kak, soalnya masih pemula😁😅💚🙏
total 1 replies
Nilam Nuraeni
Bisma sama Billa Thor😁 jangan sama yang lain ya
Nilam Nuraeni
geregetan astaga
Nilam Nuraeni
lanjut
Nilam Nuraeni
egois banget sih ortu🤧
Nilam Nuraeni
semangat kak
Nilam Nuraeni
jejak dulu kak🤗
Jati Setiawan D
Totally alur cerita, emosi dan trickynya sangat menghibur.....terus semangat u berkarya, Hadil tdk pernah berkianat thd effort thor.....
TiiehAtieh: terimakasih kak, kalo berkenan baca juga yuk karyaku yang judulnya BUKAN SALAH TAKDIR, Msih on going udh tembus 108 episode... masih butuh banyak dukungan disana
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!