NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertaruhan hati dan bisnis

Cassandra menghela nafas kasar saat melihat dua orang yang sangat di sayangi Cassandra tapi dibenci Selin berdiri di depan pintu rumah megah milik Georgio. Cassandra melipat tangan di dada sambil menyender lengannya di pintu, menatap lekat dua orang pria dan wanita paruh baya.

"Kenapa kamu sekarang seperti itu?"tangan wanita paruh baya itu dengan tajam."kamu mau jadi anak durhaka? Ingat Sandra, saya ini mama kamu."

Cassandra mengangguk. "Aku tau."Casandra beralih menatap seorang pria. Selin yang berada ditubuh Cassandra rasanya ingin menertawakan Cassandra. Kenapa dengan bodohnya mencintai laki-laki seperti ini, sedangkan dia memiliki suami yang sangat sempurna.

Cassandra memandangi pria itu dari atas sampai bawah. Benar-benar bukan tipe nya."Aku juga tau kamu itu pacarku dulu, tapi untuk sekarang tidak. Kita putus."ujar Cassandra yang membuat pria itu terbelalak. Dia hendak menyentuh tangan Cassandra, tapi Cassandra lebih dulu menjauhinya.

"Sayang? Kenapa kamu sekarang berubah seperti ini? Bukannya dulu kamu bilang sangat mencintai ku?" Mendengar itu Cassandra terkekeh.

"Itu dulu, waktu saya masih bodoh. Kalau sekarang mohon maaf, saya lebih baik memilih suami saya yang sempurna."ujarnya membuat pria itu terbengong tidak percaya.

Wanita paruh baya yang melihat perdebatan itu hanya memutar bola matanya malas.

"Mama gak peduli ya, mau kamu putus atau terus berhubungan sama sampah ini. Mama cuma mau kamu transfer uang, kenapa kamu abaikan panggilan telpon mama? Kamu abaikan chat mama, kamu mau jadi anak durhaka?"

Cassandra menatap mamanya sinis dan mengangkat tangannya memanggil security di rumahnya.

"Pak, tolong usir dia."ujar Cassandra meminta security itu mengusir mantan kekasihnya. Pria itu berteriak memanggil nama Cassandra bahkan sempat mengumpatinya karena tidak terima diperlakukan seperti itu.

Cassandra beralih menatap mamanya. "Kalau mama gak mau di usir seperti itu juga, aku mau mama pergi."

Mama Cassandra melebarkan mulutnya terkejut. "Kamu ngusir mama?" Cassandra mengangguk.

"Aku sudah gak bisa biayain mama, perusahaan warisan papa juga masih butuh modal."ujar Cassandra. "Papa sudah memberikan segalanya buat mama, tapi bagi mama gak pernah cukup. Semuanya mama habiskan untuk pesta dan foya-foya. Papa mungkin capek karena itu memilih berpisah." Wanita paruh baya itu geleng-geleng kepala mendengar ucapan anaknya.

"Keterlaluan ya kamu sekarang, papa kamu itu sudah ceraikan mama, dia bahkan gak ada ngasih nafkah dan harta. Kamu dan papa kamu keterlaluan." Cassandra mengangkat sebelah alisnya.

"Kalau sudah cerai gak ada lagi nafkah buat istri, hak papa mau ngasih mama atau enggak, hartanya hasil jerih payahnya sendiri. Sedangkan mama, hanya orang yang dulunya miskin papa angkat derajatnya, tapi mama gak pernah bersyukur."ujar Cassandra dengan keberaniannya.

"Kurang ajar!"

Plak

Satu tamparan mendarat di pipi Cassandra. "Berani kamu mengungkit masa lalu saya! Saya sudah membesarkan kamu sampai seperti ini,  ini balasan kamu?"Cassandra mengelus pipinya yang memanas, wajahnya yang awalnya tertunduk bergerak menatap mamanya yang mengepalkan tangannya karena emosi.

"Sejak kapan mama membesarkan aku? Okee... Mama yang ngelahirin aku, aku berterimakasih untuk itu, tapi untuk membesarkan aku bukan mama, bik asih yang dari aku bayi sampai besar yang ngurus segala keperluan aku. Sedangkan mama kemana?"ujar Cassandra terkekeh miris. "Mama sibuk dengan urusan mama, sama pesta, barang barang mewah. Seperti orang kampung yang baru mendapatkan kemewahan."

"Sialan! Brengsek! Anak gak tau diri, benar-benar kurang ajar ya kamu!"teriak wanita paruh baya itu dihadapan Cassandra. "Kamu gak sadar diri, sebelum kamu seperti ini. Kamu pernah menikmati harta suami kamu kan? Kamu foya-foya, pesta bahkan selingkuh. Kamu mewarisi sifat saya, jadi jangan sok suci!"

Cassandra terdiam, yang dikatakan ibunya benar. Cassandra juga pernah seperti.

"Kenapa? Benar kan?"ujar wanita itu tersenyum remeh.

"Mama benar, tapi sekarang aku sadar. Yang akan menolong aku di masa depan hanya suamiku. Yang akan ada di sisiku hanya suamiku, kalau aku bisa mengambil hatinya, aku akan bahagia. Dan aku akan mengejar kebahagiaan itu."Cassandra menatap tajam mamanya dan sekilas melirik security agar segera mengusir mamanya. "Aku akan membantu mama kalau mama juga berubah, tapi untuk saat ini, aku tidak bisa. Maaf ma."ujar Cassandra dan masuk kedalam rumahnya menutup pintu rapat-rapat.

★★★

Malam ini Cassandra duduk di balkon menikmati sejuknya malam. Sebuah langkah kaki mendekat dari belakangnya, Cassandra berbalik dan mendapati Georgio berjalan ke arahnya masih menggunakan stelan formal.

"Kenapa? Masih ada masalah di kantor?"ujar Cassandra saat melihat Georgio menatapnya.

Georgio menggeleng. "Tidak, aku hanya ragu." Cassandra mengangkat sebelah alisnya.

"Ragu kenapa?"

"Ragu denganmu?"

"Kenapa kamu ragu denganku? Harusnya aku yang ragu, karena aku tau dihatimu hanya ada Annabella, iya kan?"

Georgio menatap lekat pada mata Cassandra, di balik mata itu. Rasa sesak di dada Georgio kian menjadi. Perkataan Cassandra tentang Annabella adalah kebenaran yang pahit. Tapi bukan berati dihatinya masih ada cinta untuk Anabella, Georgio merasa Anabella adalah luka untuknya yang sampai kapan pun tidak akan pernah dia lupakan. Selama ini, ia memang terperangkap dalam bayangan masalalu, menganggap ketidak pedulian Cassandra adalah cerminan dari pengkhianatan Annabella.

"Soal itu kamu tidak perlu tau, Cassandra," ucap Georgio, suaranya kembali datar dan kaku. Ia berusaha menepis getaran aneh yang menjalar di hatinya. "Semua itu urusanku, aku hanya perlu memperjelas kalau aku tidak butuh dikasihani. Kamu kasihan denganku kan?"

Georgio adalah pria keras kepala yang terbiasa bertarung sendirian. Maka dari itu wajar dia meragukan perubahan Cassandra.

"Ini bukan belas kasihan," balas Cassandra, langkahnya maju hingga jarak mereka hanya sejengkal. Ia mendongak, menantang tatapan Georgio yang penuh keraguan. "Ini adalah pernikahan. Kamu lupa? Aku tidak ingin suamiku, CEO Cassano Corp, menjadi pecundang yang diinjak-injak oleh saudaranya. Harga dirimu, adalah harga diriku juga."

"Apa kamu sadar dengan ucapanmu?"tanya Georgio masih tampak ragu.

"Aku serius, aku ingin membantu mu. Mau aku tunjukkan beberapa strategi?"

Georgio mengangkat sebelah alisnya, masih sedikit ragu dengan ucapan Cassandra."Apa?"

"Jordan akan membeli lebih banyak saham, untuk mempercepat tujuannya. Kita biarkan dia melakukannya. Tapi sebelum dia mencapai ambang, kita siapkan dua hal."

Georgio terdiam, otaknya yang seorang pengusaha langsung tertarik pada rencana yang terdengar logis. Ia menatap Cassandra bukan lagi dengan curiga.

"Apa itu?" tanyanya.

"Pertama, kita siapkan jalur kredit alternatif. Jika Jordan benar-benar menguras modal likuidnya, dia pasti akan kesulitan mencari dana segar dari bank-bank besar yang terikat dengan kita. Kita perlu perusahaan cangkang yang bersih dan siap untuk menjadi penjamin utang darurat bagi kita." Cassandra berbicara dengan cepat, menunjukkan pemahaman mendalam yang benar-benar asing bagi Georgio.

"Kedua," Cassandra menjeda, matanya berkilat tajam. "Kita perlu membuat umpan yang lebih besar. Sesuatu yang akan membuat Jordan berpikir dia hanya selangkah lagi dari kemenangan total, sehingga dia akan mempertaruhkan segalanya, bahkan uang pinjaman. Aku tau kelemahan terbesar Jordan adalah buta dan keinginan untuk membuktikan dirinya lebih baik darimu."

Georgio menatap lekat pada mata Cassandra, semua ucapan Cassandra itu berguna, tapi ada keraguman yang baru saja ia akui, namun ada lapisan emosi lain yang lebih gelap, yang muncul saat mengingat Anabella.

"Aku percaya padamu, Cassandra," ucapnya, nadanya tulus.

"Tapi ada satu hal yang masih menggangguku," lanjutnya, suaranya kembali dingin, seolah-olah ia baru saja mengingat siapa Cassandra yang sebenarnya. "Kamu terus bicara tentang pilihan dan memilihku. Kamu bicara tentang harga diri dan pernikahan."

Georgio melangkah mundur, menjauh dari kehangatan sentuhan Cassandra. Matanya menyipit penuh kecurigaan.

"Dulu, waktu kamu masih sibuk dengan duniamu." desis Georgio, menyebutkan kata-kata itu dengan penekanan dingin. "Kamu tidak pernah repot-repot memikirkan harga diriku, apalagi pernikahan ini. Kamu membuat keputusanmu, untuk meninggalkan ku, sedangkan aku terus menahan mu disini."

Cassandra menelan ludah. Ini adalah konsekuensi dari transmigrasi. Ia mewarisi tubuh dan sejarah kelam Cassandra yang asli seorang istri sosialita yang mengabaikan suami, berselingkuh, dan bahkan pernah berencana menceraikan Georgio untuk pria lain. Pria yang ia bucin saat itu, yang menjadi alasan ia bahkan tidak pernah tahu betapa berharganya Georgio sebagai suami.

"Wajar jika saya ragu." lanjut Georgio, mengabaikan ekspresi terluka di wajah Cassandra. "Kenapa tiba-tiba sekarang kamu berubah dan berkata memilihku'? Apa ini lagi-lagi sandiwara agar kamu tetap bisa menikmati fasilitas?"

Dada Cassandra terasa sakit. Tuduhan itu menusuk, tetapi ia tahu Georgio benar. Itu adalah sejarah Cassandra yang asli. Selin, yang kini berada di tubuh itu, harus membayar dosa-dosa masa lalu si pemilik tubuh.

"Kamu berhak curiga, Georgio," kata Cassandra, suaranya serak namun mantap. Ia mendongak, matanya menunjukkan ketegasan yang sama seperti saat ia menjelaskan strategi bisnisnya. "Aku tidak akan membenarkan apa pun yang kulakukan di masa lalu."

Ia melangkah maju, kembali memperpendek jarak di antara mereka.

"Ya, aku bodoh. Aku dibutakan oleh orang yang salah, dan aku mengabaikan suami sebaik dirimu," akunya dengan jujur, karena itulah yang dirasakan Selin tentang Georgio di cerita aslinya. "Tapi jika aku hanya ingin itu, kenapa aku tidak membiarkan Jordan menghancurkanmu? Kenapa aku tidak diam saja, lalu menuntut bagianku setelah kamu kalah dan menggunakan sisa uang itu untuk kembali ke kehidupan lamaku?"

Air mata menggenang di mata Cassandra, bukan karena rasa sakit, tapi karena frustrasi. Ia mencoba menyelamatkan pria ini dari takdir tragisnya, namun pria itu seperti terus mendorongnya pergi.

"Aku tidak bisa mengubah masa lalu. Aku tidak bisa menghapus apa yang terjadi sebelumnya" bisik Cassandra, dengan penuh keyakinan. "Tapi aku bisa membuktikan satu hal, Aku berubah. Aku melihat harga dirimu diinjak-injak, dan itu membuatku sadar betapa bodohnya aku. Percaya atau tidak, ini adalah penyesalan terbesarku, dan satu-satunya cara untuk membayarnya adalah dengan membantumu menang."

Ia mengangkat dagunya, menunjukkan sikap menantang namun penuh permohonan. "Jordan mengira dia bisa menghancurkanmu. Ayahmu hanya percaya Jordan yang lebih hebat. Mama ku mengira aku ini wanita bodoh yang hanya bisa menghabiskan uang. Buktikan pada mereka, dan pada dirimu sendiri, bahwa kamu pantas mendapatkan yang lebih baik, Georgio. Beri aku kesempatan untuk membuktikannya."

Georgio menatap dalam-dalam. Ia melihat air mata tulus yang bercampur dengan keberanian di mata istrinya. Ia mencari kebohongan, mencari sisa-sisa bucinnya pada pria lain, namun yang ia temukan hanyalah tekad yang membara untuknya.

Dia menghela napas panjang, kekakuan di tubuhnya perlahan melunak. Dia tidak bisa menolak bantuan yang begitu cerdas dan tulus, terutama saat melawan Jordan sudah di ujung tanduk.

"Baiklah, Cassandra," katanya, suaranya sedikit lebih lembut. "Aku akan menerimanya. Aku akan menerima bantuanmu. Tapi jangan pernah, sekali pun, kamu kembali ke sifat lama itu. Karena jika itu terjadi... Aku tidak akan memaafkanmu lagi."

Georgio mengulurkan tangan. Kali ini, ia menawarkan kerja sama, bukan hanya sebagai mitra bisnis, tetapi sebagai suami-istri yang bersekutu melawan dunia.

"Sekarang, mari kita hancurkan Jordan." ucap Georgio.

Cassandra tersenyum tipis. Ia berhasil menaklukkan benteng pertama yang paling sulit keraguan dan luka hati suaminya. Ia membalas jabatan tangan Georgio dengan erat.

"Tentu." jawab Cassandra. "Kita akan membuat Jordan menyangka dia sudah menang."

"Kamu benar-benar serius dengan semua ini kan?"ucap Georgio lagi memastikan

"Sangat serius, Georgio," jawab Cassandra mantap. Ia mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Georgio yang mengeras. Kelembutan sentuhannya mengejutkan Georgio.

"Aku tidak bisa mengubah masa lalu, tentang bagaimana kita menikah. Tapi aku bisa mengubah masa depan. Aku tidak akan membiarkan Jordan menang."

Ucapan terakhir Cassandra membuat Selin, yang berada di tubuh itu, sedikit menggigil. Ia tahu bahwa nasib Georgio yang tragis di versi cerita asli adalah keharusan yang harus ia langgar. Ia harus mencegah kehancuran ini.

Melihat ketulusan yang aneh dan kekuatan di mata istrinya, sebuah dinding tebal yang selama ini ia bangun di sekitar hatinya, perlahan retak. Ia memegang tangan Cassandra yang ada di pipinya.

"Baiklah, Cassandra," kata Georgio, ia mengangguk pelan. "Aku akan mendengarkan rencanamu. Tapi, jangan harap aku akan memberimu Ultra Long-Range Jet."

Cassandra tertawa kecil. Tawa yang terdengar sangat manis di telinga Georgio. Untuk pertama kalinya Georgio bisa membuatnya tertawa."Aku sama sekali tidak menginginkannya, waktu itu hanya bercanda. Jadi kita baikan?" Tanya Cassandra di akhir ucapannya.

"Sejak kapan kita bertengkar?"tanya balik Georgio.

"Aku tidak tau, yang jelas aku senang kamu mau menerima aku."

Bibir Georgio membentuk sedikit lengkungan samar yang hampir tidak terlihat. Kehangatan di dadanya bukan lagi datang dari bayangan Annabella, melainkan dari wanita yang berdiri di depannya, yang selama ini ia abaikan dan juga pernah mengabaikannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!