NovelToon NovelToon
My Dad So Handsome

My Dad So Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Follow Ig@rii.ena

Season.1

Tidak mendapatkan jawaban dari ibunya, saat menanyakan siapa ayah biologis dirinya.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahun mencari ayahnya sendiri dengan menggunakan aplikasi kemiripan wajah, dari kalangan biasa, artis sampai kalangan pengusaha.

Hingga dia merasa yakin jika seseorang yang dilihatnya di suatu profil sebuah perusahaan memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya, dan dia memiliki keyakinan kalau pria itulah ayahnya, lalu anak laki-laki itu datang sendiri untuk menemui pria yang di duga ayah biologisnya.

Apakah pria itu benar ayahnya atau hanya sekedar mirip saja ? Bukankah di dunia ini banyak yang namanya kebetulan ?

Season, 2

Biru, pria muda berusia dua puluh tujuh tahun, pria dengan ketampanan yang tidak diragukan lagi karena darah yang mengalir ditubuhnya lebih dominan wajah ayahnya daripada wajah ibunya.

Bertemu dengan dua gadis kecil yang rusuh, dan sayangnya tidak tahu siapa dirinya dengan menitipkan bekal makanan untuk karyawan di perusahaan milik keluarganya.

Bagaimana kisah seru kedua gadis centil yang bertemu dengan pria-pria dewasa yang salah satunya adalah Om-nya Biru sendiri?

Ikutin terus kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Memenuhi persyaratan

Baik Bella maupun Biru, keduanya tidak pernah tidur dalam gelap. Pasti akan ada lampu temaram yang menerangi pencahayaan di dalam kamar, tidak untuk malam ini.

Kenapa Biru mematikan lampu ?

" Melihat dengan hatimu, bukan dengan mata kepala agar kamu tahu siapa musuh dan siapa lawanmu "

Bisik Alard tepat di depan telinga Bella yang terlihat meraba-raba dalam kegelapan karena tangan Bella kesana kemari.

" Tapi ini gelap ? Tidak bisakah dihidupkan lampu yang lebih redup ? "

" Tidak, aku sudah terbiasa tidur dalam gelap bahkan malam itu kita melakukannya juga dalam gelap "

Alard menjilat ujung telinga Bella.

Sesaat Bella menahan napasnya.

Hanya hembusan napas yang memenuhi rongga telinga dan ujung lidah Alard yang basah dan dingin mengusap ujung telinga, membuat Bella merasakan tubuhnya bergetar.

" Aku...."

" Sssttttt...Diam-lah ! Anak kita masih belum tidur, jangan terus meraba-raba ! Atau kamu sudah mulai menyerah dan ingin melakukannya sekarang ? Sabar Bella ! "

Mendengar ucapan yang mengandung ejekan itu, ingin sekali Bella membungkam mulut Alard.

Tapi Bella tidak memiliki keberanian, Alard bukan tipe pria yang bisa di sentuh oleh sembarang orang tetapi Alard bisa menyentuh siapapun yang dia kehendaki.

Alard mulai menciumi leher Bella tanpa suara dan tidak menimbulkan gerakan yang membuat Biru berpaling lalu menatap pada kedua orang tuanya, sentuhan-sentuhan yang Alard lakukan pada leher dan rahang Bella membuat bulu-bulu halus di permukaan kulit Bella seketika meremang.

" Hentikan ! "

Bella menggeram.

Alard menulikan telinganya, telapak tangannya mulai masuk ke dalam piyama yang Bella kenakan.

Bella berusaha menepis tangan Alard, tetapi tangan Alard tidak bergeser sedikitpun. Bahkan Alard meremas pelan pada kedua bukit yang memiliki ukuran tidak terlalu besar itu.

Terlihat Bella tersentak kaget lalu memukul tangan Alard.

" Biru masih belum tidur "

" Jadi kalau sudah tidur ? "

Alard membalas ucapan Bella tepat di depan bibir Bella.

" Maks...."

Alard sudah membungkam mulut Bella masuk kedalam mulutnya sendiri, kali ini Alard melakukannya lebih lembut karena ada Biru di samping mereka.

Bella sendiri tidak bisa melakukan perlawanan atau pergerakan apapun karena kuatir Biru menyadari apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Seperti biasa, Bella hanya bisa pasrah ketika Alard mengeksplor isi mulut Bella dengan lidahnya.

Kepala Bella pusing, otaknya juga kosong dan badannya lemas seakan tidak bertenaga.

" Apakah ciumanku terlalu memabukkan sehingga kau hanya bisa diam ? "

Alard mengusap ujung bibir Bella yang basah bekas saliva mereka berdua.

Ujung jari Alard juga menyentuh bibir Bella yang ukurannya berubah karena membengkak.

Bella tidak menanggapi selain hanya bisa memejamkan kedua matanya, mencoba mengingat-ingat sentuhan Alard yang membuat kesadarannya perlahan-lahan menghilang.

Menjelang dini hari Bella terbangun karena napasnya terasa sesak.

Suasana kamar tidak se-gelap malam tadi, ada pencahayaan redup yang membuat Bella dapat melihat jika putranya tidak ada di ranjang yang sama bersama dirinya dan Alard.

Tangan kekar Alard melingkari pinggangnya yang ramping.

Pelan Bella menyingkirkan tangan Alard dari pinggangnya, lalu turun dari atas ranjang dan keluar dari dalam kamar.

Menuju ke kamar putranya, terlihat Biru masih tertidur diatas ranjangnya sendiri dengan nyenyak.

Bella tidak tahu kapan Alard memindahkan putranya kembali ke kamarnya.

Merasa tidak lagi mengantuk, Bella lebih memilih menggambar sembari menunggu pagi.

...******...

Kay mulai memenuhi permintaan dari Tante Rosa dan Kasandra untuk di belikan sebuah butik seperti milik Mona yang mereka anggap itu milik Bella.

Padahal nominal dari perhiasan yang pernah Bella curi dengan persyaratan yang mereka ajukan sangat tidak sebanding jumlahnya, tetapi Alard tidak mempermasalahkan karena semua demi Bella agar lepas dari jeratan hukum atas hal-hal lainnya yang menyangkut ibu dan kakak tirinya.

Uang bukanlah prioritas yang utama bagi Alard saat ini, kebebasan Bella dan kebahagiaan Biru adalah tujuan Alard.

Sebelum mengetahui jika ada sebab yang terjadi setelah malam itu, Alard hanya berkerja dan terus menumpulkan angka-angka pada usaha milik kakeknya. Tapi kini sudut pandang Alard mulai berbeda.

Tiba-tiba memiliki putra yang tampan dan genius, membuat Alard merasa hidupnya terasa manis. Apalagi kehadiran Bella yang sedikit demi sedikit mulai menggelitik di sudut hatinya.

Alard tidak bisa sembarangan menjalin hubungan dengan seorang wanita, karena perempuan itu bisa saja lawan yang di kirim rivalnya untuk menghancurkan Alard tanpa Alard sadari.

Terkecuali kepada Bella, apakah karena Bella adalah Mommy dari putranya ? Alard juga tidak tahu.

Dengan Bella, Alard melupakan penyakit Mysophobia yang ada padanya.

Dia tidak perduli, menatap Bella dan mengamati tubuh Bella yang tidak menampakkan jika sudah pernah melahirkan seorang putra. Memberikan reaksi yang lain pada anggota tubuhnya, terutama pada tonggak kebanggaan miliknya yang hanya pada Bella seorang enam tahun yang lalu Alard melakukannya. Hingga hari ini, Alard belum pernah lagi melakukan pada siapapun.

Kay mencarikan sebuah butik yang hampir bangkrut karena pemiliknya terjerat hutang, tentu saja tidak boleh berada dekat dengan butik Monalisa agar ketenangan Bella tidak terusik.

Bella bisa saja tidak perlu bekerja, Alard bahkan lebih mampu menafkahi Bella atau membelikan Bella butik yang jauh lebih bagus dari milik Mona, tapi Bella tidak mau.

" Aku ingin berguna dan berkarya dengan mengasah ilmu yang aku dapatkan dengan susah payah "

Itu jawaban Bella ketika Alard memintanya berhenti menjelang pernikahan mereka.

Alard cukup mengerti, kuatir Bella akan merasa bosan jika terus menerus berada di rumah. Apalagi dia juga baru kembali ke negara ini.

Bella bukan pula tipe perempuan yang suka berkumpul dengan teman-teman sosialitanya yang hanya menghambur-hamburkan uang suaminya, Bella tipe perempuan pekerja keras, teman terbaiknya cuma Mona.

Dan hari ini, Tante Rosa dan Kasandra mengundang semua teman-temannya untuk datang ke butik miliknya dari hasil negosiasi dengan Kay, asisten Alard.

" Baguslah jeng Rosa mendapatkan butik ini dari pada menjebloskan anak tiri-mu ke dalam penjara juga tidak ada gunanya, sebentar juga bebas dengan jaminan "

Celetuk teman nongkrong Tante Rosa.

" Benar tuh, dari pada Kasandra hanya berkerja sebagai pagar ayu di acara nikahan atau sebagai penerima tamu di event-event tertentu, gajinya enggak seberapa dan tidak selalu ada, kalau begini kan bisa menjadi profesi-nya dan terlihat berkelas "

Imbuh yang lain.

" Iya, bisa sekalian kita nongkrong di sini "

" Tapi jangan lupa belanja "

Tante Rosa mulai jalan ilmu marketing dadakannya.

" Pastii...."

Jawab ketiga teman Tante Rosa bareng-bareng.

" Tinggal satu yang belum mereka tunaikan, San "

Ucap Tante Rosa setelah teman-temannya sudah pulang.

" Iya, Ma "

" Atur sedemikian rupa "

" Beres, Ma ! "

Ada senyuman licik yang tersemat di wajah Bella, membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri setelah rencananya berjalan sesuai impian dirinya dan ibunya.

...**************...

1
Syam
bagus kak riie seperti biasa selalu keren novelnya dan aku suka biru samudra 💗❤️🥰👍
Syam
terjawab sudah oppa biru 🤭 😍
Syam
wah tambah penasaran saja kak rie judul yg di sebutkan 🤭
Syam
mau dong kak riie kaya biru 1😍
Syam
anak pintar
Syam
mampir kak riie karna penasaran 🤭😄
Sriharyanti 80
karya kak Rie Bagus
kaneya lendiaswari
ceritanya Akbar ini yg nolong aufhar bisa pindah tugas itu ya kk riee
kaneya lendiaswari
baru melipir kesini karna penasaran sama asal usul keluarga Raymond.
zhalwaaa93
aku baca di seblah dulu baru melipir ksni soalnya penasaran dgn keluarga kafka😁
Sriharyanti 80: sama kakak
total 1 replies
zhalwaaa93
😆😆😆
zhalwaaa93
masih untung si rosa mau ngerawat bella klo aku mah ogah, mending pisah🫠
Mazree Gati
asu di entot sampai pingsan,
Mazree Gati
jijik sama kelakuan biru,, jinius tapi tolol
Mazree Gati
katanya jenuis tapi goblok bin tolol ga tahu perasaan mominya oon
Mazree Gati
luke pemaksa apa begitu ya orang kaya
Novi Anggraeni
sama , aku juga
udah candu sama karya nya mak riie 🤭
aagnes
Luar biasa
Tri Ana
Lumayan
Siti Nurjanah
si kasandra pede bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!