NovelToon NovelToon
Immortal Emperor: Dao Abadi

Immortal Emperor: Dao Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Benua Timur, di mana pegunungan menusuk awan dan kabut spiritual menyelimuti hutan purba, nyawa manusia biasa seringkali tidak lebih berharga daripada rumput di tepi jalan.

Desa Sungai Jernih adalah tempat yang damai, tersembunyi di lembah kecil di kaki Pegunungan Kabut Hijau. Penduduknya hidup sederhana bertani, berburu, dan menyembah "Para Abadi" yang terkadang terlihat terbang melintasi langit dengan pedang cahaya. Bagi mereka, para kultivator itu adalah dewa pelindung.

Namun bagi Li Wei, hari ini, dewa-dewa itu membawa neraka.

Li Wei, pemuda berusia lima belas tahun dengan tubuh kurus namun sorot mata tajam, sedang menuruni bukit dengan keranjang anyaman di punggungnya. Ia baru saja selesai mencari tanaman obat liar. Ibunya sakit batuk sejak musim dingin lalu, dan tabib desa berkata akar Ginseng Roh tingkat rendah mungkin bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8: Mata Air Roh Tersembunyi

Pemisahan itu tak terelakkan.

Setelah ujian mental selesai, nasib para murid ditentukan. Wang Jian, dengan Akar Roh Api Tingkat Tinggi, langsung dibawa oleh Puncak Pedang Api sebagai Murid Inti. Xiao Lan, berkat bakat ganda Air-Kayu, direkrut oleh Puncak Pengobatan yang bergengsi.

Li Wei? Dia berdiri sendirian di sudut lapangan berdebu, bersama puluhan anak lain yang bernasib sama 'Murid Pelayan'.

Xiao Lan sempat ingin memprotes, ingin tetap bersama Li Wei, tapi Li Wei menggeleng tegas.

"Pergilah," bisik Li Wei sebelum mereka dipisahkan. "Jika kau ikut denganku menjadi pelayan, bakatmu akan sia-sia. Jadilah kuat di Puncak Pengobatan. Kita akan bertemu lagi di puncak."

Dengan mata berkaca-kaca, Xiao Lan pergi. Li Wei kini benar-benar sendiri.

Kantor Urusan Pelayan adalah sebuah bangunan kayu pengap yang berbau kertas tua dan teh murah.

Di balik meja besar, seorang pria gemuk dengan kumis tipis sedang menghitung koin emas dengan senyum licik. Ini adalah Diaken Zhao, mimpi buruk bagi murid pelayan.

Satu per satu murid maju. Mereka yang cerdas menyelipkan beberapa keping perak atau emas ke tangan Diaken Zhao, dan sebagai balasannya, mereka mendapatkan tugas ringan: membersihkan perpustakaan, menjaga gudang senjata, atau merawat bangau sekte.

Giliran Li Wei tiba.

Diaken Zhao menatap Li Wei dengan mata sipit, lalu melirik data di kertas.

"Li Wei. Akar Roh Lima Elemen. Lulus Hutan Ilusi dengan nilai sempurna," gumam Zhao, lalu menatap Li Wei penuh arti sambil menggosokkan jari telunjuk dan jempolnya sebuah isyarat untuk suap. "Prestasi mentalmu bagus, tapi di sini, yang bicara adalah 'ketulusan'. Kau punya 'ketulusan' untukku?"

Li Wei memiliki sisa emas dari bandit, tapi ia tidak berniat memberikannya pada lintah darat ini. Emas itu ia butuhkan untuk membeli pil kultivasi nanti.

Li Wei membungkuk kaku. "Maaf, Diaken. Murid ini berasal dari desa yang hancur. Saya tidak memiliki apa-apa selain tenaga untuk bekerja."

Senyum Diaken Zhao menghilang seketika. Wajahnya menjadi masam.

"Miskin dan pelit," cibirnya. Ia mencoret sesuatu di bukunya dengan kasar. "Baiklah. Karena kau punya tenaga, aku punya tempat yang cocok untukmu. Tempat yang butuh 'kerja keras'."

Ia melempar sebuah token kayu hitam ke wajah Li Wei.

"Lembah Abu (Grey Valley). Tugasmu: Mengelola Ladang Herbal No. 9. Target setoran: 10 Rumput Roh per bulan. Jika kurang, jatah makanmu dipotong."

Murid-murid lain yang mendengar nama "Lembah Abu" menahan napas ngeri. Itu adalah tempat pembuangan.

Li Wei mengambil token itu tanpa ekspresi. "Terima kasih, Diaken."

Lembah Abu terletak di pinggiran terjauh wilayah Sekte Langit Biru.

Sesuai namanya, tempat ini suram. Kabut di sini bukan kabut spiritual putih, melainkan kabut abu-abu tipis yang terasa kering. Tanahnya keras dan berbatu. Qi alam di sini sangat tipis, hampir sama dengan dunia manusia biasa.

Bagi kultivator, tempat tanpa Qi adalah penjara. Pantas saja tidak ada yang mau di sini.

Li Wei tiba di Ladang Herbal No. 9.

Pemandangannya menyedihkan. Sebuah gubuk reyot yang atapnya bocor berdiri miring ditiup angin. Di depannya, ada sebidang tanah seluas setengah hektar yang dipenuhi ilalang kering. Tanaman obat yang seharusnya tumbuh di sana Rumput Embun Pagi terlihat layu, kuning, dan hampir mati.

"10 Rumput Roh per bulan?" Li Wei tertawa miris. "Di tanah tandus ini, menumbuhkan rumput liar saja sulit."

Diaken Zhao jelas ingin menyiksanya pelan-pelan.

Li Wei meletakkan barang bawaannya di gubuk. Ia keluar dan berjongkok di tengah ladang tandus itu, mengambil segenggam tanah kering.

"Apakah ini akhirnya?" gumamnya. "Menjadi petani gagal di pinggiran sekte?"

Tiba-tiba.

Bum... Bum...

Dada Li Wei bergetar.

Giok Dao Abadi, yang diam sejak ujian bakat, tiba-tiba memanas. Kali ini reaksinya berbeda. Giok itu tidak mengirimkan rasa sakit, melainkan rasa... lapar.

Cahaya hijau samar memancar dari dada Li Wei, menyinari tanah di bawah kakinya.

Sebuah teks kuno muncul di benaknya

[Vena Naga yang Tertidur] [Saluran Qi Tersumbat oleh Segel Tanah Keruh.] [Ini bukan tanah tandus. Ini adalah tanah yang energinya terlalu padat hingga memadat dan menyumbat aliran permukaan.]

Mata Li Wei terbelalak.

Tempat ini bukan sampah. Tempat ini adalah harta karun yang terkunci! Karena energinya tersumbat jauh di dalam tanah, permukaannya menjadi mati. Orang-orang bodoh di sekte mengira ini tanah gersang, padahal di bawahnya mungkin ada Mata Air Roh.

"Giok ini bisa melihat struktur Qi tanah..." Li Wei takjub.

Informasi baru mengalir masuk ke kepalanya. Itu bukan teknik bertarung, melainkan teknik pendukung

[Teknik Jari Tangan Hijau Surgawi] Menggunakan Qi murni untuk merangsang esensi tanaman dan mengurai sumbatan tanah.

Li Wei segera mencobanya. Ia tidak punya pilihan lain.

Ia duduk bersila di tengah ladang. Ia mengaktifkan Sutra Hati Dao Abadi, menarik sedikit Qi yang tersimpan di Dantian nya, lalu mengalirkannya melalui Giok, dan menyalurkannya ke jarinya.

Ia menusukkan jarinya ke tanah yang keras.

"Buka!"

Krak.

Suara retakan terdengar di dalam tanah. Bukan retakan fisik, tapi retakan pada sumbatan energi yang tak terlihat.

Dari lubang bekas jarinya, semburan uap putih tipis mendesis keluar.

Itu Qi! Qi yang sangat murni, sepuluh kali lebih padat dari udara di kota!

Uap itu menyelimuti satu tanaman Rumput Embun Pagi yang layu di dekatnya. Dalam hitungan detik, daun kuning itu berubah menjadi hijau zamrud yang segar. Batangnya tegak. Kelopaknya mekar, memancarkan kilauan embun yang memikat.

Tanaman yang hampir mati itu kini menjadi Rumput Roh Kualitas Menengah dalam sekejap mata.

Li Wei menarik napas, menghirup uap Qi itu. Dantian-nya bergetar.

"Luar biasa..." Li Wei menatap tangannya, lalu menatap ladang luas yang "mati" di hadapannya.

Bagi orang lain, ini adalah Lembah Abu yang mematikan. Bagi Li Wei, ini adalah ladang emas pribadi.

Di tempat terpencil ini, tidak ada yang akan mengganggunya. Tidak ada Wang Jian yang sombong, tidak ada Diaken yang mengawasi setiap hari. Ia bisa berkultivasi dengan kecepatan gila menggunakan uap Qi bawah tanah ini, dan ia bisa menumbuhkan herbal tingkat tinggi untuk dijual di pasar gelap demi membeli sumber daya lain.

Senyum tipis terukir di wajah Li Wei. Senyum seorang penguasa yang baru saja menemukan kerajaannya.

"Diaken Zhao..." bisik Li Wei pada angin sore. "Terima kasih atas hadiahmu. Aku akan memanfaatkannya dengan baik."

Malam itu, Li Wei tidak tidur. Ia mulai bekerja. Bukan sebagai pelayan yang terpaksa, tapi sebagai pemilik tanah yang bersemangat.

Ia membersihkan gubuk, memperbaiki atap, dan mulai memetakan titik-titik sumbatan di ladang menggunakan visi Giok nya.

1
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💪🏻💪🏻💪🏻Ⓜ️
Tatmani Oniaka
👍👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💥💥💥Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Sahrul Akbar
keren
MyOne
Ⓜ️🔜⏩🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😵‍💫😵‍💫😵‍💫Ⓜ️
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very very very nice Thor
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!