NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di pusat keluarga song utama

Keberadaan Lylia Song di Pulau Song—yang dikenal sebagai Pulau Tanpa Jejak—menambah lapisan baru dalam konflik di Bhurut Sarenteng. Sementara Chen Song berjuang di tanah sekuler, keluarga utama Song sebenarnya tidak pernah benar-benar punah mereka hanya mengasingkan diri untuk mencapai tingkatan yang tidak bisa dipahami oleh manusia biasa.

Pulau ini tidak muncul di peta satelit mana pun. Terletak di tengah pusaran energi abadi, pulau ini adalah tempat di mana hukum alam tidak berlaku.

Lingkungan:m Pohon-pohon di sini terbuat dari kristal energi, dan udaranya mengandung konsentrasi Qi yang begitu padat sehingga manusia biasa akan hancur jika menghirupnya.

Para Tetua Di sini bersemayam para anggota keluarga Song yang telah mencapai Tahap Puncak Dewa (God Realm). Mereka adalah orang-orang yang bisa membelah laut dengan lambaian tangan.

Lylia adalah sosok yang dijuluki sebagai "Mata Langit Klan Song". Ia berdiri di puncak menara kristal, menatap sebuah kolam air raksa yang memantulkan setiap kejadian yang dialami Chen Song di Bhurut Sarenteng.

Lylia Song (Sambil memutar bola energi di tangannya)

"Chen Song kecil... kau akhirnya berhasil membuka makam Mei Song. Namun, kau masih terlalu lembut. Kekalahanmu dari Fei Kang adalah noda bagi nama besar kita, tapi itu adalah pelajaran yang diperlukan."

Di belakang Lylia, muncul seorang pria tua dengan jubah putih yang memancarkan aura emas redup. Ia adalah Tetua Agung Song, leluhur yang sudah hidup selama tiga abad.

Tetua Agung

"Apakah kita harus mengirim bantuan, Lylia? Fei Kang hanyalah pion kecil, tapi jika Asosiasi Seni Bela Diri atau Presiden Bo Fakyu berani menyentuh garis darah murni kita lebih jauh, keseimbangan dunia ini akan runtuh."

Lylia Song

"Tidak, Tetua. Chen Song harus menempuh jalan 30 makam itu sendirian. Jika kita turun tangan sekarang, dia tidak akan pernah mencapai tingkat 'Evolusi Dewa'. Namun... aku akan mengirimkan Utusan Bayangan untuk memastikan Luna Zhang tetap hidup. Tanpa wanita itu, Chen Song akan menjadi iblis tanpa kendali, dan kita tidak ingin mengulang tragedi leluhur ke-25."

Tetua Agung

"Dan bagaimana dengan Fei Kang? Kekuatan petirnya bukan murni. Dia mencuri artefak dari salah satu cabang keluarga kita yang jatuh."

Lylia Song

(Tersenyum dingin)

"Biarkan dia merasa menjadi dewa untuk sesaat. Saat Chen Song kembali, dia akan menyadari bahwa petir yang dia banggakan hanyalah percikan api di depan badai es klan Song."

Tanpa sepengetahuan Chen Song, Lylia melakukan sebuah ritual jarak jauh. Ia melepaskan sebutir Benih Dewa ke udara, yang kemudian melesat menembus dimensi dan masuk ke dalam jantung Chen Song saat ia sedang bermeditasi di makam Mei Song. Benih ini akan mempercepat proses penyembuhan luka petirnya, namun juga akan membuat insting bertarung Chen Song menjadi jauh lebih haus darah.

sebuah proyektor energi menampilkan sosok Chen Song yang sedang mengendap-ngendap di jalanan kumuh Ibu Kota Bhurut Sarenteng.

Para sepupu Chen Song—generasi muda dari keluarga utama yang telah hidup dalam kemewahan energi sejak lahir—berkumpul di sekitar kolam pantauan. Mereka tidak merasa iba, melainkan melihat penderitaan Chen Song sebagai hiburan.

Song Yan (Sepupu tertua, penguasa elemen Api Emas):

(Tertawa meremehkan)

"Lihatlah 'Harapan Klan' kita. Bersembunyi di balik tempat sampah seperti tikus got. Benar-benar memalukan. Bagaimana mungkin darah yang sama mengalir di tubuhnya dan tubuhku?"

Song Meili (Sepupu perempuan, spesialis ilusi):

"Dan lihat wanita di sampingnya. Luna Zhang? Dia hanya manusia dari keluarga kelas dua yang sudah bangkrut. Chen Song benar-benar telah membusuk di dunia sekuler. Jika aku berada di sana, aku akan menghapus kota itu dalam satu jentikan jari daripada harus merangkak seperti itu."

Song Jun

"Kekalahan dari Fei Kang adalah puncaknya. Kalah oleh kultivator petir tingkat rendah dari pinggiran kota? Dia seharusnya membunuh sepupuku daripada mengotori nama leluhur Mei Song."

Lylia Song, yang sejak tadi diam dengan aura yang semakin mendingin, tiba-tiba menghentakkan tongkat kristalnya. Getaran energinya membuat air raksa di kolam pantauan melonjak tinggi dan membekukan lantai aula dalam sekejap.

Lylia Song

(Suaranya rendah namun bergetar dengan kekuatan yang sanggup meremukkan tulang)

"DIAM, KALIAN SEMUA!"

Para sepupu itu seketika terbungkam. Tekanan Qi dari Lylia membuat mereka terpaksa berlutut, napas mereka terasa berat seolah paru-paru mereka diisi oleh serpihan es.

Lylia Song

"Kalian berani menghinanya? Kalian, yang lahir dengan sendok emas dan energi yang disuapkan oleh para pelayan? Chen Song bertarung di dunia di mana energi Qi sangat tipis, melawan konspirasi negara, dan dalam keadaan meridian yang tersegel sejak lahir! Dia merangkak dari neraka, sementara kalian hanya bermain di taman surga!"

Lylia berjalan mendekati Song Yan, menatapnya dengan mata yang memancarkan cahaya ungu tajam.

Lylia Song

"Jika kau merasa begitu hebat, Song Yan, haruskah aku membuangmu ke Bhurut Sarenteng tanpa membawa satu pun harta karunmu? Mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan dari petir Fei Kang sebelum kau menangis memanggil ibumu."

Song Yan

(Gemetar, menundukkan kepala)

"M-maafkan saya, Kakak Lylia... saya hanya..."

Lylia Song

"Chen Song sedang menjalani ujian yang tidak akan pernah sanggup kalian lewati. Dia sedang mengumpulkan esensi dari 30 leluhur. Saat dia kembali ke pulau ini, kalian semua bahkan tidak akan layak untuk mengikat tali sepatunya."

Lylia kemudian membelakangi mereka dan kembali menatap bayangan Chen Song. Ia tahu bahwa ejekan para sepupu ini sebenarnya mewakili pandangan sebagian besar tetua keluarga utama.

Lylia Song (Batin)"Bertahanlah, Chen Song. Buktikan pada mereka bahwa seekor naga yang merangkak di lumpur tetaplah seekor naga. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu, tapi kau harus membuktikan bahwa kau layak mendapatkan takhta klan ini."

Kecemburuan Song Yan telah membutakan akal sehatnya. Di bawah tatapan dingin Lylia, ia berpura-pura tunduk, namun di balik itu, hatinya terbakar api iri hati. Ia tidak bisa menerima bahwa seorang "buangan" seperti Chen Song mendapat perhatian khusus dari Lylia dan akses ke makam leluhur.

Secara rahasia, di ruang bawah tanah istananya, Song Yan memanggil Unit Gagak Merah, pasukan elit pribadinya yang terdiri dari kultivator tingkat tinggi yang haus darah.

Song Yan menyerahkan sebuah kotak kecil berisi Kristal Api Emas—sebuah sumber energi murni dari Pulau Song yang sangat terlarang untuk diberikan kepada orang luar.

Song Yan

"Turunlah ke Bhurut Sarenteng. Cari pria bernama Fei Kang itu. Berikan kristal ini padanya. Katakan padanya, ini adalah bensin untuk api petirnya. Aku ingin dia tidak hanya mengalahkan Chen Song, tapi menghapus jiwanya hingga tidak bisa bereinkarnasi!"

"Tapi Tuan, jika Lylia Song atau para Tetua tahu kita membantu orang luar untuk membunuh garis keturunan sendiri, hukuman mati menanti kita."

Song Yan

(Sambil tersenyum jahat)

"Lylia terlalu sibuk menatap kolam ramalannya. Lakukan dengan rapi. Biarkan Fei Kang yang melakukan pekerjaan kotor ini. Dunia akan mengira Chen Song mati karena ketidakmampuannya sendiri."

Di markas Fei Syndicate yang sedang diaudit oleh Asosiasi Bela Diri, suasana sedang tegang. Tiba-tiba, ruang kerja Fei Kang diselimuti kabut merah. Tiga sosok berjubah muncul dari kegelapan.

Fei Kang

(Siap melepaskan petir)

"Siapa kalian?! Beraninya masuk ke wilayahku tanpa izin!"

Utusan Gagak Merah

"Tenanglah, Manusia Sekuler. Kami datang membawa hadiah dari langit. Majikanku, Song Yan, ingin melihat Chen Song mati. Gunakan kristal ini, dan petir hitammu akan berevolusi menjadi Petir Api Penghancur Surga."

Fei Kang menerima kristal itu. Begitu menyentuhnya, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Energi petirnya yang tadinya liar kini menjadi sepuluh kali lebih padat dan panas.

Fei Kang

(Matanya memancarkan cahaya merah darah)

"Hahaha! Dengan kekuatan ini, Jangankan Chen Song, Asosiasi Bela Diri pun akan aku ratakan dengan tanah! Katakan pada tuanmu, kepalanya Chen Song akan aku sajikan di atas piring perak!"

Lylia Song tiba-tiba merasakan getaran aneh di kolam air raksanya. Riak-riak di permukaan air tampak berwarna kemerahan, sebuah pertanda adanya campur tangan elemen api yang tidak murni.

Lylia Song

(Menatap ke arah kediaman Song Yan dengan curiga)

"Song Yan... kau benar-benar bermain dengan api. Kau tidak tahu bahwa dengan membantu Fei Kang, kau mungkin telah menciptakan monster yang tidak bisa kau kendalikan sendiri."

Kini, Chen Song dan Luna yang sedang mengendap-ngendap di Ibu Kota tidak hanya menghadapi Fei Kang yang asli, tapi Fei Kang yang telah diperkuat oleh energi Pulau Song.

Pasukan Chen Song Terdeteksi oleh radar petir baru Fei Kang yang kini bisa menembus Qi-Nullifier.

Luna Zhang Merasakan firasat buruk bahwa energi es dari Mei Song mulai terasa "panas" karena lawan mereka telah berevolusi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!