"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Berjuang dalam air
Purnama terus berenang untuk mencari keberadaan dari hantu air itu dan juga Pak Roni, perasaan dia sudah tidak tenang karena sekarang harus bergerak cepat agar Pak Roni bisa selamat dengan nyawa yang masih ada di dalam tubuh karena tentu saja di dalam air dia harus membutuhkan waktu yang begitu singkat.
Namun yang ada di hadapan Purnama hanya kegelapan saja karena sekarang memang sudah malam dan bahkan masih di sertai hujan gerimis sehingga mata Purnama tidak akan mampu menembus gelapnya malam di dalam air, agak kesulitan seperti ini namun Purnama tidak menyerah karena dia harus menyelamatkan nyawa dari seorang pria malang.
Dia terus aja berenang dan kemungkinan nanti akan mendapatkan akar rambut hitam itu sehingga akan terus menelusuri dan berhasil menemukan di mana keberadaan Pak Roni, ini sudah agak emosi karena mencari sejak tadi tak kunjung ketemu karena kesabaran Purnama memang hanya setipis tisu sehingga tidak mungkin dia bisa menahan emosi yang akan terus meledak.
Mana sejak masuk ke dalam air dia sudah kesal kepada Arya karena di ceburkan ke dalam air oleh adik nya itu, jadi ketika sedang mencari para iblis maka emosi dia juga siap meledak dan ini bila sampai ketemu maka sudah pasti pertempuran sengit akan langsung terjadi di antara mereka.
Arya juga sudah masuk ke dalam air karena dia ingin mencari juga dan bila semakin banyak yang mencari maka akan semakin bagus, mereka harus bertempur dengan waktu karena Pak Roni tidak mungkin bisa bertahan lama di dalam air itu sebab Dia adalah manusia biasa yang hanya memiliki kemampuan sedikit.
Sedangkan Arya dan Purnama yang memiliki kemampuan besar saja dia tidak mampu bertahan sangat lama di dalam air karena mereka masih memiliki paru-paru, berbeda dengan Andini yang memang sudah menjadi arwah dan air adalah kekuatan dia sehingga mudah saja masuk ke dalam air ini dan tidak ada batas waktu.
Para member lain tentu saja tidak mampu melakukan seperti Andini karena kekuatan mereka memang tidak dari air, oleh sebab itu tadi Arini langsung menghubungi Andini agar wanita itu datang kemari dan membantu Purnama untuk mencari keberadaan Pak Roni yang sudah di bawa oleh hantu air ke dalam dasar sungai.
"Sialan, kenapa aku tidak bisa melihat sama sekali?!" Purnama memaki kesal dan dia muncul ke permukaan terlebih dahulu.
"Aaaaah sungai ini amis sekali." keluh Purnama sambil mengusap wajah dia yang terkena air.
"Hahhhh!" agak jauh dari Purnama muncul juga Arya dan menarik nafas panjang.
"Kau tidak ada melihat keberadaan hantu air atau Pak Roni?!" Purnama agak berteriak agar Arya mendengar suara dia.
"Tidak ada! aku sudah berusaha mencari namun belum ketemu." Arya berteriak juga karena posisi mereka lumayan jauh.
"Kita harus cepat karena Pak Roni tidak mungkin bisa bertahan lama di dalam air." teriak Purnama kembali.
"Andini juga ikut karena tadi sempat di hubungi oleh Arini, dia pasti sedang di dalam air sekarang." teriak Arya dengan suara yang hampir habis.
"Ah sialan, malam malam begini malah berenang di sungai dan kalau sampai di caplok buaya apa kata dunia? mau di taruh mana muka ini saat ada berita bahwa ratu ular di makan oleh buaya!" Purnama merutuk dan segera masuk kedalam air lagi.
"Aiih susah sekali punya urusan dengan iblis air!" Arya juga mengeluh karena memang ini akan begitu rumit sekali.
"Arya! aku mau ikut juga masuk dalam air ya." Xavier nongkrong di atas dahan pohon.
"Iblis sialan, punya otak di pakai." bentak Arya emosi sendiri.
Xavier menggaruk kepala yang tidak gatal karena dia memang tidak bisa masuk ke dalam air itu karena dia memiliki kekuatan api, beda dengan Purnama karena Purnama masih separuh manusia sehingga dia masih enteng saja bila masuk ke dalam air walau kekuatan api yang di miliki Purnama hampir sama dengan Dewa iblis ini.
"Keluar kau hantu air sialan!" Purnama berteriak di dalam sungai itu karena sudah terlalu emosi.
Sruuuuuttt.
Sruuuuut.
"Bagus itu dia, kenapa harus mengundang emosi terlebih dahulu baru mau menampakkan diri seperti ini." kesal Purnama sambil terus mengejar akar rambut berwarna hitam itu.
Di bagian lain Andini juga sedang berusaha untuk mencari keberadaan dari hantu air karena dia memang sudah mendapat tugas, padahal niat dia besok untuk mencari keberadaan hantu air tersebut namun sekarang malah mendadak saja dapat info sehingga Andini langsung terjun masuk ke dalam sungai dan sekarang berenang ke sana kemari untuk menemukan keberadaan hantu air itu.
"Ayo bermain lah dengan ku karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah kewalahan di dalam air ini." Andini menatap ke sana kemari.
"Eh mutiara putih ini ternyata bisa menambah kekuatan mata, aku jadi bisa melihat dengan jernih keadaan sungai." Andini meraba batu yang ada di dalam dada dia.
"Hahaha ternyata Nolan agak berguna juga." Andini tertawa sendirian.
Wuuuutttt.
"Nah berani sekali kau menjerat aku sekarang!" Andini menyeringai karena kaki dia tersangkut dengan akar rambut berwarna hitam.
Kekuatan akar rambut itu memang begitu kencang sekali dan bila manusia yang di tarik oleh akar itu maka tidak mungkin bisa lolos dengan mudah, ini Andini sama sekali tidak melawan dan dia mengikuti kemana harus membawa dia bersama dengan akar rambut hitam itu karena dia ingin menemukan keberadaan dari hantu air.
Yang muncul dan menarik dia hanya akar rambut saja dan pemilik dari akar rambut itu masih belum di ketahui wujud nya bagaimana, hanya Arini yang melihat keberadaan hantu air itu secara langsung ketika dia sedang mendatangi Alan dan berusaha untuk membuat hipnotis agar Alan bisa terpengaruh dan masuk ke dalam air lalu menjadi korban dia lagi.
Wuuusssssh.
Wuuusssssh.
"Kemari kau!" Andini bergulung dan menarik kuat akar rambut itu.
"Jangan mencari masalah bila kau tidak ingin celaka, bila memang ingin mencari masalah maka tunjukkan wujud mu itu!" bentak Andini karena dia sangat ingin melihat keberadaan hantu air.
Cetassss.
"Aih sialan, kau tidak berani menampakkan diri kepada aku kan! karena kekuatan mu lemah?" ejek Andini karena akar itu malah putus.
Namun Andini tidak putus asa dan dia segera mengejar kemana arahnya tadi akar rambut itu menghilang, ini di bagian kaki masih ada yang membelit dan tidak Andini lepaskan karena dia ingin mengetahui nanti bagaimana bentuk dari akar rambut itu ketika sudah naik ke daratan dan bisa di teliti bersama dengan member lain.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌