NovelToon NovelToon
PESONA IBU DIREKTUR

PESONA IBU DIREKTUR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Konflik Rumah Tangga - Solidifikasi Tingkat Sosial / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:60.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: KRISTINA ANGGRAINI

Pada awalnya nyawa Brigitta bagai diujung tanduk. Namun pertolongan datang dari Tuhan, lewat tangan seorang pria yang kaya raya. Brigitta dapat diselamatkan, meskipun hidup dengan satu ginjal.

Kemudian Brigitta merasa jatuh cinta pada dua pria yang selalu menjaganya, yaitu Rico Sang penolong dan Leo, asistennya.
Kedua pria itu pun sangat mencintai Brigitta.

Dan karena suatu kesalahan dan emosi Rico, membuat Brigitta menikah dengan Leo.
Dengan berbagai konflik asmara dari kedua pria itu, akankah Brigitta kembali kepada Rico?


Mari bersama kita simak cerita ini.
Semoga cerita ini berkenan di hati pembaca.

Ini hanya cerita fiksi, kesamaan nama orang, nama tempat dan lokasi yang ada didalam cerita ini hanya kebetulan saja.

SELAMAT MEMBACA
(SAYANG SELALU - KRIS)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KRISTINA ANGGRAINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH BELAS

"Ta, tenang ya Sayang. Kita segera sampai rumah sakit. Rileks Ta. Kita sudah jauh dari mereka. " kata Leo berusaha menenangkan Brigitta.

Saat sampai di rumah sakit, perawat dan dokter dengan cekatan menangani Brigitta.

Dokter memberikan obat penurun tekanan darah, juga mengarahkan perawat memberikan suntikan penenang dengan dosis yang dia tentukan.

"Bagaimana Dokter?" tanya Leo yang selalu mendampingi Brigitta.

"Tekanan darah nya tinggi sekali, dan detak jantungnya juga sangat cepat. Dia sangat emosi. Untung belum terjadi stroke. "

"Sementara biar dia istirahat, jangan sampai terganggu. "

"Baik Dokter. Terima kasih. " Dokter dan para perawat meninggalkan ruang VVIP tempat Brigitta dirawat.

Rico sudah tiba di rumah sakit saat dokter menjelaskan keadaan Brigitta, dan dia mendengar kondisi Brigitta.

"Kita bicara di luar. " Leo mengajak Rico keluar dari ruangan.

"Pak Rico sudah dengar sendiri keadaan Bu Brigitta. Mungkin lebih baik sekarang, Bapak selesai kan dulu masalah dengan Renata. Biar Bu Brigitta istirahat dulu di sini. Tenang saja, Bu Brigitta sudah dalam penanganan dokter, jadi kondisinya akan segera normal kembali. " Rico merasa ragu meninggalkan Brigitta.

"Saya akan berjaga di sini, Pak. Akan aku kabari setiap perkembangannya. " kata Leo lagi.

"Baiklah Leo. Aku pergi sebentar. Tolong jaga Brigitta. "

"Baik Pak. " Rico pun berlalu.

****

Lima jam Brigitta tertidur dalam pengaruh obat penenang. Leo menemani dan duduk di bangku disamping tempat tidur Brigitta.

"Leo... " panggil Brigitta Saat melihat Leo di sampingnya.

"Ta, Kamu sudah bangun Sayang?" Leo segera mendekati Brigitta.

"Kenapa aku di sini?" tanya Brigitta.

"Tadi kamu tidak sadarkan diri. "

"Kamu mau minum?" Brigitta menganggukkan kepala nya. Leo mengambilkan minum dan memberikan nya pada Brigitta.

"Sudah bangun?" suster datang untuk mengecek kondisi Brigitta.

"Di tensi dulu ya. " kata Suster dengan ramah.

"Iya Sus. " jawab Brigitta sambil mengulurkan tangannya.

"Sudah mulai turun. " kata Suster sambil melihat hasil tensi nya.

"Berapa Sus?" tanya Leo.

"Seratus enam puluh per delapan puluh." kata Suster.

"Istirahat lagi ya Bu. " pesan Suster sebelum keluar dari ruangan.

"Baik Sus. " jawab Brigitta.

"Kamu makan dulu ya, Ta. " kata Leo.

"Aku gak pingin makan, Leo. " mata Brigitta berkaca-kaca.

"Kenapa dia lakukan itu, Leo?" tangis Brigitta pun pecah. Leo segera memeluknya.

"Kamu harus tenang, Ta. Bagaimana pun keadaan nya, kamu tidak boleh stress." Leo menenangkan Brigitta.

"Kamu kenal wanita itu, Leo?" tanya Brigitta saat tangisnya mulai reda.

"Ya, dia Renata, mantan kekasih Rico. Mereka hampir menikah, namun sehari sebelum hari pernikahan mereka, Renata kabur bersama Jeffry, kekasih gelapnya. Selama berhubungan dengan Rico, Renata selalu memoroti Rico. Selalu minta uang dan juga minta dibelikan perhiasan. Dan semua itu dibawa kabur oleh Renata. "

"Kenapa sekarang mereka kembali bersama?" tanya Brigitta.

"Sebenarnya aku tidak yakin, Rico mau kembali bersama Renata. Karena Rico sangat terpukul dengan kepergian Renata. Bahkan dia membencinya. " kata Leo.

"Tapi Aku juga tidak tau maksud Renata kembali kepada Rico. "

"Sudahlah Ta, sekarang kamu makan dulu ya, supaya kamu bisa makan obat. "

"Tapi aku tidak pingin, Leo. " kata Brigitta.

"Sedikit saja. Supaya kamu bisa makan obat, Ta. " bujuk Leo.

"Nanti aja Leo. " Brigitta tetap tidak mau makan.

"Sayang, Papi mohon, kamu makan dulu ya." tiba-tiba Rico masuk ke dalam ruangan Brigitta dirawat.

"Pergi dari sini. Papi jahat." Brigitta menutup seluruh tubuh sampai kepala nya dengan selimut.

Leo berdiri dari tempat duduknya dan menjauh dari Brigitta, memberikan ruang pada Rico untuk mendekati Brigitta.

"Sayang... " Rico memeluk Brigitta dan berusaha membuka selimut dibagian kepalanya.

"Papi minta maaf sayang, Papi tidak bermaksud menyakitimu. Dia datang dan langsung memeluk dan mencium Papi. Papi mau mendorongnya, tapi kamu keburu membuka pintu."

"Sayang, buka selimut ini. Papi rindu kamu Sayang. " Rico tetap berusaha membuka selimut Brigitta.

"Papi pergi aja, aku gak mau melihat Papi." kata Brigitta dibalik selimut.

"Kamu yakin gak mau melihat Papi lagi? Kamu mau Papi pergi dari kamu? Selamanya?" Rico memandang Brigitta yang masih berada di balik selimut. Dia tidak lagi berusaha membuka selimut itu. Brigitta juga terdiam di dalam selimut, seakan sedang berfikir.

"Baiklah, Papi akan pergi selamanya, dan tidak akan menemuimu lagi. Selamat tinggal Sayang... " Rico mundur dari tempatnya, kemudian berbalik hendak pergi meninggalkan Brigitta.

"Papi... " Brigitta memanggil Rico dan membuka selimutnya, lalu duduk dipembaringannya.

Rico berbalik lagi, menghampiri dan memeluk Brigitta.

"Jangan tinggalkan aku Pi. " tangis Brigitta pun pecah, Rico pun tak bisa menahan air matanya.

"Tidak sayang. Papi tidak akan meninggalkan mu. Papi sayang kamu, Papi sangat mencintaimu, Sayang." Rico memeluk Brigitta dengan sangat erat, lalu menciumi kening dan wajahnya berkali-kali.

"Aku juga sangat mencintai Papi. Sangat sayang sama Papi. " mereka berpelukan terus seakan tidak ingin melepaskannya.

Leo menyaksikan itu semua, kemudian dia menghela nafas panjang. Leo merasa dadanya sesak, perlahan dia melangkah pergi dari situ.

"Sayang, kamu makan dulu ya. " Rico melonggarkan pelukannya. Brigitta menganggukkan kepalanya.

"Mau makan nasi atau pizza?" tanya Rico.

"Papi bawa pizza?" tanya Brigitta.

"Iya, tadi Papi dengar kamu gak mau makan, jadi Papi langsung belikan pizza. " kata Rico.

"Aku mau pizza. " kata Brigitta. Segera Rico membuka bungkus pizza yang dibawanya. Lalu diberikannya kepada Brigitta. Brigitta mengambil satu potong pizza dan langsung menyuapinya ke dalam mulut Rico. Rico pun menggigitnya. Setelah itu Brigitta menggigit pizza itu juga.

"I love you, darling.." bisik Rico sambil mengecup kening Brigitta.

"I love you too, Papi. " kata Brigitta, sebelah tangannya yang tidak memegang pizza, memeluk Rico.

"Terima kasih Papi, sudah sangat mencintai aku. " kata Brigitta, lalu dia mencium pipi Rico.

****

"Leo... " Leo terkejut saat Fiona menyapanya. Saat itu Leo sedang ngobrol dengan Herman, manager caffe H Jakarta.

"Fiona." Leo berdiri dan mengulurkan tangannya pada Fiona.

"Apa kabar?" tanya Leo.

"Baik." jawab Fiona sambil menjabat tangan Leo.

"Kenalkan, ini Pak Herman, teman saya. " Herman dan Fiona pun bersalaman dan menyebutkan nama masing-masing.

"Duduk Fi. " kata Leo.

"Iya, terima kasih. " Fiona duduk di sebelah Leo.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Leo pada Fiona.

"Orange juice aja. " kata Fiona.

"Lainnya?" tanya Leo lagi.

"Sudah, itu saja. " kata Fiona. Leo pun memanggil pelayan caffe.

"Pesan orange juice satu dan French fries satu ya. " kata Leo.

"Saya tinggal dulu ya, Pak Leo. " kata Herman.

"Iya Pak. " kata Leo. Herman pun pamit pada Fiona.

"Kamu sendiri, Fi?" tanya Leo.

"Saya janjian sama sepupu saya, tapi seperti nya dia belum datang. "kata Fiona.

"Kamu sendiri lagi ngapain di sini, Leo?" tanya Fiona lagi.

"Saya lagi kerja di sini. " kata Leo.

"Maksud kamu, kamu kerja di sini?" tanya Fiona menegaskan.

"Bukan Fi, saya meninjau caffe ini. Karena caffe ini milik bos saya. " Leo menjelaskan.

"O, begitu. Maaf kalau aku mengganggu kerjaan kamu ya. " kata Fiona.

"Gak ganggu kok Fi. Kebetulan urusan saya di sini sudah selesai, dan tadi kami ngobrol ringan saja. " kata Leo.

"Terima kasih. " kata Fiona pada pelayan caffe yang mengantarkan pesanannya.

Dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan.

****

Teman-teman, aku minta tolong LIKE, RATE dan VOTE nya ya, agar aku bisa meneruskan ceritaku ini.

Terima kasih ya teman-teman yang sedang asyik membaca novel ini... semoga kalian tetap setia mengikuti cerita ku ini...

(Sayang selalu - KRIS)

1
💜Lin
lanjut kak...
Supriyani
baru Nemu novel ini jd baru sempt baca 🙏🙏
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
mf thor ru mmpir...ijin nyimak y thor🙏
ibah
aku udah mampir thor
Tara
Kapan yach tamat nya.. Buat penasaran nich.. Semangat kak🤗
Sakya
mampir aah keliatanya seru😁😁
Dsmbr happier
Lanjut terus kak tetap semangat dan jaga kesehatan juga yaa
Terra Chi
BOM Like!
aku hadir dan mampir nih...
salam dari BERTEMU DAN JATUH CINTA
mampir yaa
mari kita saling mendukung...
Angela Jasmine
Ayo lanjuuuttt lagi kakak
Salam dari

Bumi Untuk Raina
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍jempol hadir lagi
Whiteyellow
Aku datang..semangat ya..saling dukung🤗🤩
Bintang kejora
10 like dari jodoh tak terduga. semangat
Martina Alfarizqi
semangat
RRR
semoga aja Brigitta sama Rico,,,
kasian Rico sudah banyak berkorban
Alpri prastuti
Fighting, kak author
Lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. amiiin
Lade eunoia
like mendarat, terus semangat up kak 💪
semakin bagus ceritanya 👍 🥰

salam dari ROSE 💜
Dee Arr
semangat kak
Erni II
next
Thrye
dukungan like mendarat lagi kak 😉😉
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!