"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 6. Rencana.
Setelah selesai dengan tugas nya yaitu mengekori Zico dengan tidak jelas, akhir nya Billie kembali ke rumah utama keluarga Varlian.. Di sana, ibunya Zico dengan tenang sedang duduk di ruang tengah sedang menata bunga yang ada di vas. Billie di izinkan masuk kedalam oleh Zico, karena Zico akan memberikan kartu baru untuk Billie.
"Zico, kamu ambil dia dari adikmu?" Tanya ibunya.
"Hm, aku udah suruh orang buat cari yang baru." Ucap Zico, dia duduk dengan tenang di sofa.
"Zico, kamu nggak pernah ada asisten perempuan sebelum nya, gimana kalo.."
"Jangan khawatir." Potong Zico.
Zico lalu mengeluarkan sesuatu dari tas nya berupa sebuah berkas dan juga satu tanda pengenal baru dan memberikan nya pada Billie, yang mana di sana tertulis bahwa Billie bertanggung jawab atas Zico, bukan lagi Ziva.
"Punyamu, kamu boleh pulang." Ucap Zico, Billie mengangguk.
"Terimakasih ak, saya permisi." Ucap Billie, tak lupa dia juga menunduk menghormati ibunya Zico selaku nyonya rumah itu.
Billie berjalan keluar dengan langkah lebar nya, setelah dari sana dia harus menyiapkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya, yaitu.. tugas yang di berikan oleh Zico, memberi pelajaran pada seseorang.
"Billie, pak Zico bilang kamu sudah pindah tangan, tugasmu akan lebih berat lagi. Jika butuh senjata apapun, minta saja." Ucap pak Irwan.
"Baik, pak." Ucap Billie, dia lalu langsung pergi dari sana dan masuk kesalam mobil nya. Mobil Billie melesat dari sana tapi tatapan pak Irwan masih tajam.
Billie mengemudikan mobil nya langsung ke apartemen nya dan setelah sampai di basement apartemen itu, dia tidak langsung turun, melainkan membuka map yang di berikan oleh Zico tadi. Ternyata isi nya adalah foto - foto target nya.
"Dia udah ngirim ke gue lewat hp ngapain dia ngasih ini?" Gumam Billie.
Billie memeriksa hp pribadi milik nya dan memeriksa cctv ruangan nya, tapi ternyata aman.. tidak ada yang datang. Billie akan melakukan pekerjaan nya yang di tugaskan oleh Zico, tapi dia tentu tidak mau sampai di lacak oleh atasan nya.. lagi pula di kontrak pun tidak terulis dia harus melakukan tugas nya dalam pantauan.
Dia akan bergerak sesuai kebiasaan nya dulu. Billie lalu turun dari mobil nya dan dia langsung berjalan menuju ke lobby tidak menggunakan lift, tapi dia menyusuri tanjakan jalur jalan mobil. Setelah sampai di luar dia lalu pergi menggunakan taksi yang memang stand by di depan gedung.
"Ke hotel B pak." Ucap Billie, supir mengangguk.
'Jadi targetku ini harus nya om ku juga kan? Heng! Dia pasti nggak nyangka ponakan kesayangan nya yang kirim orang buat celakain nyawa nya.' Batin Billie.
Billie selalu ingat dengan wajah - wajah iblis yang menghabisi nyawa ibunya, tiap siksaan yang mereka berikan pada ibunya, tiap jeritan yang terbungkam di balik tembok rumah yang katanya adalah rumah idaman semua orang itu. Mereka tidak membunuh ibunya secara langsung, tapi pelan - pelan..
Mereka merusak sedikit demi sedikit mental ibunya nya, menyakiti fisik ibunya nya seperti menyiksa anjing. Semua itu meninggalkan trauma yang begitu dalam, Dan.. tugas dari Zico kali ini adalah kesempatan bagus menurut Billie karena akhir nya bertemu mereka, salah satu yang menyiksa ibunya.
"Terimakasih pak." Ucap Billie, ketika sudah turun dari taksi.
Billie masuk kedalam lobby hotel dan seseorang di lobby memberinya sebuah kartu tanpa Billie mengatakan apapun. Billie masuk kedalam dan naik lift, ternyata tujuan nya adalah lantai paling atas hotel itu. Setelah sampai di sana ternyata langsung terlihat pintu seakan itu bukan lantai hotel melainkan satu unit apartemen.
Pintu terbuka saat Billie menempelkan jari nya, dan ternyata.. di sanalah tempat tinggal Billie yang sebenar nya. Hotel itu adalah hotel miliknya yang dia beri nama B Hotel, Bisa di katakan hotel itu di urutan kedua setelah FLY. Dan selama ini dia tinggal di sana sendirian, tidak ada serang pelayan sama sekali karena Billie lebih memilih robot untuk mengerjalan semua pekerjaan rumah nya.
"Tiago." Panggil Billie, dan sebuah suara menyahut..
"Billie, selamat datang." Jawab nya, rupanya itu sebuah robot.
Ada sebuah robot yang di buat seperti manusia, lalu ada juga robot segitiga yang bertugas membersihkan lantai, dan semua sistem kecerdasan di sana Billie beri nama Tiago.
"Tolong buatkan kopi." Ucap Billie, dia melepas jaket nya dan melemparkan nya pada robot Tiago itu.
"Sure." Sahut robot itu.
Billie masuk kedalam sebuah ruangan yang pintu nya di desain menyerupai dinding, jika tidak jeli maka pintu itu tidak akan terlihat sama sekali, saat Billie masuk maka lampu nya kaan otomatis menyala dan terlihat lah.. semua deretan senjata milik Billie. Dari senapan jarak jauh sekalipun, ada di sana. Berbagai macam belati, sampai pedang juga alat memanah.. ada di dalam ruangan itu.
Billie mengambil sesuatu seperti obat yang ada di dalam botol kecil, dia lalu mengambil botol kaca lain dan mengkreasikan botol kecil tadi menjadi kalung lalu memindahkan isi dari obat tadi kedalam botol kaca yang lebih kecil tadi dan memakai nya sebagai kalung yang menggantung di leher nya.
"Yo.. permainan di mulai." Gumam nya.
Billie lalu mengambil satu belati kecil yang jika di buka maka akan menjadi belati dua arah, warna nya hitam dan satu sisi nya bergerigi kecil seperti gigi ikan piranha. Setelah itu Billie lalu pargi lagi dari sana, ia masuk kedalam kamar nya dan berganti pakaian menggunakan pakaian serba putih. Celana putih, kaos putih lalu jaket putih masker yang dia pakai juga berwarna putih.
Jika kebanyakan pembunuh akan menggunakan pakaian serba hitam, maka tidak dengan billie.. dia berbeda dengan pembunuh kebanyakan, Billie lalu pergi keluar dimana robot Tiago sudah berjalan dari arah dapur.
"Billie, kopi." Ucap robotnya.
"Terimakasih, Tiago." Ucap Billie, robot itu memberikan secangkir kopi pada Billie dan Billie pun meminum nya.
"Billie kamu sangat baik." Ucap robot Tiago, Billie tersenyum.
'Gue bakal balikin rasa sakit itu, sedikit demi sedikit ke kalian.' Batin Billie.
Dan setelah menghabiskan kopinya sambil menunggu jam nya, dia pun kembali keluar dari hotel itu dan turun ke basement menuju ke basement untuk kemudian memakai hel motor nya yang juga putih dan melesat menggunakan motor besar nya yang justru berwarna hitam dengan sedikit sentuhan putih.
"BBBRRUUMMM!!"
Billie mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi, semua mobil dia salip bahkan dia menyalip mobil mewah yang sedang melaju di jalan yang sama, dan pemilik nya adalah.. Noah.
"Anak perempuan jaman sekarang kenapa hobi nya mirip anak laki - laki, naik motor ugal - ugalan sudah malam begini." Ucap supir nya.
Noah juga melihat nya, tapi dia tidak tau itu adalah Billie. Dia diam saja sambil menatap layar ponsel nya karena sedang membaca sebuah informasi.
'Dia tinggal di panti sejak kecil, beranjak remaja bergabung ke organisasi pembunuh bayaran, hidup nya berat banget dari kecil..' Batin noah, dia sedang membaca informasi tentang Billie dari orang suruhan nya.
"Paman Di, menurutmu.. kalo ada cewek yang tau identitas asliku gimana?" Tanya Noah, paman Di yang merupakan supir nya sampai tersedak liur nya sendiri.
''Uhuk! uhuk! C- cewek?" Tanya nya sangat terkejut.
"Hm." Sahut Noah.
"Tentu bakal sangat bangga, pasti dia tergila - gila dan nggak akan tolak anda pak. Siapa yang nggak mau jadi istri orang nomor satu seperti pak Noah, itu adalah incaran para perempuan." Ucap paman Di.
"Hmm.. bener juga." Gumam Noah.
"Tapi pak, ini pertama kalinya pak Noah bahas perempuan. Sebaik nya pak Noah pake trik - trik kecil dulu saja, jangan langsung bilang identitas pak Noah." Ucap paman Di, dia khawatir tuan nya itu di bohongi.
"Gimana maksud nya?" Tanya Noah.
"Bapak sembunyikan identitas, lalu dekati dia. Ini namanya trik untuk menguji ketulusan perempuan itu, kalau dia menerima pak Noah apa adanya.. itu baru dia sungguhan cinta betulan sama pak Noah." Ucap paman Di.
"Boleh juga." Gumam Noah, paman Di sampai tidak bisa menyembunyikan senyum nya lagi.
Itu adalah kali pertama Noah membahas perempuan selama hidup nya yang sudah 27 tahun, sebelum nya dia tidak pernah sekalipun membahas perempuan bahkan jika ada perempuan yang tidak sengaja mendekat pun Noah akan menghindar dan pergi terlepas dari identitas nya yang begitu tinggi.
'Hufft.. aku pasti akan baik sama kamu.' Batin Noah lagi.
DI TEMPAT LAIN.
Billie sudah duduk di sebuah ruangan dan dia sedang menikmati segelas anggur dari salah satu koleksi anggur di lemari, di ruangan itu. Ia sama sekali tidak menggunakan topeng, cara duduk nya seperti laki - laki, Dia duduk menyender di sofa, rambut gelombang nya dia kuncir kuda, kaki kanan nya di silang dia atas kaki kiri, dan tangan kirinya dia sampirkan di sandaran sofa sedangkan tangan kanan nya memegang anggur merah dengan tatapan dingin.
"CKLEK! BRAK!" Pintu ruangan itu di buka dan di banting, seorang prai yang mungkin berusia 50 tahunan membanting file di meja, tanpa dia menyadari Billie sedang duduk di sofa di ruangan itu menatap dirinya.
"KURANG AJAR!!" Teriak nya.
"Bertaun - taun aku membantu dia, tapi sebatas kenaikan saham saja dia tidak mau kasih!" Ucap nya dengan kemarahan. Billie yang duduk di belakang pria itu hanya tersenyum dingin..
"Psssst!!" Panggil Billie, pria itu menoleh. Pria itu terkejut melihat Billie sudah duduk di sana.
"SIAPA KAMU!!" Ucap nya, dia makin kesal karena Billie menikmati anggur mahal koleksi nya.
"KURANG AJAR! BERANI - BERANI NYA KAMU MINUM ANGGUR ITU!" Teriak nya, dia lalu menghampiri Billie.
Billie juga bangun dari duduk nya dan saat pria itu sudah makin dekat, Billie mengambil botol anggur mahal yang sedang dia nikmati itu dan menghajar kepala pria itu sampai pria itu pingsan.
"Wah, memang anggur mahal, botol nya aja tebel." Gumam Billie.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅