NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

“Apa kamu bilang? Aku tidak akan bisa mencintaimu selama ada Alisha?” tantang Albi pada Naya.

“Iya Mas, itu kenyataannya dan itu memang apa yang terjadi saat ini.” Albiru mengeluarkan seringainya, seringai yang tidak pernah Alisha lihat selama ini dan cukup menakutkan bagi Naya.

“Kamu memang benar Naya, aku tidak akan pernah mencintai kamu selama ada Alisha di sini,” kata Albiru sambil menunjuk ke arah hatinya. “Alisha sudah memenuhi hatiku dan tidak ada celah bagi perempuan manapun untuk masuk menggantikannya. Cinta dan hati ini hanya untuk Alisha. Apa kau tidak mengerti juga?” Naya semakin menangis mendengar perkataan Albiru yang sangat kejam baginya itu.

“Lalu aku ini apa Mas? Aku gak dianggap sama sekali olehmu? Saat dia mengkhianatimu dan meninggalkanmu, aku yang berusaha untuk menghibur kamu Mas. Apa kamu lupa?” Naya berteriak di ujung kalimatnya yang semakin menyulut emosi Albiru.

“Aku tidak lupa semua itu, aku masih ingat bagaimana aku menderita karena ditinggal oleh Alisha dan semua itu karena...”

“ALBI!” Alisha berteriak cukup kencang saat Albiru akan meluapkan emosinya itu pada Naya. Alisha memeluk Albiru dari belakang dan berbisik pelan dalam isakan tangisnya. “Please tenang, Bi. Jangan begini, aku mohon tenanglah. Jangan terpancing emosi seperti ini, aku mohon.”

Albiru melunakkan tatapannya saat melihat kedua tangan Alisha melingkar di tubuh bagian depannya. Albiru mengusap pelan kedua tangan itu lalu membawanya ke bibir untuk dia cium berkali-kali.

“Maaf Sha, maaf. Aku hampir kelepasan.” Albiru berbalik dan memeluk Alisha erat, menghilangkan rasa takut pada Alisha saat ini. Hampir saja Albiru mengungkapkan kalau Naya adalah dalang dari penderitaan dirinya dan Alisha selama ini.

Alisha menangis sesegukan di dalam pelukan itu, sosok Albiru ketika emosi tadi sama sekali tidak pernah dia lihat sebelumnya. Sedangkan Naya semakin sakit ketika Albiru lebih memilih untuk menenangkan Alisha ketimbang dirinya, bahkan dia sempat ditampar oleh Albiru.

“Keterlaluan kamu, Mas. Benar-benar keterlaluan, kamu sudah merusak hati dan pikiranku kamu ingkar janji padaku!” Naya terus berteriak menyalahkan Albiru namun pria itu menahan amarahnya saat genggaman tangan Alisha begitu erat di ujung bajunya.

“Pergi sebelum aku lepas kendali lagi,” usir Albi dengan suara amat rendah dan sukses membuat Naya merinding dan memilih untuk pergi ke kamarnya.

Albiru melepaskan pelukannya dari Alisha lalu menangkup wajah pucat istrinya itu. “Maafkan aku, aku paling benci didesak seperti itu. Kamu tau kan.” Alisha mengangguk dengan mata sembab dan hidung memerah.

“Jangan kelepasan lagi, Bi. Kalau dia tau kamu mengetahui semua ini, dia pasti akan memikirkan rencana baru untuk menghancurkan aku lagi. Jangan rusak rencana kita hanya karena emosi kamu, Bi.” Albiru mencium kening Alisha lagi dan mengangguk.

“Aku minta maaf ya. Aku tidak akan terpancing emosi lagi.” Alisha kembali memeluk suaminya itu dan berharap rencananya untuk mengumpulkan bukti tidak gagal.

...***...

Alisha memilih untuk bersantai di dalam kamarnya sembari menunggu Albiru pulang bekerja. Sejak keributan di meja makan pagi itu, Albiru dan Naya sama sekali tidak saling bertegur sapa. Keduanya sama-sama menahan ego, hanya saja Albiru merasa diuntungkan dengan situasi ini, dia jadi tidak perlu menghabiskan malam bersama Naya.

Sebulan sudah mereka menjalin hubungan poligami itu, Alisha sudah mengumpulkan banyak bukti perkataan Naya yang selalu mengancamnya. Bukti video pun sudah dia kumpulkan, karena Albi menaruh kamera di dalam kamar Naya sehingga bisa merekam apa yang diperbincangkan Naya dengan Rafi serta rencana pembunuhan terhadap diri Alisha.

Di samping itu, Aksa juga sudah menahan Kevin agar bisa bersaksi nantinya untuk memberatkan Naya dan Rafi. Albiru sudah menyiapkan semua dengan baik sehingga Alisha tidak perlu bertindak lebih keras.

Naya mengetuk pintu kamar Alisha dan tentunya Alisha membuka dengan wajah santai. “Mau apa? Kalau mau ribut, aku tidak punya waktu,” tutur Alisha dengan ekspresi arogan, sangat benci Naya dengan ekspresi itu.

“Aku hanya ingin menyampaikan kalau ayahmu ada di tangan kakakku sekarang, Alisha.” Alisha membulatkan matanya lalu menggeleng tak percaya.

“Tidak mungkin, ayahku aman di rumah Papa Adipati.” Naya tertawa lepas mendengar kepanikan Alisha, ia lalu menunjukkan foto Ibnu yang ada bersama dengan Rafi beserta anak buahnya. Alisha yang panik menatap Naya. “Jangan lakukan apapun pada ayahku, kau akan menyesal, Naya.”

“Menyesal? Bukankah aku sudah sering mengingatkan kamu kalau jangan pernah bermain api denganku. Kamu sendiri yang akan terbakar, Alisha.”

“Di mana ayahku?”

“Nanti saja aku beritahu kalau tangannya sudah sampai ke rumah ini ya.” Alisha menggeleng kuat, seketika kondisi mentalnya menjadi drop setelah mendengar kabar itu.

“Jangan lagi Nay, jangan sakiti ayahku lagi.” Alisha memohon.

“Terlambat, Alisha. Kau sudah terlanjur membuat aku hancur dan tidak lagi dipandang oleh Mas Albi. Sekarang giliran kamu yang harus menangis setiap saat.”

“Apa yang harus aku lakukan? Tolong jangan sakiti ayahku.”

“Nah ini yang aku sukai darimu, Sha. Kamu paham keinginanku.”

“Katakan Nay, apa yang harus aku lakukan supaya ayahku aman?” desak Alisha yang mana pikirannya semakin kacau.

“Susul saja ayahmu ke alamat ini, dia akan dilepaskan jika kau sampai di sana.” Naya memberikan secarik kertas berisikan sebuah alamat pada Alisha.

Tanpa pikir panjang, Alisha segera pergi menuju ke alamat tersebut. Kepanikan itu yang diinginkan oleh Naya, sebenarnya, Ibnu baik-baik saja dan foto yang diperlihatkan Naya tadi hanyalah editan belaka. Di dalam mobil, Alisha menghubungi suaminya lalu mengatakan kalau ayahnya sedang disekap oleh Rafi.

“Dia membohongi kamu sayang. Ayah bersama denganku di kantor sekarang, di sini juga ada papa.” Alisha menghentikan mobilnya seketika dan mengutuk perbuatan Naya.

“Tapi Naya bilang kalau dia berhasil menculik ayahku, Bi.”

“Mending kamu ke kantor aku aja biar pikiran kamu tenang. Perjalanan itu jangan dilanjutkan, putar balik segera.”

“Iya, aku ke kantor kamu aja ya. Stres aku lama-lama ngadepin Naya.”

“Aku tunggu kamu di sini ya.”

“Iya.”

Setelah panggilan berakhir, Alisha mengendarai mobilnya kembali dan berputar balik, namun beberapa pria menggedor kaca mobilnya yang membuat Alisha ketakutan.

Alisha tidak mengubris dan malah melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke kantor Albiru. Sepanjang perjalanan, Alisha memacu dengan kecepatan tinggi karena di belakangnya masih ada pria-pria tidak dikenal itu. Alisha yakin kalau mereka adalah suruhan Naya.

Ketika akan berbelok ke jalanan utama, mobil Rafi menghadang di persimpangan sehingga Alisha tidak bisa lewat. Kini perempuan itu terkepung. Pria yang ada di belakang mobilnya langsung memukulkan palu ke kaca mobil Alisha berkali-kali hingga pecah. Alisha yang panik segera menghubungi Albiru dan ternyata Albiru memang sedang di jalan untuk menjemputnya. Saat panggilan berakhir tadi, perasaan Albiru sangat tidak karuan sehingga dia memutuskan untuk menjemput Alisha di titik lokasi istrinya itu.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!