Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Pergi Meninggalkan Luka
Nurmala menghabiskan malamnya di hari itu dengan menangis dengan bersimpuh diatas sajadah yang ikut basah menerima setiap tetesan air mata yang penuh dengan kepedihan.
Jangankan untuk tidur, Nurma bahkan tidak bisa menghilangkan cuplikan-cuplikan dari semua kata-kata buruk dan hinaan suami dan anak-anaknya tentang dirinya.
Sejak menikah, sikap Yusuf memang tidak lagi sehangat saat Mereka masih berpacaran, apalagi setelah Nurma melahirkan anak keduanya, Yusuf semakin berubah, namun Nurmala menganggapnya wajar. Semakin bertambah usia pernikahan, keromantisan bukan lagi sebuah tujuan. Asalkan suaminya pulang tepat waktu dan bertanggung jawab selayaknya kepala keluarga, Nurma tidak mempermasalahkan sikap acuh tak acuh Yusuf selama ini.
Namun, setelah dipikir-pikir lagi, sejak setahun lalu, Yusuf lebih sering keluar kota di luar jam dinasnya, juga sering mengajak anak-anak pergi jalan-jalan keluar rumah tanpa dirinya dengan alasan bahwa Dia harus mengurus pekerjaan rumah dan memasak untuk makan malam dll. Nurmala tidak menyadari bahwa Yusuf dan anak-anaknya telah menemukan pengganti.
Perempuan muda yang katanya lebih cantik dan keren. Tidak seperti dirinya yang Kumal dan lecek seperti barang usang.
Padahal, siapa yang membuatnya jadi seperti ini?
Siapa yang menyerap habis sarinya hingga ia akhirnya layu?
Di sela-sela tangisnya, Nurma memanjatkan doa yang tulus dan bersungguh-sungguh, meminta agar selain di kuatkan mentalnya, juga di ridhoi niatnya untuk berpisah dari suami tukang selingkuh, serta merelakan anak-anaknya yang sudah durhaka mendukung perselingkuhan Ayahnya dengan wanita lain, dan menghardik Ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat Mereka dengan penuh kasih sayang.
Nurmala beranjak dari sajadahnya, setelah selesai menunaikan sholat subuh, kemudian mulai mengemasi barang-barangnya, Ia akan kembali ke rumah Ibundanya di Bandung.
Tidak perlu pamit, toh sudah ada yang menggantikannya, Mereka tidak akan merasa kehilangan.
Hampir 2 jam, Nurmala baru selesai berkemas, Kemudian Ia memesan taksi online untuk pergi ke stasiun terdekat. Nurmala sudah memesan tiket kereta ke Bandung tadi malam. Jadi, Dia hanya perlu menunggu di stasiun sampai kereta tujuannya datang.
Untungnya, selama ini Dia dan Yusuf tinggal di apartemen, jadi tidak akan ada tetangga yang julid jika melihat dirinya pergi pagi-pagi buta dengan koper besar di tangannya.
Sebelum keluar dari hunian itu, Nurmala memandangi apartemen yang telah Ia tinggali selama 12 tahun ini dengan mata berkaca-kaca.
Meski banyak kenangan yang begitu melekat di hatinya, keputusan untuk pergi adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan.
“Selamat Tinggal” Ucapnya, Lalu melangkah dengan mantap meninggalkan rumah beserta luka yang ada di dalamnya.
Selama perjalanan, Ia menerima pesan dan panggilan dari Yusuf maupun Raden dan bahkan Sofia.
Semua pesannya berisi kata-kata kasar dan tak pantas yang di ketik oleh anak yang keluar dari rahimnya.
Nurmala membaca pesan Yusuf dan Raden dengan nada bergemuruh,
[Mama lagi ngapain sih? Ngeselin banget deh, dari kemarin di telepon nggak diangkat, Cuma nyapu ngepel aja sok sibuk! Dasar nyebelin!, Aku bawa banyak barang nih, nanti cepetan turun buat ngangkutin! Jangan lelet!] ~Raden~
[Nurma, Kamu lagi ngapain sih sampe telepon Aku sama Raden nggak di gubris? Kamu pingsan??? Jangan bikin kesel, buruan angkat teleponnya] ~Yusuf~
“Khekh, nggak tahu malu, darah memang sangat kentel. Nggak anaknya nggak bapaknya, sama-sama kurang ajar”
Nurma pun akhirnya memutuskan untuk membalas pesan kedua orang itu.
[Jaga moncong kau ya, Kau pikir Aku kuli panggul, kalau bawa barang banyak ya itu masalah kau, buntung tangan kau sampe bawa barang pun nyuruh orang??? Bocah kurangajar!] Sent to Raden. Kemudian Nurma menekan pilihan blokir.
[Nggak sudi Aku angkat teleponmu, Suruh aja si Niken, istri barumu itu jadi babu gantiin Aku. Bukan Aku yang ngeselin, tapi Kau, dasar musang birahi! Nggak tahu malu, udah tua bukannya perbanyak ibadah malah selingkuh pula! Kayak burung kau tahan lama aja, binatang!] Sent to Yusuf. Blokir.
“Haaahhh, leganyaaa... Kenapa dulu Aku jadi bodoh ya? Biarpun tinggal di bandung Aku kan keturunan Minang, harusnya Aku bisa tegas sama mereka bukannya plonga-plongo. Kayaknya Aku kena peletnya si Ucup kampret itu! Huuft Astaghfirullahal’adziim ....”
Nurma merasa sedikit menyesal karena berkata kasar, tapi amarah dihatinya memang perlu dilontarkan supaya tidak jadi penyakit dalam.
Sambil menikmati perjalanan, Nurmala kemudian mencari lowongan pekerjaan sebagai dokter di rumah sakit umum di Bandung, wilayah yang akan Ia jadikan tempat tinggal sementara, sampai proses perceraiannya selesai.
Dia memang tak akan menuntut hak asuh anaknya, tapi Dia akan menuntut harta gono-gini, apalagi Dia punya bukti perselingkuhan Yusuf dan Niken.
Itu akan sangat menguntungkannya. Yusuf adalah dokter yang sudah menjadi PNS, jadi Dia bisa menggunakan bukti perselingkuhan Yusuf untuk menekan calon mantan suaminya itu agar mau berbagi harta, kalau tidak semua bukti perselingkuhan itu akan Dia laporkan ke instansi terkait. Agar Yusuf di berhentikan dari pekerjaannya.
Kalau dipikir-pikir, bisa jadi pengirim videonya adalah Niken kan? Kalau benar dia orangnya, betapa bodohnya Niken. Malah memberi bukti pada Nurmala untuk bisa menuntut Yusuf.
Tapi kalau bukan, lalu siapa???
Nurmala memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Setelah berselancar di internet dan website Jobstreet, akhirnya ada beberapa rumah sakit dan puskesmas yang membuka lowongan pekerjaan.
Nurmala saat ini berusia 45 tahun, Namun karena perawakannya yang mungil, Dia masih tampak seperti usia 30 an, kulitnya putih dan wajahnya kecil.
Untungnya, biarpun menjadi ibu rumah tangga, Nurmala sangat sadar akan kesehatan, karena Dia adalah dokter spesialis penyakit dalam. Dia makan-makanan yang sehat, rajin mengkonsumsi vitamin, termasuk suplemen anti aging. Juga rutin melakukan yoga di rumah setelah menyelesaikan pekerjaan rumah yang membosankan.
Meski acuh tak acuh, sejujurnya kalau urusan nafkah, Yusuf bisa di katakan cukup bertanggung jawab meskipun juga sangat hemat. Selama ini Nurmala juga memiliki penghasilan sendiri dari hasil sawah miliknya yang ada di kampung halamannya, Bandung.
Kalaupun nanti, Ia hanya mendapatkan sedikit harta gono-gini, Ia tak akan mempermasalahkannya, yang penting Ia bisa menguras sedikit kantong suaminya yang durjana itu.
“Ibu pasti sedih... Tapi, Aku nggak punya pilihan lain”
Ibu Nurmala adalah seorang guru negeri, yang telah pensiun karena sudah sepuluh. Umurnya sudah hampir menyentuh angka 70 tahun. Ibunya juga seorang single parent, setelah bercerai dengan Ayahnya saat Ia berusia 7 tahun. Ayahnya tidak berselingkuh, tapi suka minum-minuman keras dan juga berjudi. Jadi, Kakek dan Nenek Nurmala meminta Ibunya untuk bercerai, karena Ayahnya membuat Ibunya terlilit banyak hutang. Setelah bercerai, Ayahnya tidak pernah lagi muncul kabar beritanya, sampai sekarang. Nurmala pernah mencoba mencarinya, saat hendak menikah dengan Yusuf, tapi tidak bisa menemukan jejaknya sama sekali. Bahkan keluarga Ayahnya pun tidak tahu keberadaannya. Akhirnya, Nurmala menikah dengan menggunakan pamannya dari pihak ayah sebagai wali.
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸