NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:181.2k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Gagal lagi

 Keadaan di daerah pasca bencana mulai kondusif. Banyak relawan yang telah meninggalkan tempat tersebut. Hanya relawan yang membantu membangun rumah warga yang masih tetap tinggal serta beberapa tenaga medis.

Hari itu, Davin mulai bertugas kembali di Puskesmas pembantu, setelah sebelumnya dia bersama relawan yang lain mendatangi para korban di desa sebelah yang juga terdampak banjir.

Dari kejauhan Dahlia yang melihatnya merasa sangat gembira pasalnya obyek imajinasinya telah kembali. Wajar sih, bagi si pemuja wajah tampan, lihat yang bening-bening langsung hejo itu mata. Hahaha... Ngaku.

Tin

Tin

Tin

Dahlia menghentikan motornya tepat di samping Davin.

"Selamat pagi, Dok," sapanya dengan ramah, sambil tersenyum semanis gula.

"Mari, ikut dengan saya. Lumayan loh, Dok. Kalau jalan mah, masih jauh." tawarnya. Bibirnya dibuat miring-miring biar menarik.

Sayangnya Davin justru merasa eneg, dengan tingkahnya. Apalagi setelah tahu bahwa dia lah yang mendorong Melodi hingga jatuh ke parit dan menyebabkan sepedanya patah. Makin tak respek dia-nya.

"Maaf, Bidan Dahlia. Saya lebih suka jalan kaki, selain lebih sehat juga mengurangi polusi.

"Saya duluan." Davin pun melanjutkan perjalanan.

Sedangkan Dahlia tentu saja tak terima. "Aahh... kurang apa coba aku? Cantik iya, punya kerjaan mapan iya, pendidikan juga lebih tinggi dari si Melodi yang SMA aja nggak tamat, huhhh!"

Dahlia kembali menstarter motor matic miliknya lalu memutar gas dengan kasar. Akibatnya motor itu melaju dengan kecepatan tinggi padahal di jalanan kampung.

Davin yang dilewati Dahlia begitu saja hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum miris.

Sesampai di Puskesmas Pembantu, Davin langsung fokus pada pekerjaannya, tak peduli sekelilingnya kecuali terhadap pasien.

Berulang kali Dahlia mencoba memecah konsentrasinya, tetapi selalu gagal. Begitulah Davin, jika dia merasa tak suka pada seseorang, jangankan bersikap hangat dan ramah, yang ada dia akan menjaga jarak. Melihat Dahlia mengingatkannya pada sosok Renata, yang awalnya begitu manis, polos, dan perhatian, tak tahunya hanya memanfaatkannya saja.

Ngomong-ngomong soal Renata, apa kabarnya, ya? Mari kita tengok sekejap.

Wajahnya tampak berseri-seri manakala bus yang membawa rombongan relawan telah kembali dan berhenti di depan lobi rumah sakit. Tampak wajah-wajah lelah setelah melakukan perjalanan jarak jauh.

Namun, satu hal yang membuat benaknya bertanya-tanya, karena hingga penumpang terakhir yang turun tak nampak Davin dalam penglihatannya.

"Kok, nggak ada Dokter Davin? Apa dia langsung pulang ke rumahnya?" Renata mengernyit heran.

Didera rasa penasaran yang tinggi, ia pun nekad bertanya pada salah satu dari mereka.

"Maaf, Dokter Nala. Kenapa Dokter Davin nggak ikut dalam rombongan?" tanyanya dengan mengesampingkan rasa malu.

"Dokter Davin?" Pria itu tampak berpikir.

"Maaf, Dokter Renata. "Sebenarnya saya sama Dokter Davin beda penempatan, jadi saya tidak tahu apa yang membuatnya tidak ikut rombongan pulang."

Jawaban itu membuatnya sedikit kecewa. Andai saja nomornya tak diblokir sudah pasti ia akan langsung menghubungi pria baik hati itu.

Karena setelah kepergian Davin ke daerah bencana, nasib Renata benar-benar dipertaruhkan. Kini dirinya ditempatkan di IGD, posisi yang sama sekali tak menguntungkan baginya, mengingat waktunya benar-benar full. Tak ada celah baginya waktu untuk sekedar beristirahat apalagi mengobrol.

Sore itu setelah jam kerjanya selesai ia pun langsung berkemas. Dalam perjalanan pulang tepatnya di perempatan lampu merah, saat mobilnya berhenti ia pun dengan iseng memperhatikan sekelilingnya hingga pandangannya terkunci pada seseorang yang sangat di kenalnya.

"Itu kan...? Aku nggak salah lihat, kan? Si*alan rupanya dia seorang pemain juga!"

Renata lantas menghubungi Popy, sahabatnya.

"Halo, Ren? Ada apa?" jawaban Popy dari seberang.

"Aku perlu ketemu sama kamu, ini urgent," ujar Renata.

"Oke, aku tunggu tempat biasa."

Sambungan terputus. Renata membenturkan keningnya pada kemudi, hingga terasa sedikit nyeri dan meninggalkan bekas kemerahan.

Lima belas menit kemudian, Renata sampai di kafe yang dimaksud. Ia melihat mobil Popy telah terparkir, maka dengan buru-buru ia keluar dari mobilnya.

"Ada apa sih, Ren? Kayaknya penting banget?" tanya Popy, begitu melihat Renata telah duduk di hadapannya.

"Ini tentang Calvin," jawab Renata, wajahnya tampak murung.

"Kali ini dia buat masalah, apa?" tanya Popy lagi yang seolah tak terkejut sama sekali dengan polah Calvin yang katanya kekasih Renata itu.

"Tadi aku melihatnya bersama cewek lain di perempatan lampu merah. Lebih parahnya lagi mereka sedang..." Renata tak sanggup melanjutkan ucapannya.

Ia menatap Popy heran. "Kok, kamu biasa aja, Pop? Nggak ada komentar gitu?"

"Sebenarnya aku sudah tahu dari lama. Tapi, aku sengaja nggak ngasih tahu, supaya kamu melihatnya sendiri. Karena kalau aku yang ngomong, aku yakin kamu pasti nggak akan percaya padaku."

Renata hanya bisa terdiam mendengar alasan Popy. Kini ia merasa semakin kacau dan tak tahu harus bagaimana ke depannya.

.

Di waktu yang sama.

Sore itu, Davin langsung melangkah dengan tergesa-gesa keluar dari gedung Puskesmas. Dia sudah tak sabar untuk mengajak jalan-jalan Alvian, karena sore ini akan ada pertandingan voli di lapangan SD satu Sukun. Dan Davin berjanji pada bocah itu untuk nonton bersama.

"Dokter Davin..." panggil Dahlia dengan suara selembut mungkin

"Awww...tolong, Dokter!" Ia meringis seolah kesakitan sambil memegangi lututnya. Sepertinya ia mulai memasang perangkap untuk menjerat Davin.

Namun, apakah Davin akan merasa iba padanya?

Mendengar namanya dipanggil, Davin menghentikan langkahnya. Dia berbalik, keningnya sedikit berkerut melihat Dahlia terduduk di bangku tampak kesakitan.

Ia pun menghampiri Dahlia dan bertanya, "Ada apa?" tanyanya datar tanpa ekspresi.

"Sa-sakit, Dok. Sepertinya saya tidak bisa berjalan," ucap Dahlia sedikit dibuat-buat.

Davin kemudian berjongkok, mencoba memeriksa kaki Dahlia.

"Eh...Anda mau apa, Dok?" tanya Dahlia panik.

Davin tidak menjawab. Dengan gerakan cepat dan tak terduga dia memeriksa kaki Dahlia apakah ada cidera atau tidak seperti yang biasa dilakukannya pada pasien yang mengalami cidera engkel.

"Aaawww...sakit! Cukup, Dok." teriak Dahlia. "Sepertinya saya tidak bisa pulang sendiri. Bisakah Anda mengantar saya pulang?"

Namun, Davin tidak menjawab. Dia kemudian berdiri, menatap Dahlia dengan pandangan sulit diartikan.

"Untuk apa saya harus mengantar Anda, pulang? Anda sebenarnya baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu dengan kaki Anda?" ucap Davin sedikit sinis.

"Lain kali jangan membuat trik murahan seperti ini untuk menarik perhatian saya," lanjutnya menambahkan dengan nada ketus.

Davin segera berbalik dan pergi begitu saja tanpa peduli pada Dahlia yang terus meneriakkan namanya.

"Dok, Dokter Davin! Aaahhh...!"

1
juwita
desa sukun desa nangka desa campedak🤣
Mur Lina
Yaa kapan mulai sekolahnya Melodi keburu hamil dn adiknya Alvian akan di operasi sesuai dgn janji Davina 🤣🙏
Mur Lina
putar2 setan si Renata kepo dgn pengantin baru 🤣🤣🤣
Mur Lina
Syirik amat tu siii bunga Dahlia 😄TDK sesuai dgn nama dan sifatnya 🤣🤣🤣
RiriChiew🌺
ibu akhirnya aku lunas baca ini yaa, ternyata 3 bab aja ku terlewat maafkeun yaa 🙏 ibu othor the best kok /Kiss/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Cucu Siti Hodijah
kapan alvian diobati?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: baca aja kak, karya ini kan sudah tamat🤭
total 1 replies
Ami ahmad
keadilan akhirnya memihak pada melodi...👍
ceuceu
Marathon bacanya tau" tamat thor.
bagus ceritanya/Rose/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, klo akak suka🫰
total 1 replies
ceuceu
Ga semua yg berpendidikan pintar,renata poppy berpendidikan tapi bodoh
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ceuceu
Ya ampun bayangin bidan desa tantrum guling" kaya anak kecil tantrum pengen balon/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kasih permen kak🤭
total 1 replies
YaN Nie
Pengen ku racun tuh si Dahlia dengan racun tikus 🤪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Patrick Khan
makasi ada cerita br nya bu😍😍😍😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Patrick Khan
wahh mel mel hamil selamat ya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu akak🫰
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
yaahhh TAMAT
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: udah gak ada ide, semua udah pada posinya masing masing
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
🥺🥺🥺🥺🥺 mengsedih, moms iris bawangnya brp kilo
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣, yg ngetiknya aja sambil ngiris bawang
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya harus banyakin stok sabar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aseeekkkkk. semangat ibu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, akak 😍😍😍
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyk maraton jadinya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Siti Muntamah
lha ini yang kutunggu cerita si danish kok q baca jadi ikutan darah tinggi suami alma punya istri dan anak dgn wanita lain
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya kak🫰
total 1 replies
Nar Sih
satu vote buat kebahagiaan mas dr davin juga melody moomz😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: waah, makasih mbak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!