Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. di cekik
Tuk.
Tuk.
Bukan main takutnya Arum saat ini karena mendadak saja kamar milik Vera menjadi gelap gulita dan seperti ada suara orang yang sedang mengetuk pada bagian dinding, ingin keluar dari dalam kamar juga tidak bisa karena mendadak pintu kamar tertutup rapat seolah sedang terkunci dari luar sana sehingga Arum hanya bisa berteriak ketakutan.
Bahkan tadi sebenarnya Arum juga melihat keberadaan Vera di dalam kamar ini namun mendadak saja ketika dia sudah masuk ke dalam malah Vera itu menghilang begitu saja dari pandangan mata, kontak keanehan ini membuat arum semakin tidak karuan dan dia semakin histeris sehingga berteriak terus di dalam kamar milik Vera.
Suara aneh juga mulai masuk ke dalam telinga seolah memberikan dia peringatan agar tidak terlalu ikut campur dalam urusan ini dan Arum yang masih kecil tentu saja merasakan takut begitu luar biasa, justru dia beranggapan bahwa yang sedang menjadi hantu gentayangan saat ini adalah Bu Elma itu sendiri.
Sebab orang tua mereka baru meninggal sehingga dalam pikiran gadis kecil ini beranggapan bahwa Bu Elma telah menjadi hantu gentayangan, belum lagi dia sempat mendengar dan melihat secara langsung juga bagaimana keadaan tubuh Bu Elma yang membiru seolah Dia terkena penyakit yang tidak bisa diketahui itu jenisnya apa.
"Tolooooong, kau ada di mana Kak Vera?!" Arum histeris sambil menggebrak pintu.
Tuk.
Tuk.
"Tolong jangan ganggu aku seperti itu karena aku sama sekali tidak ada membuat kesalahan, Ibu!" Arum menangis sambil memohon.
"Kak Vera kau ada di mana sekarang?" teriak Arum karena dia ingin Vera saat ini muncul dan membantu dia.
Sebab aneh sekali bila mendadak saja Vera malah sudah tidak ada di hadapan Arum saat ini, seolah dia bisa menghilang menembus dinding sehingga Arum hanya sendirian di dalam kamar yang terasa begitu kelam karena tidak ada cahaya walau hanya sedikit saja di dalam kamar yang terasa pengap ini.
"Kakak aku takut ini." rintih Arum begitu gemetar.
Greeeeep.
"Aaaaghh!" Arum menjerit kaget karena ada yang mencekik leher dia.
"Kau akan matiiiiii......
"Aaaaghhkk....KA..kakak!" Arum masih terus berusaha untuk lepas dari cengkeraman.
"Matiiiiiii....semua akan matiiiiiii
"Ka....kak Vera!" Arum ingin berteriak namun suara itu tidak berhasil keluar dari tenggorokan.
Suara yang terasa begitu berat dan juga serak sehingga Arum merasa kian ketakutan dan ingin meminta tolong kepada Vera, sebab yang ada di dalam ruangan ini hanya Vera saja sehingga dia tidak memiliki orang lain yang bisa membantu dia agar terlepas dari cekik yang terasa begitu sakit pada leher gadis kecil ini.
"Arum!" Vera mengguncang keras tubuh Arum ketika gadis itu terbaring di atas lantai dengan keadaan kaku.
"Hahhhhh!" Arum tersentak kaget dan segera menarik nafas panjang.
"Astaga Kau ini kenapa mendadak saja kejang seperti itu?!" Vera juga panik melihat keadaan adik bungsu dia.
"Kakak! ah aku...aku." Arum bingung harus menjelaskan bagaimana Karena dia juga tidak tahu apa yang telah terjadi.
"Aku sejak tadi ada di sini dan berusaha untuk membuat kau sadar tapi malah tertidur dan sekarang kejang seperti ini." Vera sama sekali tidak paham.
"Aku tidur?!" Arum bertanya balik karena sejak tadi dia merasa tidak ada tidur di dalam kamar milik Vera.
"Kau begitu masuk dalam kamar ini malah langsung berbaring sehingga aku bertanya sama sekali tidak ada kau jawab." jelas Vera.
"Hah Kenapa itu sangat berbanding balik dengan apa yang aku lihat?" Arum saja menjadi kebingungan sekarang.
"Memang nya kau melihat apa sejak tadi?" Vera jadi penasaran juga karena wajah Arum yang terlihat begitu pucat.
Arum memang sudah pucat karena dia ketakutan bukan main saat merasakan ada sebuah tangan yang mencekik leher dia sampai begitu sulit untuk bernafas, bahkan sebelum kejadian itu dia sudah merasakan energi di dalam kamar perak begitu buruk sekali sehingga dia sangat ketakutan dan ingin kabur.
"Kak apa rumah kita sekarang mendadak ada yang aneh ya?" Arum justru bertanya demikian kepada Vera.
"Memang nya apa yang sudah kau lihat ini?" Vera semakin penasaran tidak karuan.
"Demi Allah aku tadi begitu masuk ke dalam kamar ini sama sekali tidak ada rebahan di lantai, justru aku merasa bingung karena seluruh kamar menjadi gelap gulita dan aku tidak melihat Kak Vera di dalam kamar ini." Arum menjelaskan bagaimana penglihatan dia.
"Tapi begitu masuk kau tadi langsung berbaring di sini, Rum." jelas Vera kembali karena tadi dia memang melihat Arum yang langsung berbaring.
"Kak, kamar mu ini tadi sangat gelap dan aku tidak melihat ada kau di dalam sini." Arum masih saja tetap kekeh.
"Ini semakin tidak beres dan aku yakin orang yang ada di rumah ini pasti mengetahui." batin Vera karena dia memang merasa ada yang tidak beres.
"Aku tadi juga mendengar suara seperti orang yang sedang mengetuk dinding." jelas Arum lagi.
Vera langsung menoleh ketika mendengar ucapan Arum barusan karena sejak tadi malam dia sudah mendengar suara orang yang seperti sedang mengetuk dinding kamar, ini Arum malah juga mendengar suara tersebut sehingga Vera merasa itu semua bukan hanya halusinasi yang timbul di dalam otak dia.
"Tuk, Tuk! apa kau mendengar suara yang seperti itu?" Vera bertanya kepada Arum.
"Ya, hanya dua kali saja dan kemudian menghilang." angguk Arum.
"Berarti benar yang apa aku dengar tadi malam, jelas ini bukan karena pengaruh obat yang sering aku konsumsi." batin Vera karena dia memang bisa di katakan sebagai pecandu barang haram.
Akibat pergaulan yang semakin tidak terkendali dan merasa dirumah selalu tidak di perhatikan oleh keluarga maka Vera terjerumus dalam hal yang begitu menakutkan sekali, uang yang selama ini dia dapat dari hasil kerja keras selalu dia gunakan untuk membeli barang haram itu agar pikiran dia menjadi tenang dan ketika mendengar suara aneh tadi malam dia masih beranggapan bahwa itu semua hanya halusinasi akibat obat yang sering dia konsumsi.
"Aku yakin sekarang bahwa kematian Ibu memang ada yang aneh." Arum berkata sambil menatap Vera.
"Kenapa kau mendadak saja membicarakan tentang hal itu?" Vera menatap Arum yang masih kecil.
"Sebelum Ibu meninggal dunia dia sering mengatakan bahwa di dalam kamar ayah yang satu lagi ada sosok wanita dengan tubuh seram." jelas Arum.
Vera terperangah mendengar ucapan Arum barusan dan dia semakin yakin bahwa memang Darto memiliki sesuatu yang tak kasat mata, ini semua pasti bersangkutan dengan kematian Mayang dulu karena aneh saja bila mendadak malah masuk tercebur ke dalam sumur.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍
mngkn Nana kucing yg nyamar jadi Siti palsu