Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Pernikahan
Ada gumpalan rasa bersalah dalam hatinya, ia telah menjadi milik orang lain. Pernikahannya tinggal menghitung hari
"Sekarang kamu istirahat dulu! Aku akan pesan makanan" Kevin membawa sang kekasih kekamar, Alanna berbaring lalu Kevin mengecup keningnya sebelum meninggalkan kamar
***
"Bodoh!" Teriak Cynthia saat orang suruhannya melapor jika tawanan mereka berhasil lepas
Wanita setengah baya itu mengepal, tidak ada lagi yang bisa ia jadikan sebagai ancaman bagi Kevin
"Pernikahan ini harus terlaksana, aku hanya akan menjadikan Raina sebagai menantu"
Kevin menghabiskan waktu bersama kekasihnya, seolah membayar waktu yang memisahkan mereka
Keduanya makan bersama, lalu Kevin kembali menemani kekasihnya itu hingga terlelap
Telepon berdering, Kevin keluar dari kamar setelah memastikan wanitanya itu tengah terlelap
"Ada apa Mah?"
"Pulang sekarang! Beberapa hari lagi kamu akan menikah, dan kamu malah bersama wanita lain!" Suara sang Mama terdengar kesal
"Aku akan pulang besok, malam ini biarkan aku menemani Alanna"
"Dengar Kevin! Jangan pernah mencoba untuk membatalkan pernikahan ini, karena jika itu terjadi Mama tidak akan segan untuk melenyapkan wanita itu"
Ancaman itu terdengar serius, Kevin tahu senekat apa wanita yang telah melahirkannya itu
Tidak ada cara lain, ia bisa saja melindungi Alanna dengan kekuatan yang ia miliki. Memberikan pengawalan bagi wanita itu
Namun, ia mengenal siapa keluarganya. Sang ayah jelas akan membantu dan hal itu akan sangat berbahaya bagi Alanna
Telepon diputus, Kevin masuk ke kamarnya sendiri lalu merenungkan apa yang akan terjadi selanjutnya
Bagaimana jika Alanna mengetahui tentang rencana pernikahan nya. Entah akan sesakit apa wanita itu nantinya, Kevin bahkan tak bisa membayangkannya
***
Kevin menghabiskan harinya di rumah, beberapa hari lagi pernikahannya akan diselenggarakan
Dengan alasan pekerjaan ia meninggalkan Alanna sendirian di penthouse, keduanya hanya saling mengabari dan Cynthia tidak mencegah itu
Dikediaman lain, Raina tengah berdiri di balkon kamarnya, menikmati hembusan angin yang menerpa rambut panjangnya. Terbesit keraguan karena Kevin terkesan setengah hati menerima pernikahan ini
"Nak"
"Ayah" Adnan mendekat, mengusap kepala putri kesayangannya
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milik orang lain, ayah tidak akan punya hak lagi atas kamu"
Raina meletakkan kepalanya di dada bidang pria yang masih terlihat kekar diusia yang sudah tidak lagi muda
"Raina akan selalu jadi milik Ayah"
"Tidak bisa seperti itu sayang! Kamu akan menjadi milik Kevin, dan Ayah pasti kehilangan" Andan mengusap kepala putrinya
Raina menggeleng membuat sang ayah tersenyum "Raina cuma mau sama ayah saja"
"Iya sayang"
***
Hari yang dinanti itu akhirnya datang juga, sebuah ballroom hotel dipilih. Semua tamu penting hadir
Dua keluarga konglomerat menjadi satu dan itu jelas membuat semua orang-orang penting hadir. Bahkan ada beberapa penjabat publik
Kevin duduk dengan perasaan gelisah, dihadapannya seorang pria paruh baya yang siap untuk menyerahkan putrinya
Keduanya saling bersalaman, Kevin meyakinkan dirinya bahwa semua ini akan baik-baik saja
Rasa bersalah itu menghantuinya, hari ini dirinya akan bersanding dengan wanita lain
Kevin lebih dulu menghela napas, dalam satu tarikan napas ia berhasil menjadikan seorang gadis bernama Raina Soesatyo sebagai miliknya
Kata SAH berseru, semua tamu undangan berucap syukur. Kevin memejamkan matanya saat cinta itu benar-benar telah terbagi
"Maafkan aku Alanna" Ucapnya dalam hati
Setelah beberapa saat, dari pintu yang terbuka seorang wanita cantik dalam balutan kebaya modern berwarna putih
Raina tampak begitu sempurna dihari bahagianya. Kevin merasa sesuatu telah terjadi, namun perasaan itu ia tepis dengan cepat
Sementara itu seorang pria yang duduk dikursi tamu bagian depan hanya tersenyum getir
Syafiq hanya bisa melihat gadis pujaannya berjalan melewatinya demi sampai pada seorang pria yang telah menunggunya
Pada akhirnya harapan itu benar-benar pupus, ia harus merelakan Raina menjadi milik orang lain
Raina tiba dihadapan pria yang baru saja menyebut namanya dalam kalimat Qabul. Ia tersenyum begitu manik indahnya bertemu dengan tatapan tajam bak elang milik Kevin
Kevin lebih dulu menyematkan cincin dijari manis istrinya lalu Raina melakukan hal yang sama
Raina mencium punggung tangan sang suami setelah itu Kevin membubuhkan satu kecupan di kening
Acara berlangsung khidmat, setelah acara ijab qobul, kedua mempelai melakukan sungkeman kepada para orang tua
Raina menangis begitu ia bersimpuh dihadapan sang ayah. Pria yang tidak membiarkan dirinya kekurangan kasih sayang seorang ibu
Adnan memang begitu mencintai putrinya, Raina tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, namun Adnan memberikan semuanya hingga putri kecilnya tak kekurangan apapun
"Maafkan Raina Ayah, Raina mungkin bukan putri yang baik. Tapi ayah tidak pernah marah saat Rain melakukan kesalahan" Raina mengatakan itu sambil menangis
Adnan tak bisa menyembunyikan kesedihannya, hari ini ia harus rela melepas putri kesayangannya bersama seseorang yang lebih berhak
"Kamu tidak pernah salah nak, ayah mungkin tidak sempurna sebagai seorang ayah. Tapi kamu harus tahu satu hal bahwa sampai kapanpun kamu tetaplah peri kecil ayah"
Tamu undangan ikut merasakan suasana haru yang tercipta. Cynthia bahkan mengusap pipinya yang ternoda oleh air mata
Kini giliran Kevin, pria tampan itu bersimpuh dihadapan ayah mertuanya
"Nak, mungkin permintaan ayah terlalu banyak. Tapi ayah mohon untuk tidak membuat Raina menangis, dia adalah bagian dari hidup ayah yang paling berarti, jika kamu melukai dia maka kamu akan jauh lebih melukai ayah"
Kevin masih mendengar semua permintaan ayah mertuanya, sebagai seorang ayah yang memiliki seorang putri jelas permintaan seperti ini
"Jika suatu saat kamu tidak lagi menginginkan dia, tolong kembalikan dia pada ayah. Karena cinta yang ayah miliki lebih dari cukup untuk dia"
"Aku tidak berjanji untuk tidak membuat Raina menangis, tapi aku akan berusaha untuk menjalankan kewajibanku sebagai seorang suami dengan baik"
Kedua membelai lalu beralih pada anggota keluarga lainnya, ada Narendra, Cynthia lalu Renaldi
Jika siang harinya acara yang menguras air mata, maka malam harinya digelar acara resepsi super mewah di tempat yang sama
Kedua mempelai tampak sempurna, Raina mengenakan gaun panjang berwarna putih dan hijab warna senada serta tiara yang menghiasi kepalanya
Kevin tak kalah memukau dalam balutan tuksedo berwarna putih serta dasi kupu-kupu berwarna hitam
Keduanya tampak begitu serasi berdiri diatas pelaminan sembari menyalami para tamu yang silih berganti
"Aku harap kamu selalu bahagian, Rain" Syafiq menatap penuh luka pada sepasang pengantin baru yang terlihat bahagia
"Kamu harus belajar move on Fiq, sekarang Raina sudah menjadi milik orang lain" Syafiq memandang pada seorang gadis yang tersenyum manis disampingnya
"Melupakan tidak semudah itu Maryam, cinta tidak semudah itu untuk dihapus" Syafiq berlalu, menghampiri sepasang suami istri guna memberi ucapan selamat