NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Assalamualaikum 27

"Hal, ah assalamualaikum. Halo Arun."

Sudah beberapa kali handphone Arundari berdering, akan tetapi tak segera dijawab olehnya karena telepon itu dari nomor yang tidak dikenal. Namun karena tak kunjung berhenti, alhasil Arundari pun memutuskan untuk menjawabnya. Suara yang ada di telpon terdengar asing sekaligus familier. Tak ingin menduga-duga, ia pun memilih untuk langsung bertanya "Waalaikumsalam, maaf ini siapa ya?"

"Ini aku, Run. Adyaksa. Terimakasih untuk kiriman makan siangnya."

Aaah

Arundari tersenyum simpul saat mengetahui siapa yang ada di seberang sana. Rupanya itu adalah pria yang sudah banyak membantunya.

Sebenarnya Arundari pun merasa sangat tidak percaya diri mengirimkan makanan hasil buatannya sendiri. Apalagi bantuan yang diberikan oleh Adyaksa begitu besar sehingga makanan menurutnya sungguh tidak sebanding.

"Saya malu, Mas. Karena merasa makanan itu bukan apa-apa ketimbang bantuan yang Mas berikan kepada saya. Sekali lagi saya mau mengucapkan terimakasih untuk semua bantuan Mas. Dan mohon maaf kalau makanan itu tidak sesuai dengan selera Mas."

Arundari bicara dengan malu-malu. Jika Adyaksa ada di depannya, mungkin pria tersebut akan bisa melihat wajahnya yang memerah.

"Oh nggak kok. Jujur aku bukan pemilih soal makanan. Dan ini enak, makasih ya. Kebetulan banget aku emang belum makan siang."

Di seberang sana Adyaksa pun menjawab sambil tersenyum. Dia belum memakan semua makanan yang diberikan oleh Arundari. Tapi pujiannya itu tidaklah bohong karena setidaknya lidahnya sudah mencicipinya.

"Alhamdulillah kalau Mas suka. K-kalau Mas pengen dibuatin makanan yang lain, bilang aja. Aku akan berusaha untuk membuatkannya."

"Beneran? Kamu serius? Waah makasih ya. Kalau udah dapat tawaran gini mah, aku nggak ragu lagi. Sekali lagi makasih untuk makan siangnya. Selamat siang, Arun. Wassalamualaikum. Aku lanjut makan dulu ya. Ah dan jang lupa buat save nomer ku ya."

"Waalaikumsalam."

Plak!

Setelah menutup pembicaraan melalui telepon itu, Arundari spontan menepuk bibirnya sendiri. Agaknya dia kelewat lancang menawari seorang CEO AKAR tentang membuatkan makanan.

Arundari merasa bahwa dirinya terlalu gegabah dan percaya diri dengan kemampuannya.

"Duh bisa-bisanya sih ngomong gitu. Kalau dia bener-bener request gimana. Semoga nggak deh ya. Aku niatnya cuma basa-basi aja,"gerutunya lirih. Saat ini Arundari tengah berada di kamarnya untuk sekadar tidur siang sejenak.

Setelah itu ia pun berselancar ke media sosial. Sebuah video baru tentang dirinya kembali muncul. Arundari memicingkan matanya ketika melihat video tersebut. Ia bahkan sampai mengeraskan volumenya agar bisa mendengar lebih jelas.

"Ini kan kejadian tadi pagi. Meski wajahnya di blur tapi ini jelas aku dan Jelita. Sebenarnya siapa yang ngevideoin dan ngaplod ya? ya aku sih bodo amat. Nggak masalah juga dengan semua ini. Tapi aku penasaran aja siapa yang ngelakuin."

Arundari menjadi sangat penasaran terkait orang dibalik semua foto dan videon tentang dirinya, Heri dan Jelita. Awalnya dia memang tak mau ambil pusing. Namun semakin kesini, semakin banyak saja video yang muncul.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Nama orang yang mengirim pesan adalah Fitri. Ya itu adalah teman baik Arundari.

Setelah membaca pesan dari Fitri itu, Arundari langsung membuka tautan yang tertera di bawahnya. Ia membulatkan matanya ketika melihat isi dari tautan itu. Ternyata itu adalah video rekaman kamera pengawas yang Arundari yakini dari HTU. Sebuah video yang memperlihatkan tentang Jelita dan Heri yang tengah asik bercumbu. Bahkan Jelita juga melepas hijabnya dimana mereka bercumbu dengan sangat panas.

Hueeek

Perut Arundari seolah diaduk-aduk ketika melihat video tersebut. Rasa jijik memenuhi seluruh tubuhnya bahkan sampai semua bulu kuduknya berdiri.

"Astagfirullah, ini bener-bener menjijikkan. Ughhh."

Arundari benar-benar merasa mual dengan apa yang dilihatnya. Bahkan makanan siang tadi yang ibarat kata baru masuk ke perutnya kini keluar semua.

"Mereka benar-benar nggak tahu malu. Mereka juga nggak takut dosa. Ya Allah, astagfirullah."

Arundari hanya bisa terus beristighfar. Dia tak ingin mengumpat karena itu hanya akan membuat hatinya semakin buruk saja.

Untuk menghadapi mereka Heri dan Jelita, Arundari akan memilih tenang sembari terus menjaga hatinya.

"Semua yang ditanam pasti akan dipanen."

Arundari merebahkan tubuhnya. Dia benar-benar merasa lelah baik hati maupun pikirannya. Dan tidur sejenak adalah pilihan yang tepat.

Di sisi lain, atmosfir di ruangan Adyaksa terasa sangat berat. Ada seseorang yang duduk di depan Adyaksa. Dia bak pesakitan yang hendak diadili oleh hakim besar.

"Kamu yang nyebarin video-video itu?" tanya Adyaksa tajam. Aura penekanan begitu kuat bisa dirasakan dari pria itu dan cukup membuat orang lain merasa tertekan.

"I-iya, Pak saya yang melakukannya?"jawab orang tersebut dengan tubuh yang gemetaran.

"Apa alasan mu?" Ini lah yang paling ingin diketahui oleh Adyaksa. Dia penasaran dengan maksud dan tujuan dari penyebar foto dan video yang berkaitan dengan kasus perselingkuhan Heri.

"K-karena saya benci perselingkuhan. Saya benci wanita dan pria yang munafik. Saya benci ada wanita baik yang disakiti. Dan dua orang itu harus dapat balasan yang setimpal selain hukuman negara. Sangsi sosial, mereka harus dapatkan itu."

Jawaban yang tegas dan tidak ragu-ragu. Adyaksa nampak senang, wajahnya yang tadi kaku sekarang sudah lebih santai.

"Bagus, aku suka jawabanmu. Siapa nama kamu?"

Ya?

Orang itu terkejut ketika suasana yang tadi mencekam seketika hilang. Tapi dia bersyukur bahwa ini menandakan hal yang baik.

"Oh nama saya Anis. Anis Aisyah."

Orang itu adalah Anis, orang yang ada dibalik unggahan semua video yang berkaitan dengan perselingkuhan Heri adalah Anis salah satu karyawan HTU.

"Oke Anis, aku suka alasan kamu itu. Dan mulai sekarang lakuin aja yang udah kamu lakuin itu. Tapi tetep berusaha buat nggak ketahuan identitasmu. Tenang aja, kamu bakal dapat perlindungan dari orang ku. Jadi nggak perlu khawatir kamu ketangkep atau kena UU ITE. Semua aku yang bakalan ngatur. Dan, kamu akan dapat bayaran buat usahamu itu."

Woaaah

Mulut Anis menganga lebar. Dia tidak menyangka bahwa apa yang dia lakukan malah membuat jalan rejeki bagi dirinya.

Awalnya dia sangat terkejut saat tiba-tiba mobilnya diketuk oleh seseorang. Anis pikir dia akan diculik karena ada orang yang tidak dikenal menghampirinya. Dan siapa sangka dia malah dipekerjakan oleh CEO AKAR.

Tapi tiba-tiba Anis terdiam, ada sesuatu yang mengganjal saat ini dalam hatinya.

"Kenapa?Kamu nggak mau?"tanya Beni. Dia bisa melihat perubahan suasana hati gadis itu

"Bu-bukan begitu Pak. Tapi, apa ini benar-benar baik-baik saja. Saya merasa bersalah karena seolah menggunakan kesusahan orang lain demi keuntungan saya,"jawab Anis.

Beni dan Adyaksa saling pandang. Mereka paham apa yang dirisaukan oleh gadis itu.

"Tenang aja. Kamu nggak perlu ngerasa kayak gitu. Karena apa yang kamu lakukan cuma mengungkap sebuah kebenaran."

"Oh begitu ya, Pak. Baiklah saya akan melakukannya."

Adyaksa tersenyum. Karakter gadis ini kuat tapi baik dan polos. Dan sisi seperti ini adalah tipe pekerja yang disukai oleh Adyaksa karena ia masih menggunakan hatinya.

"Awasi gadis itu. Kasih dia perlindungan."

"Baik Bos. Laksanakan!"

TBC

1
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
Nie
Siapin fisik dan mental kalian ya,karna sebentar lg kalian akan semakin terkenal 🤭
Nanin Rahayu
good job Anis
Miss Typo
bagus Anis biar mereka berdua kapok menderita
dewi rofiqoh
Ternyata benar, anis yang udah nyebarin video itu. Tapi benar nis, heri dan jelita harus dapat sanksi sosial
Miss Typo
cie cieeee dikirim makanan sm Arun, jantung Adyaksa jedag jedug 😁
partini
Anis TK kira laki" ,
Isabela Devi
Anis yg upload semua itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo bisa jdiin Istri y Ben,hihihi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tuhkan aku dah curiga m anis
Isabela Devi
semoga Arun jd pilihannya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru x ini bos disuruh nunggu
GiZaNyA
wahhh beneran Anis tooo.. kirain si Adyaksa.. 😁😁
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣
Sunaryati
Arundari banyak orang yang sayang, dan siap membantu serta melindungi kamu.
LIXX
nyuruhnya agak kurang ajar ya🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Berjuanglah untuk hatimu adyaksa! Setelah arun ketuk palu
Esther
Karena tuanmu lagi jatuh cinta pak Anton, makanya terlihat beda😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!