NovelToon NovelToon
Queen Kesayangan

Queen Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Teen
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: JK의 할루 아내

Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yudistira

Bruk...

kaki pendek aruna mendarat di perut si preman tanpa ia duga, aruna pun langsung meninju dagu si preman dari bawah membuat si preman mendongak ke atas dan terpental ke belakang. Pukulan itu cukup membuatnya tak sadarkan diri.

Melihat itu aruna langsung berjalan ke arah si pria

"om.. Om ngga apa-apa..?" tanya aruna khawatir

"ngga apa-apa.. Kamu bisa telpon asisten saya buat bantu saya.." ujarnya dengan mata menyipit karena masih perih

"bantu apa om.? Om mau ke rumah sakit..? Ayo aru anter aja..." ujar aruna menawarkan diri, kasihan melihat pria di depannya kesusahan untuk membuka matanya

"ngga usah, saya tunggu asisten saya.terima kasih sudah menolong saya ya..." ujarnya sungkan apalagi samar-samar ia melihat wanita di depannya hanya setinggi dadanya

"kelamaan om, mata om harus segera di obati... Ayo naik motor aru aja, aru belum boleh bawa mobil soalnya" ucap aruna melihat mobil di depannya dengan sedikit bergidik

"baik kalau tidak merepotkan..."ujarnya yang memang merasa matanya harus segera di tangani oleh ahli nya

Aruna memapah pria itu ke arah motornya di parkir "buat jaga-jaga om telpon asisten atau keluarga om deh buat ke rumah sakit. Dekat sini ada rumah sakit patriot om jadi kita kesana saja" ucap aruna lagi

"iya, tolong carikan nama paul di kontak saya" pinta si pria memberikan ponselnya pada aruna.

Aruna dengan lancar mengecek ponsel itu dan kembali memberikannya, aruna sudah duduk di motornya

"ayo om, telponnya sambil jalan aja.. Biar ngga telat obatin matanya" ujar aruna mempersilahkan si pria naik ke motor nya

Si pria dengan kikuk naik ke motor matic milik aruna, kaki panjang nya agak susah untuk naik ke sana

Hah... 11 12 sama kakak juga yang lain, kenapa sih para cowo-cowo ini harus punya kaki panjang Gumam aruna dalam hati saat melihat si pria kesulitan namun aruna tak menghiraukannya, ia malah menjalankan motornya perlahan. Namun seekor kucing tiba-tiba melintas di depan aruna membuat aruna reflek menarik rem tangannya

Buk...

Wajah si pria yang menunduk yang berusaha memasukkan ponselnya ke saku jas nya pun malah menabrak punggung aruna, wangi strawberry menyeruak di indra penciuman si pria itu, sesaat si pria malah tenggelam dalam aroma strawbery itu

"om.. Maaf ada kucing lewat tadi..." ujar aruna merasa bersalah dan melirik kebelakang memastikan keadaan sang penumpang

"ngg...ngga apa-apa," jawabnya gugup menetralkan perasaan nya

Aruna kembali melajukan motornya ke rumah sakit. Aruna dengan sigap membantu memegang tangan si pria untuk berjalan. Aruna langsung menuju UGD agar si pria dapat penanganan langsung

"om pinjam KTP nya, biar aru daftarin dulu" pinta aruna, namun si pria malah memberikan dompetnya "lah, aru minta ktp bukan mau rampok..." ucap aruna bingung melihat dompet si pria di tangan nya

"bawa aja, sekalian pakai kartu hitam saya, ngga pake pin koq." ucapnya terkekeh mendengar ucapan aruna yang polos

"ow... Gitu, ok deh.. Aru ke depan dulu ya" pamit aruna

"heran kenapa gw bisa langsung kasih barang pribadi gw sama cewe itu ya..? Padahal sama kakek aja ngga pernah..." Gumam si pria setelah aruna pergi

.

"namanya bagus Yudistira" ucap aruna sambil menuliskan nama si pria pada lembar formulir pendaftaran. Setelah selesai membayar aruna kembali ke ruang UGD lagi dan melihat si pria sudah berbaring

"om udah di tangani..?" tanya aruna sambil duduk di kursi yang sudah di sediakan

"sudah baru kelar, kamu udah kelar juga..?" tanyanya menatap aruna yang sudah mulai jelas ia lihat dan berusaha untuk duduk

"sudah, nih dompetnya sama tagihan rumah sakitnya" aruna memberikan kembali dompet itu pada pemiliknya "asisten om kapan dateng..?" tanya aruna lagi sambil melihat ke arah pintu

"kenapa, kamu ada urusan lain..?" si pria malah balik bertanya

"iya, aru belum bilang sama orang rumah soalnya" ucap aruna

"ya sudah kamu pulang aja, saya udah enakkan koq..."

"beneran om, hp aru mati soalnya jadi ngga bisa hubungin orang rumah" ujar aruna memastikan

"iya bener. Sebentar lagi asisten saya pasti datang. Makasih ya sudah nolong saya..." ucap si pria dengan nada lembut nya

"santai om, itung-itung aru olah raga tadi hehe... Ya udah aru pamit ya om yudis. Semoga cepet sembuh"

"iya makasih.... Hati-hati di jalan..." ujar pria bernama yudistira itu

"gadis kecil, semoga kita bisa ketemu lagi" pintanya dalam hati sambil menatap punggung aruna yang menjauh

.

"assalamualaikum...." salam aruna saat ia memasuki rumahnya namun ia kaget saat melihat sang mami berdiri dengan tangan di lipat di dada. Tanpa rasa bersalah aruna menghampiri wanita kesayangannya

"mami kenapa, koq ngga jawab salam aru..?" tanya aruna bingung

"udah dalam hati... Kamu dari mana, kenapa lama banget sampe rumah..?" tanya leana membuat aruna sadar akan salahnya

"ya ampun, maaf ya mami, tadi aruna ke rumah sakit dulu......" belum selesai aruna bercerita leana sudah memegang kedua bahu anak perempuannya dan membolak balikkan badan aruna

"kamu kenapa, sakit..? Koq kakak ngga bilang mami, mana yang sakit sayang...?" tanya leana khawatir melupakan kekesalannya

"aru baik mi, aru cuma nganterin orang ke rumah sakit, itu aja..." lanjut aruna dan leana langsung bernafas lega

"sini duduk, cerita yang lengkap sama mami..." pinta leana menarik anak perempuannya untuk duduk

"tadi tuh di perjalanan pulang....." aruna pun menceritakan kronologi kejadian tadi sampai ia pulang

"aduh... Kamu tuh, bener-bener ya...." leana tak bisa lagi melanjutkan ucapannya setelah mendengar cerita anak gadis nya

Ia mau menyalahkan anaknya, tapi aruna sudah menolong orang, mau memuji ia juga khawatir pada anak perempuannya walau tau kemampuan anaknya

"mami tenang ya, aru tau koq apa yang harus aru lakuin mangkanya tadi aru ngga langsung tolongin om nya"

"mami cuma khawatir sama kamu aruna..."

"aru tau mam...maaf ya sudah bikin mami khawatir terus sama aruna. Aruna janji akan selalu utamakan selamat sebelum nolong orang" janji aruna pada sang mami

"ya sudah sana bersih-bersih dulu, satria sudah nungguin kamu dari tadi" ucap leana pada anak gadisnya

"oiya.. Pasang lego" aruna menepuk keningnya saat ingat rencana nya dengan sang adik "aru ke kamar dulu ya mi, oiya... Aru beli kue tadi mi, tolong pindahin ke piring ya" pinta aruna sambil mencium pipi sang mami. Leana pun mengangguk sambil menerima plastik kue dari anak nya

1
Muji Lestari
lanjut thor
Muji Lestari
makin menarik ceritanya thor
Muji Lestari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!