NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

TIGA BULAN PASCA PERCERAIAN ....

Tiga bulan setelah putusan itu diketuk, hidup Kirana benar-benar berubah. Bukan hanya statusnya sebagai istri yang hilang, tetapi juga rutinitas lama, wajah-wajah lama, dan rasa takut yang selama bertahun-tahun membelenggu dadanya. Perceraian dengan Rafka telah sah secara hukum. Rumah yang dulu mereka tempati yang menyimpan terlalu banyak kenangan pahit, dijual dan dibagi sebagai harta gono-gini. Tidak ada perdebatan panjang. Tidak ada tangisan histeris. Semua terasa seperti babak terakhir dari cerita yang sejak lama seharusnya berakhir.

Kirana memilih pergi. Ia pindah ke sebuah kota madya yang tidak terlalu ramai, tetapi hidup. Kota yang denyutnya terasa hangat, tidak menekan, dan memberi ruang bagi siapa pun yang ingin memulai kembali. Keputusannya bukan hanya untuk menjauh dari masa lalu, tetapi juga untuk menyelamatkan Gita agar anak itu tumbuh tanpa bisik-bisik, tanpa tatapan kasihan, tanpa stigma sebagai anak dari keluarga yang retak.

Di kota itu, Kirana membeli sebuah rumah tua berukuran sedang. Bangunannya sederhana, catnya sudah mulai kusam, tetapi letaknya strategis di pinggir jalan, dekat dengan kompleks kampus dan kantor pemerintahan daerah. Rumah itu tidak hanya ia jadikan tempat tinggal, tetapi juga tempat usaha.

Pagi hari, aroma masakan Kirana selalu lebih dulu menyapa jalanan kecil di depan rumah. Wangi bumbu tumis, kuah kaldu yang mengepul, dan sambal yang menggigit lidah menjadi penanda bahwa dapur kecil itu hidup. Usaha kuliner yang ia rintis perlahan berkembang. Harga yang ramah di kantong dan rasa masakan yang jujur, tidak pelit bumbu, tidak main-main dengan kualitas membuat pelanggan datang kembali.

Mahasiswa, pegawai kantor, bahkan dosen-dosen kampus di sekitar situ mulai mengenal nama Kirana.

“Masakan Bu Kirana itu sederhana, tapi bikin nagih,” begitu kata mereka.

Siang itu, Kirana baru saja menutup etalase kecil di depan rumah ketika seseorang mengetuk pintu samping.

“Sudah mau tutup?”

Kirana tersenyum ketika mengenali suara itu. “Iya. Ayo, masuk saja, Alga.”

Algara melangkah masuk dengan senyum ramah. Pria itu mengenakan kemeja sederhana dan membawa tas kerja di bahunya. Sejak awal, Algara tidak pernah bersikap berlebihan. Ia hadir seperti teman lama yang tidak memaksa, tidak menggurui, hanya menemani.

“Bagaimana keadaan kalian sekarang?” tanya Algara sambil duduk di kursi kayu dekat dapur.

“Jauh lebih baik,” jawab Kirana jujur. “Dan lebih bahagia.”

Jawaban itu keluar tanpa ragu. Tidak ada kepalsuan di sana.

Algara mengangguk pelan. “Aku senang mendengarnya.”

Dahulu, sepulang dari gedung pengadilan agama, Kirana bertemu Algara secara tidak sengaja. Saat itu, wajah Kirana pucat, matanya sembab, tetapi punggungnya tegak. Algara tidak bertanya banyak. Ia hanya menawarkan bantuan, sebuah rumah tua yang kebetulan hendak dijual oleh kerabatnya, dan sebuah kota yang mungkin memberi Kirana awal baru.

Tidak ada paksaan. Tidak ada janji muluk.

Hanya pilihan. Dan Kirana mengambilnya.

“Om Alga!” suara kecil Gita menyela percakapan mereka.

Gadis kecil itu berlari dari halaman belakang dengan wajah penuh semangat. Di tangannya ada piring kecil berisi telur gulung yang masih hangat.

“Aku buat telur gulung,” ucap Gita bangga. “Ini aku buat khusus untuk Om.”

Algara terkekeh. Ia menerima piring itu dengan kedua tangan. “Wah, terima kasih. Om merasa sangat terhormat.”

Algara menggigit telur gulung itu perlahan, lalu mengangguk puas. “Enak.”

Gita tersenyum malu-malu. Pipinya memerah. Pujian sederhana itu membuat dadanya hangat.

Sejak pindah ke kota ini, Gita berubah. Anak itu kembali ceria. Tawa yang dulu sempat redup kini kembali nyaring. Ia tidak lagi sering melamun atau bertanya hal-hal yang terlalu dewasa untuk usianya. Di kota baru ini, Gita merasa aman.

Algara menjadi bagian dari perubahan itu. Bukan sebagai pengganti siapa pun, tetapi sebagai sosok dewasa yang hadir dengan sabar. Saat hari libur, Algara sering mengajak Gita berjalan-jalan ke taman kota, ke toko buku, atau sekadar membeli es krim.

“Gita,” kata Algara suatu sore, “hari Minggu awal bulan depan ada kolam renang baru yang akan dibuka. Kita pergi ke sana, yuk.”

Mata Gita berbinar. “Ayo! Eh, tapi aku izin dulu sama Mama, Om.”

Gita berlari masuk ke dapur, menghampiri Kirana dengan wajah penuh harap.

“Ma, Om Alga ngajak ke kolam renang.”

Kirana tersenyum. Ia melihat kilau bahagia di mata putrinya. “Boleh. Tapi kamu jangan nyusahin Om Alga, ya?”

“Oke, Mama!” Gita memeluk Kirana singkat sebelum kembali berlari keluar.

Kirana memandangi mereka dari ambang pintu. Ada perasaan hangat yang tidak bisa ia jelaskan. Bukan cemburu. Bukan takut kehilangan. Melainkan rasa syukur, bahwa di tengah reruntuhan hidupnya, masih ada orang-orang baik yang datang tanpa niat melukai.

Sementara itu, di tempat lain, Rafka menjalani hari-hari yang jauh berbeda.

Setelah perceraian, hidupnya seperti kehilangan arah. Pekerjaannya sebagai mandor tetap berjalan, tetapi semangatnya menguap. Ia sering datang terlambat, sering melamun, dan kehilangan fokus. Rekan-rekannya mulai menyadari perubahan itu.

Di kamar kontrakan kecil yang kini ia tempati, Rafka sering duduk sendirian di tepi ranjang. Tidak ada suara tawa anak. Tidak ada aroma masakan rumah. Yang ada hanya sunyi dan penyesalan yang berputar-putar di kepalanya.

Rafka menyesal. Dia menyadari sesuatu yang terlambat, bahwa ia telah menghancurkan satu-satunya rumah yang benar-benar menerima dirinya apa adanya.

Rafka menolak menikahi Kinanti. Keputusan itu ia sampaikan dengan dingin, tanpa basa-basi.

“Hubungan kita bukan karena cinta,” ucap Rafka saat itu. “Bukan juga karena saling membutuhkan. Kita cuma… bersenang-senang. Dan itu tidak cukup untuk dijadikan rumah.”

Kinanti mengamuk. Menangis. Memaki.

Namun, Rafka sudah kebal. Hatinyalah yang justru mati rasa.

Pak Darma dan Bu Maya murka ketika mengetahui keputusan itu. Bagi mereka, Rafka adalah sumber kehancuran. Bukan hanya merusak rumah tangga Kirana, tetapi juga menyeret nama keluarga ke dalam aib yang tak mudah dihapus.

Rafka kehilangan segalanya dalam satu waktu—istri, anak, keluarga, dan harga dirinya sendiri.

Suatu malam, Rafka duduk di teras kontrakannya. Ia menatap langit gelap, mencoba mengingat tawa Gita, senyum Kirana, dan rumah yang dulu ia sebut tempat pulang.

“Seandainya aku tidak sebodoh itu,” gumamnya pelan.

Namun, hidup tidak memberi kesempatan kedua untuk waktu yang telah berlalu.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!