Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.
Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.
Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 : JEJAK DONI DI PERUSAHAAN BUBAR
Sinar matahari pagi yang lembut menyinari ruang arsip UMKM Connect, di mana Rania sedang menyortir berkas-berkas lama yang baru saja ditemukan dari gudang penyimpanan Prima Teknologi. Setelah beberapa jam menyortir, dia menemukan sebuah folder bundel dengan label tangan yang sudah memudar: “DATA KARYAWAN PRIMA TEKNOLOGI – PERIODE 2005-2010”. Dengan hati-hati dia membukanya, dan wajahnya langsung berubah menjadi campuran terkejut dan kekaguman ketika melihat sebuah nama yang sangat akrab: Doni Pratama – Staf Pengembangan Sistem & Riset.
“Tidak mungkin…” bisik Rania dengan suara penuh kekaguman dan sedikit kebingungan. Dia cepat mengambil telepon dan menghubungi Reza yang sedang berada di ruang server. “Reza, kamu harus segera datang ke ruang arsip sekarang! Saya menemukan sesuatu yang akan mengubah semua pemahaman kita tentang Doni!”
Dalam beberapa menit, Reza tiba di ruangan dengan wajah penuh rasa penasaran. Dia melihat langsung pada daftar nama yang ada di folder tersebut dan mengangguk perlahan. “Ya, Rania. Saya juga tidak menyangka – Doni pernah bekerja di Prima Teknologi sebelum perusahaan itu bubar beberapa tahun yang lalu.”
Rania merasa jantungnya berdebar kencang. Bagaimana bisa Doni tidak memberitahu dia tentang hubungan ini? Semua yang terjadi sepertinya semakin mengungkap lapisan demi lapisan sejarah yang lebih dalam dari yang pernah mereka bayangkan.
“Kita harus mencari tahu lebih banyak tentang masa kerja Doni di Prima Teknologi,” ucap Rania dengan suara penuh tekad. “Kita tidak bisa lagi bekerja dalam ketidaktahuan – setiap detail penting bagi usaha kecil yang kita bantu.”
Beberapa hari kemudian, setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan bantuan Dewi yang ahli dalam sejarah perusahaan, mereka menemukan bahwa Doni tidak hanya bekerja sebagai staf biasa di Prima Teknologi. Dokumen-dokumen lama yang mereka temukan menunjukkan bahwa Doni pernah menjadi bagian dari tim inti yang bekerja sama dengan ayah Rania untuk mengembangkan sistem pendukung usaha kecil pada masa itu.
“Saya menemukan surat-surat pribadi dari ayahmu kepada tim Prima Teknologi pada masa itu,” ucap Dewi dengan suara penuh perhatian. “Di dalamnya tertulis tentang bagaimana mereka ingin membantu usaha kecil tidak hanya dengan teknologi, tapi juga dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kekayaan intelektual mereka.”
Rania merasa semakin terkejut ketika menemukan sebuah foto lama di dalam folder tersebut – foto ayahnya bersama dengan beberapa karyawan Prima Teknologi, termasuk seorang muda yang jelas adalah Doni dengan wajah yang lebih muda dan penuh semangat. “Ini benar-benar dia,” bisik Rania dengan mata yang berkaca-kaca. “Bagaimana bisa dia tidak memberitahu kita tentang ini?”
Pada hari yang sama, mereka menghubungi Pak Budi Santoso yang kini sudah bergabung dengan tim mereka. Pak Budi melihat foto tersebut dan langsung mengenali wajah-wajah di dalamnya. “Ya, itu adalah masa-masa awal Prima Teknologi,” ucapnya dengan suara penuh kenangan. “Doni adalah salah satu staf terbaik kami saat itu – dia sangat peduli dengan usaha kecil dan selalu mencari cara untuk membantu mereka berkembang tanpa memikirkan keuntungan semata.”
Dia melanjutkan cerita tentang bagaimana Doni pernah menjadi bagian dari tim yang membantu usaha keluarga Rania pada masa itu. “Kita semua bekerja keras untuk membuat sistem yang tidak hanya bermanfaat bagi usaha besar, tapi juga bisa dijangkau oleh usaha kecil,” ucap Pak Budi dengan suara penuh nostalgia. “Kita ingin membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang benar-benar membantu mereka, bukan hanya menjadi beban.”
Rania mendengar semua cerita ini dengan penuh perhatian. Setiap kata yang keluar dari mulut Pak Budi semakin membuka mata dia tentang bagaimana sejarah yang panjang telah menghubungkan keluarga dia dengan usaha yang kini mereka bangun bersama.
“Ketika kita memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Prima Teknologi pada masa itu,” lanjut Pak Budi dengan suara yang semakin lembut, “kami merasa bahwa ada sesuatu yang harus dilanjutkan. Dan sekarang saya melihat bahwa kamu semua telah melanjutkannya dengan cara yang lebih baik dari yang pernah kami bayangkan.”
Rania merasa hati nya menjadi hangat mendengar kata-kata tersebut. Semua yang terjadi ternyata bukan hanya kebetulan – ada benang merah yang menghubungkan semua peristiwa ini menjadi satu kesatuan yang utuh.
“Kita harus memberitahu semua usaha kecil tentang hal ini,” ucap Rania dengan suara penuh semangat. “Mereka harus tahu bahwa apa yang mereka lakukan sekarang adalah kelanjutan dari semangat yang sudah ada jauh sebelum mereka mulai usaha mereka sendiri.”
Beberapa hari kemudian, mereka mengadakan pertemuan dengan seluruh tim UMKM Connect dan beberapa perwakilan usaha kecil yang pernah mendapatkan bantuan dari Prima Teknologi. Ruangan penuh dengan wajah-wajah yang penuh dengan harapan dan rasa kagum ketika mendengar cerita tentang hubungan yang mendalam antara masa lalu dan masa kini.
“Kita semua adalah bagian dari sebuah cerita yang sama,” ucap Rania dengan suara penuh semangat saat berdiri di depan mereka. “Semangat untuk membantu usaha kecil berkembang bukan hanya datang dari kita sekarang, tapi sudah ada jauh sebelum kita mulai – dan itu adalah hal yang harus kita lestarikan.”
Pak Joko dari Warung Makan ‘Cita Rasa’ berdiri dengan penuh semangat. “Kami semua ingat betul bagaimana bantuan dari Prima Teknologi dulu membantu kami bertahan,” ucapnya dengan suara penuh rasa hormat. “Dan sekarang dengan bantuan dari UMKM Connect, kami merasa seperti kembali mendapatkan kekuatan yang sama untuk berkembang lebih jauh.”
Bu Sri dari usaha kerajinan tangan juga berdiri dengan bangga. “Kami semua tahu bahwa kerja sama yang didasari oleh niat baik akan selalu membawa manfaat yang besar,” ucapnya dengan suara penuh keyakinan. “Kita semua adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.”
Pada malam hari setelah pertemuan tersebut, Rania dan Reza duduk bersama di taman belakang kantor. Mereka melihat ke langit yang sudah mulai gelap dengan bintang-bintang yang bersinar. “Semua ini benar-benar luar biasa,” ucap Rania dengan suara penuh rasa syukur. “Semua yang terjadi ternyata memiliki hubungan yang dalam dengan masa lalu kita.”
Reza menyandarkan pundaknya pada dinding dengan lembut. “Ya, Rania. Semua yang kita lakukan sekarang adalah kelanjutan dari apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang hebat sebelum kita. Kita hanya melanjutkan semangat mereka untuk membantu usaha kecil berkembang.”
Rania mengangguk dengan penuh pemahaman. “Dan kita akan terus melakukannya dengan cara yang benar – dengan memperhatikan setiap detail dan memastikan bahwa setiap usaha kecil mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berkembang.”
Keesokan harinya, mereka kembali ke ruang arsip untuk memeriksa lebih lanjut dokumen-dokumen yang belum mereka teliti. Di sana, Rania menemukan sebuah buku catatan harian yang pernah dimiliki oleh Doni ketika bekerja di Prima Teknologi. Di dalamnya tertulis tentang bagaimana dia bekerja dengan tim untuk membantu usaha kecil dengan teknologi yang tepat.
“Lihat ini Reza,” ucap Rania dengan suara penuh kegembiraan. “Di sini tertulis tentang bagaimana mereka membantu usaha kecil dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka – bukan hanya memberikan teknologi semata.”
Reza melihat dengan kagum pada isi buku catatan tersebut. “Ini benar-benar merupakan warisan yang luar biasa,” ucapnya dengan penuh rasa hormat. “Mereka benar-benar peduli dengan kesuksesan usaha kecil, bukan hanya mencari keuntungan sendiri.”
Setelah menyelesaikan pemeriksaan dokumen, mereka menemukan bahwa Doni tidak hanya bekerja di Prima Teknologi, tapi juga pernah menjadi bagian dari tim yang membantu usaha keluarga Rania pada masa lalu. “Ini menjelaskan mengapa sistem yang mereka buat dulu begitu mudah untuk kita integrasikan,” ucap Dewi yang juga ikut membantu dalam penyelidikan. “Mereka sudah memiliki dasar yang kuat dalam membantu usaha kecil.”
Rania merasa hati nya menjadi hangat mendengar hal ini. Semua yang terjadi sepertinya sudah direncanakan untuk membawa manfaat bagi banyak orang. “Kita harus berterima kasih pada semua orang yang telah membantu sebelum kita,” ucap Rania dengan suara penuh rasa syukur. “Tanpa mereka, kita tidak akan bisa mencapai apa yang kita capai sekarang.”
Mereka semua berkumpul kembali di ruang rapat untuk membahas temuan baru ini. Doni yang baru saja tiba dari luar kota langsung mendengar berita ini dan merasa sangat terkejut. “Saya tidak pernah menyangka bahwa semua ini masih ada dan bisa membantu usaha kecil seperti sekarang,” ucap Doni dengan suara penuh rasa syukur. “Saya sangat senang melihat bahwa apa yang kita mulai dulu masih terus memberikan manfaat bagi banyak orang.”
Rania melihat pada Doni dengan mata yang penuh pemahaman. “Kita semua adalah bagian dari sebuah cerita yang sama,” ucap Rania dengan suara penuh semangat. “Kita semua bekerja untuk tujuan yang sama – membantu usaha kecil berkembang dengan cara yang benar.”
Doni mengangguk dengan penuh rasa hormat. “Ya, kita semua bekerja untuk tujuan yang sama. Dan sekarang dengan semua temuan ini, kita bisa membuat sistem yang lebih baik lagi untuk membantu mereka.”
Pada malam hari itu, mereka semua berkumpul di rumah makan keluarga Rania yang dulu pernah mendapatkan bantuan dari Prima Teknologi. Pak Sutiono, pemilik rumah makan tersebut, melihat mereka dengan senyum hangat. “Kita semua tahu bahwa bantuan yang diberikan oleh Prima Teknologi dulu benar-benar datang dari hati yang tulus,” ucapnya dengan suara penuh penghargaan. “Dan sekarang dengan bantuan dari UMKM Connect, kita merasa seperti kembali mendapatkan kekuatan yang sama untuk berkembang.”
Rania merasa sangat bersyukur melihat semua ini. Semua yang terjadi ternyata adalah bagian dari sebuah rencana yang lebih besar – sebuah rencana untuk membantu usaha kecil berkembang dengan cara yang benar dan sesuai dengan nilai-nilai yang telah mereka anut sejak lama.
“Kita akan terus bekerja untuk membantu usaha kecil dengan cara yang benar,” ucap Rania dengan suara penuh tekad saat berdiri di depan semua orang yang ada di sana. “Kita akan memastikan bahwa setiap usaha kecil mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan untuk berkembang – karena kita semua adalah bagian dari satu komunitas yang sama.”
Semua orang memberikan tepukan yang penuh semangat. Mereka tahu bahwa mereka semua bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri – sebuah komunitas yang terbentuk dari semangat yang sama untuk membantu usaha kecil berkembang dengan cara yang benar dan sesuai dengan nilai-nilai lokal.