NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#4

Malam di Chicago terasa sangat tenang bagi Lyodra Taylor. Kejadian beberapa waktu lalu, saat sebuah nama asing—Ello—meluncur begitu saja dari bibirnya setelah mimpi buruk, kini telah menguap seperti embun tersengat matahari.

Amnesianya begitu rapat. Otak Lyodra seolah memiliki mekanisme pertahanan diri yang sangat kuat; setiap kali fragmen masa lalu mencoba mengetuk, pintu kesadarannya segera terkunci kembali.

Kini, ia tidak lagi mengingat nama itu. Ia tidak lagi bertanya-tanya tentang pria dalam mimpinya. Bagi Lyodra yang sekarang, dunianya hanya sebatas dinding kamar VIP rumah sakit dan wajah-wajah penuh kasih dari keluarganya. Ia kembali menjadi kanvas kosong, benar-benar bersih dari memori tentang motor besar, teknik mesin, ataupun cinta masa remajanya.

Namun, di belahan kota lain, di bawah langit New York yang angkuh, seseorang masih terjebak dalam pusaran waktu yang sama.

Archello Dominic duduk di ruang kerjanya yang luas, namun temaram. Di hadapannya, sebuah layar ponsel menyala, menampilkan profil media sosial yang sudah empat tahun tidak pernah ia perbarui. Foto profil itu adalah jantung dari segala rasa sakitnya.

Dalam foto itu, dua orang berdiri bersisian di samping sebuah motor sport besar. Keduanya mengenakan helm dengan kaca gelap yang tertutup rapat, menyembunyikan identitas mereka dari dunia. Archello mengenakan helm hitam legam, sementara sosok di sampingnya—gadis yang tinggi badannya hanya sebatas bahunya mengenakan helm putih bersih. Tangan gadis itu membuat Love dengan tangan nya, sebuah gestur sederhana yang dulu membuat Archello merasa seperti pria paling beruntung di dunia.

Archello mengusap layar ponselnya. Jemarinya berhenti tepat di atas helm putih itu. Baginya, foto ini adalah satu-satunya bukti bahwa ia pernah memiliki "hidup" sebelum ia berubah menjadi mesin bisnis yang dingin seperti sekarang.

"Archello?"

Suara lembut itu memecah keheningan. Archello tidak terkejut, namun ia juga tidak segera mematikan layar ponselnya. Ia hanya menoleh sedikit, mendapati Oliver Bernardo berdiri di ambang pintu dengan nampan berisi teh herbal dan beberapa keping biskuit.

Oliver melangkah masuk dengan anggun. Rambutnya yang tertata rapi dan senyumnya yang tulus memberikan kontras yang tajam pada ruangan Archello yang suram.

Sejak kepindahannya ke New York setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri bersama ayahnya, Oliver benar-benar menjadi sosok tunangan yang sempurna—setidaknya di mata publik dan keluarga. Ia perhatian, tidak banyak menuntut, dan memiliki kesabaran seluas samudra menghadapi sikap dingin Archello.

"Kau belum tidur? Ini sudah hampir jam dua pagi," ucap Oliver sambil meletakkan nampan di meja.

Mata Oliver secara tidak sengaja tertuju pada layar ponsel Archello yang masih menyala. Ia sudah sering melihat foto itu. Foto yang selalu menjadi misteri baginya. Selama ini ia hanya diam, namun rasa penasaran sebagai seorang wanita akhirnya mengusik ketenangannya.

"Archello," panggilnya pelan. "Boleh aku bertanya sesuatu? Aku sudah lama ingin menanyakannya, tapi takut menyinggungmu."

Archello hanya menatapnya dengan pandangan datar, memberi isyarat agar Oliver melanjutkan.

Oliver menunjuk ke arah foto profil di ponsel itu. "Gadis dengan helm putih itu... siapa dia? Mengapa kau tidak pernah mengganti fotonya bahkan setelah bertahun-tahun?"

Archello terdiam. Rahangnya mengeras sesaat, namun ia tetap membisu.

Oliver mencoba menebak dengan nada ceria, berusaha mencairkan suasana. "Apakah itu Catherine? Sepupumu yang dari London itu? Aku ingat Bibi Beatrice pernah bilang kalian seumuran dan dulu sangat akrab saat masih sekolah. Dia juga hobi mengoleksi barang-barang otomotif, kan? Aku rasa itu foto kalian saat kalian masih remaja nakal yang suka balapan."

Mendengar nama Catherine, Archello merasa ada sesuatu yang pahit menyumbat tenggorokannya. Nama itu adalah pelarian yang sempurna, sebuah kebohongan yang mudah untuk diterima. Namun, ia tidak bisa mengiyakannya. Ia tidak ingin mengotori memori Lyodra dengan identitas orang lain.

"Bukan. Bukan dia," jawab Archello singkat. Suaranya rendah dan serak.

"Oh, jadi bukan sepupumu?" Oliver sedikit terkejut. "Lalu siapa? Teman kuliah? Dia terlihat sangat mencintaimu di foto itu."

Archello mematikan layar ponselnya dengan gerakan kasar. "Hanya masa lalu yang sudah mati, Oliver. Tidak perlu dibahas."

Oliver tertegun. Ia bisa merasakan duka yang amat dalam memancar dari kata-kata itu. Meskipun Archello berkata "sudah mati", Oliver bisa melihat bahwa bagi Archello, sosok itu jauh lebih hidup daripada siapapun yang ada di ruangan ini sekarang.

Namun, Oliver bukan gadis yang mudah menyerah atau picik. Ia tidak merasa cemburu yang meledak-ledak.

Sebaliknya, hatinya justru merasa sakit melihat tunangannya begitu menderita karena sebuah kenangan. Oliver adalah gadis yang benar-benar baik; ia dibesarkan dengan kasih sayang oleh ayahnya, jauh dari manipulasi kakeknya yang haus kekuasaan.

Baginya, jika Archello memiliki luka, maka tugasnya sebagai pendamping adalah membantu menyembuhkannya, bukan menambah beban.

"Maafkan aku jika aku terlalu ingin tahu," ucap Oliver dengan tulus. Ia melangkah mendekat, berdiri tepat di samping kursi Archello. "Aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam, Archello. Bukan untuk menggantikan siapapun, tapi agar aku tahu bagaimana cara berdiri di sampingmu tanpa membuatmu merasa terganggu."

Ia meletakkan tangannya di atas bahu Archello sejenak, memberikan remasan lembut sebelum menariknya kembali. "Minumlah tehnya. Aku membuatnya agar kau bisa tidur lebih nyenyak. Aku tidak akan bertanya lagi soal foto itu jika itu membuatmu tidak nyaman."

Archello mendongak, menatap Oliver. Untuk pertama kalinya, ia melihat betapa tulusnya sorot mata gadis di depannya ini. Oliver tidak memiliki agenda tersembunyi. Ia tidak tahu bahwa ia sedang dipersiapkan menjadi pengganti dari seorang gadis yang "dibunuh" oleh keluarganya sendiri. Oliver benar-benar hanya ingin mencintai Archello.

"Terima kasih, Oliver," gumam Archello.

Oliver tersenyum lebar. Itu adalah kata-kata terpanjang yang ia terima malam ini. Sebelum keluar dari ruangan, Oliver sempat berbalik.

"Suatu saat nanti, Archello... aku akan membuatmu menatapku bukan karena kau terpaksa, atau karena kita terikat pertunangan ini. Tapi karena kau memang ingin menatapku sebagai istrimu. Aku akan menunggumu sembuh, berapa lamapun itu."

Setelah pintu tertutup, Archello terdiam lama. Ia menatap cangkir teh yang masih mengepulkan uap. Oliver adalah gadis yang terlalu baik untuk pria yang hancur sepertinya.

Ada rasa bersalah yang mulai merayap di hati Archello; ia merasa sedang menyeret Oliver ke dalam kegelapannya.

Sementara itu, di Chicago, Lyodra baru saja menyelesaikan makan malamnya dengan bantuan ibunya. Ia tertawa kecil saat Edric menceritakan lelucon tentang rekan kerjanya. Tidak ada kesedihan, tidak ada duka. Amnesianya adalah perlindungan sekaligus penjara.

"Mommy," panggil Lyodra. "Apakah aku dulu orang yang bahagia?"

Ibunya terhenti sejenak saat merapikan baki makanan. "Tentu saja, sayang. Kau adalah kebahagiaan terbesar kami. Kenapa kau bertanya begitu?"

"Hanya saja... kadang aku merasa ada sesuatu yang kosong di sini," Lyodra menyentuh dadanya. "Tapi setiap kali aku mencoba mencarinya, aku tidak menemukan apa-apa. Mungkin itu hanya karena aku terlalu lama tidur."

Ibunya tersenyum getir, menahan air mata yang hampir jatuh. "Ya, sayang. Kau hanya butuh waktu untuk mengisi 'kekosongan' itu dengan kenangan-kenangan baru bersama kami. Lupakan yang lama, mulailah yang baru."

Lyodra mengangguk patuh. Ia tidak tahu bahwa "kekosongan" itu adalah ruang yang seharusnya diisi oleh bayinya yang telah tiada dan pria yang kini sedang memandangi fotonya di New York. Ia tidak tahu bahwa di balik senyum ibunya, ada kebohongan besar yang sedang dipelihara dengan rapi.

Malam itu, Lyodra tidur dengan nyenyak tanpa mimpi. Sementara di New York, Archello terjaga sambil memegang cangkir teh dari Oliver, menatap langit malam yang kelam, merindukan seseorang yang dunianya sendiri telah melupakannya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!