NovelToon NovelToon
Cinta Sang Dokter Tampan

Cinta Sang Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dokter Genius / Balas Dendam
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Suatu hari Olivia Donovan diculik oleh orang tak dikenal dan hampir dibunuh. Saat melarikan diri, ia jatuh ke sungai dan diselamatkan oleh seorang dokter tua bernama Doctor Johnson. Karena luka parah, ia mengalami amnesia dan hidup dengan identitas baru sebagai Amelia Johnson.

Selama tinggal di desa, Amelia membantu Doctor Johnson merawat pasien dan kemudian jatuh cinta dengan Mateo. Namun kebahagiaan itu berakhir ketika Mateo meninggal dalam kecelakaan. Kejadian tersebut membuat ingatan Amelia kembali sebagai Olivia Donovan.

Menyadari keluarganya hancur dan perusahaannya direbut setelah ia dinyatakan mati,
Olivia bertekad mengambil kembali semuanya. Dalam perjalanannya, Ethan Smith menawarkan bantuan untuk membalas musuh-musuhnya, tetapi dengan satu syarat: Olivia harus menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 - Temukan Jati Dirimu

Masa Sekarang.

Amelia menyadari bahwa banyak orang dari desa datang ke pegunungan untuk menemui Dokter Johnson.

Ia bisa melihat bahwa ia adalah dokter yang baik dan sangat mengesankan. Ia membantu menyiapkan segala hal yang dibutuhkan sambil merawat para pasien.

Seorang gadis kecil masuk bersama ibunya, tetapi Dokter Johnson meminta izin untuk pergi sebentar.

Gadis kecil itu tersenyum kepadanya dan berkata dengan kagum, "Kakak cantik sekali."

Amelia menjawab, "Terima kasih." Ia melihat bercak-bercak pada kulit gadis kecil itu, jadi ia secara otomatis memeriksa denyut nadinya.

Lalu ia menoleh kepada ibunya dan bertanya, "Apakah dia sebelumnya demam? Jika ya, sudah berapa kali?"

Ibunya berpikir sejenak lalu menjawab, "Dia demam selama seminggu, biasanya muncul sehari lalu hilang. Dan terus seperti itu, datang dan pergi."

Amelia memperhatikan kulit gadis kecil itu dengan teliti...

"Ada apa, Amelia?" tanya Dokter Johnson ketika ia kembali dan melihat Amelia memeriksa gadis kecil itu dengan sangat teliti seperti seorang ahli.

"Dokter Johnson, dia memiliki gejala Demam Berdarah," kata Amelia dengan yakin.

Dokter Johnson sudah mengamati Amelia selama beberapa hari. Gadis itu sangat berpengetahuan dan sangat menguasai istilah medis, sehingga ia menduga bahwa Amelia adalah seorang dokter. Ia juga mengetahui banyak hal tentang obat-obatan bahkan tentang tanaman herbal.

Hari demi hari berlalu, dan Amelia sudah menyesuaikan diri dengan baik. Luka-lukanya hampir sembuh, dan ia senang membantu Dokter.

Ia juga belajar banyak dari Dokter Johnson mengenai hal-hal medis.

"Mengapa Dokter berada di sini? Maksudku, Dokter pasti seorang dokter hebat, dan aku yakin Dokter bisa menjadi terkenal jika berpraktik di kota," tanya Amelia dengan rasa penasaran.

Dokter Johnson tersenyum kepadanya dan memberi isyarat agar ia duduk di sampingnya.

"Ada cerita dibaliknya, nak, tetapi jika kau mau mendengarkannya, maka aku akan menceritakannya," kata Dokter Johnson.

Amelia sangat penasaran, jadi ia menjawab, "Ya, ceritakan semuanya, Dokter."

Amelia terkejut ketika Dokter menceritakan kisahnya. Ia ternyata sedang bersembunyi dari

orang-orang tertentu.

Beberapa bulan berlalu dengan tenang, tetapi ingatan Amelia belum juga kembali. Hampir satu tahun berlalu, dan masih belum ada perkembangan. Hal terburuknya adalah Dokter Johnson, yang hampir menjadi seperti ayah baginya, jatuh sakit dan hanya memiliki sedikit waktu untuk hidup.

Amelia menangis dengan keras... Tetapi ia tahu bahwa tidak ada banyak harapan dengan kondisi Dokter Johnson.

......

Suatu hari, seorang tamu datang. Ia adalah Roland Garcia, kepala Keluarga Garcia, yang telah lama ditunggu oleh Dokter Johnson.

Dokter Johnson adalah orang yang sangat penting bagi Keluarga Garcia karena ia merupakan kunci dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi keluarga mereka. Hanya dengan begitu mereka bisa melangkah maju dan mulai hidup dengan bebas.

Amelia bersembunyi di balik pintu dan menangis pelan ketika ia mendengar bagaimana Dokter Johnson mempercayakan perlindungannya kepada Keluarga Garcia.

Ia tidak bisa menahannya lagi dan berlari masuk untuk memeluk Dokter Johnson.

"Tolong, ikutlah bersama kami..." pintanya.

Tetapi Dokter Johnson hanya tersenyum kepadanya dan berkata, "Tidak apa-apa, nak. Kau tahu betapa aku mencintai tempat ini, dan tidak ada yang lebih aku inginkan selain meninggal di tempat ini. Ini adalah rumahku."

Amelia menangis dengan keras, dan dengan suara terbata-bata ia berkata, "Kalau begitu aku akan tinggal bersamamu sampai akhir. Aku tidak akan pergi, aku akan tetap di sini!"

Dokter Johnson mengerutkan keningnya dan berkata, "Jangan keras kepala, nak, dan biarkan aku pergi dengan tenang, ya? Tolong, pergilah dan temukan jati dirimu. Ikuti keinginanku, apakah kau mau? Kau wanita yang kuat, jadi teruslah hidup. Keluarga Garcia akan membantumu. Selain itu, kau juga harus keluar dari sini, bertemu orang-orang, dan pergi ke berbagai tempat yang bisa membantumu mengingat masa lalumu."

"Kau bisa membuatku bahagia jika kau mengikuti permintaanku, nak. Jadi tolong patuhi aku dan ikuti keinginanku," tambah Dokter Johnson yang kini juga menangis.

**Kediaman Keluarga Garcia**

Amelia melihat ke dalam rumah besar Keluarga Garcia. Ia merasakan suasana tempat itu terasa akrab meskipun ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.

"Mengapa aku merasa seperti pernah tinggal di rumah besar sebelumnya?" gumamnya sambil melihat sekeliling.

Ia diperkenalkan kepada anggota keluarga yang lain oleh Tuan Besar Garcia.

"Anggap saja ini rumahmu, Amelia, dan jangan ragu untuk bertanya kepada siapa pun di keluarga ini tentang apa pun. Rosa, tolong bantu Amelia menetap di kamarnya. Mulai sekarang ini akan menjadi rumah barumu. Dan jangan khawatir, kami akan membantumu dengan apa pun yang kau butuhkan," kata Tuan besar Garcia, yang telah dipercaya oleh Dokter Johnson untuk menjaga keselamatannya.

Semua orang sangat ramah kepadanya, terutama para menantu perempuan Tuan besar Garcia yang menghiburnya dengan baik.

"Sudah diputuskan, Amelia akan ikut dengan kita malam ini supaya kita bisa memperkenalkannya kepada Mateo," kata Rosa, istri cucu kedua Tuan besar Garcia sambil mengedipkan mata.

Amelia memberi mereka senyum malu-malu.

"Astaga, kau sangat pendiam. Kami tidak akan menggigitmu, jadi silahkan berbicara dengan bebas kepada kami," kata Charlotte, istri cucu tertua Tuan besar Garcia sambil tersenyum.

Mereka sampai di helipad dan masuk ke dalam helikopter, jadi Amelia bertanya, "Kita akan pergi ke mana?"

"Kita akan pergi ke Pulau milik Kak Lucas. Itu pulau pribadi, dan Rosa mengatakan tempatnya sangat indah," jawab Charlotte.

Setelah satu jam, mereka tiba di pulau itu, dan memang benar tempat itu luar biasa. Mereka tiba sebelum matahari terbenam, dan pemandangan matahari terbenam sangat indah untuk dilihat.

Ia melihat tiga pasangan yang tampak begitu serasi di depannya. Tiga pria dari Keluarga Garcia bersama istri mereka terlihat sangat bahagia.

"Hei, berhentilah terlalu bermesraan, dan kasihanilah Amelia," kata William, cucu ketiga Tuan besar Garcia dengan nada bercanda dramatis ketika ia melihat Amelia tersipu saat memandang Rosa dan Lucas.

Lalu seorang pria muncul dan memberi tahu Lucas bahwa helikopter Mateo sudah mendarat.

"Teman-teman, aku akan menjemputnya dulu," kata Lucas sebelum ia pergi.

Beberapa menit kemudian, Lucas kembali bersama seorang pria. Ketika Amelia melihatnya, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.

Untuk pertama kalinya sejak ia membuka matanya di rumah Dokter Johnson, ia merasakan sesuatu yang aneh. Ia merasa lebih gugup dari biasanya, dan ia tidak bisa menatap pria itu secara langsung. Matanya indah dan penuh ekspresi, dan bibirnya melengkung dengan sempurna.

"Apa yang terjadi padaku?" pikirnya. Perasaan itu terasa baru baginya.

Lucas memperkenalkannya kepada Mateo dan berkata, "Mateo, ini Amelia, sepupuku. Amelia, ini Mateo, teman kami."

"Hai," sapa Mateo sambil mengulurkan tangannya.

Amelia mengeluarkan senyum malu-malu dan menerima tangan Mateo.

"Ada sesuatu yang salah dengan wajahnya. Dia terlihat sakit," pikir Amelia dalam hati ketika ia menatap wajah Mateo yang pucat.

1
Nurjannah Rajja
bagussss👍👍
Mita Paramita
Olivia ga sadar lagi mabuk 🤣kalo udah langsung malu tuh 🤣🤣🤣
Mita Paramita
awas Olivia nanti benci jadi cinta 🤣🤣🤣
lerry
dobel update dong Thor, nanggung nihh🙏🙏
Afifah Ghaliyati
ayo Amelia balaskan dendammuu💪
Coutinho
next chapter please
Rahmawati
selamat atas peluncuran karya barunya torr👍👍
Alicia
pokoknya doa terbaik buat author dan karyanya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!