NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 - SAAT KEBENARAN MULAI TERUNGKAP

PAGI HARI - KANTOR MAHENDRA GROUP

Akselia hampir tidak tidur semalam. Matanya merah, tangan gemetar saat memegang kopi. Diana sudah mengirim semua file bukti, yang berupa rekaman, foto, dokumen keuangan ilegal Kevin. Semua siap disebarkan ke media.

Tinggal sekali klik.

Tapi ada yang mengganjal di dada Akselia, sesuatu yang membuatnya ragu.

Ponselnya berdering, nama Kevin memanggil.

Akselia menatap layar lama sebelum mengangkat. "Halo?"

"Selia." Suara Kevin terdengar... aneh. Datar, dingin, sangat berbeda dari kemarin malam. "Kita harus ketemu, sekarang! Di kantorku."

Jantung Akselia langsung waspada. "Ada apa?"

"Kamu akan tahu kalau kamu datang." Sambungan terputus.

Akselia menatap ponsel dengan tangan dingin. Mungkinkah Kevin tahu? Entah bagaimana nanti... Mungkin memang dia sudah tahu.

Dia bergegas ke ruang Arjuna.

"Pak, saya harus ke kantor Kevin sekarang. Dia... saya rasa dia sudah tahu."

Arjuna berdiri cepat. "Kalau begitu jangan pergi sendirian, terlalu berbahaya."

"Saya harus pergi, ini satu-satunya cara tahu seberapa banyak yang dia tahu." Akselia menatap Arjuna. "Tapi tolong... kalau saya tidak hubungi dalam satu jam, hubungi polisi."

"Selia..."

"Saya akan baik-baik saja, Pak." Dia tersenyum tipis, senyum yang tidak mencapai mata. "Percaya saya."

***

KANTOR PRATAMA CORPORATION - RUANG KERJA KEVIN

Akselia masuk ke gedung dengan langkah tegap meski jantungnya berdebar keras. Resepsionis langsung mengizinkannya naik, seperti sudah diperintahkan sebelumnya.

Di lantai paling atas, ruang kerja Kevin. Mewah dengan jendela besar menghadap kota, meja kayu mahoni, dan sofa kulit di sudut.

Kevin berdiri membelakangi pintu, tangan di saku celana, menatap keluar jendela.

"Masuk," katanya tanpa menoleh. "Dan tutup pintunya."

Akselia masuk, lalu menutup pintu. Tapi tidak menguncinya... Supaya jalur pelarian tetap terbuka lebar.

Kevin berbalik perlahan. Wajahnya... tidak ada senyum, tidak ada kehangatan. Hanya tatapan tajam yang menusuk.

Di tangannya, ada sebuah map cokelat tebal.

"Kamu tahu apa ini?" tanyanya sambil mengangkat map itu.

Akselia tidak menjawab, jantungnya berdetak sangat cepat.

Kevin membuka map itu, mengeluarkan beberapa lembar kertas. "Laporan detektif swasta yang Karina sewa. Tentangmu, tentang Selia Ananta."

Dia lempar kertas-kertas itu ke meja... menyebar berantakan.

"Selia Ananta, lahir di Yogyakarta dua puluh delapan tahun lalu. Mantan atlet bela diri, pindah Jakarta tiga bulan lalu." Kevin berjalan mendekat, setiap langkahnya seperti predator mengepung mangsa. "Tapi ada yang aneh, tidak ada catatan medis, tidak ada catatan sekolah, tidak ada jejak digital sebelum tiga bulan lalu. Seperti... kamu tiba-tiba muncul dari udara."

Akselia tetap diam, topeng Selia masih terpasang rapat.

"Jadi aku minta detektif itu gali lebih dalam." Kevin sudah sangat dekat, sekarang hanya sejengkal di depan Akselia. "Dan tahu apa yang mereka temukan?"

Dia keluarkan satu foto lagi. Foto lama, Akselia dengan rambut panjang, tersenyum lebar, berdiri di depan dojo. Foto saat dia masih jadi Akselia Kinanti.

"Mereka temukan foto ini di arsip kompetisi bela diri tiga tahun lalu. Perempuan di foto ini namanya Akselia Kinanti, mantan juara tujuh kali berturut-turut." Kevin menatap foto itu, lalu menatap Akselia. "Dan perempuan ini... sangat mirip denganmu."

Akselia merasakan dunia berputar. Tapi dia tidak bergerak, tidak berbicara.

Kevin tertawa... tawa pahit tanpa kegembiraan. "Pertama aku pikir cuma kebetulan, tapi lalu aku ingat sesuatu." Dia melangkah lebih dekat lagi, wajahnya hanya seinchi dari wajah Akselia. "Aku ingat, setahun lalu aku pernah kenal seorang pelayan restoran. Perempuan baik, lembut, mudah percaya."

Napas Akselia tercekat.

"Dia jatuh cinta padaku. Dan aku... aku pakai dia, untuk mengisi waktu, untuk mengusir kesepian." Kevin tersenyum miris. "Lalu aku buang dia saat aku tidak butuh lagi, seperti sampah."

Akselia masih tidak bicara. Tapi matanya mulai berair... bukan karena sedih, tapi karena amarah yang tertahan terlalu lama.

"Namanya Akselia Kinanti." Kevin mengangkat foto itu di samping wajah Akselia, membandingkan. "Dan kamu... kamu dia, kan?"

Hening yang sangat panjang.

Lalu perlahan Akselia tersenyum, senyum dingin yang membuat Kevin mundur satu langkah.

"Akhirnya kamu ingat," katanya dengan suara yang berbeda. Bukan lagi suara Selia yang kuat dan tegas. Tapi suara Akselia yang dulu lembut, sekarang dilapisi baja. "Butuh waktu cukup lama, Kevin. Aku sudah di depan matamu berbulan-bulan, dan kamu tidak sadar."

Kevin menatapnya dengan mata melebar. "Jadi benar... kamu..."

"Ya, aku Akselia Kinanti. Pelayan murahan yang kamu buang setahun lalu." Akselia melangkah maju sekarang, giliran dia yang jadi predator. "Perempuan yang kamu bilang cuma hiburan, perempuan yang kamu tinggalkan berdarah di apartemen kosong."

Kevin mundur, wajahnya pucat. "Berdarah? Apa maksudmu..."

"Aku hamil, Kevin!" Akselia berteriak, semua emosi yang tertahan meledak. "Aku hamil bayimu! Dan malam kamu umumkan pertunangan dengan Karina, aku keguguran sendirian! Tidak ada yang bantu! Tidak ada yang peduli! Karena kamu... kamu membuangku seperti sampah!"

Air mata mengalir di pipi Akselia... bukan air mata kesedihan, tapi amarah murni.

Kevin tersentak, wajahnya seperti tertampar. "Kamu... kamu hamil? Aku tidak... aku tidak tahu..."

"Tentu kamu tidak tahu! Karena kamu sibuk dengan pertunangan mewahmu! Sibuk dengan Karina! Sibuk dengan hidupmu yang sempurna!" Akselia tertawa pahit. "Dan aku? Aku kehilangan segalanya, bayiku, apartemenku, harga diriku. Semuanya!"

Kevin mundur sampai punggungnya menabrak meja. "Akselia, aku... aku tidak tahu... kalau aku tahu kamu hamil..."

"Kamu akan apa? Nikahi aku?" Akselia menatapnya tajam. "Bohong! Kamu akan tetap buang aku! Karena aku bukan levelmu! Aku cuma pelayan! Bukan model cantik! Bukan pewaris perusahaan!"

Kevin menggeleng keras. "Tidak... aku... waktu itu aku bodoh, aku disuruh keluarga..."

"Selalu ada alasan." Akselia menyeka air matanya kasar. "Selalu ada pembenaran. Tapi kenyataannya, kamu pengecut, Kevin. Kamu lebih pilih jalan mudah daripada bertanggung jawab."

Kevin merosot ke kursi, kepala di tangannya. "Aku... aku minta maaf..."

"Maaf?" Akselia tertawa sinis. "Kamu pikir dengan maaf saja cukup? Maaf bisa kembalikan bayiku yang mati? Maaf bisa hapus semua sakit yang ku rasakan?"

"Tidak... tapi..." Kevin mengangkat kepala, mata merah. "Aku benar-benar menyesal, Akselia. Kalau aku bisa putar waktu..."

"Tapi kamu tidak bisa!" Akselia membentak. "Yang bisa kamu lakukan sekarang adalah merasakan sakit yang sama seperti yang kurasakan!"

Kevin menatapnya dengan tatapan hancur. "Jadi, semua ini... Selia... kamu dekati aku... semua rencana?"

"Ya." Akselia tidak berbohong lagi. "Semua rencana, dari awal sampai akhir. Aku ingin kamu jatuh cinta padaku, lalu aku akan hancurkan kamu seperti kamu hancurkan aku."

Kevin terdiam lama, lalu dia tertawa. Tawa pahit yang terdengar seperti tangis.

"Aku pantas dapat ini," katanya pelan. "Aku pantas merasakan sakit ini."

Akselia menatapnya, pria yang setahun lalu dia cintai dengan sepenuh hati. Sekarang terlihat hancur, rapuh, tidak berdaya.

Seharusnya dia merasa puas, deharusnya dia senang. Tapi yang dia rasakan... kebingungan.

"Tapi kamu tahu apa yang paling menyakitkan?" Kevin menatap Akselia dengan air mata di mata. "Perasaanku padamu, pada Selia itu nyata. Aku benar-benar jatuh cinta. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku jatuh cinta dengan tulus."

Akselia tersentak. "Bohong..."

"Tidak... Ini bukan kebohongan." Kevin berdiri, berjalan mendekat meski Akselia mundur. "Aku jatuh cinta pada Selia, dan sekarang aku tahu Selia adalah Akselia. Perempuan yang setahun lalu juga aku cintai, tapi aku terlalu bodoh untuk menyadari perasaanku sendiri."

"Jangan... jangan bicara seperti itu..." Akselia menggeleng, mundur sampai punggungnya menyentuh dinding.

"Kenapa? Karena kamu tidak mau percaya?" Kevin menatapnya dengan tatapan intens. "Atau karena kamu takut, takut kalau kamu masih punya perasaan padaku?"

"Aku tidak punya perasaan padamu!" Akselia berteriak. "Aku benci kamu! Aku mau kamu hancur!"

"Kalau begitu lakukan." Kevin membentangkan tangan. "Hancurkan aku, debarkan semua bukti yang kamu punya. Laporkan ke polisi, hancurkan bisnisku, reputasiku, semuanya. Aku tidak akan melawan."

Akselia menatapnya tidak percaya. "Apa..."

"Karena kamu benar, aku pantas mendapatkan kehancuran seperti ini." Kevin tersenyum pahit. "Dan mungkin, dengan kehilangan segalanya... aku akhirnya bisa jadi orang yang seharusnya menjadi diriku sendiri dari dulu."

Hening panjang.

Akselia menatap Kevin... pria yang dia benci, yang dia cintai, yang dia tidak tahu lagi bagaimana perasaannya.

Tangannya gemetar memegang ponsel. Satu pesan ke Diana, semua bukti akan tersebar. Dan Kevin akan hancur.

Tapi jarinya tidak bergerak.

"Kenapa kamu diam?" tanya Kevin pelan. "Lakukan, hancurkan aku. Ini yang kamu mau kan?"

"Aku..." Akselia menatap ponselnya, lalu menatap Kevin. "Aku tidak tahu lagi apa yang ku mau."

Dan untuk pertama kalinya sejak memulai rencana balas dendam... Akselia Kinanti menangis.

Menangis untuk bayinya yang hilang. Menangis untuk dirinya yang hancur. Menangis untuk Kevin yang, mungkin benar-benar menyesal.

Dan menangis karena dia tidak tahu lagi, siapa musuhnya dan siapa dirinya.

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!