Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertunangan Bara
Sinar matahari pagi menembus tirai tipis kamar viona, melukis garis-garis emas di atas sprei putih. Udara terasa segar. Hari itu cerah, seolah langit tahu bahwa pertemuan Bara dan Viona hari ini adalah awal dari sesuatu yang baru.
Suasana di kediaman Viona pun begitu ramai ada banyak keluarga yang hadir. Begitu pun dengan Bara.
Pertunangan mereka akan digelar sangat meriah di pinggir pantai yang indah di pusat kota Jakarta. Acara mereka akan berlangsung malam nanti.
Reina, Dea, Wiwi dan Lala pun sedang sibuk memilih baju yang akan dipakai untuk acara nanti malam. Mereka sedang bergelut dengan busana-busana yang indah. Hari ini adalah hari bahagia Abangnya jadi Reina harus tampil cantik. Ditambah lagi Keluarganya juga mengundang Kevin untuk hadir di acara mereka.
Keempat sahabat itu sedang sibuk merias diri setelah menemukan pakaian yang cocok untuk mereka pakai.
Dea si ahli make up pun sibuk merias wajah sahabatnya satu persatu. Polesan tangannya begitu sangat ajaib. Bakatnya dalam dunia make up pun cukup bagus.
Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Bara pun bergegas untuk bersiap-siap. Jas yang akan ia kenakan nanti pun sudah disiapkan. Jas hitam dan celana hitam pun kelihatan sangat elegan.
Dilain tempat Viona pun juga sudah bersiap-siap. Pakaian yang akan dikenakan sudah disiapkan. Viona barada di dalam kamarnya. Wajahnya sedang dipoles cantik oleh MUA kompeten.
Gaun warna Putih yang begitu indah tampak cantik jika di kenakan di tubuh Viona.
Langit biru jernih tanpa cela. Angin sejuk berhembus menyapa. Tidak ada awan mendung, hanya burung-burung gereja yang berkicau riuh.
Waktu semakin berjalan. Viona pun telah selesai merias wajah. Ia mulai mengenakan gaun indah yang sudah disiapkan jauh hari.
Viona menatap pantulan dirinya di cermin. Gaun putih yang ia kenakan begitu sangat indah.
"Wahh sangat indah" Ucap salah satu MUA
Viona hanya tersenyum sembari memperhatikan dirinya di cermin.
Akhirnya mereka pun menuju ke tempat dimana pertunangannya akan digelar.
Dalam perjalanan suasana begitu sangat damai. Langit malam pun dihiasi oleh banyaknya Pantulan cahaya bintang-bintang. Seolah semesta pun mendukung mereka berdua. tak butuh waktu lama untuk mereka sampai.
_
_.
_
Bara dengan jas hitamnya pun berdiri menunggu kedatangan wanita yang dicintainya. Hembusan angin malam pun terasa begitu sejuk. Suara deru ombak yang terdengar pelan dan terang. Suara alunan musik yang begitu indah rasanya membuat hati menjadi tentram.
Dari kejauhan terlihat mobil mewah berwarna hitam parkir. Viona turun dari mobil dengan busana balutan gaun putih indah kontras dengan tubuhnya yang sangat putih.
Viona berjalan menuju kearah Bara dengan didampingi oleh kedua orang tuanya. Viona berjalan semakin dekat. Bara yang melihat wanita yang dicintainya dengan berbalut busana yang sudah lama ia impian pun meneteskan air mata. Air mata haru itu membasahi pipinya.
Viona berdiri tepat di depan Bara. Bara pun mengambil kotak cincin dari saku jasnya dan memasangkan ke jari manis Viona.
Cincin itu terasa dingin di jari Manis Viona, sangat kontras dengan hangatnya tatapan pria yang berada di depannya. Kali ini Bara benar-benar membuktikan perkataannya, janjinya kepada kekasihnya itu. Dengan melihat kembali komitmen baru.
Suara tepukan tanya pun terdengar begitu meriah.
"Cium,,,cium!" suara teriakan para tamu undangan pun begitu terdengar sangat jelas di telinga Bara dan Viona. Namun sebelum itu mereka melakukan sesi lempar bunga.
"1, 2, 3...!" Bunga yang di pegang oleh Viona dan Bara pun ia lempar ke arah para tamu undangan. tepatnya ke arah adiknya itu. Reina yang berdiri di samping Kevin pun tiba-tiba kaget. Karena bunganya tiba-tiba menuju ke arah mereka. Sontak saja Reina langsung menangkap bunga itu dengan wajah yang berbinar. Penuh kegembiraan.
Suara teriakan pun kembali terdengar sangat meriah.
"Waaahhh sepertinya giliran kalian lagi nantinya" ucap Wiwi sambil tersenyum.
"Selamat Reina dan Kevin kalian yang dapat bunga itu" sabung Lala.
Reina dan Kevin hanya tersenyum bahagia.
Dibawa langit malam yang indah dengan hiasan cahaya bintang-bintang dan deru suara ombak disertai hembusan angin malam yang menyejukkan hati, menjadi saksi Cinta antara Viona dan Bara.
Acara pertunangan mereka pun telah resmi dilakukan. Ciuman pun mendarat di bibir Viona.
"UUHHH.." Suara teriakan para tamu-tamu pun kembali terdengar. Sepasang kekasih pun sedang berbahagia di depan sana.
Kevin yang menatap dari kejauhan pun mengalungkan tangannya ke pinggang Reina.
"Pemandangan yang indah ya Sayang" Ucap Kevin.
Reina hanya mengangguk dan tersenyum bahagia melihat Abangnya kini bersama wanita pilihannya.
Terlihat Dari raut wajah Bara nampak begitu ceria. Tatapan mata yang penuh makna tertuju pada tunangannya itu. Viona yang terlihat begitu cantik dengan gaun yang ia kenakan malam ini menambah keindahan acara yang mereka gelar.
Seila dan Robi begitu sangat bahagia melihat putranya itu sudah begitu dewasa. Begitupun dengan orang tua Viona. Ia sangat bahagia melihat putri semata wayangnya itu kini bersanding dengan laki-laki pilihannya.
"Pa, putra kita ternyata sudah dewasa" Ucap Seila penuh haru.
"Iya Ma. Bara yang masih sekecil ini dlu. Kini tumbuh menjadi laki-laki yang begitu dewasa dan mandiri" Jelas Robi pada istrinya.
Acara pertunangan mereka digelar dengan sangat meriah. Para tamu undangan kini sedang menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan.
Bara dan Viona pun duduk di kursinya masing-masing.
"Akhirnya waktu yang sejak lama kita nantikan pun tiba ya sayang" ucap Bara dengan mata berbinar tertuju pada Viona yang sedang duduk manis di sampingnya.
"Iya Bar. Makasih ya kami telah membuktikannya" Ucap Viona dengan suara lembut dan tatapan yang begitu tulus kepada tunangannya itu.
"Pernikahan kita nanti harus diburu-buru pokoknya syang" Ucap Bara Dangan wajah yang antusias.
Viona yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum bahagia. Ia tak percaya kalau bisa sampai di titik ini. Bahagia campur haru. Ia akan menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan laki-laki yang tepat. Laki-laki yang baik yang selalu menuruti setiap kemauannya.
Mereka pun berpesta dengan sangat meriah. Alunan musik terdengar begitu indah, menenangkan dan mendamaikan suasana malam ini.
Dea, Wiwi dan Lala kini tengah asih mencoba setiap macam kue yang disajikan di acara tersebut. Malam ini begitu banyak makanan yang enak-enak.
Sementara itu Kevin dan Reina duduk di meja yang terpisah dari ketiga sahabatnya itu. Kevin menggenggam tangan Reina.
"Semoga hubungan kita juga seperti mereka yang sayang" Ucap Kevin sambil mencium punggung tangan Reina.
"Aku juga berharap seperti itu Kevin. Tapi kini masa lalu kamu kembali. Apa itu tidak akan menggangu hubungan kita?" Tanya Reina dengan nada yang begitu khawatir.
"Aku pastikan itu tidak akan terjadi sayang" Ucap Kevin meyakinkan.
_
_
_
🤗🤗🤗