NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: tamat
Genre:CEO / Romantis / Berondong / Tamat
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Luna mengabaikan rasa perih di bekas jahitannya demi bisa merapat ke dada Pratama.

Ia melingkarkan lengannya di leher suaminya, menyembunyikan wajahnya di sana dengan perasaan bangga yang membuncah.

"Aku semakin yakin dan mencintai kamu, Mas. Ternyata suamiku ini bukan cuma ahli soto, tapi juga ahli hatiku," bisik Luna dengan suara yang terdengar jauh lebih bahagia.

Pratama membalas pelukan itu dengan sangat hati-hati, memastikan tidak menekan luka tembak Luna.

Ia mencium puncak kepala istrinya dengan penuh syukur.

Kemewahan gelar S2-nya tidak ada artinya dibandingkan dengan pengakuan cinta dari Luna yang tulus seperti ini. Namun, momen syahdu itu tiba-tiba terpecah oleh suara deheman yang cukup keras dari arah sofa.

"Ehem! Ehem!" Papa Jati berdehem sambil melipat tangan di dada, mencoba memasang wajah serius meskipun matanya berkaca-kaca melihat kebahagiaan putrinya.

"Sepertinya ada yang lupa kalau Papanya masih ada di sini, ya? Ruangan ini luas, tapi rasanya kok tiba-tiba jadi sempit karena penuh sama bunga-bunga cinta kalian."

Arini yang berdiri di samping Papa Jati hanya bisa menutup mulut menahan tawa, wajahnya ikut memerah melihat kemesraan bosnya itu.

"Papa ini, mengganggu saja," sahut Luna sambil melepaskan pelukannya perlahan, meski tangannya tetap tidak mau lepas dari genggaman Pratama.

Pipinya merona merah, kontras dengan wajahnya yang tadi pucat.

"Bukannya mengganggu, Luna. Tapi Papa ini sudah lapar. Tadi katanya mau makan soto, sekarang malah makan gombalan suaminya terus," canda Papa Jati yang membuat seisi ruangan VVIP itu meledak dalam tawa.

Pratama pun ikut tertawa kecil. "Sabar ya, Pa. Nanti kalau Luna sudah pulih, saya buatkan soto kuali besar untuk merayakan pertunangan Papa dan Arini juga."

"Nah, itu baru menantu idaman!" seru Papa Jati puas.

Melihat hari sudah mulai larut dan kondisi Luna yang sudah jauh lebih stabil, Papa Jati memutuskan untuk memberikan privasi bagi pasangan muda itu.

Ia merapikan jasnya, lalu menoleh ke arah Arini sambil memberikan isyarat untuk bersiap pergi.

"Nah, Luna, Pratama. Papa pulang dulu ya. Biar kalian bisa istirahat tenang tanpa gangguan 'radio rusak' Papa di sini," ujar Papa Jati sambil terkekeh.

Arini mengangguk sopan dan berpamitan pada Luna.

"Aku pulang dulu ya, Luna. Kalau butuh apa-apa, langsung telepon aku."

Luna yang masih bersandar di dada Pratama tiba-tiba menunjukkan senyum jahilnya.

Mata indahnya melirik ke arah Papa Jati dan Arini secara bergantian.

"Pulang ke mana nih, Pa? Rumah masing-masing atau pulang ke rumah Mama Arini?" ledek Luna dengan nada yang sengaja diseret, membuat suasana yang tadinya tenang seketika menjadi riuh.

Wajah Arini langsung merah padam sampai ke telinga.

Ia salah tingkah dan pura-pura merapikan tasnya, sementara Papa Jati terbelalak, berusaha menahan malu di depan menantunya.

"Luna! Jangan meledek calon mamamu terus!" sahut Papa Jati sambil menunjuk putrinya dengan telunjuk, berusaha terlihat tegas namun malah gagal karena sudut bibirnya terus berkedut menahan tawa.

"Papa ini pria terhormat, ya. Papa cuma mau mengantar Arini sampai depan pintu rumahnya dengan selamat."

"Ah masa, Pa? Biasanya kan kalau sudah sampai depan pintu, terus ada sesi 'ngobrol sebentar' yang lamanya sampai subuh," timpal Pratama ikut memanaskan suasana, membuat Luna tertawa hingga harus memegangi perutnya lagi karena nyeri jahitan.

"Sudah, sudah! Kamu ini Pratama, bukannya membela Papa malah ikut-ikutan istrimu," gerutu Papa Jati sambil menarik tangan Arini dengan lembut.

"Ayo Arini, kita pergi sebelum mereka berdua makin parah menggoda kita."

Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar VVIP diiringi suara tawa kecil Luna dan Pratama.

Kamar itu kembali hening, namun penuh dengan aura kebahagiaan yang baru.

Tawa Luna akhirnya pecah, sebuah suara yang sangat dirindukan Pratama. Namun, tawa itu segera berganti dengan ringisan kecil sambil tangannya menekan perut.

"Aduh, sakit tapi lucu, Mas," rintih Luna di sela tawanya.

Pratama segera mendekat, memperbaiki bantal Luna agar sang istri bisa kembali berbaring dengan tenang.

"Sudah, sudah. Jangan tertawa terlalu keras dulu, nanti jahitannya bisa terbuka lagi. Sekarang waktunya istirahat, supaya besok kondisi kamu makin sehat dan kita bisa pulang."

Luna menatap suaminya dengan mata sayu yang penuh manja.

Ia menarik pelan ujung baju Pratama, seolah tidak ingin ada jarak di antara mereka malam ini.

"Kelonin..." gumam Luna pendek, dengan nada merajuk yang sangat menggemaskan.

Pratama tidak bisa menahan senyumnya. Ia mengecup kening Luna cukup lama, menyalurkan seluruh rasa syukur dan kasih sayangnya lewat sentuhan itu.

Rasa hangat menjalar di hati Luna, mengusir sisa-sisa trauma mimpi buruknya tadi.

"Iya, Sayang. Mas di sini, Mas temani sampai kamu benar-benar lelap," bisik Pratama.

Kemudian ia memposisikan dirinya duduk bersandar di sisi ranjang, membiarkan tangan Luna memeluk lengannya yang kokoh.

Luna memejamkan mata dengan senyum yang masih tersisa di bibirnya.

"Mas, kamu hebat. Bukan cuma karena gelar S2 kamu, tapi karena kamu tetap menjadi Mas Pratama yang aku kenal. Tukang soto yang hatinya seluas samudera," gumam Luna sesaat sebelum kesadarannya mulai meredup menuju alam tidur yang damai.

Pratama hanya terdiam, menatap wajah tenang istrinya di bawah cahaya lampu tidur yang temaram.

Ia berjanji dalam hati, gelar atau harta apa pun yang ia miliki sekarang, tugas utamanya hanyalah satu: menjadi pelindung bagi wanita yang telah mempertaruhkan nyawa demi dirinya ini.

Di sisi lain Mobil mewah Papa Jati berhenti dengan halus tepat di depan pagar rumah Arini.

Suasana malam yang tenang di lingkungan itu seolah mendukung momen romantis antara dua orang yang baru saja melewati badai besar bersama.

​Papa Jati mematikan mesin mobil, lalu menoleh ke arah Arini yang sejak tadi diam dengan wajah yang masih sedikit merona karena ledekan Luna di rumah sakit tadi.

​"Terima kasih sudah menemani hari yang sangat panjang ini, Arini," ujar Papa Jati dengan suara yang jauh lebih lembut dari biasanya.

​Arini tersenyum, menatap pria di sampingnya dengan penuh ketulusan.

"Sama-sama, Mas. Luna sudah seperti adikku sendiri, aku juga lega dia sudah melewati masa kritisnya."

​Papa Jati meraih tangan Arini, menggenggamnya sebentar sebelum akhirnya ia mendekat dan mendaratkan sebuah kecupan hangat di kening calon istrinya itu.

​"Mas pulang dulu ya. Istirahatlah, kamu pasti lelah sekali. Besok pagi Mas jemput kita ke rumah sakit bareng lagi," ucap Papa Jati pelan setelah melepaskan kecupannya.

​Arini mengangguk pelan, hatinya terasa sangat hangat.

"Hati-hati di jalan, Mas. Jangan melamun sambil nyetir."

​"Siap, Calon Nyonya Jati," canda Papa Jati sambil mengedipkan sebelah matanya.

​Arini turun dari mobil dan melambaikan tangan hingga mobil Papa Jati hilang di tikungan jalan.

Di bawah sinar lampu jalan yang temaram, Arini menyentuh keningnya yang masih terasa hangat.

Ia sadar, setelah sekian lama mengabdi sebagai sekretaris yang loyal, kini ia akan segera memulai babak baru sebagai bagian dari keluarga yang sangat ia cintai itu.

1
Yuli Yulianti
cerita nya bagus 👍👍
my name is pho: Terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Ellya Muchdiana
kenapa ga talak 3 aja sekalian, biar Pratama ga bisa balikan lagi sama si Juwita
🇮🇹 25
❤️❤️❤️❤️❤️
Murni Binti sulaiman
cerita yg menyentuh serta menginspirasi
👍👍👍👍
my name is pho: terima kasih 🥰
total 1 replies
tiara
terima kasih karyanya thor sehat selalu semangat berkarya
my name is pho: terima kasih 🥰
total 1 replies
awesome moment
marathon y, thor. but...thx a lot. udh nukis cerita bgitu indah. menghurakan
my name is pho: terima kasih sudah menjadi pembaca setia 🥰🥰
total 1 replies
awesome moment
2 bulan yg menguji kesabaran
awesome moment
hangatnya mrk
tiara
bahagianya Pratama dan Luna,apakah papa Jati punya anak dari mama baru🤭🤭
awesome moment
jd pengusaha soto yg dri hilir smp akhir
tiara
wah Pratama mau jadi bos soto nih,lanjuut thor semangat upnya
awesome moment
knpnisinya hnya terhuar mulu c smp😭 kn jd.nya
tiara
akhirnya Pratama ditemukan
tiara
wah bener-bener pa Wandi samaJuwita ga punya hati nurani.semoga mereka lekas tertangkap dan Pratama cepat ditemukan
awesome moment
luna serius dgn keinginan bhw anaknya lahir hrs di lingk yg baik
awesome moment
msh brp chapter lg utk edisi terhura, thor. smg pahala g berkurang n gegara terhura mulu. es moci kek diblender. /Grimace/
awesome moment
bacanya sambil 😭😭😭betapa kuat ikatan batin luna dan pratama. betapa hebat cara papa jati menghargai pertolongan org. betapa sopannya ucapan terima kaish yg diberikan
awesome moment
smg sgra ktemu. jgn diisengi lg y, thor. ikutan gempa n
Erna Wati
akhirnya mrka bisa brkumpul kmbali. prtama pasti senang kalo tau Luna hamil.
awesome moment
gmn klo juwita dan wandi dihukim mati dicelupin dlu ke sungai smp megap2 butuh oksigen, angkat, biar napas dlu 60 dtk, lalu ulangi lagi. smp juwita dan wandi pilih meninggoy drpd hidup. jd dia bisa ngerasain kesakitan pratama. alternatif lain, seblm smp saatnya dihukum mokat, biarkan mrk mengalami p yg dialami pratama dri napi lain. setiap hari. jgn smp mokat. ckp dihajar. udh hmp mokat, tinggal, biar shat, abis tu layak dihajar, hajar lg. jgn napi yg sama tp napi yg ganti2. biar mrk milih sgra meninggoy drpd diprodeo. gmn? keyen kn?😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!