Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAMAN KE DUA SADAR.
Dengan rasa penasaran si Kasir mengambil lembar resep yang di ulurkan oleh Tabib Xio Day.
Setelah menerima catatan itu, Kasir San Bi yang juga seorang tabib sangat kaget melihat banyaknya tanaman dan bahan langka yang di tulis di kertas itu. Dan Dia juga tahu kalau Resep itu merupakan resep untuk pil kelas tinggi . kekagetan terlihat di wajah tabib San Bi. dengan tangan agak bergetar, Dia bertanya pada Tabib Xio Day
"Tuan.. Darimana catata ini..? ini...ini resep pil kelas tinggi kan. ?" Tanya Tabib San Bi dengan wajah heran. senang Dan juga penasaran. Dari mana Sang Tuan mendapatkan resep pil kelas tinggi tersebut .
"Dari wanita tadi... " Ucap Tuan Xio Day.
"Dia...? maksud Tuan Wanita tadi..? Apakah Dia seorang tabib juga Tuan...? " Tanya Tabib San Bi.
"Benar... Dia ternyata seorang tabib. San sepertinya Ilmunya lebih tinggi dariku. tanpa pemeriksaan, hanya dengan menatapku saja, Dia tahu aku sedang sakit. Dan Dia bisa menebak dengan tepat. Dan dia berkata kalau dia bisa menyembuhkan penyakitku... " Ucap Tuan Xio Day dengan wajah gembira.
"Apakah Dia bisa di percaya Tuan.. ? " Tanya Tuan San Bi yang merasa sedikit tak percaya pada Chun Yi. Karena gadis itu sangat muda sekali. Bagaimana bisa Dia menyembuhkan Tuannya, sedangkan berpuluh tabib berpengalaman di Kerajaan ini, tidak ada satupun yang bisa menyembuhkan Sang Tuan.
"Sekecil apapun peluang itu, aku harus mencobanya San.. " Ucap Tuan Xio Day
"Tapi usianya sangat muda Tuan.. sepertinya dia masih berumur antara 16 atau tuju belas tahun. apakah dia benar-benar seorang tabib. . " Sang Kasir toko berkata dengan wajah tak percaya.
"Aku sepertinya mempercayai Dia... setelah mendapatkan akupuntur darinya, sakit kepalaku agak berkurang. malah bisa di katakan tidak sakit lagi " ucap Tabib Xio Day dengan wajah gembira
"Semoga Dia benar-benar bisa menyembuhkan tuanku. menyembuhkan anda dari rasa sakit yang sudah Anda derita berpuluh tahun lamanya... " ucap San Bi.
"Ya sudah kumpulkan semua bahan obat itu, jangan sampai lewat dari satu bulan. sebab gadis itu berkata akan datang satu bulan lagi untuk mengobatiku... " ucap Tuan Xio Day .
"Kalau begitu saya akan segera mengumpulkan semua bahan ini Tuan . "Ucap Pria paruh baya itu dengan sikap sangat hormat.
"Ya sudah, kalian berdua boleh keluar. aku akan meneruskan pekerjaanku.. " Ucap Tuan Xio Day.
"Kalau begitu kami undur diri Tuan ... "Dan mereka berdua segera keluar dari tempat itu.
" Semoga gadis itu bisa benar-benar menyembuhkan aku dari penyakit ini....Penyakit yang membuat aku sangat menderita .. " Ucap Tuan Xio Day perlahan. Lalu dia kembali tenggelam dalam peracikan pil ramuan yang ingin dia buat.
Sedangkan Chun Yi dan Yun Baimin kini sudah keluar dari Pasar gelap kerajaan Baiyun. pasar gelap yang banyak di cari orang. namun tidaklah muda untuk bisa datang kesana selain bagi mereka yang sudah tahu jalan menuju pasar gelap itu . Setelah keluar dari pasar gelap, Chun Yi dan Yun Baimin Memilih untuk kembali ke kediaman Yun saja. karena hari sudah semakin larut malam. Namun Di perjalanan kembali pulang, Tiba-tiba mereka melihat sekelompok orang yang sedang berusaha menyerang dua Pria Muda yang sepertinya pendatang dari tempat lain. Dua pemuda yang berwajah bersih dan tampan yang sedang berhadapan dengan sekelompok orang berpakaian hitam dan juga penutup kepala hitam
"Kak.. kita lihat mereka. apa ini... kenapa di tengah kota seramai ini, masih ada perampok yang berani mengganggu penduduk. di mana para prajurit penjaga kota... " ucap Chun Yi.
"Kita sembunyi dik... kalau terpaksa kita bantu mereka. " ucap Yun Baimin.
"Baik kak... " ucap Chun Yi. lalu mereka melompat keatas arap rumah yang tidak telalu jauh dari tempat mereka. Mereka melihat Dua Pria tanpan itu tidak takut sama sekali terhadap para Pria berpakaian hitam tersebut.
"Begini kah keadaan keamanan Kerajaan Baiyun, berani menggangu pendatang yang sedang berkunjung. " seru dari salah satu pemuda tersebut.
"Cih... kami tidak perduli siapa kalian... serahkan saja harta yang kalian Punya " ucap salah satu dari Pria berpakaian hitam .
"Mimpi.. kau fikir kalian berhadapan dengan anak kecil yang dengan kuda kalian gertak ha ! " seru salah satu dari mereka.
"Dasar manusia bodoh.. jangan salahkan kami jika kalian mati di tangan kami . " ucap Pria berbaju hitam . ada lebih dari sepuluh orang dari Pria berbaju hitam. Maka terjadilah pertarungan yang tidak seimbang Dua lawan lebih dari sepuluh penjahat . Dan dalam beberapa menit saja, akhirnya terlihat mereka berdua mulai terdesak. Sebab kekuatan dari para penjahat tersebut , terlihat sekali kalau mereka memiliki kekuatan yang cukup tinggi. melihat itu Chun Yi segera berkata pada sang kakak.
"Kita bantu mereka kak... Nama kerajaannya kita tidak boleh tercoreng oleh perbuatan segelintir orang yang tidak ingin Kerajaan Baiyun tentram. " ucap Chun Yi
"Baik. ayo kita bantu mereka. " ucap Yun Baimin.
Maka keduanya segera ikut bergabung dalam pertarungan itu. melihat mereka mendapatkan pertolongan dari dua orang yang tidak Mereka kenal, Mereka berdua menjadi semakin bersemangat. Apalagi saat mereka berdua melihat gerakan beladiri Chun Yi yang tidak mereka kenal, membuat mereka penasaran dan Juga kagum. sebab dengan mudah Chun Yi yang memadukan gerakan beladiri jaman modern, dan gerakan beladiri jaman kuno yang dia satukan, membuat gerakan beladiri yang terlihat indah tapi menakutkan. hanya dalam beberapa saat kemudian, Chun Yi mampu menjatuhkan beberapa orang. dan kurang dari satu jam kemudian, Mereka sudah menjatuhkan semua penjahat. dan Saat mereka melihat si penolong, mereka terpesona pada wanita yang telah membantu mereka .
"Gila .. Wanita ini sangatlah cantik... " seru Pria berbaju hijau
"Baru sekarang aku melihat wajah secantik ini " ucap Pria yang lain. wajah pria ini terlihat tenang dan agak dingin.
"Kalian tidak apa- apa kan. ? " ucap Yun Baimin pada mereka berdua, membuat mereka tersadar dari pesona Chun Yi
"Trimakasih teman... kalian berdua telah menolong kami... " ucap salah satu dari mereka
"Tidak masalah... kami memang harus membantu kalian yang dalam kesulitan. Karena kalian baik- baik saja, kalau begitu kami pergi dulu. selamat malam... " ucap Yun Baimin . Dan segera mereka berdua pergi dari tempat itu. tanpa sempat memberi waktu pada kedua pria itu untuk bertanya siapa nama mereka. Setelah sampai di kediaman Keluarga Yun yang merupakan keluarga Jendral utama, Yun Baimin mengantarkan sang adik sampai di kediamannya. Dan saat melihat sang adik telah masuk bersama pengasuhnya, barulah Dia pergi dari tempat itu
Dan keesokan harinya, saat Chun Yi memberi salam pada Kakek Dan Neneknya, pada saat itu juga Chun Yi meminta ijin untuk melihat keadaan Paman pertamanya setelah nanti selesai makan .
"Chun Yi akan mencoba menyadarkan Paman kedua terlebih dahulu dari komanya Kek..Kalau soal Racun yang ada di dalam tubuh paman, Chun Yi belum menemukan bahan penawar racunnya..." ucap Chun Yi.
"Jadi..Pamanmu bisa sadar kembali sayang...? " Tanya Sang Kakek tak percaya.
"Semoga saja Kek.. Chun Yi akan mencoba menyadarkan Paman dari komanya .. " Ucap Chun Yi.
Semalam Dia sudah membuat Pil ramuan untuk menyadarkan paman kedua nya selain Batu penguat Jiwa yang memang sudah dia taruh di dekat sang Paman. Sekarang Tungku Jiwa Phoenix yang ada di ruang Istana Biku sudah sepenuhnya dapat di taklukkan oleh Chun Yi. Tungku tersebut sudah bisa dia gunakan oleh Chun Yi, setelah Chun Yi bisa meramu ramuan tingkat empat saat baru bisa meramu pil ramuan.
"Ya sudah kita akan ke tempat Paman keduamu setelah kita selesai makan " ucap sang Kakek.
" Baik Kek , kita akan pergi ke, kediaman Paman kedua . Tapi kek...lebih baik penyembuhan ini kita rahasiakan dari siapapun itu, karena musuh yang ingin menjatuhkan Kakek, kita belum tahu siapa mereka .. jadi Lebih baik kita rahasiakan dulu sebelum Paman sehat dan kuat. " Ucap Chun Yi.
" Benar apa katamu nak.. Setelah kakek berfikir, Sepertinya luka yang di derita paman Dan Kakak keduamu ada yang sengaja melakukannya . Dan Kakek percaya perkataanmu kalau tujuan mereka untuk menjatuhkan keluarga Yun. Kalau begitu, kita rahasiakan dulu tentang semua ini, tentang kenyataannya kalau kau Cucu kakek yang baru di temukan bisa melakukan pengobatan.. "Ucap Sang Kakek.
"Itu yang Chun Yi maksudkan Kek..." Ucap Chun Yi gembira . Mendengar jawaban Chun Yi, terlihat senyuman penuh kebanggaan di wajah Pria tua itu. Dia tak pernah menyangka kalau Sang Cucu perempuan yang baru Dia temukan ternyata Wanita cerdik Dan sangat pintar dalam berfikir. Entah apa yang pernah Dia lakukan Dulu, hingga mendapatkan berkah memiliki Cucu perempuan secerdas itu. Namun sebelum makan, Chun Yi pamit pada Kakek dan Neneknya untuk merawat sang kakak pertama terlebih dahulu. Membuat Sang Kakek bersyukur berkali - kali karena kemampuan Chun Yi.
Setelah sampai di rumah tinggal Sang Kakak. Ternyata di sana Dia melihat Kakak Ketiganya sedang berbicara dengan kakak pertama.
"Lo..kakak ketiga ada di sini...?" Tanya Chun Yi sambil berjalan masuk ke dalam kamar Sang Kakak pertama.
"Aku mendengar dari Lo Han kalau kau akan Melakukan pengobatan pada Kakak pertama. Dan Karena Kemarin aku tidak bisa melihat saat kau melakykan pengobatan, maka hari ini boleh kan kakak berada di sini...tidak masalah kan, kalau aku melihat cara kau mengobati kakak pertama. ?." Ucap Yun Baimin .
" Tidak masalah kak...kau bisa melihatnya.." Jawab Chun Yi . Lo Han adalah pelayan setia Kakak pertamanya.
"Maaf Nona..Kemarin Tuan Kedua melihat hamba membawa bak air untuk membasuh tubuh Tuan Pertama. Dan beliau bertanya buat apa bak itu. dan terpaksa hamba menjawab jujur. .. " Ucap Lo Han yang merasa bersalah.
"Tidak masalah Han.. Keluarga tahu itu lumrah. Jangan merasa bersalah.. aku tidak akan menyalahkan kamu " Ucap Chun Yi.
"Trimakasih Nona muda.." Ucap Lo Han.
"Ya sudah aku akan melakukan akupuntur pada Kakak pertama. Kakak sudah siap kan. ? "ucap Chun Yi .
"Aku sudah siap Dik. " jawab Yun Si Wang.
Tak lama terlihat Chun Yi sudah di sibukkan dengan terapi akupunturnya pada Kaki sebelah kiri milik Yun Si Wang. Karena kaki tersebut tidak mengalami kerusakan parah, hanya luka pada tulang paha yang retak, tidak terlalu parah seperti kaki Kakak yang hancur, , maka dalam pengobatan hari ini, Yun Si Wang tidak merasakan kesakitan seperti kemarin . Dan dalam beberapa saat saja, pengobatan pun telah selesai .
"Kak.. Lebih baik kakak berada dibatas pembaringan dulu, agar tulang yang baru di sembuhkan tidak menerima beban terlalu berat . Kakak baru boleh bergerak Dua hari lagi ..." Ucap Chun Yi sambil memasukkan jarum akupunturnya kedalam wadah nya.
"Baik..kakak tidak akan turun dari tempat tidur ini..." Ucap Yun Si Wang dengan wajah gembira.
"Besok pagi kakak sudah bisa belajar berjalan kembali. Aku rasa tulang di kaki kakak sudah Kuat. Pil yang kemarin harus tetap kakak Minum sampai pil di dalam botol habis. " Ucap Chun Yi
"Baik...kakak akan selalu mengingat ucapan adik kecil. " ucap Yun Si Wang .
"Baiklah kalau begitu Chun Yi kembali ke rumah utama, pasti Kakek telah menanti kabar dariku. Dan besok pagi sekali aku akan datang melihat keadaan kaki kakak..." Ucap Chun Yi .
Segera Dia keluar dari dalam kamar Sang kakak. Sedangkan Yun Baimin yang sejak tadi tercengang melihat cara Chun Yi mengobati Sang Kakak, segera mengikuti Chun Yi yang berjalan keluar rumah kediaman Yun Si Wang.
"Adik kecil.. Kita pergi bersama ketempat kakek. !"Serunya sambil berlari mengejar Chun Yi yang sudah berada di halaman.
Mereka berdua berjalan menuju Rumah utama. Di sepanjang jalan, Yun Baimin banyak menanyakan tentang pengobatan yang di lakukan Chun Yi. Dan dengan sabar Chun Yi menjelaskan pada Sang kakak Ketiga. Dan benar saja, ketika mereka sampai di rumah utama, Sang Kakek langsung menanyakan tentang kesehatan Yun Si Wang . Dan Chun Yi segera menjelaskan apa yang sudah dia lakukan pada sang Kakak.
"Mungkin besok kak Si Wang sudah bisa mencoba berdiri dan berlatih berjalan Kek. "Ucap Chun Yi.
"kaki kakakmu benar-benar bisa berdiri kembali nak..?" Tanya Sang Kakek.
"Kita lihat saja Besok Kek.. " Ucap Chun Yi.
Terlihat Kakek Dan Nenek berwajah bahagia. Tak berapa lama Pelayanan memberitahu kalau makan pagi telah siap . Segera mereka berjalan ke ruang makan .
Setelah makan pagi bersama, Chun Yi bersama Sang kakek pergi ke rumah tinggal Paman kedua. Agar tidak membuat orang Curiga, Nenek yang ingin ikut, akhirnya mengalah tetap tinggal di rumah utama. Begitu juga dengan kedua kakak sepupunya. Sedang kan Kakak pertama hanya bisa tinggal di kediamannya karena baru selesai melakukan pengobatan Sesampainya di rumah paman kedua, ternyata Sang Bibi . Melihat kedatangan mereka, Bibi Nilam terlihat gembira melihat kedatangan mereka .
"Ayah., Yi'er ....sapanya sambil mempersilahkan mereka masuk.
Dan tanpa banyak bicara Chun Yi langsung masuk kedalam kamar Sang Paman. Dan kini dia bisa melihat keadaan Pria di atas tempat tidur tidak terlalu pucat seperti saat pertama kali Mereka bertemu. Segera Chun Yi mengeluarkan Jarum akupunturnya .
Di antara jarum - jarum perak tersebut, ada empat Jarum emas yang sudah di siapkan oleh Chun Yi. Dan sebelum Dia melakukan akupuntur, Chun Yi memberi paman Kedua air Jiwa Dan juga pil yang tadi malam Dia buat. Barulah setelah itu Chun Yi mulai menusukkan empat jarum akupuntur emas di tusukkan pada ke empat titik penting di tubuh Sang Paman. Setelah itu, puluhan jarum akupuntur menancap di tubuh Sang Paman. Melihat Chun Yi yang mengobati Putra Keduanya, Kakek Yun sangat kaget sekaligus kagum. Gerakan Chun Yi sangat lues cepat namun tidak terlihat kegugupan ataupun rasa takut. Seolah semua yang dia lakukan sudah sering dia kerjakan.
Tak lama terlihat Chun Yi mengerahkan tenaga dalamnya yang membuat jarum- jarum akupuntur itu bergetar. Cukup lama Chun Yi menggunakan kekuatannya . Terlihat di wajah cantik itu di penuhi dengan keringat . Setelah hampir satu jam kemudian, Chun Yi menarik kembali kekuatannya. Lalu Dia berbalik menatap Sang Bibi.
"Bi ada madu. .?" Tanya Chun Yi pada Sang Bibi .
"Ada nak. " Ucap Bibi Nilam yang sejak tadi tak beranjak dari tempat duduknya yang ada di dekat ranjang Sang Suami
"Tolong buatkan air madu..Nanti jika paman sadar, berikan sedikit saja air madu.. " Ucap Chun Yi.
"Apaa... Pamanmu akan bangun dari komanya..? " Ucap Sang Bibi tak percaya.
"Setelah jarum nanti aku cabut, pasti Dia akan bangun Bi. " Ucap Chun Yi.
"Baik, baik.. Bibi akan membuatkan air madu untuk pamanmu... " Ucap Bibi Nilam dengan wajah gembira. Namun ada kecemasan dan tatapan tak percaya di matanya. Melihat itu, Chun Yi hanya tersenyum. Siapapun yang sudah mendengar kalau Sang Suami tidak bisa bangun lagi, pasti tidak akan percaya kalau Dia akan bangun. Apalagi yang berbicara seorang anak muda yang tentu saja terlihat masih kurang berpengalaman seperti Chun Yi .
Setelah itu dengan cepat Bibi Nilam keluar dari dalam kamar Sang Suami
"Sayang...Apa benar Paman mu akan bangun dari komanya...? " Tanya kakek Yun Tua .
"Kakek akan lihat sendiri nanti.. " Ucap Chun Yi sambil tersenyum lembut.
Melihat senyum itu, Kakek merasakan perasaan Damai di hatinya. Entah sejak kapan Dia merasakan kepercayaan besar pada Sang Cucu perempuannya. Tak lama Sang menantu masuk. Namun Chun Yi masih belum mencabut jarum akupunturnya. Chun Yi memberitahu oada Sang Bibi jika Paman keduanya bangun nantinya jangan memberikan makanan keras terlebih dahulu. Chun Yi meminta pada Sang Bibi memberi makan Paman keduanya dengan bubur halus saja . Dengan patuh sang Bibi mengiyakan.
Dan satu jam kemudian, Chun Yi baru mencabut jarum - jarum akupunturnya. Dengan dada ber debar, Kakek dan Sang Bibi menanti apa benar Tuan Yun Zhikin bisa bangun. Sedangkan Chun Yi terlihat sangat tenang. Dan tiga puluh menit kemudian,terlihat kelopak mata Tuan Zhikin mulai bergetar pelan. Melihat itu, Sang Istri semakin merasakan debaran jantungnya lebih cepat berdebar dari pada biasanya. Dan tak lama mata itu perlahan terbuka. Terlihat Tuan Zhikin menatap sekelilingnya.
"Suamiku...Kau sudah sadar. ?" Ucap Nyonya Nilam dengan air mata berderai. Mendengar suara Sang Istri, Tuan Zhikin menatap ke arah datangnya suara. Terlihat Sang Istri menatap Dia dengan air mata berderai,
Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya
Bersambung
jangan jangan yang menyebabkan para paman dan kakak Chun Yi kena racun juga karena ulah kelurga Sang.
waaah makin seru nih.
Ayo lanjut up lagi Thor...... semangat ya 💪