NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Bian

Cinta Untuk Bian

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Twdyaaa

Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri

yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.


'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'


'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita



'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian


Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cemburu

"Kamu ingin membeli sesuatu...?" Tanya Bian saat melihat Elvita mengedarkan pandangannya ke arah luar jendela mobil.

setelah dia selesai dengan urusannya tadi dengan Arga dan Brian,dia langsung datang kerumah sakit dan mengajak Elvita untuk pulang sebab setelah nya dia harus kembali ke perusahaan.

Meskipun Elvita beberapa kali berkata ingin pulang sendiri dia tahu gadis itu hanya tidak ingin membuatnya repot.

"Aku tidak akan tenang jika membiarkan kamu pulang sendirian" ucapan Bian itu akhirnya membuat Elvita menyetujui nya,sebab tidak ingin membuat laki-laki itu khawatir.

"Boleh kah kita berhenti sebentar di mini market di persimpangan jalan itu bi?aku ingin membeli sesuatu" jawab Elvita yang langsung mendapatkan anggukan dari suaminya.

Bian lantas memberhentikan mobilnya ditempat yang sudah diminta oleh Elvita.

setelah sampai,Bian lebih dulu beranjak dan membukakan pintu untuk Elvita dan masuk dengan menggandeng tangan istrinya.

"Biar aku saja..."

"aku saja"

"Jangan dibawa,ini berat..biar aku saja"

perhatian perhatian kecil dari Bian tentu saja membuat Elvita senang.dia pikir ternyata laki-laki ini tidak sekaku apa yang dipikirkan nya hanya saja sedikit gengsi untuk mengakui sesuatu.

dia menoleh ke arah tangan Bian yang sudah penuh dengan tas belanjaan karena tidak membiarkannya membawa apapun.

Ketika akan keluar dari sana, tiba-tiba seorang laki-laki mendekati keduanya untuk memastikan apakah orang yang dia lihat ini benar atau salah.

"ini benar-benar kamu Elvita...aku pikir salah melihat"

laki-laki itu segera memeluk Elvita dengan senang tanpa memperdulikan siapa yang ada disamping gadis tersebut

Dia pikir benar-benar merindukan sosok gadis yang selalu menolaknya ini.

mendapati pelukan yang secara tiba-tiba,jelas saja Elvita dengan secara sopan langsung menolaknya,bahkan Bian yang terkejut pun mendorong laki-laki itu sampai sedikit mundur ke belakang.

Dia bukan tidak tahu siapa laki-laki yang ada dihadapannya ini,hanya saja dengan status nya sekarang sebagai seorang istri jelas saja dia tidak bisa lagi memeluk atau bertemu teman laki-laki nya seperti di masa lajang nya kemarin.

apalagi Elvita memang tidak nyaman berada di sekitar nya sebab dimasa lalu laki-laki itu pernah menawarkan bantuan untuk berinvestasi pada Daddy nya dengan syarat menikahi Elvita yang jelas saja langsung ditolak oleh Heru secara halus.

"Bukankah tidak sopan seorang laki-laki memeluk wanita yang sudah beristri!"hardik Bian.

Entahlah belum reda amarahnya karena Anthony sekarang justru bertambah satu lagi laki-laki yang menatap istrinya dengan pandangan memuja.

"Kamu sudah menikah Elv..?"

"bisa kamu lihat Zacky,aku sudah menikah sekarang!" jawab Elvita.

saat sadar siapa laki-laki yang menjadi suami dari gadis yang pernah dia sukai itu tidak menampik kenapa Elvita memilih nya.

Bian Brawijaya!

siapa yang akan menolak menjadi bagian dari Brawijaya?

"ahhh... ternyata aku sudah didahului oleh Tuan Brawijaya rupanya" ucap Zacky sambil tertawa.

"bisakah kita pulang sekarang sayang...aku sudah tidak tahan" ucapan Bian yang begitu ambigu jelas saja membuat Elvita melotot seketika

cupp

didetik berikutnya Bian mencium sekilas bibir Istrinya sebelum melanjutkan ucapannya yang jelas saja membuat Zacky mengepalkan tangannya.

"kamu tahu kenapa dia memilihku?sebab..."ucapan Bian terhenti ketika Elvita memukul pelan lengannya.

dia tidak ingin mendengar lagi ucapan Bian yang tiba-tiba membuatnya menjadi panas.

*awww

hahahah

"kami pulang duluan yaa..."

Elvita lantas segera menarik tangan Bian menuju parkiran mobil mereka,meninggalkan Zacky yang sedang berkelut dengan pemikirannya.

"Kenapa kamu suka sekali memukulku" protes Bian saat sudah melajukan mobilnya.

"kamu gila?kenapa kamu mengatakan kalimat yang membuat orang lain akan salah paham nanti!kamu bahkan menciumku ditempat umum" ucap Elvita

ohhh demi apapun muka nya begitu merah bukan karena marah Bian cium tapi menahan malu karena laki-laki itu menciumnya didepan orang lain.

"kenapa harus takut orang lain salah paham?bukankah wajar jika suami istri melakukannya?" Bian menjawab sambil menepikan mobilnya di pinggiran jalan dan menatap Elvita dengan dalam.

perkataan Bian barusan jelas saja membuat Elvita semakin malu,apalagi melihat Bian menepikan mobilnya membuat pikiran Elvita langsung melalang buana.

melihat Elvita yang berusaha mengalihkan pandangannya,Bian lantas mendekatkan kepalanya ke arah Elvita dan menyatukan bibir gadis itu dengan bibirnya secara perlahan.

"Bian..."

 Elvita merasa pernapasannya menjadi sesak seketika.

"Aku cemburu Elv..." ucap Bian setelah melepaskan pautan bibirnya.

paham akan ucapan Bian,Elvita langsung memeluk laki-laki itu dan mengatakan sesuatu yang mungkin membuat Bian sedikit tenang dan tidak berpikir buruk.

"Aku tidak ada hubungan dengan siapapun setelah kamu menikahimu, seperti katamu aku tidak akan menyakiti atau mengkhianati kamu Bi"

"Mari memulai semuanya dari awal..." ucap Bian

......................

Winda berjalan dengan langkah yang tergesa-gesa memasuki rumah mewah yang tampak begitu tertata yang seperti tidak ada penghuni didalamnya.

dimasa lalu rumah ini penuh dengan kenangan yang begitu indah sehingga membuat nya memilih mempertahankan bangunan megah tersebut sampai sekarang

dia ingat ketika dia mendapatkan masalah yang membuatnya menjadi serakah dan haus akan kekuasaan...Rumah yang dulunya dihuni oleh keluarga yang saling mencintai pun hancur berkeping tak tersisa.

'jika saja dimasa lalu semua orang juga memperhatikanku dan bersikap adil,maka ini semua tidak akan terjadi pikirnya.

Dia lantas membuka sebuah pintu dengan kasar dan mendekati Anthony yang sedang fokus menatap layar komputer nya.

"Kamu sedang berusaha membuat rencana tanpa melibatkan mommy mu?"

bagaimana Winda tidak marah mengetahui anak semata wayang nya itu mengumumkan dirinya ke seluruh dunia sebelum dia mengizinkannya!

bahkan Anthony sudah bergerak sendiri dibelakangnya,tidak melibatkan dirinya yang membuat Winda jelas murka.

Seharusnya dia masih menjalankan rencananya dengan tetap menyembunyikan putra nya pada dunia.

tapi yang terjadi sekarang jelas saja berantakan.

"ahhh...apakah mommy begitu merindukan putra kesayangannya hingga datang saat larut malam?"ucap Anthony saat melihat Winda.

dia sudah bisa menebak bagaimana murka nya wanita tua yang dia panggil mommy itu.

selama ini dia begitu menghargai Winda meskipun wanita itu datang hanya di saat-saat tertentu.

Dia sebenarnya sedikit meragukan hubungan diantara mereka berdua.

bagaimana mungkin seorang ibu tidak ingin melihat masa pertumbuhan anaknya,dan ketika akan beranjak dewasa dia akan memukul nya jika melakukan kesalahan sekecil apapun.

Winda begitu keras dalam mendidiknya,tidak memberikannya kasih sayang dalam bentuk apapun atau sekedar bermanja layaknya ibu dengan anak.

"Kamu tidak menjawab pertanyaan mommy"ucap Winda

"hanya sekedar Memperkenalkan diri mom,aku sudah sangat bosan bersembunyi"

"Jangan melupakan alasan kenapa kamu bisa berada di posisi mu saat ini dan jangan membuat rencana tanpa sepengetahuan ku...kamu hanya akan menghancurkan rencana yg sudah aku bangun sejak lama!"

Winda berusaha memperingati Anthony.

jika saja laki-laki itu masih kecil tentu saja Winda tidak akan segan memukulnya.

semenjak sudah dewasa,jelas saja Winda tidak bisa bermain kasar dan mengendalikannya dengan kata-kata adalah pilihan yang tepat untuk sekarang.

"Jangan khawatir mom,aku tidak akan mengacaukan rencana mu"

"Baguslah,kamu harus tahu dimana posisimu yang seharusnya!"

setelah mengatakannya Winda langsung keluar dari ruangan itu dan seperti biasa meninggalkan Anthony sendirian di rumah megah tersebut.

Melihat itu Anthony hanya diam dan segera menekan nomor seseorang di ponselnya.

"apakah kamu sudah memastikannya?"

Anthony mendengarkan dengan seksama suara seseorang dibalik ponselnya.

"Aku rasa seseorang sudah memanipulasi semua kejadian ini...terus kumpulkan bukti-bukti dan langsung laporkan padaku!lakukan dengan bersih jangan sampai mommy ku mengetahuinya!"

Anthony lantas mematikan ponselnya dan memilih masuk kedalam kamar nya untuk membersihkan diri.

'bukankah semua ini begitu melelahkan?ketika dia hidup untuk balas dendam dengan doktrin yang begitu buruk?'

terkadang kita bisa menghakimi seseorang dengan mudah...

menganggap semua orang buruk tanpa sadar kita juga menjadi penyebab seseorang itu terluka.

kita hanya berbeda dalam mengambil sudut pandang

bukan berarti kita harus menelan mentah-mentah sesuatu yang buruk itu tanpa mengetahui kebenaran nya.

......................

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata

1
Widya Ekaputri
buruan dibaca guyss author bakalan rajin update!!
Momoi'Zi
ih, aku suka loh sama alur cerita kamu, dan aku agak hate sama suaminya Helen, sok dingin banget 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!