Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju sebuah ikatan
persiapan pernikahan Raka dan Alya sudah mulai dilakukan, mulai dari pemilihan gaun dan jas, serta tempat untuk dilangsungkan resepsi.
sedangkan proses pernikahan, mereka memilih sebuah gereja sebagai saksi janji suci mereka nanti.
setelah bu Melny tak menuntut mahar yang berlebihan pada Raka, akhirnya Alya mau juga untuk menikah, moment yang sangat dinantikan oleh keduanya.
Alya hanya tak mau di cap sebagai wanita matre karena mahar tak masuk akal yang diberikan oleh ibu tirinya.
pak Waldo selaku ayah Alya juga tak mempermasalahkan hal itu karena Raka sudah banyak membantunya. Bahkan Raka juga telah memberikan sebuah rumah untuk mereka tinggali. Namun, tentu saja tanpa sepengetahuan Alya.
sebenarnya Alya tak masalah dengan hal itu, yang ia tak suka adalah bu Melny yang selalu menuntut lebih pada ayahnya.
Alya juga setuju, jika ayahnya yang akan mengantarkannya di depan altar.
semua persiapan telah seratus persen selesai. undangan sudah dibagikan. Namun, hanya orang-orang terdekat saja yang diundang karena Alya ingin pernikahannya di lakukan secara sederhana dan intim. Semua dilakukan secepat mungkin, sesuai permintaan Raka.
Beberapa stasiun televisi sudah meminta secara langsung pada bu Rany, untuk meliput jalannya pernikahan Raka, namun ditolak dengan lembut oleh wanita itu.
walaupun cukup terpandang di kota Deo, bu Rany tak mau, terlalu mengekspos kehidupan pribadi keluarga mereka pada media. karena baginya, hidup sederhana dan jauh dari media merupakan suatu ketenangan hidup.
Raka menuruti permintaan Alya, karena ia juga tak memiliki banyak teman.
untuk pertemanan, sepertinya Raka dan Alya mempunyai persamaan. keduanya tak memiliki teman dekat. mungkin Raka masih lebih baik dari Alya karena ia memiliki Dave, yang bukan hanya sebagai asisten tapi juga sahabatnya. sedangkan Alya, jangankan sahabat, teman saja ia tak punya.
wanita itu hanya berinteraksi dengan karyawan-karyawan di kantor tapi tak lebih dari itu. walaupun kadang-kadang ia sering makan bersama para karyawan itu, namun hal itu tak membuat Alya akrab dengan mereka karena mereka hanya sebatas teman kerja bagi Alya.
sebelum mengenal Raka, kehidupan Alya sangatlah monoton. rumah, perusahaan, rumah, perusahaan hanya itu yang ia lakukan setiap hari. bahkan di saat libur, Alya hanya menghabiskan waktunya di rumah, berbaring dan menonton drama favoritnya.
bagi beberapa orang, kehidupan Alya sangatlah membosankan, tapi tidak dengan Alya. ia justru menyukai hidupnya yang membosankan itu.
mungkin karena pernah dikhianati oleh sahabat dekatnya membuat Alya menutup dirinya untuk siapapun yang ingin mengenalnya.
beruntungnya karena ia mengenal bos seperti bu Rany. jika tidak, mungkin saja Alya akan tetap hidup seperti itu dan mungkin juga tak akan pernah menikah.
^^
kabar pernikahan Alya dan Raka telah tersebar di perusahaan. Semua karyawan yang mendengar kabar pernikahan Raka dan Alya sangat heboh. Entah siapa yang membocorkan hal itu. mereka tak menyangka, Alya yang kutu buku itu akan mendapat anak dari bos mereka, bahkan akan menjadi nyonya Kingston. Mereka tak menyangka keberuntungan itu akan datang pada Alya. Apalagi, Raka merupakan pewaris Kingston grup, karena ia merupakan putera tunggal bu Rany dan pak Max Kingston.
bahkan ada beberapa karyawan wanita yang membicarakan Alya.
mengatakan bahwa karena Alya merupakan calon menantu bu Rany, makanya ia mendapatkan proyek itu, padahal ia hanya seorang sekertaris.
namun mereka tak tahu, bahwa proyek yang akan ditangani oleh Alya adalah seratus persen idenya. bahkan, bu Rany dan suaminya juga terjun langsung memeriksa proyek itu sebelum memberikan kesempatan langsung kepada Alya untuk mengerjakannya.
proyek itu juga bukan seratus persen dikerjakan oleh Alya, melainkan Alya sebagai pemantau langsung dilapangan.
banyak karyawan yang salah paham tentang hal itu, mereka tak tahu kemampuan Alya yang sebenernya, karena mereka dari divisi lain. Karyawan yang berada satu divisi dengan Alya telah mengetahui kemampuan wanita itu, sehingga tak protes dengan keputusan bu Rany.
awalnya Alya hendak menolak karena mendengar banyak komentar negatif untuknya bahkan untuk bu Rany juga. namun, bu Rany tak mempersoalkan hal itu. ia hanya meminta pada Alya agar memfokuskan dirinya pada proyek itu, dan tunjukan pada mereka yang meragukannya bahwa ia bisa dan pantas mendapatkan kesempatan itu.
karena kata-kata penguatan dari bu Rany itulah yang membuat Alya tetap semangat untuk menjalankan proyek itu.
^^^
"bagaimana dengan gaun ini?" tanya Alya saat keluar dari ruang ganti.
saat ini, Alya dan Raka tengah berada di sebuah butik, yang cukup terkenal untuk mencoba gaun dan jas untuk pernikahan dan juga resepsi mereka.
butik yang mereka datangi merupakan butik langganan bu Rany. Raka telah mencoba jas' nya lebih dahulu, baru setelah itu giliran Alya.
Raka yang ikut menemaninya memilih gaun pengantin wanita itu menggeleng pelan.
"dadanya, terlalu terbuka Aal,," koreksi pria itu.
Alya menarik nafas dalam, ini merupakan gaun ke lima yang di tolak Raka. Ada-ada saja kritikan dari pria itu, mulai dari punggung gaun yang terlalu terbuka, lengan Alya kelihatan, hingga belahannya yang cukup tinggi. Raka tak ingin, tubuh Alya dilihat oleh semua undangan. ia ingin hanya ia sendiri yang melihatnya.
walaupun bagi Alya masih wajar, namun ia kembali ke ruang ganti untuk mengganti gaun itu.
"hmm,,tunggu sebentar" ucap Alya pada salah satu karyawan di butik itu.
"tolong pilihkan aku gaun, yang sangat tertutup. nggak mungkin'kan aku harus mencoba semua gaun ini?" ucap Alya saat melihat beberapa tumpukan gaun yang harus ia coba.
karyawan itu tampak berpikir dan akhirnya mengangguk mengerti.
"baiklah, mohon ditunggu sebentar " ucap karyawan itu ramah.
tak lama menunggu, akhirnya karyawan yang dibantu temannya itu menunjukan sebuah gaun yang cukup sederhana namun tiap potongannya sangat indah.
"sepertinya ini cocok" ucap Karyawan itu.
Alya mengamati gaun itu, dan menganggukan kepalanya. "ku rasa yaa,," ucap Alya dan langsung mencobanya dibantu oleh sang karyawan butik itu.
Alya menatap kagum gaun itu di cermin, benar-benar sangat indah. ia yakin, kali ini Raka tak mungkin menolak gaun itu.
sreeettt,,,,
salah satu karyawan butik itu, menarik kain gorden yang menjadi pembatas antara ruang ganti dan tunggu.
Raka yang tengah fokus dengan ponselnya langsung menoleh ke arah Alya.
mata pria itu tak berkedip memandangi Alya. walaupun masih memakai kacamata, kecantikan Alya tak bisa ditutupi.
pria itu kemudian memandangi setiap detail gaun itu dan akhirnya Raka berdiri dan menghampiri Alya.
"ku rasa, gaun ini sangat pas untukmu" puji Raka. tak menunggu lama, pria tampan itu meminta karyawan butik itu untuk membungkus gaun itu, dan langsung di kirimkan pada alamat yang sudah Raka berikan.
setelah selesai mencoba gaun dan Jas, kedua insan berbeda usia itu akhirnya meninggalkan butik yang cukup terkenal itu, setelah berjam-jam mencoba pakaian mereka, bukan mereka tapi lebih khususnya Alya.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗