NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran

Deg....

Aku sedikit terkejut.

Kegiatan makanku sampai refleks terhenti. Tetapi kemudian, aku berusaha untuk bersikap santai.

"Kamu bisa aja." Aku memberi tanggapan seperti itu.

"Aku tuh serius, Mas. Aku pengen punya pacar yang kayak Mas Juna. Yang ganteng, yang udah mapan. Dan yang sifatnya kayak Mas Juna, dewasa, tenang, dan sabar," terangnya. Dan aku hanya tersenyum. Walau sebetulnya aku sangat gugup. Wajahku memanas. Mungkin terlihat merah.

"Terusin lagi makannya," tuturku untuk mengalihkan pembicaraan.

Alana kembali menikmati pizzanya. Sepertinya ia begitu menyukainya. Ia terlihat lahap.

"Alana!" panggilku.

"Ya, Mas?" Ia memandangku.

"Ada saos yang nempel di bawah bibir kamu."

"Benarkah. Di sebelah mana, Mas?"

"Di sebelah sini." Aku menunjuk bagian bibirku sendiri. Setidaknya agar Alana tahu letak yang kumaksud.

"Bisa tolong Mas Juna aja yang bersihkan!"

"Hah!" Aku sedikit terkejut dengan permintaannya.

"Ayo, Mas! Keburu dilihat orang nanti! Aku malu," paksanya. Maka mau tak mau aku pun menuruti keinginannya. Aku mengulurkan tanganku ke arah wajahnya. Aku merabakan jari telunjukku ke bawah bibir Alana. Ke area yang kumaksud tadi.

Tetapi begitu aku melakukan hal tersebut__

Srettttttt....

Alana memegangi pergelangan tanganku. Lalu bibirnya meraih jariku. Ia mengulum ujungnya.

Aku terkejut. Tetapi aku malah diam terpaku. Aku seperti seseorang yang tengah terhipnotis karena kelakuannya.

"Jari Mas Juna lembut. Pasti nikmat kalau disuruh mainin sesuatu," gumamnya. Ia menatapku berekspresi menggoda.

Aku cepat-cepat menarik tanganku. Aku akhirnya sadar, tak lagi terbuai.

"K-kamu jangan kayak gitu," gumamku sedikit terbata.

"Lah, memang kenapa?"

"Nanti kalau dilihat orang.

Nanti dikiranya kita lagi ngapain."

"Dih, aku kan cuma lagi memakan saos yang nempel di jarinya Mas Juna. Memang salahnya di mana?"

Kali ini aku bingung menjawab. Alana benar-benar pandai berkata-kata.

Drrrrrt....

Handphoneku bergetar.

Setidaknya pembicaraan yang barusan jadi teralihkan. Aku merogohnya dari saku celanaku. Ada pesan dari Liliana.

[Buruan pulang! Aku menunggumu di rumah!]

Aku mengernyit membaca pesan tersebut. Setelah dia tadi pura-pura tak mengenalku, kini ia menyuruhku untuk segera pulang. Aku tersenyum getir.

Liliana memang selalu seperti ini. Selalu semuanya sendiri.

Dan dengan bodohnya, aku selalu menurutinya.

***

Mobilku berhenti di halaman rumah. Aku dan Alana turun. Kami masuk ke dalam.

"Makasih ya Mas Juna untuk hari ini. Aku udah dibeliin barang-barang banyak," ucap Alana. Ia memperlihatkan beberapa paperbag yang ada di tangannya.

Kami berdua pun berpisah.

"Iya, sama-sama."

Dia pergi ke kamarnya, aku pun pergi ke kamarku sendiri.

Begitu masuk ke dalam, aku melihat Liliana duduk terdiam di atas tempat tidur kami. Ia melihat kedatanganku dengan tatapan dingin. Bahkan lebih dingin dari yang biasanya.

"Kenapa kalian ada mall?"

Tiba-tiba ia bertanya seperti itu.

"Maksudmu aku dan Alana?"

Aku memperjelas maksud pertanyaannya.

"Siapa lagi."

"Aku membelanjakan baju, tas, sama sepatu untuk Alana." Aku menjawab sambil melepas sepatuku. Juga nelepas kemeja yang kukenakan.

"Kenapa kamu beliin dia segala?"

"Ya nggak pa-pa, memang salah."

"Dia adikku, Mas. Bukan siapa-siapa kamu."

"Adikmu berarti adikku juga." Liliana terdiam. Ia seperti menemui jalan buntu mendengar kata-kataku.

"Tapi dia bukan Alana yang dulu." Ia berbicara kembali.

"Maksudmu?" Aku kebingungan.

"Dia bukan anakkk kecil kayak dulu. Sekarang dia udah dewasa. Dia udah nggak pantas kamu manja."

"Aku nggak lagi manjain dia."

"Itu namanya manjain dia. Nanti dia jadi kegeeran. Nanti dia jadi mikirnya macam-macam tentang kamu."

"Jadi kamu perduli hal itu?"

Liliana kembali terdiam. Ia lagi-lagi menemui jalan buntu menanggapi ucapanku.

"Hufff ...!" Aku menghela nafas.

"Aku nggak ngerti sama kamu, Li. Kenapa kamu tiba-tiba marah-marah kayak gini hanya karena aku beliin barang-barang untuk Alana. Kamu lupa, kesalahanmu lebih besar dari pada aku. Harusnya saat ini aku yang marah sama kamu."

Liliana masih bungkam. Ia belum berkata-kata.

"Kamu nggak mau ngejelasin tentang yang tadi, hem?"

"Tadi apa?" Liliana pura-pura tak tahu.

"Siapa laki-laki yang tadi. Dan kenapa kamu perlu bohong sama dia. Kamu pura-pura nggak ngenalin aku. Padahal aku suamimu. Apa kamu tahu, aku merasa terhina kamu perlakukan seperti itu."

"Dia temanku."

"Huh ... Selalu teman." Aku tersenyum getir. Aku tak percaya. Pasti lebih dari sekedar teman.

"Aku tak bohong, dia temanku."

"Lalu."

"Aku hanya malas kalau harus menjelaskan siapa kamu ke temanku."

"Kenapa?"

"Aku nggak mau orang lain tahu kehidupan pribadiku."

"Alasanmu tak masuk akal."

"Terserah kalau kau tak percaya."

"Oke. Aku memang tak percaya."

Aku meninggalkan Liliana. Aku masuk ke kamar mandi.

BRAKK...

Kubanting pintu dengan keras.

***

Setelah itu...

Alana sibuk di ruang dapur. Meracik bumbu sambil mendengarkan musik lewat headset yang terpasang di telinganya.

Liliana masuk. Ia menghampiri sang Adik.

"Mbak mau bicara sama kamu."

Alana tak mendengar. Bahkan ia tak menyadari keberadaan Liliana. Ia malah sibuk bernyanyi.

"Heh!" bentak Liliana. Ia sambil melepas dengan paksa headset yang tersumpal di telinga Alana.

"Ih, apaan sih Mbak Liliana." Alana pun marah.

"Mbak itu lagi ngomong sama kamu. Tapi kamu nggak nyahut. Nggak sopan."

"Salah siapa, orang lagi pakek headset diajak ngomong," gerutu Alana. Dia sambil meneruskan kegiatannya, mengiris bumbu di hadapannya.

"Ngapain kamu pakek minta-minta segala sama Masmu."

"Dih, minta-minta apa?"

Alana kebingungan dengan pertanyaan Liliana.

"Kamu dibeliin baju, tas, sepatu sama Mas Juna kan?" terang Liliana.

"Oh itu. Iya, aku dibeliin sama dia. Tapi aku nggak minta kok, dia sendiri yang nawarin."

"Nggak percaya. Paling kamu yang pekek mancing-mancing dia."

"Mancing-mancing apaan? Kalau Mbak Liliana nggak percaya, sonoh, tanya sendiri sama Mas Juna." Alana tak terima dengan tuduhan Liliana.

"Mbak bilangin ya, kamu jangan suka manfaatin kebaikannya Mas Juna. Kamu jangan kelewatan. Dan satu lagi, kamu jangan ganjen sama dia. Mas Juna itu suami Mbak, dia bukan siapa-siapa kamu."

"Cih, kalau kayak gini aja, baru diakui suami," celetuk Alana.

"Maksudmu apa, hem?"

"Mbak Liliana lupa apa yang Mbak lakuin saat di mall tadi? Mentang-mentang lagi sama cowok, suami sendiri dilupain. Hargailah Mas Juna sedikit lah, Mbak. Jangan kayak gitu. Kasihan Mas Juna. Dia itu beneran cinta sama Mbak Liliana. Tapi Mbak Liliana kayak nggak bersukur punya Suami kayak dia. Ntar suatu saat aku rebut, biar tahu rasa kamu, Mbak."

"Apa! Maksud kamu apa?" Liliana terkejut dengan kalimat terakhir Alana.

"Sorry, nggak ada siaran ulang," jawab santai Alana. Ia sambil melenggang

meninggalkan dapur. Meninggalkan Liliana yang tengah begitu geram.

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!