Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.
Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naik Tingkat
Boqin Changing menahan napas sejenak, merasakan dingin yang menusuk namun anehnya menenangkan saat Bunga Lotus Es perlahan-lahan menyatu dengan tubuhnya. Tidak ada rasa sakit, hanya sensasi dingin yang meliputi seluruh saraf dan pembuluh darahnya, menjalar dari telapak tangan ke seluruh tubuh.
Serpihan-serpihan es mulai muncul di permukaan kulitnya, membentuk pola-pola halus seperti kristal salju yang menempel di tulang dan ototnya. Namun Boqin Changing tidak melawan. Ia membiarkan es itu berkembang, membiarkan dingin itu meresap lebih dalam. Bahkan, ia memfokuskan elemen esnya sendiri, mengeluarkan lapisan tipis es dari dalam tubuhnya untuk memacu efek, menciptakan harmoni sempurna antara dirinya dan sumber daya yang ia serap.
Hari berganti hari, minggu demi minggu, bahkan bulan berganti bulan. Delapan bulan lamanya ia melakukan pelatihan tertutup itu, menyerap, menyelaraskan, dan memperkuat fondasi qi-nya. Waktu terasa berbeda di dalam kamar itu. Langit luar berubah tanpa ia pedulikan. Ia telah sepenuhnya tenggelam dalam dunianya sendiri.
Hingga suatu hari… langit di luar tampak gelap pekat, kilatan cahaya membelah awan, dan petir menyambar dari atas. Angin menderu, hujan deras menghantam atap rumah. Namun di dalamnya, Boqin Changing duduk tegap, tubuhnya kini tertutup lapisan es yang tebal dan membeku sempurna.
Tiba-tiba, lapisan es itu retak. Ledakan energi lembut tapi masif menyebar dari tubuhnya. Es hancur berantakan, serpihan-serpihan beterbangan, dan seketika asap tipis keluar dari tubuhnya, menandakan perubahan dahsyat di dalam tubuhnya.
Boqin Changing membuka matanya. Pandangan yang tadinya tenang kini dipenuhi kilatan tekad dan kekuatan. Ia merasakan pusaran qi dalam tubuhnya telah meningkat. Semua batasan sebelumnya, semua kekhawatiran tentang fondasi dan kesiapan, kini hancur.
Ia telah berhasil. Dengan napas dalam, tubuh tegap, dan energi yang berdenyut penuh vitalitas, Boqin Changing menembus ranah pendekar bumi puncak… setengah langkah menuju pendekar langit. Kekuatannya telah berubah. Sebuah era baru dalam perjalanan beladirinya baru saja dimulai.
Kini, bukan hanya Sha Nuo yang telah dibukakan peta jalannya. Boqin Changing sendiri telah melangkah lebih jauh dari sebelumnya, siap menghadapi tantangan yang menunggu di masa depan dengan kekuatan baru yang melampaui batas hidupnya sekarang.
Boqin Changing berdiri perlahan, kedua kakinya menapak di lantai kamar dengan mantap. Ia menutup mata sesaat, merasakan setiap aliran qi yang berdenyut di tubuhnya. Setelah mengonsumsi Bunga Lotus Es, qi dalam tubuhnya melonjak tajam, bergerak cepat dari tulang ke otot, dari ujung jari ke ujung kaki. Sensasi itu membuat jantungnya berdebar, namun tetap saja ranah pendekar langit tetap tampak seperti benteng kokoh yang belum mampu ia tembus.
Dengan napas tertahan, ia membuka matanya dan melangkah keluar kamar. Pemandangan di lorong hari itu tenang. Kamar Sha Nuo masih tertutup rapat. Sepertinya pria tua itu masih tenggelam dalam pelatihan tertutupnya sendiri. Boqin Changing menahan diri untuk tidak mengetuk atau mengganggunya. Sha Nuo pasti tahu jalannya sendiri, pikirnya.
Ia berjalan perlahan menuju dapur. Di sana, ia menyiapkan beberapa bahan sederhana, memasak sebentar, dan menyadari betapa baiknya tubuhnya sekarang. Pelatihan tertutup tipe diam yang ia lakukan memungkinkan tubuhnya memanfaatkan semua energi internal, bersinergi dengan sisa daya yang diperoleh dari Bunga Lotus Es. Tanpa makan atau minum dalam waktu lama pun, ia masih bisa bertahan, karena semua kebutuhan energinya terserap dari qi dan sumber daya penguat lainnya yang ia serap sebelum bunga lotus es.
Makanan siap di atas meja tengah, Boqin Changing duduk dan mulai menyantapnya dengan tenang. Sekali-sekali, matanya melirik ke arah kamar Sha Nuo.
“Kenapa belum keluar?” pikirnya.
Ia merasa heran. Apakah Sha Nuo masih kesulitan menembus ranah pendekar langit, ataukah ia sedang memperdalam pemahaman jalannya? Namun Boqin Changing tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menahan diri, berhenti sebentar dari pelatihan tertutupnya, dan mengamati keadaan dengan ketenangan yang hampir seperti ritual.
Ia merasakan energi yang mengalir dari Sha Nuo masih stabil namun belum mampu menembus ranah yang lebih tinggi. Tubuh Sha Nuo tetap tertutup dalam lapisan konsentrasi yang tebal, menandakan ia masih berada dalam tahap pemahaman, belum sampai lompatan besar ke ranah pendekar langit.
Setelah selesai makan, Boqin Changing mandi sebentar, merasakan air yang menetes ke tubuhnya seperti membersihkan sisa energi yang stagnan. Ia kembali ke kamar, menutup pintu, dan melanjutkan pelatihan tertutupnya. Rasanya seperti menapaki jalan yang gelap namun familiar. Meski ia tidak yakin bisa menembus ranah pendekar langit dengan sisa sumber daya yang ada, ia tetap ingin mencoba.
Dalam keheningan kamar itu, tubuh Boqin Changing menjadi titik pusat dari energi yang berdenyut. Di dalam dirinya, gelombang kekuatan baru sedang menunggu untuk membelah batas yang selama ini tak tertembus.
...*******...
Empat bulan telah berlalu sejak Boqin Changing menembus ranah pendekar bumi puncak, setengah langkah menuju pendekar langit. Selama waktu itu, pelatihan tertutupnya berjalan tanpa gangguan, tubuhnya terus menyerap sisa sumber daya, menumbuhkan fondasi qi hingga mencapai stabilitas yang meningkat.
Namun pagi itu berbeda. Cuaca di luar tiba-tiba berubah drastis. Langit yang biasanya cerah kini menjadi pekat, hitam seperti tinta. Kilat membelah awan dengan deras, bergantian menyambar ke tanah. Petir menyala-nyala, menderu dalam gemuruh yang memekakkan telinga, dan langit juga muncul percikan energi berwarna merah berkilau. Anehnya, badai itu tampak memiliki pola, tidak ada satu pun sambarannya yang menyasar kediaman Boqin Changing dan Sha Nuo.
Boqin Changing yang sedang duduk bersila, menyerap sisa sumber daya dalam tubuhnya, merasakan sensasi yang sangat familiar. Napasnya tertahan sesaat. Matanya terbuka perlahan, dan ia segera berdiri. Ada sesuatu yang tak bisa disangkal, fenomena alam ini bukan kebetulan.
Ia membuka pintu kamarnya dan menatap ke arah kamar Sha Nuo. Pintu itu masih tertutup rapat, namun aura di luar terasa seakan menjawab pergerakan energi Sha Nuo. Dengan langkah mantap, Boqin Changing berjalan ke jendela, menarik tirai, dan menatap keluar.
Badai besar sedang berlangsung. Langit pekat, sebagian berwarna kemerahan, kilatan energi menyambar-nyambar ke segala arah. Angin menderu, hujan deras menghantam tanah, namun pola energi itu teratur, seolah mengikuti irama yang hanya dapat dimengerti oleh mereka yang memiliki koneksi dengan ranah pendekar langit.
Boqin Changing menelan ludah. Ia tahu fenomena ini. Suara gemuruh petir, pancaran warna langit, bahkan kilat yang seakan menari di udara, semuanya adalah tanda. Itu berarti Sha Nuo telah berhasil menembus ranah pendekar langit.
Saat itu juga, pintu kamar Sha Nuo terbuka perlahan. Tubuh Sha Nuo berdiri di ambang pintu, dikelilingi oleh aliran petir. Energi murni itu nampak menari dan melingkari tubuhnya seperti naga bercahaya yang terbuat dari kilatan qi. Setiap aliran itu memancarkan cahaya lembut namun penuh daya, berdenyut seirama dengan napas Sha Nuo.
Boqin Changing menatapnya dengan mata membesar, hatinya bergetar. Ia dapat merasakan kekuatan Sha Nuo yang baru saja menembus ranah pendekar langit. Auranya kini nampak lebih liar, lebih murni, dan lebih sulit dijinakkan.
Sha Nuo mengangkat tangan sedikit, dan arus petir di sekitarnya menari mengikuti gerakan itu. Suara gemuruh di luar tiba-tiba diam, memberi ruang bagi Sha Nuo untuk mengekspresikan dirinya. Tanpa kata, tanpa salam, kedua mata mereka bertemu.
Boqin Changing menghela napas panjang, merasakan semangatnya terpacu.
“Akhirnya… kau berhasil, Paman.”
Sementara di luar, badai kembali mengamuk, tapi di dalam hati mereka, hanya ada ketenangan penuh keyakinan dan janji diam-diam untuk saling membantu.
udh lulus mesin scanning NT g thor ??
rate novel mu udh Top 3 besar di fiksi pria...
tpi mencapai ranah pendekar langit di usia semuda itu...!!
itu WAAAAH pakai BANGET.,...