Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Di Selamatkan.
Cahya dan Megy yang baru saja meletakkan jasad Allei dan Tio yang sudah tewas dimasukkan kedalam Tong kemudian Cahya dan Megy segera melihat situasi terasa Aman kemudian Cahya dan Megy berjalan menuju ke atas gedung melalui tangga.
Tidak berapa lama kemudian saat Megy dan Cahya sedang berjalan kearah tangga tiba-tiba saja ada penjaga yang sedang melintas lalu menyentuh pundak Cahya dan Megy.
Hingga membuat Megy serta Cahya mematung.
Kemudian Cahya dan Megy sama-sama menarik nafas lalu menenangkan dirinya.
Setelah tenang akhirnya berbalik badan menghadap kearah yang menyentuh pundaknya.
Lalu Jauhari berkata."hei bro, lu mau kemana sih emangnya? Kan, bos ngelarang kita untuk ke atas! Dan menyuruh kita berjaga di markas ini! Karena denger-denger nih, nanti bakal ada penyusup anaknya pak Eko Wijaya pengusaha itu?"
"Aaaaah, sebenarnya kami mau bicara kepada bos karena yang saya lihat digerbang nggak ada yang jaga, Bro?" Kata Cahya dengan suara diberatkan supaya terlihat seperti suara laki-laki.
"Hah, masa sih? Bukannya disana udah ada yang jaga! Sih Pramono dan Andre, kan?" Kata jack sembari bingung berpikir mendengar atas apa yang dikatakan Cahya.
"Makanya kami ingin memastikan ke bos, apa nggak ada yang lain jaga disana gitu? Tadi kami berjaga disana sebentar terus kami tinggal pengen kencing? Ya jadi sekalian aja kami bilang ke bos, gitu?" Kata Megy menambahkan kebohongan yang tidak ada sama sekali.
"Oh gitu, ya udah kalau gitu biar saya dan teman-teman yang lain berjaga disana?" Kata jack sembari berjalan berbalik badan tetapi kemudian Cahya segera menahan pundak Jack yang hendak berbalik badan.
****
Sementara dijalanan yang sangat ramai dan gang-gang banyak pedagang yang sedang berjualan hingga terasa ada keramaian dijalanan.
Disana terlihat pria yang sedang berlari dengan sangat cepat namanya adalah Jimi seorang berandal yang membunuh Baron waktu Cahya berkelahi waktu itu.
Dan disana ada pemuda yang mengejar Jimi menggunakan Motor trail mereka adalah Reno, Kevin dan Ridho.
Kevin kemudian, berkata."Ren, Dho, lu berdua ambil aja jalan pintas! Biar gue yang ngejar dia dari belakang!"
"Oke!" Jawab Reno dan Ridho serempak. Kemudian Reno dan Ridho segera memasuki gang kiri dan kana secara terpisah untuk menghadang orang sedang lari.
Sementara Jimi yang sedang lari melihat ke belakang dan ternyata hanya tinggal Kevin sendirian. Setelah ia berbalik menghadap kedepan ternyata ada orang yang sedang ramai di jalanan.
Jimi pun, berkata."Minggir-minggir?"
"Bruuugh... Kraaak.. aduuuh... "
Jerit seseorang pejalan kaki yang dijalanan terdorong hingga menabrak meja di pinggir jalan. Lalu pejalan kaki itu pun langsung berdiri.
"Woy... Yang bener lu! Nggak tau nih lagi rame?" Ucap pejalan kaki yang jatuh hingga kesal.
Tidak lama kemudian Kevin muncul melihat orang yang sedang kesal ngomel-ngomel.
Kevin pun, berkata."Bang.. bang.. awas bang?"
"Aaaah... huwaaaa.."
Kemudian pejalan kaki itu segera minggir ngibrit takut terkena tabrak oleh motor Kevin lalu Kevin melihat kebelakang dengan rasa bersalah.
"Bang, sori bang? Lagi darurat, sori ya?" Kata Kevin sembari melajukan motornya mengejar Jimi sang berandal yang lari.
Tidak lama kemudian Jimi yang lari lalu melihat kesebuah gang yang sepi untuk bersembunyi tiba-tiba saja ada Motor yang menghadangnya Dia adalah Ridho yang menghadang sembari memegang kayu balok.
Kemudian Jimi yang sedang terhalang oleh Ridho segera berbelok ke kanan tanpa disangka oleh Jimi.
Tiba-tiba saja ada kayu balok langsung mendarat di dadanya. Orang yang memukul Jimi adalah Reno yang sedang memegang Balok sembari duduk diatas motornya.
Jimi yang terkena pukul oleh balok mundur hingga terdorong mentok ke dinding gang. Setelah itu Jimi segera berbalik badan ke belakang dan Jimi pun terkejut tiba-tiba saja ada Kevin yang sedang menunggu di belakang.
Akhirmya Jimi terkepung oleh Kevin, Ridho dan Reno.
"Mending lu nyerah aja! Percuma lu lari nggak bakal selamet dari kejaran kami?" Kata Kevin dengan dingin sembari turun berjalan secara perlahan-lahan mendekati Jimi.
Begitu Kevin sudah dekat dari Jimi tanpa di duga Jimi langsung menyerang Kevin tanpa persiapan jadi Kevin hanya bisa menangkis dan menghindar serangan dari Jimi yang tiba-tiba karena tinggi Jimi adalah sekitar 195 Cm jadi jangkauan serangan Jimi lebih tepat dan lebih dominan ketika berkelahi dengan tangan kosong.
Kemudian Reno dan Ridho yang sedang diatas motor kemudian langsung turun dari motor karena melihat Kevin yang secara tiba-tiba di serang oleh Jimi.
Tidak lama kemudian Jimi menatap Reno dan Ridho yang mencoba mendekat.
"Wiiiih.... Keren, masih ada keberanian juga ya buat ngelawan kita meski udah terkepung! Hehehe." Ucap Reno sembari cengengesan memandang Jimi.
Lalu Ridho segera menyerang dengan memukul balok yang di pegangnya, hingga kemudian Jimi dengan sigap menghindari serangan Ridho lalu tanpa di duga Jimi menyerang Ridho dengan tiba-tiba.
" Bak..buk..bak..buk.. Kraaaak.."
Kayu balok yang dipegang oleh Ridho patah akibat kena tendangan dari Jimi karena digunakan Ridho untuk menahan tendangan dari Jimi.
Hingga membuat Ridho terdorong mundur.
Tidak di sangka Jimi yang baru saja menendang Ridho hingga terdorong mundur lalu Reno dengan cepat langsung menyerang punggung Jimi hingga terdorong setelah itu Reno menyerang lagi ke punggung Jimi hingga menyebabkan balok yang dipegang oleh Reno patah akibat tubuh Jimi.
Dengan mata yang tajam, Jimi yang terkepung oleh Kevin, Reno dan Ridho kemudian menatap tajam kearah mereka. Hingga membuat rombongan Kevin siaga.
"Hei bro, siapa yang nyuruh lu, hah? Lebih baik lu buka mulut aja! Gue janji bakalan lepasin, lu?" Kata Kevin dengan dingin menatap kearah Jimi.
Dengan seringai dingin serta meremehkan menatap rombongan Kevin, Reno dan Ridho secara bergantian lalu tanpa menunggu Kevin, Reno dan Ridho siaga.
Jimi langsung menendang mereka hingga menyebabkan Kevin, Reno dan Ridho terdorong.
Dengan melihat Reno, Ridho serta Kevin terdorong. Jimi memanfaatkan kesempatan itu untuk segera lari meninggalkan mereka. Hingga membuat Reno, Kevin dan Ridho segera melihat Jimi yang segera lari ke arah lorong yang sangat gelap.
"Sialan? Pake lari lagi, dasar cemen?" Umpat Reno sembari kesak karena Jimi kabur dari kepungan mereka.
"Yuk cepetan, jangan sampai ketinggalan?" Kata Ridho sembari berjalan menuju kemotornya.
Lalu Kevin dan Reno mengangguk menanggapi ucapan Ridho.
Kemudian masing-masing dari mereka segera menaiki motor dan langsung ngebut mengejar Jimi menuju kearah gang.
Tanpa diduga begitu mereka memasuki gang yang gelap sekaligus sempit itu langsung berhenti.
Reno segera berhenti di gang yang sangat gelap itu kemudian turun dari motor trail nya untuk memeriksa disekitar gang.
"Sialan, kemana lagi tuh orang?" Umpat Reno yang melihat sekitar gang.
Kemudian mengacak-acak di area gang di tong sampah dia tidak melihat siapa-siapa.
Kemudian setelah Reno selesai memeriksa Kevin dan Ridho segera melihat Reno yang sedang menendang Tong kemudian segera berhenti dan turun dari motornya dan langsung menghampiri Reno.
"Gimana Ren, ketemu?" Tanya Ridho sembari menghampiri Reno.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke