NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:71.3k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan Di Tengah Pertempuran

Empat serangan dahsyat melesat ke arah Xu Hao. Penjaga Kota Youdu dengan tebasan pedang energi emasnya, Penjaga Kota Xinjian dengan tinju kehancuran, pria tua dengan api biru yang membara, dan wanita berpakaian putih dengan badai esnya. Keempat serangan itu hampir menghantam tubuh Xu Hao.

Namun tiba-tiba, dari rawa di bawah, empat akar willow raksasa melesat. Akar itu sebesar menara, hijau pekat, dengan urat-urat bercahaya. Mereka menghantam keempat serangan itu tepat di udara.

BUMM! BUMM! BUMM! BUMM!

Ledakan dahsyat terjadi. Keempat serangan hancur, energi mereka berhamburan ke segala arah. Akar willow itu juga hancur, tapi misinya berhasil. Xu Hao selamat.

Penjaga Kota Youdu dan Xinjian saling pandang. Mereka mengangguk, lalu bersiap lagi. Pria tua itu juga mengumpulkan energi, dan wanita putih mengayunkan pedangnya.

"MATILAH!" teriak mereka bersamaan.

Serangan kedua dilancarkan. Kali ini lebih dahsyat. Pedang energi emas membesar tiga kali lipat. Tinju kehancuran berubah menjadi naga emas. Api biru membentuk burung raksasa. Badai es berubah menjadi ribuan tombak es.

Xu Hao kembali memanggil akar willow. Kali ini delapan akar melesat, lebih besar dari sebelumnya. Mereka menahan serangan itu.

Tapi tidak cukup.

KRAKK! KRAKK!

Akar-akar itu mulai retak. Satu per satu hancur. Serangan musuh terus maju.

Xu Hao menghilang.

Serangan-serangan itu hanya menghantam udara kosong. Dua puluh meter di belakang keempat musuh, Xu Hao muncul kembali. Matanya masih terpejam. Tangan kirinya bergerak, masih mengendalikan akar-akar willow yang membantu Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji di kejauhan.

Penjaga Kota Youdu menyipitkan mata. "Lincah juga."

Mereka tidak menyerah. Kali ini mereka mengubah strategi. Tiga orang bersiap melancarkan serangan besar, sementara wanita putih melesat maju untuk serangan langsung.

Wanita itu bergerak cepat. Pedang esnya menari di udara, menebas ke kiri dan ke kanan. Setiap tebasan mengandung energi yang bisa membekukan Raja Dewa bintang delapan.

Xu Hao bergerak. Gerakannya sederhana, hanya melangkah dan bergeser sedikit. Tapi setiap gerakan tepat menghindari tebasan itu. Kepalanya menoleh, tubuhnya miring, kakinya melangkah ke samping. Tebasan wanita itu selalu meleset beberapa sentimeter.

Wanita itu semakin cepat. Tebasannya semakin liar. Tapi Xu Hao terus menghindar, seolah sudah melihat semua gerakan sebelumnya.

Kemudian tiga serangan besar melesat dari belakang. Penjaga Kota Youdu, Xinjian, dan pria tua melepaskan serangan mereka bersamaan, mengarah ke Xu Hao.

Wanita itu melihat serangan datang. Ia segera menghindar, melesat ke samping.

BOOOMM!

Ledakan dahsyat terjadi. Area tempat Xu Hao berdiri hancur total. Rawa di bawah menguap, membentuk lubang besar. Lumpur hitam beterbangan ke mana-mana.

Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji yang sedang bertarung jauh di sana, berhenti. Mereka menoleh, wajah pucat.

"TIDAK!" teriak Mei Mei.

Tapi sebelum mereka bisa bereaksi, dari tengah ledakan, Xu Hao kembali terlihat. Tubuhnya berlumuran darah, luka parah di sekujur tubuh. Ia berlutut di udara, napasnya berat. Tapi matanya masih terpejam.

Cahaya hijau menyelimuti tubuhnya. Luka-luka mulai pulih, tapi perlahan. Jauh lebih lambat dari biasanya. Kekuatannya cepat terkuras.

Wanita berpakaian putih tidak memberi kesempatan. Ia melesat lagi. Pedangnya menebas ke leher Xu Hao.

Kali ini tebasan itu mengenai sasaran. Leher Xu Hao tersayat. Darah muncrat. Tapi entah bagaimana, ia tidak mati. Tubuhnya bergeser di detik terakhir, membuat tebasan itu tidak fatal.

Tiga serangan lagi menyusul dari belakang. Xu Hao menghilang, muncul di tempat lain. Tapi wanita pakaian putih itu sudah siap. Begitu Xu Hao muncul, ia sudah ada di sana. Pedangnya menusuk perut Xu Hao.

Jleb! Jleb!

Dua tusukan cepat. Pedang es menembus perut Xu Hao dari depan dan belakang. Darah membasahi akar willow di tubuhnya.

Xu Hao berlutut, muntah darah. Wanita berpakaian putih mengangkat pedangnya, siap menebas leher.

Namun sebelum tebasan jatuh, Xu Hao menghilang lagi.

Xu Hao muncul sedikit lebih jauh.

Pria tua itu tersenyum. Ia sudah siap. Tangannya membentuk segel, dan tiba-tiba ruang di sekitar mengunci. Benang-benang putih tipis muncul dari kehampaan, melilit Xu Hao. Benang itu kecil, hampir tidak terlihat, tapi kekuatannya luar biasa. Xu Hao tidak bisa bergerak.

Penjaga Kota Youdu dan Xinjian melihat kesempatan. Mereka mengumpulkan seluruh kekuatan. Serangan terbesar mereka siap dilancarkan.

"INI AKHIRNYA!" teriak Penjaga Kota Youdu.

Pedang energi emas membesar hingga seratus meter. Naga emas berkumpul di sekelilingnya.

Penjaga Kota Xinjian juga bersiap. Tinjunya berubah menjadi kepalan raksasa, dengan rune-rune kehancuran berkilauan.

Mereka melepaskan serangan bersamaan.

Wanita berpakaian putih itu ingin menebas, tapi serangan kedua seniornya terlalu besar. Ia terpaksa menghindar, melesat menjauh.

BOOOMMM!!!!

Serangan itu menghantam Xu Hao telak. Ledakan dahsyat terjadi, menerangi seluruh Rawa Kematian. Cahaya emas membutakan semua orang. Gelombang kejut menghantam ke segala arah.

Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji berteriak histeris. "SENIOR!!!"

Tapi tiba-tiba mereka berhenti.

Akar-akar willow yang selama ini membantu mereka, masih bergerak. Mereka masih menyerang musuh-musuh di sekitar, bahkan lebih ganas dari sebelumnya. Itu berarti Xu Hao masih hidup. Masih sadar. Masih mengendalikan akar akar itu.

Mereka menoleh ke arah ledakan. Perlahan, asap dan debu mulai reda.

Dan di sana, Xu Hao berdiri.

Tubuhnya tidak terluka. Sama sekali tidak. Bahkan bekas luka sebelumnya pun hilang. Ia berdiri tegak di udara, mata masih terpejam, dengan senyum tipis di bibir.

Semua orang terkejut. Mulut mereka terbuka lebar.

"Apa... apa yang terjadi?" gumam Penjaga Kota Youdu.

Xu Hao tersenyum. Dalam hati ia bersyukur. Strateginya berhasil. Ia sengaja membiarkan dirinya diserang berulang kali, membiarkan tubuhnya menyerap energi ilahi dari serangan-serangan itu. Akar willow di tubuhnya bertindak seperti penghubung. Untuk menyerap energi musuh, mengubahnya menjadi bahan bakar baru.

Kini akar willow di tubuhnya bersinar ungu. Bukan hijau lagi. Ungu adalah warna Dao Pemberontakan.

Xu Hao mengangkat tangannya. Dari rawa di bawah, akar willow raksasa muncul. Bukan satu, bukan dua, tapi puluhan. Mereka sebesar Pilar istana, menjulang tinggi ke langit. Dan semuanya bersinar ungu.

Akar-akar itu melesat menyerang Penjaga Kota Youdu, Penjaga Kota Xinjian, dan pria tua itu.

Mereka bertahan dengan sekuat tenaga. Penjaga Kota Youdu menebas dengan pedangnya, tapi akar itu tidak terluka. Penjaga Kota Xinjian memukul dengan tinjunya, tapi akar itu hanya bergoyang. Pria tua mengeluarkan api biru, tapi akar itu malah semakin besar.

BOMM! BOMM! BOMM!

Akar-akar itu menghantam mereka telak. Ketiganya terpental, muntah darah. Mereka terluka parah hanya sekali serang.

Sementara itu, wanita berpakaian putih tidak membuang kesempatan. Ia melihat Xu Hao lengah, fokus pada tiga lawannya. Ia melesat cepat, pedangnya siap menebas.

Namun saat ia mendekat, akar willow tiba-tiba muncul dari bawah. Akar itu menghantam kakinya.

KRAAKK!

Tulang kakinya retak. Tubuhnya terlempar, berputar-putar di udara, tidak bisa mengendalikan diri. Ia jatuh... tepat di dada Xu Hao.

Kedua tangannya secara refleks memegang bahu Xu Hao. Wajahnya hanya beberapa sentimeter dari wajah Xu Hao. Ia bisa merasakan hangatnya tubuh pria itu, aroma khas daun willow yang segar.

Xu Hao masih memejamkan mata. Tangan kirinya terus bergerak, masih menyerang tiga musuh dengan akar willow. Dia merasa kondisi ini sangat aneh.

Suaranya tenang, "Nona. Tolong lepaskan pelukan anda. Apa kata dewa dewa lain jika melihat seorang Raja Dewa yang perkasa memeluk musuhnya di tengah pertarungan?"

Wanita itu mencoba bergerak, tapi tubuhnya lemas. Rasa sakit dari kakinya yang retak menjalar ke seluruh tubuh. Ia tidak bisa mengendalikan otot-ototnya. Ini adalah efek Dao pemberontakan yang masuk sampai ke sumsum tulangnya.

"Jangan bergerak dulu," katanya dengan suara tertahan. "Ini... terasa sangat sakit. Tubuhku lemas, sulit bergerak."

Napasnya tersengal. Wajahnya yang dingin kini memerah.

"Kau... kau bajingan."

Xu Hao tidak peduli lagi dengan wanita itu. Pikirannya masih fokus pada pertempuran.

Tapi ia bisa merasakan perubahan emosi wanita itu saat ini. Dari niat membunuh yang membara, kini berubah menjadi sesuatu yang aneh. Kelegaan? Kebingungan? Ia tidak tahu.

Di kejauhan, Lumo yang sejak tadi duduk malas, tiba-tiba berdiri. Matanya membelalak melihat pemandangan itu. Rasa penasarannya memuncak.

"Menarik..." gumamnya.

Ia mengangkat tangannya, mengerahkan kekuatan sangat besar, lalu menjentikkan jari.

Seketika, di seluruh area pertempuran, api hitam muncul. Api itu membakar semua pemburu yang tersisa. Ribuan Dewa Langit dan puluhan Raja Dewa terbakar hidup-hidup. Jeritan mereka memenuhi langit, lalu lenyap dalam hitungan detik.

Hanya menyisakan Penjaga Kota Youdu, Penjaga Kota Xinjian, dan pria tua itu. Mereka terluka parah, terbaring di atas genangan lumpur. Dan wanita putih yang masih menempel di dada Xu Hao.

Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji terkejut setengah mati. Semua musuh mereka lenyap dalam sekejap. Mereka merasa lega, tapi segera terkejut lagi saat melihat Xu Hao.

"Senior...?" Mei Mei menatap pemandangan aneh di depannya. "Apa yang terjadi?"

Jin Bao dan Jin Yuji hanya bisa terpaku, mulut mereka terbuka lebar. Mereka melihat wanita musuh itu memeluk Xu Hao, dan Xu Hao hanya diam saja. Pemandangan yang sangat aneh di tengah medan perang.

Lumo melayang mendekat, matanya penasaran. Ia tersenyum tipis, menikmati kekacauan ini.

1
Sarip Hidayat
waaah
Dragon🐉 gate🐉
tuan Putri?... apakah Miao Yi? 🤔
Dragon🐉 gate🐉
apakah ini .... ayang Munlie🤔
Didit Nur
😘💖
Fajar Fathur rizky
thor bikin besok fokus pada xuemo dan haoran thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin 10 bab thor besok
tubagus Rido
5 bab lg thor,, jgn nanggung🤭
Fajar Fathur rizky
Thor bikin xuemo terlempar ke dunia peri thor ketemu sama yunxi pengen liat dia hajar ruyi
Fajar Fathur rizky
Thor bikin alur cerita haoran ketemu dengan keempatn anaknya xuhao bikin dia terlempar ke alam ketujuh bikin keempat anknya xuhao kaget thor bikin wanita itu kaget karena tau siapa haoran berbicara kepada keempat anknya jika haoran adalah tubuh klone ayah kalian xuhao bikin ranah kultivasi tinggi bikin haoran kaget mengetahui xuhao mempunyai empat anak
Fajar Fathur rizky
bikin haoran kaget ketemu dengan wanita itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin haoran ketemu dengan anknya xuhao bikin mereka menangkap haoran karena wajahnya xuhao
Fajar Fathur rizky
cepat bikin xuemo haoran ketemu anaknya yunxi
Fajar Fathur rizky
xutengshi lu bakal mati di tangan xuhao
Sarip Hidayat
waah
tubagus Rido
lama
Obi Brayen
thor kok skrg jrg update
yos helmi
ni cerita.. sepertinya putus ng ada update lagi.. awal 5 bab.. skrg 1 bab.. tu juga kalo ingat di update..
Dragon🐉 gate🐉
seperti Dewi Radha & Dewa Krishna...saat makan Krishna tak akan mulai memakan makanan sebelum Radha memakannya dulu,saat minum pun demikian, bahkan seruling bambu Krishna tak akan berbunyi sebelum tiupan pertama dilakukan oleh Radha
Rinaldi Sigar
lnjut
Fajar Fathur rizky
jadi tantai ningxuan masih suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!