NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Bian

Cinta Untuk Bian

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Twdyaaa

Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri

yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.


'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'


'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita



'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian


Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan

......................

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

*Di salah satu Perusahaan Brawijaya yang di pimpin oleh Bian

"Kamu sudah mendengar kabar nya,Bi?"

"Kita mendapatkan undangan untuk datang pada penyambutan pemilik sah pewaris Salim Group,nanti malam"

Brian langsung mengeluarkan suaranya ketika sudah menduduki dirinya di kursi ruang kerja saudaranya.

"Bibi Winda sendiri yang memberikannya?"tanya Bian

"No,tapi asisten mereka yang mengirim undangan secara resmi...aku rasa Bibi Winda tidak mengetahui hal ini"

Brian pikir dia ingin mundur dari segala masalah yang terjadi belakangan,sebab ingin fokus pada sang istri yang tengah hamil.

Tapi dia juga tidak ingin melimpahkan segalanya pada Bian yang seharusnya menikmati masa pernikahan nya sebagai pengantin baru.

Salim Group adalah perusahaan milik Tina setelah kematian sang pemilik utama tuan Harry.

Dan semenjak masalah pelik di masa lalu jelas saja Arga tidak membiarkan perusahaan itu berdiri dengan tenang

dia menarik semua sahamnya dan menyebabkan perusahaan tersebut diambang kehancuran.

Tapi aneh nya beberapa tahun belakang,Perusahaan itu justru berkembang pesat dan hampir menyamai kedudukan Brawijaya company di mata para pengusaha.

"Aku tidak mungkin datang,sebab Aisyah begitu pucat belakangan"

"Biarkan Daddy yang datang..." Tiba-tiba saja Arga bersama sang asisten nya Aldi datang menyeruak masuk kedalam ruang kerja Bian.

"Dad..."

"kamu harus menikmati masa pengantin barumu,Bri...ajaklah Elvita berlibur,ambil waktu cuti untuk berbulan madu"ucap Arga kepada Bian

"Aku pikir Daddy benar...jangan khawatir pada perusahaan,untuk sementara aku akan membantu sembari kamu berlibur"

"yes dad..."

pada akhirnya Bian hanya meng iyakan tanpa ingin berdebat atau menolak perintah Daddy nya yang berujung membuat semua orang curiga.

ohhh

kepala Bian tiba-tiba berdenyut

Bulan madu?

Dengan status pernikahan mereka yang sekarang jelas saja dia tidak perlu repot memikirkan bulan madu seperti pasangan pengantin pada umumnya.

Dia masih ragu pada perasaanya!

Tapi,menolaknya jelas saja akan membuat semua keluarga curiga.

Bian pikir dia harus kembali lebih awal kerumah dan membicarakannya pada Elvita.

"Bawa Aisyah ke manshion utama untuk sementara,Enrina sudah memberitahu kabar kehamilannya pada Daddy... insyaallah istrimu akan lebih aman disana"

ahhh,bukankah Keluarga Enrina begitu setia pada Daddy nya!

bahkan kabar kehamilan yang akan Brian simpan sementara ini sudah diketahui oleh laki-laki yang begitu dia hormati ini.

"Aku akan membicarakannya pada Aisyah nanti malam dad"

......................

Elvita melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah yang sudah dia tempati bersama Bian beberapa hari belakangan.

Dia pikir akan masak terlebih dahulu sembari menunggu Bian pulang dari kantor.

'ahhh sudah lama aku tidak masuk ke dapur'pekiknya begitu semangat!

"Darimana saja kamu?"

"ohh astaga..."

sontak saja suara berat dari sebrang sana mengejutkannya

'Bukankah laki laki itu seharusnya masih di kantor?'pikirnya

"Aku bertanya Elv..."

ahhh

"aku membeli beberapa peralatan dapur Bi,bibi Elma sudah melarangku tadi tapi aku ingin membelinya sendiri...maaf tidak menghubungi kamu terlebih dahulu" ucap Elvita

sebenarnya dia tidak sengaja untuk tidak memberitahu Bian,sebab saat sadar ingin menelpon nya dia baru sadar jika tidak memiliki nomor ponsel laki laki itu.

'seharusnya aku meminta nya pada dion'rutuknya.

"Kemarilah..."

Elvita langsung menurut tanpa membantah,dia langsung mendudukkan dirinya tepat disamping Bian yang sedang duduk di sofa ruang tengah.

"Buatlah list negara mana yang ingin kamu kunjungi dalam beberapa hari belakangan"

"hah..?" sahut Elvita bingung

"Daddy menyuruh kita untuk mengambil waktu berlibur" Jelas Bian melihat kebingungan gadis dihadapannya ini.

Dia tidak ingin menjelaskan dengan detail tentang berbulan madu yang Daddy nya rencanakan.

Menjadikannya mudah agar tidak membuat Elvita berpikir yang tidak-tidak

"Haruskah?aku pikir kamu begitu sibuk mengurus perusahaan belakangan"

Elvita sedikit khawatir sebab Khanza mengatakan bagaimana banyak nya masalah belakangan akibat konflik di masa lalu yang tidak dia ketahui.

Bukankah berpergian saat banyaknya masalah datang akan lebih mengacaukan situasi?

"Kak Bri akan mengurus perusahaan untuk sementara waktu,kamu tidak perlu memikirkan yang lain Elv...cukup pilih destinasi yang kamu ingin kunjungi"

Ucapan Bian jelas saja membuat Elvita sedikit tenang.

"berikan aku waktu untuk berpikir tentang beberapa tempat yang akan kita datangi"ucap Elvita kemudian.

Tanpa sempat menjawab perkataan Elvita Bian lantas berdiri melangkahkan kakinya menuju kamar meninggalkan Elvita yang menggerutu kesal.

'isss kadang ramah kadang cuek,ucapan bibi Fitri benar!dia memang seperti bunglon'

Elvita masih merutuki suaminya sembari berjalan menuju kedapur yang sudah ada bibi Elma disana untuk menyiapkan makan malam.

setelah selesai, dia yang hendak memanggil Bian untuk mendapati makan malam bersama mengurungkannya ketika ponselnya terus berbunyi.

"Halo..."

"....."

"apakah kandungannya baik-baik saja Bi?

"......"

Kaki Elvita menjadi lemas ketika seseorang dari dalam telponnya mengatakan sesuatu

"Baiklah Bi...aku dan Bian segera kesana"

Elvita langsung menutupi telponnya dan ketika hendak kekamar untuk memanggil suaminya dia mendapati Bian yang sudah keluar dari kamar dari tergesa-gesa.

"kita akan kerumah sakit sekarang!"

jelas saja Elvita langsung mengangguk dan mengikuti langkah Bian yang terlihat begitu khawatir.

......................

*Di perusahaan Salim Group

Hiruk pikuk dari dalam gedung terdengar begitu ramai.

ketika semua orang sudah berkumpul untuk melihat sosok penerus dari Salim Group yang sudah lama sembunyi dari dunia

seorang laki-laki muda dengan wajah tampannya berjalan dengan penuh wibawa menaiki panggung yang sudah disiapkan khusus untuk sang pewaris tahtah.

"Selamat malam..."

itu adalah Anthony Salim.

saat Anthony menyapa semua orang yang kini melihatnya dengan berbagai tatapan yang sulit ditebak,dia terlihat mencari sosok yang sudah pasti sangat menunggu kedatangannya sedari tadi.

setelah dia memperkenalkan diri sebagai pemilik baru dari Salim Group,Anthony segera turun dan berjalan mendekati seseorang yang tak lepas menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.

"Suatu kehormatan seseorang yang paling berpengaruh di seantero negeri datang ke acara kecil ini"

Anthony lantas menjabat tangan laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.

"jelas saja aku akan datang,bukankah menarik jika bekerja sama dengan perusahaan keluarga sendiri?"

Arga membalas jabatan laki-laki muda yang kira-kira seusia dengan Bian anak nya.

dihadapannya saat ini adalah Anthony anak dari Winda yang entah siapa ayah nya.

Dia pikir begitu menarik ketika Winda muncul kembali setelah sekian lama,sang anak yang dia sembunyikan juga ikut muncul ke permukaan seakan-akan ada sesuatu yang tengah mereka rencanakan.

"aku pikir ini rencana yang bagus dimasa depan..."

Anthony sengaja menggantungkan ucapannya seakan-akan bingung akan memanggil laki-laki yang ada dihadapannya.

"paman...kamu bisa memanggilku paman Arga,son!"

Ketika keduanya berbincang,Aldi kepercayaan dari Arga mendekat dan membisikan sesuatu kepadanya.

"paman pikir terpaksa mengakhiri perbincangan kita,aku akan mengundangmu dan Winda nanti" ucap Arga.

jelas saja perkataan dari Aldi membuat nya terkejut dan tanpa basa basi meninggalkan acara tersebut dengan cepat.

untuk saat ini dia tidak ingin berpikir buruk dengan menuduh orang yang dengan kejam berencana buruk kepada keluarga nya.

jika memang benar,maka terkutuklah orang tersebut..sebab Arga jelas saja tidak akan memaafkannya!

Anthony yang mendengarnya hanya tersenyum samar dan memandang kepergian Arga yang begitu tergesa-gesa dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.

'ini baru permulaan'batinnya senang

......................

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata

1
Widya Ekaputri
buruan dibaca guyss author bakalan rajin update!!
Momoi'Zi
ih, aku suka loh sama alur cerita kamu, dan aku agak hate sama suaminya Helen, sok dingin banget 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!