Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Bertemu
Abyan menatap kesal pada kakek Hasan yang berjalan meninggalkan ruangannya. Tapi dia tidak bisa marah pada orang tua itu. Orang yang paling dia hormati, orang yang sudah mendidiknya hingga bisa seperti sekarang ini.
"Kakekmu itu, dia selalu tahu mana yang terbaik untuk kamu, By."
Ucapan Erik membuat Abyan mengalihkan pandangannya menatap sahabatnya itu. "Aku tahu," balas Abyan.
"Jadi?" Tanya Erik ingin tahu keputusan Abyan.
"Kita lihat saja, siapa gadis yang dipilihkan kakek untuk aku nikahi."
Erik mengangguk. Dia tidak akan ikut campur urusan pribadi Abyan. Kakak angkat Meila itu pun kembali pamit. Baru saja Erik melangkah, Feri masuk ke ruangan Abyan.
"Aku melihat kakek. Sepertinya dia baru saja dari ruangan ini," ucap Feri, sepupu sekaligus asisten Abyan.
"Dia ingin sepupu kamu ini segera menikah dengan gadis pilihannya," jawab Erik.
"Oh ya? Siapa gadis itu?" Tanya Feri penasaran. Biasanya kakek Hasan akan membicarakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Abyan padanya. Kali ini, sepertinya dia ketinggalan informasi.
Erik mengangkat kedua bahu, tanda tidak tahu, diikuti Abyan. Feri menatap curiga keduanya. Mengira kedua sahabatnya itu membohongi dirinya.
"Kakek masih merahasiakan siapa gadis itu," ucap Abyan yang mengerti arti tatapan sepupunya itu.
Sementara itu, di kediaman Alamanda, Meila baru saja menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin terbengkalai. Sedangkan untuk pekerjaan hari ini, Erik belum mengirimkan apapun untuk dia kerjakan.
"Mungkin bang Erik mengira aku masih mengerjakan bagian ini. Jadi dia belum mengirimkan pekerjaan apapun untuk aku kerjakan." Ucap Meila mengemukakan pemikirannya sendiri.
Meila mengirim hasil kerjanya ke Erik dan Dewi, sebelum dia bangkit dari duduknya. Meila mengenakan hijab instan, lalu dia keluar dari kamar yang dia tempati. Kamar itu disiapkan oleh oma Amanda, khusus untuk Meila. Kamar yang lebih besar dari kamar milik Melisa yang ada di kediaman Aksara.
Tujuan Meila keluar dari kamar adalah dapur. Perutnya sudah menagih untuk diisi dengan sesuatu. Baru beberapa langkah, seorang pelayan menghampiri Meila.
"Nona, ini jus dan brownies untuk Nona," ucap pelayan tersebut. Pelayanan yang diperintahkan oleh Erik, khusus untuk melayani Meila.
"Terima kasih Kak Tina," balas Meila.
Sudah lama sekali Meila tidak memiliki pelayan sendiri. Saat Meila masih kecil, dia memiliki pelayan bernama bibi Ana. Wanita paruh baya itu adalah pelayan yang merawat Meila sejak lahir. Namun, saat Meila beranjak remaja, bibi Ana dipecat oleh nyonya Hana. Meila sendiri tidak tahu apa alasan ibunya itu memecat bibi Ana. Dan sejak saat itu, Meila mengurus dirinya sendiri.
"Bibi Ana, Mei merindukan bibi. Bagaimana kabar bibi sekarang?" gumam Meila.
Meila kembali ke kamar, ia memilih duduk di balkon, untuk menikmati makanan dan minumannya. Balkon itu menghadap taman belakang, taman bunga milik oma Amanda. Karena tidak ada pekerjaan yang harus dia kerjakan, Meila kembali memantau cctv kediaman keluarga Aksara.
Di cctv itu, menampilkan kedatangan Kakek dan neneknya. Meila tersenyum sinis. Kedua orang lanjut usia itu sebelumnya tidak akan hadir di hari pernikahannya. Setelah tahu Melisa yang akan menikah, mereka memutuskan untuk ke kota.
Meila tidak lagi sedih atas perlakuan kakek dan neneknya itu. Dia justru ingin melihat reaksi keduanya saat tahu Melisa tidak sebaik yang mereka lihat selama ini.
Di rumah sakit Wijaya, Zayan tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya. Meila belum juga bisa ditemukan oleh orang-orangnya yang dia kerahkan untuk mencari keberadaan calon istrinya itu.
Zayan memang meminta nyonya Hana untuk membujuk Meila, untuk memaafkannya. Namun, bukan berarti dia tidak melakukan apa-apa. Zayan tetap mencari keberadaan Meila yang tidak bisa dihubungi.
Jejak Meila terakhir kali berada di depan kediaman Aksara. Setelah itu, semua jejaknya tidak terdeteksi.
"Tunggu! Apa mungkin Meila kembali lagi ke kediaman Aksara?" gumam Zayan.
Lalu Zayan kembali menghubungi nyonya Hana. Hanya untuk memastikan, apa yang baru saja dia pikirkan.
Zayan tidak tahu, jika cctv kediaman Aksara sudah dikendalikan oleh Erik. Sejak awal Meila memutuskan untuk meninggalkan kediaman Aksara dan membatalkan pernikahannya, Erik sudah membuat rencana, Meila dia buat menghilang tanpa jejak.
Bukan hal sulit bagi Erik melakukan itu. Apalagi keluarga Alamanda juga mendukung Erik. Membatu Meila bersembunyi seolah hilang. Dan persembunyian terbaik Meila adalah kediaman Alamanda.
Apa yang dilakukan Erik, bukan hanya membuat Zayan kesulitan mencari jejak Meila. Asisten kakek Hasan pun tidak bisa menemukan keradaan adik angkat Erik itu.
"Tidak ada jejak?" gumam kakek Hasan, setelah menerima laporan dari Tedi.
"Betul Tuan. Saya juga sudah menelusuri semua tempat yang pernah dan sering nona Meila datangi."
Kakek Hasan tidak percaya gadis biasa seperti Meila bisa melakukan ini sendiri. Pasti ada orang lain yang membantunya. Atau mungkin ada keluarga hebat yang melindunginya. Dan itu tidak mungkin keluarga Aksara. Kakek Hasan tahu, bagaimana perlakuan keluarga Aksara terhadap Meila.
"Menurut kamu, siapa kira-kira orang yang berdiri di belakang calon cucu menantuku itu?"
"Nona Meila selama ini bekerja di Alamanda, Tuan. Belum lama ini, dia diangkat menjadi sekertaris oleh tuan muda Erik. Nona Meila adalah sahabat istri tuan muda Erik. Hari ini, dia tidak terlihat masuk kerja."
"Jadi, kemungkinan besar Erik yang membantu Meila?" Tebak kakek Hasan.
"Mungkin juga, seluruh keluarga Alamanda ikut melindungi nona Meila." Tedi menambahkan.
"Tedi, siapkan kendaraan! Aku ingin menemui Alan dan Amanda. Aku yakin, cucu menantuku itu ada di kediaman mereka."
Tidak perlu waktu lama, kini kendaraan mewah milik kakek Hasan melaju kencang di jalan raya. Tujuannya tentu saja ke kediaman Alamanda, seperti yang diperintahkan sang pemilik.
Di kediaman Alamanda, Meila sedang duduk santai bersama oma Amanda dan kakek Alan. Pasangan suami istri itu menceritakan Erik semasa kanak-kanak hingga remaja. Sejak kecil Erik tinggal dan dibesarkan oleh opa dan omanya. Sedangkan Ayah Erik memilih tinggal di kota yang berbeda, bersama keluarga barunya. Ibu Erik pun tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Lebih memilih keluarga barunya, dan tingga diluar negeri.
Meila sudah mengetahui cerita ini dari Dewi. Mendengar penjelasan langsung dari opa Alan dan oma Amanda, Meila lebih bisa merasakan perasaan Erik. Perasaan yang hampir sama dengannya, diabaikan orang tua.
Bersyukur, Erik masih punya opa Alan dan oma Amanda yang sangat sayang padanya. Tidak seperti dirinya. Tidak ada satupun dari keluarganya yang sayang padanya.
Ditengah keseruan mereka bercerita, Erik yang menjadi topik pembicaraan mereka pulang. Dia tidak sendiri, melainkan bersama Abyan dan Feri.
"Bang, kak Dewi mana?" Tanya Meila begitu melihat Erik. Gadis itu tidak menyadari jika ada Abyan dan Feri yang masih berada diluar.
"Kakak kamu sama Serli dan tante Anita," jawab Erik.
Tidak berselang lama, ada suara yang mengucapkan salam. Meila menoleh kearah pintu masuk. tampak dua orang pria tampan berjalan ke arah mereka. Meila tidak mengenal siapa mereka. Namun, melihat cara keduanya menyapa opa Alan dan oma Amanda, Meila yakin hubungan mereka sangat dekat dengan keluarga ini.
Pandangan Abyan tertuju pada Meila, setelah dia mencium punggung tangan sepasang suami istri itu. Ini untuk kedua kalinya, Abyan melihat gadis itu. Pertama kalinya, Abyan melihat Meila di pesta pernikahan Erik. Dia tidak menyangka, adik angkat yang Erik ceritakan pagi tadi adalah gadis yang sempat menarik perhatiannya di pesta pernikahan Erik beberapa bulan yang lalu.
"Mei, ini Abyan," ucap Erik mengenalkan sahabatnya itu.
Meila terkejut mendengar nama Abyan. Dia memang belum pernah bertemu dengan ceo HAS Company, tapi nama Abyan sangat familiar untuk Meila. Berkas yang dia siapkan dua hari yang lalu, adalah berkas proyek kerjasama Alamanda dengan HAS Company.
Meila menangkupkan kedua tangannya sebagai salam kenal. Lalu pada Feri, meskipun Erik belum mengenalkan siapa pria itu.
"Dia Feri, sepupu Abyan," ucap Erik.
Feri tersenyum pada Meila. Lalu dia perhatikan Abyan yang pandangannya tidak berpaling dari gadis itu.
Setelah itu, Erik mengenalkan Meila pada Abyan dan Feri. Lalu Erik beralih pada Meila. "Mei, ikut Abang ke ruang kerja. Abyan ingin kamu yang menjelaskan secara langsung, poin-poin penting proyek kerja sama kita dengan HAS Company."
Meila mengangguk, lalu dia mengekor di belakang ketiga pria tampan itu menuju ruang kerja opa Alan. Tidak membuang waktu, Meila segera menjelasakan apa yang Abyan minta. Selama Meila menjelaskan, pandangan Abyan tidak lepas dari gadis itu.
Feri berdecak melihat cara Abyan menatap adik angkat Erik itu, "Ingat! Kakek sudah punya calon untuk kamu," tegurnya. Mengingat hal tersebut, Abyan kembali kesal.
Penjelasan Meila sangat memuaskan. Bukan hanya Abyan, Feri pun mengakui Meila gadis yang sangat cerdas. Idenya sangat brilian. Dia mampu menjawab dengan baik, setiap kali Abyan mengkoreksi idenya itu. Abyan akhirnya meminta pada Meila untuk terus terlibat dalam proyek ini.
Keluar dari ruang kerja opa Alan, ketiga pria tampan itu dan Meila dikejutkan dengan keberadaan kakek Hasan. Pria tua itu sedang berbincang dengan opa Alan dan oma Amanda.
"Meila, kemarilah sayang. Tuan Hasan ingin bertemu kamu," ucap oma Amanda.
"Jangan katakan jika gadis yang kakek maksud adalah Meila," ucap Feri berbisik pada Abyan.
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....