NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 15

Kenji berdiri tenang, bersembunyi agak jauh dari rumah Zayna, pria itu menyesap rokoknya perlahan. Asap tipis melayang ketika akhirnya matanya menangkap sosok yang sejak tadi ia awasi pulang bersama seorang gadis.

Tentu saja Kenji tahu, siapa gadis belia yang datang bersama Drake. Dia Ezme.

Dua sejoli yang sedang mabuk kasmaran itu saling bergandengan mesra, terlalu larut dalam dunia mereka sendiri untuk menyadari tatapan dingin dari kejauhan.

Kenji memang ditugaskan khusus untuk menjaga dan mengawasi rumah Zayna. Tugas itu sederhana namun berbahaya, memastikan setiap pergerakan Drake tercatat, terutama jika pria itu kembali ke rumah.

“Karena kau ingin ikut, lebih baik kita memilih jam saat Zayna sudah berangkat bekerja. Aku hanya sebentar, mengambil beberapa peralatan dan keperluanku.”

“Kenapa harus seribet ini? Aku kan bisa membelikanmu semuanya…” Ezme merajuk, bibirnya mengerucut kesal.

“Iya… iya.” Drake mengalah.

”Nanti setelah aku menyerahkan surat pengunduran diri di perusahaan lamaku, aku akan ke mall bersamamu. Kau akan membelikanku perlengkapanku kan? Pakaian dan semuanya? Untuk bekerja di perusahaan kakakmu? Aku tidak mau terlihat lusuh dan tidak berwibawa saat menjabat sebagai Manajer. Apa kata para anak buahku jika aku berdandan kumal, mereka pasti tidak akan menghormatiku.” Kata Drake.

“Tenang saja sayang. Aku memang suka merawat ketampananmu. Jangan kau sia-sia kan ketampananmu, jangan kau sembunyikan ketampanan mu di balik pakaian tidak layak.” Kata Ezme manja, dan tersenyum puas.

“Baiklah, tunggu saja di luar. Aku masuk sebentar, dan tidak akan lama.” Ujar Drake sambil memencet pin pintu.

Ezme mengangguk tenang.

Drake masuk dan segera mengambil beberapa barang yang ia butuhkan. Namun matanya tertuju pada barang-barang miliknya, parfum, pomade, lotion, semuanya tidak bermerek, sebagian bahkan hampir habis.

“Kenapa aku membuang waktu untuk hal seperti ini?” Gumamnya kesal.

”Ezme bahkan berjanji bisa memberiku mobil baru. Untuk sekadar parfum atau pomade bermerk, dia pasti bisa memborong semuanya. Seharusnya aku tidak perlu melakukan ini.”

Drake meletakkan kembali barang-barangnya. Namun saat hendak keluar, langkahnya terhenti. Matanya menyapu kamar itu tanpa sengaja, dan perasaan aneh tiba-tiba menyusup.

Bukan satu atau dua tahun Drake mengenal Zayna. Hampir seluruh hidupnya ia habiskan bersama wanita itu. Namun suasana kamar, terlihat seperti tak tersentuh. Seolah Zayna sama sekali tidak kembali.

“Dia tidak pulang?” Drake berbisik.

”Atau dia tidur di tempat kerja?”

Ranjang masih sama persis seperti terakhir kali ia tinggalkan. Tak ada lipatan baru, tak ada tanda-tanda keberadaan Zayna. Masih seperti saat Drake sehabis berhubungan badan dengan Ezme. Drake tahu saat itu Zayna tidur menggunakan kasur lipat, pria itu melihat kasur lipat terlipat tepat di dekat almari, dan sekarang kasur lipat itu masih di tempat yang sama dengan posisi yang sama.

Dengan perasaan yang mulai tidak nyaman, Drake melangkah ke dapur. Pemandangan di sana membuat dadanya mengencang. Semuanya masih sama. Beberapa piring kotor dan sisa sarapan paginya masih tergeletak di atas meja, mengeluarkan bau tak sedap, dan Drake yakin, Zayna tidak pulang ke rumah.

“Dia benar-benar tidak pulang…” Drake menelan ludah. “Apa dia dibawa rentenir?”

Zayna bukan wanita sembarangan. Wanita itu hidup dengan sangat teratur, perfeksionis, dan sangat membenci rumah yang kotor. Setiap sudut rumah selalu rapi, dan kekacauan ini adalah sesuatu yang mustahil jika Zayna benar-benar berada di rumah.

Bahkan, setiap kali Drake pulang kerumah, meski rumah sewa itu bukan rumah yang mewah, namun bau khas rumah yang wangi selalu tercium olehnya. Setiap kekacauan rumah yang Drake timbulkan akan segera Zayna bersihkan dengan sempurna.

“Tunggu… Kenapa aku peduli?” Drake kemudian menatap dapur itu lebih lama dari yang seharusnya. Bau basi menusuk hidungnya, tapi yang lebih menusuk adalah perasaan asing di dadanya.

“Zayna selalu pulang. Selalu.” Kata Drake

“Namun, ini sangat aneh… Seberapa lelah pun dia, rumah ini tak pernah dibiarkannya berantakan.”

Drake mulai gelisah, Drake ingat betul bahkan saat mereka bertengkar pun, Zayna tetap memastikan segalanya rapi, seolah keteraturan adalah satu-satunya hal yang masih bisa ia kendalikan.

“Kalau dia tidak pulang… Berarti memang ada yang salah bukan dengannya?”

Namun pikiran itu hanya bertahan beberapa detik.

“Apa yang ku pikirkan? Buang-buang waktu saja. Dia perempuan dewasa. Dia pasti bisa mengurus dirinya sendiri.” Drake menghela napas pelan, seperti sedang menenangkan dirinya sendiri, bukan mencari kebenaran.

Drake menoleh kembali ke arah kamar. Kosong. Sunyi. Terlalu sunyi.

“Kalau benar dia dibawa rentenir…” Batin Drake. Pikiran itu sempat membuat dadanya mengencang.

Namun bayangan Ezme yang sedang menunggu di luar menggerogoti pikiran dan perasaan Drake.”

“Ezme masih muda, dia cantik, manja, penuh perhatian, dia juga kaya, dia akan mengurusku dengan baik.” Kata Drake, secepat itu Drake menyingkirkan kegelisahannya pada Zayna.

“Ezme tidak pernah merepotkanku perihal uang dan uang.” Kata Drake.

Drake meraih ponselnya, menimbang untuk menghubungi Zayna. Jarinya bahkan sempat menyentuh layar, lalu berhenti.

“Untuk apa? Kalau aku menelepon, aku harus peduli. Dan kalau aku peduli, berarti aku harus kembali memikirkan bagaimana menghadapi para rentenir yang memburuku, para rentenir itu tidak akan menyakiti Zayna. Zayna adalah seorang wanita.”

Lalu Drake mengunci layar ponselnya.

“Zayna selalu bertahan. Selalu. Kalau kali ini pun dia menghilang, itu pasti hanya caranya membuatku merasa bersalah. Aah… Aku tahu, kemarin tanggal jatuh tempo nya, pasti Zayna hanya ingin menghindari para Rentenir seperti aku, dia pasti tidak punya uang dan bersembunyi sementara waktu dari pengejaran para rentenir. Baiklah Zayna, mari kita bersembunyi lebih dulu.” Kata Drake, pikirannya sebodoh dengkulnya.

Dengan keyakinan yang dipaksakan, Drake melangkah menuju pintu. Menelan semua kecemasannya dan membiarkan egonya yang menguasai dirinya.

“Ezme menunggu.” Kata Drake mantap.

Bagi Drake, Ezme adalah berlian, sebuah alasan yang cukup untuk membuatnya pergi.

Drake kemudian keluar tanpa membawa apapun, ia keluar dengan ringan, terlalu ringan untuk seseorang yang baru saja ingin meninggalkan rumahnya sendiri.

Ezme terkejut melihat Drake dengan tangan kosong.

Ezme langsung menatapnya heran.

“Tidak jadi?” tanyanya.

Drake menyunggingkan senyum tipis, senyum yang tampak yakin.

“Ku pikir kita ke mall saja dan membeli semua peralatan serta perlengkapanku secara menyeluruh.” Kata Drake.

“Benarkah? Kau mau?” Kata Ezme senang. Ezme memang sangat suka berbelanja apalagi kali ini ia akan belanja bersama pacarnya.

“Aku senang!” Seru Ezme tanpa menunggu jawaban lebih lanjut Drake.

“Itu pilihan yang sangat bagus Sayang!” Kata Ezme melonjak gembira.

“Kalau begitu aku ingin parfum bermerek. Yang mahal. Yang wanginya benar-benar melekat.” Pinta Drake.

“Semua kemauanmu pasti akan aku turuti. Aku akan menjadikan pacarku ini semakin tampan. Aku sangat mencintaimu sayang!” Kata Ezme memeluk Drake dengan kedua tangannya yang melingkar di perut kencang Drake.

Senyuman tipis tersungging di mulut Drake.

Drake melangkah pergi bersama Ezme, meninggalkan rumah yang masih berantakan, bau sisa makanan yang membusuk, dan seorang wanita yang entah di mana, tanpa berpaling sedikit pun.

Drake tidak tahu sesuatu hal besar telah menunggunya di depan sana, rencana kehancuran dari seorang monster yang yakin Drake akan masuk dalam perangkapnya.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!