Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.18. Memfitnah Tia
Setelah menemui Dokter Arka, guna memperingati untuk tidak dekat dengan Tia, Rangga menuju kamar Tia, Ia ingin. Memperingati kembali agar jangan sembarang mendekati laki-laki, tapi Tia sudah tertidur dan terbawa ke dalam alam mimpi, tanpa tau kalau ada orang yang masuk keruangan itu. Rangga meminta kunci cadangan kamar Tia,, apa yang tidak bisa di lakukan oleh orang yang berkuasa kalau cuman soal kunci itu hanya masalah kecil.
Rangga duduk di kursi yang ada jauh dari tempat tidur Tia, sambil memperhatikan wajahnya, ia mengingat masa-masa bahagia bersama Tia dulu, anak yang polos lucu periang dan suka menggodanya.
Tiba-tiba Tia mengigau memanggil nama anaknya Diego.. Diego sambil membolak balikkan badan, seolah dalam mimpinya ia mengejar anaknya. Sementara Rangga jadi emosi karena mengira Diego itu laki-laki yang dicintai oleh Tia. Ia lalu berdiri dan mendekat ke arah Tia dan dengan teganya langsung mencekik Tia yang yang sedang terlelap. Tia membuka matanya dan langsung kaget karena tak menyangka kalau itu ulah Rangga, ia mencekik Tia sambil memaki Sebagai perempuan murahan karena biar dalam mimpinya ia masih bisa menyebut-nyebut pria kesayangannya tanpa Rangga sadari kalau itu bukanlah amarah tapi rasa cemburu. Tia berusaha melepaskan cengkraman tangan Rangga di lehernya karena hampir ke habisan napas sambil memukul lengan Rangga.
Kamu itu benar-benar murahan sampai kapanpun aku tak akan pernah melepaskan mu sebelum segala siksaan yang kuberikan sepadan dengan apa yang di alami Regina. Rangga lalu melepaskan tangannya dan Tia hanya bisa menangis tanpa tau harus bilang apa lagi, agar Rangga sadar kalau semua bukanlah perbuatannya melainkan ulah kakaknya. Dia juga tidak punya bukti. Sekarang kamu ke ruangan Regina dan jaga sampai pagi di sana. Lalu Rangga keluar dari ruangan itu dengan penuh amarah dan kekecewaan. Ia berharap apa yang di katakan Dokter Arka ada sedikit benarnya.
Jadi tadi Rangga kembali menemui dokter Arka menjelaskan kalau Tia bukanlah wanita baik, sebagai saudara ia berhak memperingati Arka, tapi Arka memberikan spekulasi bagaimana kalau sebenarnya Regina juga bukan perempuan baik,seperti yang kamu kira selama ini, karena kejadian ini belum pernah kamu selidiki dengan baik, Akhirnya Rangga berpikir untuk menunggu sampai Regina sadar untuk melakukan tindakan lebih lanjut tentang kecelakaan itu.
Sementara di tempat Lain ada seseorang yang merencanakan, sesuatu untuk memfitnah Tiara, agar semakin membenarkan kebenaran kalau emang sebenarnya semua itu perbuatan Tia. Dia ingin menyewa seseorang untuk melukai kembali Regina dengan alibi kalau pelakunya adalah Tia. karena menurutnya jika suatu hari pak Anggara bisa sadar dari komanya maka dia dalam bahaya semua akan terungkap, dan hartanya akan di ambil alih kembali. Dia akan hidup lagi di jalanan. Tina,,, ya semua itu adalah perbuatannya dia mengadu domba Regina untuk membenci Tia.
Manusia terkadang lupa karena di butakan ambisi dan kekuasaan, ia lupa kalau semua itu hanyalah titipan dari Tuhan, keserakahan hanya membawa petaka, Sebagai manusia kita harus bisa menyadari semua itu agar terhindar dari kekufuran duniawi. Tidak bagi Tina, harta dan kekuasaan adalah segalanya, ia merasa dengan memiliki segalanya kita tidak butuh lagi siapa-siapa ia melupakan dari mana dia berada, dia jadi manusia serakah karena di butakan oleh harta yang bukan haknya.
Malam itu dia menyuruh pembunuh bayaran untuk melukai Regina. Sementara Tia bersiap ke ruangan perawatan Regina, atas perintah Rangga tadi untuk menunggui Regina sampai pagi sebagai hukuman tambahan karena masalah tadi waktu di kamar Tia.
Tia berjalan masih memegang lehernya yang memar akibat ulah Rangga tadi. Ia memasuki. kamar itu dengan gontai dan duduk di sofa panjang sambil memandangi wajah Regina.
Sebesar itukah cinta Kak Rangga ke padamu sampai-sampai aku, tak bisa ia maafkan, sedang jelas kamu tau itu semua bukan kesalahanku, air mata Tia seakan tidak ada habisnya menetes, bebannya begitu besar di tambah luka yang setiap hari di torehkan oleh Rangga.
Sementara Pembunuh itu bersembunyi di balik gorden, menunggu saat yang tepat untuk melakukan aksinya. Saat itu Tia merasakan sesuatu yang aneh, hatinya berdebar kencang seakan merasakan ada sesuatu yang akan terjadi, dia teringat dengan Ayahnya karena tidak sempat menemuinya tadi sore. Ia berniat ingin melihat Ayahnya sebentar kemudian kembali ke ruangan itu, Tia berjalan keluar tapi seolah ia melihat bayangan di dekat jendela, dia berjalan mendekati jendela itu, sementara orang yang ada di sana mulai ke bingungan jikalau nanti ketahuan, Tia terus berjalan ke arah jendela terpaksa orang itu ke luar dari persembunyiannya kemudian menyekap mulut Tia, agar tidak berteriak sambil menyeret Tia ke arah Regina, dan orang itu berhasil melukai lengan Regina dengan satu kali sayatan tapi Tia menginjak kaki orang itu dengan keras dan berhasil melepaskan diri, dan berusaha mengambil pisau di tangan orang itu, Tia berteriak meminta tolong setelah terlepas dari orang itu, tapi tanpa di sangka orang itu berbalik dan menusuk perut Tia kemudian berlari keluar. Tak lama petugas keamananan dan suster masuk.
Petugas melarikan keluar regina dan meminta suster yang lain membantu membawa ke ruangan ICU karena banyak ke hilangan darah. Sementara Tia di bantu oleh suster jaga yang lainnya. perut Tia tidak terluka hanya bajunya yang robek tapi hanya mengenai telapak tangan karena sempat memegang pisau itu.
Sementara Ibu Regina segera tiba di Rumah sakit setelah menerima kabar itu, begitu juga Rangga dan Sion segera ke Rumah sakit. kebetulan malam itu Dokter jaga adalah Arka.
Sementara Regina di periksa, ibunya datang keruangan perawatan mencari Tia, dan menyeretnya keluar, Ia membawa kehadapan Rangga, bibir Tia berdarah dan telapak tangannya juga berdarah hal itu tak luput dari perhatian Rangga, lihat Pak Rangga bagaimana pintarnya perempuan busuk ini, pasti dia yang merencanakan semua ini agar tidak di curigai, di melukai dirinya sendiri, Ibu regina ingin menampar kembali Tia tapi tangannya di tahan oleh Rangga kemudian di hempaskan Dengan kuat.
Apa benar kamu yang melakukan semua ini??
Tia hanya tersenyum sambil berkata, jika aku mengatakan bukan maka kamu akan percaya, pertanyaan Rangga di balas pertanyaan oleh Tia bukanlah suatu jawaban. Jika kamu Tidak percaya maka sekarang silahkan kamu bunuh saja saya. Tiba-tiba Dokter Arka datang dan mengatakan kalau Regina butuh darah, Ibu Regina mendorong Tia,,," ambil saja darahnya sampai habis,,
Tunggu Dokter bawa perempuan ini obati dulu lukanya kemudian ambil darahnya, Arka baru memperhatikan kalau ternyata Tia juga terluka,,
Tapi bagaimana mungkin dia, mendonorkan darahnya sementara dia sendiri terluka,,kali ini aku tidak setuju, kita coba cek saja di ban darah kemungkinan saja ada stok disana!!
Aku yang memerintahkan mu, itu sebagai hukuman karena telah lalai dalam menjaga Regina padahal saya sudah bayar mahal. Hati Arka begitu marah tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena melawan sama saja di pecat. Sementara Sion juga tidak tega melihat semua kejadian itu, ia merasa kasihan melihat Tia. Tapi sebelum Dokter Arka melangkah ia menoleh ke Rangga dan berkata"" Semoga kejadian malam ini tidak pernah engkau sesali kelak di kemudian hari, dan aku harap suatu saat nanti Tia bisa memaafkan mu. Tanpa mendengar jawaban dari Rangga Dokter Arka membawa Tia ke tempat transfusi darah sebelum terlebih dahulu mengobati luka Tia.
**** Bersambung*****
Kalau suka jangan lupa tinggalkan jempolnya ya👍👌🙏🥰