Buku ini gua tulis sebagai perwujudan eksistensional gua di dunia ini. Karena gua pikir, sebelum gua mati, gua harus ninggalin sesuatu. Untuk bilang ke orang² yang baca buku gua ini: "Ini gua pernah hidup di dunia, dan gua juga punya cerita." Pada dasarnya, buku ini berisi rangkuman hal² penting yang terjadi dalam hidup gua, yang coba gua ingat² kembali, gua gali kembali, di tengah kondisi gua yang sulit mengingat segala hal yang rumit. Juga, kalau² kelak nanti gua lupa dengan semua hal yang tertulis di buku ini, dan gua baca ulang, terus gua bisa bilang: "Oh... ternyata gua pernah begini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar
Beberapa kali gua mencoba tanya ke Tasya, tentang latar belakangnya. Karena jujur aja, meski gua berpacaran sama Tasya gua sama sekali enggak kenal Tasya. Setiap kali gua tanya ke dia, tentang keluarganya kayak apa, dan bisnis keluarganya kek apa, gimana pekerjaannya di bisnis itu. Dia selalu jawab: "Kenapa sih Om, enggak penting kan Om tanya itu, yang penting kan punya duit dan enggak ngerepotin Om kalau ke sini."
Dan jawaban yang dia berikan, selalu bisa membungkam gua. Tapi, gua makin curiga. But, kecurigaan gua selalu berhasil di patahkan oleh tingkah manis dan manja dari Tasya. Karena pada akhirnya, Tasya berhasil ngeluarin gua dari kondisi depresi gua pasca gua kehilangan pekerjaan.
Di mata gua waktu itu, dia hampir seperti guardian angel yang datang di tengah² keterpurukan hidup gua. Dia berhasil mengalihkan kecemasan gua. Di tambah lagi, dia benar² suport gua untuk bangkit.
Gua masih inget dia bilang: "Ayo dong Om, jangan nyerah, gua temenin bikin akun TeePublic dari baru lagi deh. Gua bantuin Om deh... pokoknya Om enggak boleh nyerah, Om harus tetep berkarya. Gua yakin suatu saat ekonomi Om bakal balek lagi kayak dulu."
Padahal gua udah beneran hampir nyerah dan berhenti buat maen print on demand. Tapi, karena Tasya terus²an ngepacu semangat gua, gua jadi enggak bisa berhenti.
But, hubungan kami bukannya tanpa masalah. Karena bisa dibilang, kami menjalin hubungan jarak jauh, komunikasi selalu menjadi masalah utama. Kebanyakan karena Tasya lebih sering ilang²an. Misal tiba² aja dalam satu hari Tasya sama sekali enggak chat gua. Di situ gua selalu curiga, dan hari berikutnya pasti kita cekcok.
But... momen manis selalu ada. Misalkan ketika kita bener² satu minggu enggak chatan. Tapi, tiba² aja di minggu terakhir, Tasya chat gua, dan ngomong udah ada di hotel di kota gua.
Intinya...
Gua merasa hubungan gua sama Tasya ini adalah hubungan pacaran paling normal yang gua lalui. Bener² penuh warna, full romantica, no HS just kissing. Full normal, kayak pasangan² yang lain, hubungan yang bener² gua idam²kan sejak dari dulu.
Di titik ini, perhatian gua bener² udah fokus ke Tasya. Meskipun perasaan cinta gua ke Tasya, tumbuh dengan pelan² dan enggak me-ledak² kayak yang dulu, tapi gua pikir, justru beginilah perasan cinta seharusnya.
Meski begitu, Cahaya masih sering berkabar sama gua, bener² cuman berkabar. Dan Tasya juga tahu itu, karena hubungan gua dengan Cahaya sebelumnya udah pernah gua ceritain ke Tasya, intinya perlahan, perasaan gua ke Cahaya, teralihkan ke Tasya. Gua pikir, mungkin karena gua menemukan sosok Cahaya yang baru di dalam diri Tasya ini. Sementara Cahaya yang lama, benar² menyisakan serpihan cinta saja.
Gua sempet berpikir, mungkin Tasya bener² akan menjadi cewek terakhir dalam hidup gua. Karena gua pikir hubungan kami bener² berjalan seperti tanpa ada masalah apapun. Masalah paling besar cuman masalah komunikasi, itu aja...
Tapi...
Gua salah...
Gua bener² salah menilai Tasya.
Tasya... cewek ini enggak seperti yang gua pikirin.
Ceritanya gini...
Tiba² aja mantan toxicnya itu, DM gua lagi, kali ini dia chat gua dengan typing lumayan sopan. Gua masih ingat kalimatnya: "Bro... gua bukannya apa², gua cuman mau selamatin hidup lu dari Tasya."
Bjir... gua kaget dong. Selamatin dari Tasya? Gua awalnya enggak mau peduliin itu isi DM dia. Tapi, karena gua pikir, Tasya bener² masih menyimpan banyak rahasia tentang dirinya dari gua, gua jadi penasaran.
Gua mulai balas DM dia, dan gua bener² terkejut dengan pengakuan itu mantan toxicnya.
Siapa Tasya yang sebenarnya? Selalu membuat gua penasaran. Dan akhirnya benar² terjawab.
Mantan toxicnya itu ngomong ke gua: "Tasya itu cewek Open BO, dia emang dari keluarga kaya, tapi keluarga dia lumayan berantakan. Terus dia terjerumus di pergaulan, teman² tongkrongannya itu rata² cewek Open BO, nah dia ngelakuin itu sejak dia SMA, makanya lulus sekolah dia enggak kuliah."
Terus pengakuan dari itu mantan toxic Tasya, dia mengaku dia enggak toxic, karena dia kenal Tasya dari dunia Open BO, dan dia jatuh cinta sama Tasya. Terus dia paksa Tasya keluar dari dunia itu, tapi Tasya enggak bisa. Dia terus ngelakuin itu, makanya dia jadi posesif dan keras ke Tasya. Makanya dia terkesan keliatan toxic.
Terus dia juga berani buktiin omongan dia. Dia kirim screenshoot, isinya bukti² akun Tasya di aplikasi hijau, tau lah ya aplikasi yang sering dipakai buat Open BO.
Awalnya, gua agak sangsi, karena gua pikir dia ngomong gitu ke gua, buat ngancurin hubungan gua sama Tasya. Tapi, disisi lain juga, gua emang curiga sama Tasya.
Dan puncaknya...
Gua beneran cek di aplikasi hijau. Gua sengaja download fake gps, gua taruh di kota tempat Tasya tinggal. Terus, gua download aplikasi hijau. Gua cek satu² akun cewek yang Open BO.
Dan...
Bener aja...
Meski wajah Tasya enggak di perlihatkan di akun dia, bahkan foto profilnya pun pakai foto palsu, tapi gua tahu kalau itu Tasya. Karena di galery akun dia, dia unggah foto real tubuhnya. Gua bisa kenal dari beberapa tatto kecil yang ada di tubuh Tasya.
Ya... Tasya itu punya Tatto di dada sebelah kiri, dan beberapa tempat lain, yang ketutupan, dan cuman keliatan kalau dia pakai croptop dan hotpans.
Pas gua tahu itu...
Gua dunia gua runtuh. Gua enggak pernah sangka. Di depan gua, cewek itu beneran kayak cewek baik² yang lucu, manja, imut dan cantiknya kelewat batas.
Bahkan gua enggak bisa nangis, yang tersisa cuman emosi yang me-luap²...
Waktu itu malam hari, gua sengaja chat Tasya pas akun aplikasi hijaunya aktif. Dan bener aja, chat gua enggak di balas, bahkan enghak cuman centang satu. Jadi, selama ini, ini alasan Tasya selalu ilang²an.
Gua cuman screenshoot bukti²nya. Dan karena gua udah kalap. Malam itu gua sengaja order cewek Open BO di kota gua. Gua screenshoot juga hasil chat gua sama cewek Open BO yang gua order. Terus, gua kirim ke Tasya, dengan catatan: "Gua juga bisa lakuin hal yang sama, kalau lu jadi cewek yang Open BO, gua bisa jadi cowok hidung belangnya."
Waktu itu pikirian gua beneran kacau, terlintas di otak gua untuk bundir. Gua kehilangan kepercayaan pada orang yang udah gua anggap sebagai guardian angel dalam hidup gua. Gua udah beli racun tikus di kantong.
Tapi sebelum gua telen, gua beneran order cewek Open BO.
Pas sampai kamar hotel yak... gua bahkan enggak tega buat HS sama tuh cewek. Karena gua kepikiran Tasya. Alhasil gua malah curhat ke cewek yang gua order. Bjirr.... ini memalukan sih, tapi gua mau ceritain... karena bahkan cewek asing yang baru gua kenal, malah mau dengerin curhatan gua. Itu cewek malah kasihan sama gua dan nenangin gua. Karena ini cewek juga, gua batalin buat bundir.
Pagi harinya, Tasya chat gua, typingan minta maaf sambil emot nangis. Tapi gua enggak balas, bahkan dia telepon gua ber-kali² tapi enggak gua angkat.
Sampai dua hari, Tasya kemudian datang ke kota gua. Dia nginep di hotel, deket rumah gua, keknya dia rencana mau samperin ke rumah gua. Fyi, Tasya tahu alamat rumah gua, meski belum pernah gua ajak ke rumah.
Karena gua enggak mau masalah gua sama Tasya ampe ketahuan orang rumah. Gua akhirnya temui Tasya di Hotel. Sampai depan pintu kamarnya, mata gua udah ber-kaca², karena dari tadi gua udah nahan emosi dan tangis. Terus, ngeliat Tasya di depan gua, tangis gua pecah...
Gua enggak bisa marah, enggak bisa maki² dia, gua cuman bisa nangis aja... bener² nangis, and then karena pikirian gua pada saat itu udah enggak logis lagi. Bercampur dengan cemburu dan emosi, gua lampiasin semuanya dengan HS dengan Tasya secara kasar. Sekasar mungkin yang bisa gua lakuin ke dia. Bener² enggak ada rasa nikmat, cuman pelampiasan rasa sakit. Itu adalah HS pertama dan terakhir dengan Tasya.
Setelah selesai, dengan mulut gua, gua ngomong ke Tasya: "Kita putus, terimakasih buat semuanya."
Gua tinggalin dia, begitu aja di kamar hotel, dia menangis keras. Tapi gua udah enggak peduli. Udah terlalu sakit, padahal jika sejak awal dia bisa jujur ke gua, mungkin gua bisa terima kondisi dia, toh gua juga bukan orang suci. Rasa sakit ini lebih seperti karena gua merasa dibohongi, ditipu oleh cewek yang lagi belajar gua cintai. Jadi buat gua waktu itu, semuanya beneran udah terlambat.
Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.
Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥