Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18.
Setelah Logan mundur, Serena membuka pintu kamar milik pria itu lalu berlari keluar. Sedangkan pria itu tersenyum tipis dengan tingkah laku Serena yang malu-malu. Untuk apa malu, toh bukan pertama kalinya Serena berciuman apalagi sampai berhubungan badan.
"Kita lihat Serena, sejauh apa kamu menghindariku!" Gumam Logan sembari mengusap sudut bibirnya yang basah bekas bibir manis gadis yang mengusik hatinya.
Serena masuk kedalam kamar lalu menguncinya, dia berlari masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajahnya beberapa kali. Hampir saja dia terpedaya oleh godaan Logan, pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Seumur hidup, ia tidak akan menyerahkan dirinya pada Logan Winston, sosok pria kejam yang tidak memiliki hati nurani. Dia yang menjebaknya lima tahun yang lalu sampai hidupnya berubah kelam dan menderita.
"Dia hanya akan mempermainkanmu lagi, Serena! Jangan terpancing!" Gumam Serena meyakinkan diri sendiri sembari menatap pantulan wajahnya di cermin wastafel.
.....
Jam setengah tujuh pagi Serena keluar dari dalam kamarnya, aroma masakan sudah menguar, Serena pikir Logan yang memasak tapi rupanya Elsa.
"Hai Serena, selamat pagi!" Sapa gadis itu.
Serena tersenyum tipis dan membalas, "Selamat pagi! Aku akan membantumu!"
"Terimakasih!" Jawab Elsa.
Serena membantu menyajikan makanan diatas meja makan dengan sedikit kesulitan karena pakaian yang ia pakai terlalu lebar dari atas hingga bawah.
Melihat penampilan Serena, Elsa ingin sekali tertawa. Semua itu karena ucapan Logan yang selalu mengomentari penampilan gadis itu. Ide dari Elsa setelah Serena bercerita kalau dia harus membeli pakaian yang layak dipakai, jadi Elsa menyarankan untuk membeli pakaian yang biasa dipakai orang-orang dubai, Kaftan dubai berbahan silk premium.
Pertama kalinya Serena memakai, rasanya gerah dan tidak nyaman meskipun AC menyala. Tapi demi tidak mendapatkan hinaan Logan lagi, dia akan lakukan!
Tidak berselang lama, aroma parfum yang maskulin nampak muncul. Serena seperti menghafal sampai tau kalau Logan sudah ada dibelakangnya.
"Ada apa denganmu?" Logan bertanya dengan dingin sembari menarik kursi lalu duduk. Dia juga menyuruh Max yang baru datang untuk bergabung, begitu juga Elsa.
"Tidak ada apa-apa! Memangnya ada apa?" jawab Serena sembari meletakkan piring.
Logan meneliti penampilan Serena dari bawah hingga atas, semuanya tertutup sempurna tapi justru Logan tidak suka. Dia lebih suka memandang Serena seperti biasanya, tapi hanya untuknya saja bukan semua orang.
"kau senangkan dengan perubahanku? Apa pakaian seperti ini masih kurang pantas?" Tanya Serena. Oh ya ampun, Logan memijat pangkal hidungnya mendengar jawaban Serena.
Rupanya Serena menyimpan kedalam hati dan meresapi kata-katanya kemarin dengan serius. Maksudnya Logan juga tidak sampai memakai pakaian yang seperti jubah juga, yang penting Logan tidak mau kalau ada yang menikmati keindahan dari Serena yang terbuka.
Max menahan tawa mendengar jawaban Serena, pria itu sekarang paham kenapa Serena bisa seperti itu. Rupanya karena balas dendam.
"Ya, begitu lebih baik! Jangan suka memamerkan dirimu, tidak ada yang indah! Cepat makan!" Balas Logan.
Serena menghela nafas, tidak ada yang indah tapi semalam pria itu mau menyentuhnya dan mencium bibirnya dengan brutal.
.....
Setelah memastikan Logan dan Max pergi dari apartemen, Serena berjalan cepat masuk kedalam kamar, hanya dalam hitungan menit saja dia sudah keluar dengan dress rajut putih dipadukan dengan Long coat bewarna mocca.
"Kamu mau kemana Serena?" Elsa menegur.
Serena menoleh, "Aku mau keluar sebentar, tidak ada yang akan tau termasuk Logan, kalau kamu tidak melaporkan! Aku mohon, Elsa." Jawab Serena.
"Tidak bisa! Aku tidak mau mengambil resiko! kamu bisa pergi tapi denganku! Tunggu aku untuk bersiap!"
Serena menghela nafasnya, ia menunggu lima menit tapi Elsa tidak kunjung datang, rupanya gadis itu sedang dikamar mandi. Karena kelamaan, Serena kabur mumpung Elsa tidak melihat.
Tidak berselang lama, Elsa keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Tadi tiba-tiba perutnya sakit, Elsa mencari keberadaan Serena di kamarnya namun tidak ada. "Serena? Serena? Kamu dimana?" Teriak Elsa.
"Sial! Jangan-jangan Serena kabur!" Gadis itu segera berlari keluar namun sayangnya Serena sudah pergi. Tapi Elsa yakin kemana perginya Serena.
Gadis itu mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang. "Hallo tuan!"
.....
Mentari Singgah.
Sebuah tempat lokalisasi yang berada di selatan kota, tempatnya cukup strategis namun jauh dari jantung kota Arcadia. Satu-satunya tempat yang belum Serena kunjungi untuk mencari ibunya, bukan menjerumuskan dirinya lagi sebagai wanita penghibur.
Serena masuk kedalam, meskipun siang hari tempatnya tetap ramai pengunjung yang datang mencari kesenangan. Saat masuk, Serena mendapatkan banyak tatapan kagum maupun ejekan, wajahnya yang cantik pari purna, tapi kostumnya tidak cocok masuk kedalam tempat seperti itu. Seharusnya long Coat nya dia lepas, tapi Serena tidak mau.
"Hallo nona, cantik! mau bergabung bersama kami?"
"Tidak! Aku ada urusan. Menyingkirlah dari hadapanku!" Tegas Serena sembari berjalan menghindari. Tapi beberapa dari mereka mengikuti langkah Serena tanpa menyerah.
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗