NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:449
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berani

Setiap hari Agatha mengobati hampir sepuluh pasien. Sedangkan pasien yang terapi satu hari bisa lima belas sampai dua puluh orang. Ketika sudah pukul lima sore, Agatha mendapat telepon dari IGD, bahwa ada pasiennya seorang laki - laki berumur lima puluh delapan tahun dengan gejala hipertensi dua ratus tiga per seratus lima belas.

Agatha berlari menuju ke IGD, dia langsung diarahkan ke pasien yang bernama Petrus. Dia langsung memeriksa pasien yang tidak sadarkan diri. Karena ada pemecahan pembulu darah ketika hasil CT scan. Karena beliau jatuh.

"Mana walinya??"

"Saya." Agatha melihat sosok perempuan yang ada dalam pergumulannya. Seorang Jaksa Jesica Susilo. Agatha menjelaskan kondisi papanya dan tindakan yang harus di lakukan sekarang.

"Apakah papa saya setelah operasi ini bisa sembuh??" Agatha melihat Jesica

"Papa anda sudah dalam kondisi Pasien Stroke. Sekarang terjadi Perdarahan intra serebral Perdarahan di dalam jaringan otak."

"Jadi dokter."

"Bantu kami dengan doa."

Agatha sudah menghubungi suaminya bahwa dia akan melakukan operasi, jadi pulang agak lama. Sekitar empat jam, Agatha dan tim berhasil mengurangi pendarahkan. Kondisi pasien stabil dan harus dirawat diruang ICU.

Begitu Agatha keluar dari ruang operasi Agatha begitu kaget melihat suaminya ada di depan ruangan operasi bersama Jesica dan keluarganya.

"Kok disini mas???"

"Tadi Jesica telepon kalau papanya sedang dirawat disini." Agatha kembali melihat kearah keluarga.

"Pak Petrus akan ditempatkan diruangan ICU, mungkin tidak bisa semua keluarga ada disana. Jadi buatlah jadwal untuk menjaga. Pendarahannya sudah diatasi, semoga tidak ada komplikasi lainnya."

"Terima kasih dokter." Agatha tersenyum. Dan pergi keruangannya. Jefry mau mengikuti istrinya, namun ditahan oleh Jesica. Dengan memegang tanganya.

"Terima kasih Jef, sudah memberi kemudahan bagi kami."

"Semoga bisa membantu." Mamanya Jesica langsung memeluk Jefry dan mengucapkan terima kasih. Jefry mengingat dulu mereka perna tinggal satu kompleks dan orangtuanya Jesica berteman baik dengan orangtua Jefry.

Waktu Jefry ke ruangan Agatha, sang istri sudah tidak ada. Akhirnya dia pun bersama ajudannya pulang. Sampai dirumah, Jefry langsung mencari istrinya, namun Agatha tidak berada di kamar mereka.

"Maria, ibu dimana??"

"Sepertinya dikamar Adek pak." Jefry hendak membuka pintu namun, dikunci oleh Agatha.

"Sayang buka pintunya???" Tidak ada respon dari Agatha. Jefry membiarkan. Mungkin istrinya sedang kelelahan pengen berdua bersama Nael.

Jefry tidak tahu bahwa selama ini Agatha mengetahui isi pesan Jesica, sehingga tempat Jesica dan Jefry bertemu berkedok kumpul teman sekolah. Yang semuanya merupakan rencana Jesica, terakhir Agatha tahu mereka berjanji ketemu di hotel, namun Jefry tidak datang. Sampai pemberian makanan setiap hari dikirim ke kantor Jefry.

Pukul empat pagi, Agatha sudah bangun. Dia menyiapkan baju anaknya. Dia langsung mandi, semalam Agatha sudah menyiapkan baju dan perlengkapan mandi serta skincarenya dipindahkan ke kamar Nael. Dia keluar menyiapkan sarapan. Dan pukul lima pagi Agatha sudah keluar karena dia akan mengoperasi pasien jam enam pagi di rumah sakit umum.

Jefry bangun buru - buru ke kamar anaknya, namun begitu dibuka diahanya menemui Nael sedang tertidur. Jefry meremas rambutnya, kecewa karena tidak menemukan istrinya.

"Chris mobil ibu??"

"Tadi jam lima pagi ibu sudah keluar ke rumah sakit umum ada operasi."

"Sepagi ini."

"Maria ibu bilang kemana?"

"Rumah sakit bapak ada operasi. Ibu sudah selesai masak." Jefry menyesal. Jefry menghubungi Agatha namun handphonenya tidak aktif.

"Apa yang membuat kamu marah sayang." Handphone Jefry berbunyi ada pesan yang masuk dari Jesica meminta bantuan Jefry untuk membeli makanan buat dia dan mamanya dirumah sakit. Dan Jefry mengiyakan untuk membeli makan pagi buat mereka. Selang lima belas menit ada ucapan terima kasih. Jefry tidak tahu bahwa Agatha sedang menyadap handphonenya pesan dari siapa dan telephone pun diketahui oleh Agatha. Setelah dua jam lebih, selesai operasi Agatha menghidupkan handphonenya dan dia melihat pesan - pesan dan telephone dari Jesica kepada suaminya.

"Kenapa aku bodoh, aku sakit baget." Agatha menangis diruang ganti dokter. Dan didengar oleh dokter magang.

"Dokter are you oke?"

"Please, aku butuh pundakmu untuk menangis." Setelah menangis dibahu dokter magang Cindy, Agatha merasa sedikit lega.

"Terima kasih dokter cindy, setidaknya aku sedikit lega."

"Dokter manis dan hebat. Harus kuat." Agatha mengangguk. Dia harus kembali karena harus melakukan visit ke pasien - pasiennya.

"Bagaimana bapak saya dokter??"

"Puji Tuhan, baik. Jika kondisinya stabil seperti ini kita akan mengobati strokenya. Dengan terapi."

"Apakah bisa dirumah sakit ini?"

"Saran saya dirumah sakit umum saja. Karena saya hanya dokter bedah saraf." Jesica kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Agatha, karena penyampaian ini tadi dia sampaikan kepada Jefry.

"Hallo Jeff, kamu ceritakan pembicaraan kita tadi pagi ke istrimu??"

"Tidak."

"Tetapi kok istri kamu tahu isi pembicaraan kita."

"Christ, adakah aplikasi yang bisa membaca pesan dari pasangan kita."

"Ada pak. Kenapa? Bapak mau pasang aplikasi itu." Jefry mulai membaca setiap chatnya bersama Jesica. Jefry mengetok kepalanya. Dia kerumah sakit, namun lagi - lagi dia tidak menemui Agatha. asisten nersnya menyampaikan bahwa dokter sudah pulang.

Sementara itu mamanya Jesica baru tahu, bahwa dokter yang menolong suaminya adalah istri dari Jefry. Mamanya langsung menampari Jesica.

"Mama tidak mengajar kamu untuk jadi jalang ya??? Kamu merusak rumah tangga orang. Percuma belajar tinggi kalau ahklak kamu jelek." Pertengkaran itu disaksikan oleh pengunjung rumah sakit dengan tenaga medis. Adiknya Jesica, berusaha melerai mama dan kakaknya.

"Mama cukup. Ini tempat umum."

"Pergi kamu, mama tidak mau melihat muka kamu lagi. PERGI !!!"

Jesica memohon kepada mamanya. Namun mamanya sudah terlanjur kecewa.

"Kamu alami sendiri, bagaimana mama di sia - siakan oleh papamu karena pelakor, sudah tua sakit baru cari kita. Kamu tahu, betapa hancurnya mama? Kamu mau mama mati. Kamu mau sama seperti pelakor papamu. Kamu siap jadi gembel ketika istrinya melapor."

"Mama, Jemy mohon tenang ini rumah sakit." Mamanya langsung pingsan. Dan ditolong oleh perawat yang ada disana. Kemudian dibawa ke IGD.

"Kakak, kamu pulang saja."

Jefry menjadi sadar, ketika melihat pertengkaran itu. Dia mengutuki dirinya yang bodoh.

"Ibu, tadi pulang???"

"Ibu keluar bersama Nael dan Maria pak." Anggita yang bertugas dirumah menghubungi Maria dan dari Maria mereka mengetahui ibu dan Nael ada dimana. Jefry langsung menuju ke tempat itu. Dia membawa mobil seperti orang gila. Hanya lima belas menit mereka tiba di pantai itu. Agatha menyewa satu vila disana. Nael sedang bermain bersama Maria di pinggir pantai, sedangkan Agatha sedang berjemur di pantai dengan menggunakan bikini. Di vila - vila sebelah ada beberapa turis yang juga melakukan hal yang sama.

Jefry melihat istrinya langsung menutup dengan handuk besar dan langsung digendong. Sebelumnya dia sudah perintahkan anggotanya menjaga Nael bersama - sama Maria.

"Turunkan mas, kamu menganggu waktu senangku." Jefry tidak mendengar dia langsung menjatuhkan Agatha diatas tempat tidur setelah menutup pintu vila. Dia langsung menanggalkan semua bajunya sampai terlihat polos. Dia membuka baju Agatha dengan paksa sehingga mereka berdua sudah dalam keadaan bugil. Agatha menutup tubuhnya dengan selimut, namun ditarik oleh Jefry. Dia langsung menjalankan aksi mesumnya. Agatha begitu kuat karena dia juga seorang militer, namun jelas kekuatan Jefry lebih unggul. Penyatuan paksa pun terjadi. Jefry sudah mengoyangkan tubuhnya hentakan demi hentakan membuat Agatha yang berusaha menahan suaranya pun terlepas, suara desahan merdu pun keluar lolos dari mulut Agatha. Sampai Jefry Mengeluarkan cairan kenikmatan didalam rahim istrinya.

Agatha yang kesal kepada suaminya sudah menangis. Jefry terus memeluk istrinya dalam posisi tombak jefry masih ada dalam rahim istrinya.

Jefry sudah menyuruh Maria dan anggotanya pulang membawa Nael. Malam ini mereka akan kembali kerumah. Namun Jefry meminta mereka membawa Nael bermain di mall. Jefry sudah mentransfer uang kepada Christ ajudannya.

"Mas, mohon maaf. Menyakiti hatimu sayang. Mas tidak tahu kalau Jesica punya niat lain. "

"Dia terang - terangan mengatakan kepadaku."

"Kenapa tidak beri tahu mas."

"Harusnya kamu sudah tahu. Tetapi saya rasa kamu nyaman kan bersama dia."

Suara Agatha semakin membesar, Jefry menghendakkan kakinya dan kegiatan bersetubuh pun terjadi lagi.

"Lepas mas, adek kesakitan." Jefry tidak menggubris apa yang Agatha sampaikan. Dia semakin giat menaikan volume hentakan penyatuan tubuh mereka.

"Sudah selesai ngomelnya." Agatha tutup matanya tidak mau melihat Jefry suaminya.

"I love you honey. I love you Agatha Anastasya. Cinta mas hanya buat kamu. Hanya kamu wanita yang ada dihati, pikiran dan doa mas. Kamu mami dari anak - anakku. Mas tidak akan menghianati cinta kamu sayang. Maafkan mas yang tidak peka." Agatha langsung memeluk suaminya.

"Maafkan adek mas, ade sabotase handpone mas. Jujur sakit hati membaca chat kamu sama dia." Jefry menyentil kening istrinya.

"Siapa suruh kamu menyakiti hati kamu. Mas ngak perna punya perasaan sedikit pun. Mas lakukan itu karena orangtuanya dengan mama dan papa teman baik di kompleks dulu."

"Ade mohon maaf."

"Mas yang salah karena buat kamu curiga. Tetapi kamu harus mas hukum lagi."

"Hukum apa lagi mas??"

"Pilih mau disini atau pulang?"

"Nael mas??"

"Sudah pulang."

"Kita pulang aja. Tetapi ini ade sakit."

"Mas gendong nanti. Tetapi sebelumnya mas gosok obat dulu."

"Saya sudah rujuk, papanya Jesica ke rumah sakit umum."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!