NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 18_Keheningan di Atas Awan

Anya tidak bisa menjawab, dia hanya bisa menangis tersedu-sedu di pelukan pria yang kini menjadi satu-satunya pelindungnya, sekaligus orang yang secara tidak langsung menyebabkan kematian sahabatnya.

Obsesi Marco kini mendapatkan pembenaran yang mengerikan, dia tidak perlu lagi menjelaskan kenapa Anya harus dikurung.

Dunia di luar sana telah memberikan bukti nyata dengan darah dan di tengah kesedihan yang mendalam, Anya menyadari bahwa pintu keluar dari hidup Marco Valerius kini benar-benar telah tertutup dan kuncinya telah dibuang ke dalam api.

Setelah malam tragis di restoran itu, apartemen penthouse di lantai 50 itu bukan lagi sekadar penjara kaca bagi Anya tapi tempat itu kini terasa seperti peti mati yang megah.

Kabar kematian Maya yaitu satu-satunya sahabat yang ia miliki di kota yang kejam ini begitu menghancurkan sisa-sisa semangat hidup Anya.

Selama tiga hari berikutnya, Anya tidak keluar dari kamar, ia hanya berbaring di tempat tidur, menatap dinding putih dengan mata kosong.

Ia tidak menangis lagi karena air matanya seolah sudah kering, meninggalkan rasa perih yang menjalar hingga ke dadanya.

Ia tidak menyentuh makanan yang dibawakan pelayan, dan ia tidak bicara sepatah kata pun.

Anya merasa bersalah, rasa bersalah yang begitu besar hingga ia merasa dadanya sesak.

Seandainya ia tidak menolong Marco malam itu, ia mungkin masih bekerja di kedai kopi, dan Maya mungkin masih hidup, tertawa sambil menceritakan pelanggan-pelanggan aneh yang mereka temui.

Keberadaan Anya di hidup Marco telah mendatangkan maut bagi orang-orang yang ia cintai.

Di sisi lain, Marco sedang berada di ambang batas kesabarannya.

Ia tidak terbiasa menghadapi sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan dengan uang, senjata, atau ancaman.

Melihat Anya yang layu seperti bunga yang dicabut akarnya membuatnya merasa frustrasi sekaligus takut yaitu perasaan yang sangat ia benci.

Ia berdiri di depan pintu kamar Anya, tangannya ragu-ragu di atas gagang pintu.

Marco Valerius, pria yang bisa memerintahkan eksekusi puluhan orang tanpa berkedip, kini merasa gemetar hanya untuk menghadapi seorang gadis kecil yang patah hati.

Akhirnya, ia masuk.

Kamar itu remang-remang, gorden tebal masih tertutup rapat, menghalangi cahaya matahari pagi.

Marco berjalan mendekati tempat tidur dan duduk di tepinya, ia bisa melihat bahu Anya yang terlihat lebih kurus di balik jubah mandi sutranya.

"Anya," panggil Marco pelan. "kamu harus makan. Sedikit saja."

Anya tidak bergerak dan ia tidak menyahut.

"Aku sudah menghukum orang-orang yang melakukan itu pada temanmu," lanjut Marco, suaranya berubah menjadi lebih berat.

"Antonio kehilangan tiga gudang senjatanya semalam, dan orang yang menarik pelatuk pada Maya... dia tidak akan pernah melihat matahari lagi. Aku sudah membalaskan dendammu." serunya lagi.

Anya perlahan membalikkan tubuhnya, matanya yang sembab menatap Marco dengan tatapan yang sangat dingin, membuat Marco tertegun.

"Membalas dendam?" bisik Anya, suaranya hampir tidak terdengar.

"Apa itu bisa menghidupkan Maya kembali, Marco? Apa darah orang-orang itu bisa mengembalikan tawa sahabatku?" serunya dengan marah.

Marco terdiam, di dunianya darah dibayar darah adalah satu-satunya hukum yang berlaku.

Ia tidak mengerti bahwa bagi Anya, kekerasan hanya menambah lubang hitam di jiwanya.

"Kamu tidak mengerti," lanjut Anya.

"Kamu pikir segalanya bisa diselesaikan dengan membunuh, tapi alasan Maya mati adalah karena kamu, Marco. Karena aku bersamamu, kematiannya ada di tanganmu, dan juga di tanganku." tuturnya.

"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri!" bentak Marco tiba-tiba, suaranya menggelegar di ruangan yang sunyi itu.

Dia tidak bermaksud membentak, tapi dia tidak sanggup melihat Anya memikul beban itu.

"Ini bukan salahmu, ini dunia yang kejam Anya, dan aku hanya mencoba melindungimu dari kekejaman itu!" ucap Marco.

"Dengan cara mengurungku di sini?" Anya bangkit duduk, meskipun tubuhnya gemetar.

"Kamu lihat? Bahkan saat aku di lantai 50 dengan ratusan penjaga, orang yang aku sayangi tetap mati. Perlindunganmu itu palsu, Marco, itu hanya obsesi untuk memilikiku."

Marco berdiri, berjalan mondar-mandir di ruangan itu seperti singa yang terkurung.

Dia ingin marah, dia ingin berteriak bahwa dia melakukan ini karena dia mencintai Anya lebih dari hidupnya sendiri, namun dia sadar bahwa kata-kata saja tidak akan cukup.

"Baiklah," ucap Marco setelah beberapa saat.

Dia berhenti dan menatap Anya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Jika apartemen ini membuatmu merasa tercekik maka kita akan pergi, kita akan pergi dari Jakarta. Jauh dari Antonio, jauh dari kenangan ini." ujar Marco.

Anya menatapnya ragu. "Pergi? Ke mana? kamu akan melepaskanku?"

Marco tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung kepedihan. "Jangan bermimpi soal dilepaskan, Anya. kamu tetap bersamaku. Tapi aku akan membawamu ke tempat di mana hanya ada kita berdua. Sebuah tempat yang aku bangun khusus untuk saat-saat seperti ini."

Dua jam kemudian, sebuah helikopter pribadi mendarat di atap gedung apartemen tersebut.

Marco praktis menggendong Anya masuk ke dalam heli, Anya terlalu lemah untuk melawan, dan sebagian kecil dari dirinya merasa lelah untuk terus menolak.

Helikopter itu terbang ke arah selatan, menjauhi kebisingan kota.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam di atas hamparan laut biru, sebuah pulau kecil mulai terlihat di kejauhan.

Pulau itu tampak seperti permata hijau di tengah samudra, dengan pantai pasir putih yang berkilau dan sebuah vila mewah yang berdiri kokoh di atas tebing.

"Pulau pribadi?" tanya Anya saat mereka mendarat.

"Namanya Isola di Luce yaitu pulau cahaya," jawab Marco sambil menuntun Anya keluar.

"Hanya ada aku, kamu, dan beberapa staf kepercayaanku di sini. Tidak ada kamera di dalam vila, tidak ada gedung pencakar langit. Hanya laut dan langit."

Marco membawa Anya masuk ke dalam vila yang didesain dengan konsep terbuka.

Angin laut yang segar bertiup masuk melalui jendela-jendela besar, membawa aroma garam yang menenangkan.

Vila itu sangat indah, dipenuhi dengan karya seni dan perabotan kayu yang hangat.

"Aku membelinya tahun lalu," kata Marco sambil mengajak Anya berdiri di balkon yang menghadap langsung ke laut lepas.

"Aku selalu berpikir jika suatu saat dunia bawah terlalu berisik, aku akan pensiun di sini. Aku tidak pernah menyangka aku akan membawamu ke sini secepat ini."

Anya memejamkan matanya, merasakan angin laut menyentuh kulit wajahnya.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, ia bisa bernapas dengan lega, keheningan di sini berbeda dengan keheningan di apartemen. Keheningan di sini terasa hidup.

"Marco," panggil Anya tanpa membuka mata.

"Iya?"

"Kenapa kamu begitu terobsesi padaku? Ada ribuan wanita di luar sana yang lebih cantik, lebih pintar, dan lebih pantas mendampingi pria sepertimu. Kenapa harus aku yang hanya pelayan kopi?"

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!