NovelToon NovelToon
THE LAW FIRM Series

THE LAW FIRM Series

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dokter Genius / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

THE LAW FIRM FIRM Series adalah series yang mengupas kehidupan para pengacara di sebuah firma hukum, kasus-kasus hukum dan tentu saja romansa diantara mereka.

Kayla Riyani, membenci Ayahnya yang tak pernah hadir dalam kehidupannya. Sama seperti profesinya sebagai pengacara perceraian dia tak mempercayai lembaga perkawinan. Baginya cinta hanya kegilaan sesaat, dan perkawinan adalah perjudian yang kadang berakhir tak baik.

Ironis, seseorang dari masa lalu menawan hatinya begitu lama dengan kisah cinta tanpa status, saat orang itu muncul kembali didepannya apa yang akan dia lakukan, hatinya masih tergerak dan raut wajah pria itu masih menimbulkan rasa yang tak bisa dia tepikan.

Disisi lain seorang teman dekat, telah lama begitu memperhatikannya. Tapi Kayla telah terlanjur memasang tembok begitu tinggi dihatinya.Kepada siapa Kayla menyerahkan hatinya


Season 1. Love Intrigue
Season 2. The Soulmate Secre
Season 3. The Day We Meet Again
Season 4. My Heart Belongs To You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Love Intrigue Part 18. Salah Bicara

Aku berjalan ke lobby gedung perkantoran tempat  pertemuan kami. Herman berkata dia menungguku di lobby. Aku mencari sosoknya di lobby yang  cukup ramai sampai menemukannya melambai padaku sambil tersenyum kecil. Dia terlihat tampan memakai kemeja biru, dia memang suka warna biru.

“Kau sendiri, rekanmu tak ikut?” Aku mengikutinya lift.

“Tidak ini sebenarnya konsultasi pribadi, lebih sedikit orang akan lebih baik.”

“Ohh oke,...” Kami masuk ke lift dan wangi parfumnya menyerbuku. Parfumnya masih sama seperti enam tahun yang lalu. Aku bahkan masih mengingat wangi parfumnya dan sesaat aku merasa terlempar ke enam tahun yang lalu. Kami memang hanya setahunan bersama, tapi semua tentangnya seakan masih kuingat dengan jelas.

“Sudah makan siang?” Dia bertanya memecah keheningan karena cuma kami yang berada dilift.

“Sudah...”

“Aku kangen nasi udang empalnya Bu Rudy, sudah setahunan gak ke Surabaya lagi.”

“Iya gak ada disini itu.” Dulu kami sering makan berdua disana. Bersamaan dengan itu denting lift membawa kami ke lantai dimana kantor kliennya Yongky berada.

“Mungkin kita harus menunggu sebentar, sekertarisnya bilang Yongky masih ada pertemuan dengan tamunya.”

“Ohh oke.”

Kami melangkah ke lantai dan ruangan yang kami tuju. Nampaknya ada  lantai ini full disewa untuk kantor mereka. Kami diantar ke ruangan meeting oleh sekertarisnya yang menunggu kami.Dia meninggalkan kami berdua lagi dan aku mau tak mau harus merasa canggung lagi. Dan kemudian memgambil posisi berhadapan di meja meeting panjang yang  mungkin bisa  memuat delapan sampai sepuluh orang itu.

“Akhir tahun kembali ke Surabaya?” Akhirnya  dia yang berinisiatif bicara duluan.

“Iya.”

“Ibumu masih berjualan.”

“Masih, ini puncak kesibukannya. Dia tipe tidak bisa duduk diam.” Ibuku membuka toko kue dan cake. Menghidupi dirinya sendiri dan aku, sampai mengantarkanku kuliah. Saat Ayah meninggalkan kami Ibu meninggikan harga dirinya dan tidak mengemis sepeserpun  kepada Ayah. Dan sejak itu aku bisa dikatakan putus hubungan dengan Ayah. Mungkin beberapa kali Ayah berusaha menghubungiku, tapi aku hanya berbicara sedikit padanya dan sisanya adalah menghindarinya. Karena sebagian besar rasanya aku hanya ingin berteriak kepadanya yang telah tega meninggalkan kami.

“Ibumu memang selalu bersemangat.” Dulu beberapa kali Herman pernah bertemu Ibu. Dia memang begitu, dia menangis sendiri meratapi sakit hatinya. Tapi didepanku dia selalu bersikap tegar, seakan kepergian Ayah bukanlah masalah besar. Walaupun kadang dia tak bisa berbohong emosinya meninggi saat dia dipojokkan pada masalah. Dan yang bisa kulakukan adalah menjadi anak berbakti, rajin, pintar,dan giat untuk sedikit membuatnya bangga dan terbantu setidaknya.

“Betah dengan tempat kerjamu yang sekarang?”

“Iya, aku senang bekerja disana, mereka punya sistem yang bagus.  Mungkin tak lama lagi aku kan jadi partner.” Sedikit menyombong tak apa bukan, aku ingin dia tahu aku benar-benar berhasil saat berpisah dengannya.

“Bagus sekali, jika kau tidak puas... kau bisa pindah kemanapun, bahkan membuka kantormu sendiri sekarang kurasa. Banyak yang mau menerima partner sepertimu.” Ini nampaknya sebuah undangan terselubung untuk pindah  ke firmanya.

“Tidak, aku sudah cukup puas di kantorku sekarang. Banyak bantuan yang kuterima disana.” Dia mengganguk mengerti.

“Aku baru tahu, pacarmu Kenneth itu anak Pak Jonathan Tulos, pemilik firmanya.” Dia ternyata menyelidiki siapa Kenneth.

“Iya... Kau sedikit melakukan pengecekan latar belakang rupanya.” Aku menyindirnya sambil tersenyum.

“Sedikit...” Ohh, dia masih ‘sedikit’ peduli mungkin. Jika dia peduli sedikitnya dia bisa menghubungiku mungkin setahun sekali.  Bukan melakukan pengecekan siapa pacarku saat kami bertemu  lagi. Itu tidak sopan sama sekali.

“Aku tak melakukan pengecekan siapa pacarmu tenang saja.” Dia tersenyum kecil dan aku tak perduli apa yang  ada dalam pikirannya sekarang, kenapa antara membuat kesal dan membuat kangen  itu juga dekat. Aku benar-benar heran.

“Aku tak bermaksud buruk, ... Hanya jaga-jaga jika dia orang yang tidak baik.” Sekarang kalimatnya langsung menyulut emosiku.

“Jika dia orang buruk pun harusnya kau tak perduli. Dua tahun ini kau di Jakarta, kau juga tak pernah setidaknya mungkin mengajakku makan  siang,atau mungkin saat ulang tahunku mengucapkan selamat ulang tahun. Jika kau perduli tentu saja...” Aku langsung bicara begitu saja tanpa memikirkan akibat ucapanku.

“Jadi kau mengharapkan aku menghubungimu? Kau bilang...” Sekarang aku sadar aku sudah salah bicara. Dia ingin mengatakan  sesuatu, tapi seseorang masuk ke ruang meeting.

“Siang Her,... Ah ini pasti Ibu Kayla Riyani yang terkenal itu.” Suami Cathy pastinya.

Sementara pembicaraan kami terhenti begitu saja. Kami saling melihat sebentar. Aku sekarang menyesal terlalu cepat terpancing olehnya secepat itu.

Kayla, kau payah!

1
Bakul Lingerie
udah Her, cari yg laen aja.. biarin aja dia ga usah kawin2.. biar jadi preman ampe tuwek.. sebel/Facepalm/
Bakul Lingerie
berkali2 baca,, di part ini gw selalu sebel ama Gendhis/Speechless/
kisfia
baguus
Normahasrul
😂😂😂 pasti ko derrick nih yg satsuko maksud
Normahasrul
Ughhh greget deh pengen bngt rasanya nampar online😂😂😂
Normahasrul
Deg degan , berasa nonton film action😂😂😂
Normahasrul
😂😂😂 bohlam cemburu bngt yah
Normahasrul
Ahhh babang hisao yamada trnyta ada di sini juga
Normahasrul
Bang bohlam kau terbaik, franda makin cinta deh😂😂😂
Normahasrul
Tak apa franda, yg penting skrg ada philip yg selalu membelamu
Normahasrul
Wow pertemuan yg sangat menguntungkan
Normahasrul
Semngat franda
Normahasrul
Franda trauma dibuang,
Normahasrul
😂😂😂 babang bohlam cemburu
Normahasrul
Aaa…roman2 nya ada 😂😂😂😂
Normahasrul
Uhhh dasar galael beban keluarga, nggak guna bngt jadi anak
Normahasrul
Baguslah giselle sadar secepatnya
Normahasrul
Dan yg paling penting rasa dri masa lalu muncul kembali yah giselle😂😂😂
Normahasrul
Padahal solusi dri Erwin bagus knp nggak di praktekin sih ndis 😂😂😂
Normahasrul
Bang Herman kepanasan liat gendhis di pepet cowok ganteng 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!