NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:89.9k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Serangan Balik Seorang Murid Roh

Cahaya matahari menembus kabut Lembah Bulan Sabit.

Di udara, sosok yang menghadang Su Yun berdiri di atas pedang putih ramping.

Barulah sekarang Su Yun melihatnya dengan jelas.

Orang itu ternyata seorang wanita.

Rambut hitam panjangnya berkibar diterpa angin. Wajahnya cantik dan dingin, sementara sepasang matanya tajam seperti bilah pedang.

Jubah Sekte Pedang Abadi membungkus tubuhnya.

Aura yang dipancarkannya jauh melampaui Su Yun.

Jauh sekali.

Jika bertarung menggunakan kekuatannya sendiri, bahkan sepuluh Su Yun tidak akan cukup untuk menghadapinya.

Namun ia sudah tidak memiliki jalan mundur.

Klik.

Kotak kecil di tangannya terbuka sepenuhnya.

Kristal Surgawi terlihat.

Cahaya warna-warni langsung menyembur keluar.

Energi yang sangat pekat memenuhi udara.

Wanita di atas pedang langsung berubah ekspresi.

“Berhenti!”

Su Yun mengangkat kepala.

“Jangan menyentuhnya!”

Wanita itu segera turun beberapa meter.

“Tubuhmu tidak akan mampu menahan kekuatan Kristal Surgawi!”

Su Yun tidak mendengarkan.

Apakah wanita itu benar-benar mengkhawatirkannya atau hanya takut kehilangan Kristal Surgawi tidak lagi penting.

Kalau ia menyerahkan harta ini sekarang, seluruh rencana dan risiko yang diambilnya akan sia-sia.

“Senior.”

Su Yun berbicara dalam hati.

“Bagaimana cara menggunakannya?”

Suara Master Pedang Tanpa Batas terdengar sangat lemah.

“Tempelkan ke dadamu.”

“Hanya itu?”

“Kalau kau masih sempat takut, lebih baik serahkan saja.”

Su Yun tersenyum tipis.

Ia mengambil Kristal Surgawi.

Begitu kristal menyentuh telapak tangannya—

Buzz!

Benda itu bergetar hebat.

Seolah hidup.

Kristal Surgawi berusaha melepaskan diri dari genggamannya.

Su Yun langsung mencengkeramnya dengan kedua tangan.

“Aku sudah mempertaruhkan terlalu banyak untuk mendapatkanmu.”

Ia mengertakkan gigi.

“Jangan berharap pergi.”

Lalu kristal itu ditekan ke dadanya.

Wusss!

Kristal Surgawi meleleh.

Bukan seperti batu yang hancur.

Melainkan seperti bongkahan es yang menembus langsung ke dalam tubuh.

“AAARGH!”

Su Yun meraung.

Cahaya keemasan meledak dari dadanya.

Boom!

Gelombang energi menyebar ke segala arah.

Tanah di bawah kakinya menghitam.

Batu-batu kecil terangkat dari permukaan dan melayang di udara.

Bahkan pepohonan di sekitarnya berguncang hebat.

Wanita Sekte Pedang Abadi menutupi wajahnya dengan lengan.

“Dia benar-benar menyerapnya?”

Tatapannya penuh keterkejutan.

Kristal Surgawi bukan benda yang bisa digunakan sembarang orang.

Terlebih seorang kultivator yang baru berada di Alam Murid Roh.

Namun yang terjadi di hadapannya tidak bisa dibantah.

Kristal tersebut sedang menyatu dengan tubuh Su Yun.

Dum!

Jantung Su Yun berdetak keras.

Energi mengalir ke seluruh meridian.

Tulang.

Darah.

Organ.

Bahkan inti spiritualnya seperti dibanjiri kekuatan yang tidak ada habisnya.

Su Yun membelalak.

“Ini…”

Ia tidak langsung menerobos tingkat kultivasi.

Namun kapasitas tubuhnya untuk mengerahkan energi meningkat secara mengerikan.

Indra spiritualnya menjadi lebih tajam.

Gerak udara terasa jelas.

Bahkan aliran energi pada tubuh wanita di hadapannya mulai bisa ia tangkap samar-samar.

Kekuatan.

Untuk sesaat, Su Yun merasakan sesuatu yang sudah lama tidak dirasakannya.

Tubuh yang benar-benar mampu mengikuti keinginannya.

Wanita itu mendarat.

Pedang putih berada di tangannya.

“Kristal Surgawi memang luar biasa.”

Tatapannya menjadi dingin.

“Tapi kau terlalu lemah untuk menggunakannya.”

Su Yun tidak menjawab.

“Aku akan mengambilnya kembali sebelum kekuatannya menghancurkan tubuhmu.”

Wanita itu bergerak.

Wus!

Satu tebasan putih melesat.

Cepat.

Terlalu cepat bagi Su Yun sebelumnya.

Namun sekarang—

tubuhnya bergerak lebih dahulu daripada pikirannya.

Su Yun menunduk.

Cahaya pedang melintas tepat di atas rambutnya.

Matanya menyipit.

“Bisa kulihat.”

Wanita itu terkejut.

Su Yun langsung menghunus pedang berkarat.

Energi Kristal Surgawi dialirkan ke bilah.

Pedang tua itu bergetar keras.

Karat di permukaannya bahkan mulai rontok.

“Datang.”

Wanita itu menyerang lagi.

Dentang!

Dua pedang bertabrakan.

Gelombang energi meledak.

Su Yun terlempar beberapa langkah.

Krak!

Pedang berkaratnya langsung retak.

Kemudian—

hancur.

Namun wanita itu juga mundur satu langkah.

Mata indahnya membesar.

Seorang Murid Roh…

mampu memaksanya mundur?

“Kristal itu…”

Tatapannya menjadi jauh lebih serius.

Su Yun membuang sisa gagang pedang.

“Memang luar biasa.”

Tubuhnya melesat maju.

Tidak ada senjata.

Hanya tinju.

Wanita itu mencibir.

“Ceroboh.”

Ia menghilang.

Su Yun kehilangan sasaran.

Detik berikutnya—

Bang!

Sebuah telapak tangan menghantam tanah di belakangnya.

Batu pecah.

Tanah berguncang.

Su Yun baru saja berhasil menghindar.

Namun pedang putih menyusul.

Sret!

Bilah itu menembus dada.

Darah langsung menyembur.

Su Yun membeku.

Wanita itu menatapnya dingin.

“Sudah selesai.”

Namun sesaat kemudian, ekspresinya berubah.

Energi pedang yang seharusnya merobek tubuh Su Yun justru tertahan oleh lapisan energi keemasan.

Luka di dadanya memang nyata.

Tetapi tidak sedalam yang seharusnya.

Bahkan—

dagingnya mulai menutup perlahan.

“Apa?”

Wanita itu mencoba menarik pedang.

Terlambat.

Su Yun menangkap bilah tersebut dengan satu tangan.

Darah mengalir dari telapak tangannya.

Namun genggamannya seperti besi.

“Sekarang…”

Tinju lainnya bergerak.

Bang!

Pukulan menghantam bahu wanita itu.

Tubuhnya terpental.

Ia mendarat beberapa meter jauhnya.

Setetes darah muncul di sudut bibir.

Su Yun sendiri terengah-engah.

Luka di dadanya terus pulih.

Ia menatap tangan.

“Pemulihan juga meningkat…”

Master Pedang Tanpa Batas mendengus.

“Jangan terlalu senang.”

“Kristal Surgawi hanya memberi tubuhmu ledakan kekuatan sementara.”

“Kalau kau menggunakannya sembarangan, kau tetap bisa mati.”

Su Yun mengangguk pelan.

“Aku tahu.”

Wanita di depan mengusap darah di bibir.

Tatapannya benar-benar berubah.

Tidak ada lagi sikap meremehkan.

“Kau…”

Ia memegang pedang putih dengan kedua tangan.

“Aku memang meremehkanmu.”

Energi spiritual mulai berkumpul.

Angin bergerak.

Daun-daun terangkat.

Langit di sekitar lembah seolah menjadi lebih gelap.

Su Yun langsung merasakan bahaya.

Wanita itu menutup satu mata.

Pedangnya berdiri vertikal di depan dada.

“Pedang mengikuti hati.”

“Qi mengikuti pedang.”

Su Yun menyipitkan mata.

Master Pedang Tanpa Batas tiba-tiba berteriak.

“Nak!”

“Apa?”

“Pergi!”

Su Yun terkejut.

Nada lelaki tua itu belum pernah seserius ini.

“Teknik itu bukan sesuatu yang bisa kau tahan!”

Angin berubah menjadi pusaran.

Ribuan garis energi pedang muncul di udara.

Bahkan Binatang Roh yang berada jauh dari area tersebut mulai melarikan diri.

Sebagian berbaring di tanah, gemetar ketakutan.

Wanita itu membuka matanya.

“Teknik Pedang Langit—”

Pedang putih terangkat.

“Badai Pemutus Jiwa!”

Boom!

Langit seperti meledak.

Energi pedang memenuhi hampir seluruh area.

Su Yun menahan napas.

“Lari!”

Master Pedang Tanpa Batas kembali berteriak.

Namun Su Yun justru melihat sekeliling.

Kiri.

Kanan.

Belakang.

Energi pedang sudah menutup semuanya.

“Tidak ada tempat lari.”

“Apa?”

“Jangkauannya terlalu luas.”

Master Pedang Tanpa Batas langsung mengumpat.

“Kalau begitu bertahan!”

Su Yun menggeleng.

“Tidak.”

Wanita itu mengayunkan pedang.

Ratusan cahaya putih turun.

Boom!

Boom!

Boom!

Tanah pecah.

Su Yun berlari.

Bukan menjauh.

Melainkan maju.

“Nak! Kau gila?!”

“Mungkin.”

Su Yun terus mendekati lawan.

Semakin dekat dengannya, semakin sulit energi pedang skala besar digunakan tanpa mengenai penggunanya sendiri.

Setidaknya…

itulah perhitungannya.

Wanita itu jelas terkejut.

“Kau mencari mati!”

Pedangnya berubah arah.

Serangan berikutnya langsung menuju Su Yun.

Ia menghindar ke kiri.

Boom!

Tanah meledak.

Su Yun terus maju.

Tiga meter.

Dua meter.

Satu meter.

Wanita itu mengangkat pedang untuk menusuk.

Namun Su Yun tidak mencoba menyerang tubuhnya.

Ia justru menatap lengan kanan wanita tersebut.

Sejak teknik itu dimulai, aliran energi di sekitar siku dan pergelangan tangannya terus berputar pada pola yang sama.

Titik penghubung.

Kalau aliran itu terganggu—

tekniknya juga akan terganggu.

Su Yun mengulurkan satu jari.

Tap!

Jarinya menghantam sebuah titik di lengan wanita itu.

Gerakannya tampak ringan.

Hampir konyol.

Namun—

“Ugh!”

Tubuh wanita itu bergetar.

Energi di lengannya mendadak kacau.

Pedang putih bergetar.

Pusaran energi di langit langsung kehilangan kestabilan.

Puff!

Wanita itu memuntahkan darah.

Dan seluruh badai pedang—

lenyap.

Sunyi.

Master Pedang Tanpa Batas bahkan tidak langsung berbicara.

Beberapa saat kemudian—

“Apa…”

Nada suaranya penuh keterkejutan.

“Apa yang baru saja kau lakukan?”

Su Yun menarik tangannya.

Matanya tetap tertuju pada wanita di depannya.

“Aku tidak perlu menghancurkan tekniknya.”

Ia menarik napas berat.

“Cukup memutus aliran energi yang mempertahankannya.”

Wanita itu menatap Su Yun tidak percaya.

Seorang kultivator Alam Murid Roh.

Tidak hanya bertahan dari serangannya…

tetapi juga menemukan kelemahan tekniknya di tengah pertempuran.

Untuk pertama kalinya, sedikit kewaspadaan muncul di matanya.

Su Yun mengepalkan tangan.

Energi keemasan masih mengalir di tubuhnya.

Namun mulai melemah.

Ia tahu waktunya tidak banyak.

Pertarungan ini belum selesai.

Dan jika wanita itu benar-benar mengeluarkan seluruh kekuatannya—

Kristal Surgawi sekalipun belum tentu mampu menyelamatkannya.

Su Yun menatap lawannya.

“Sekarang…”

Tatapannya semakin tajam.

“Masih ingin mengambil barangku?”

......................

Bersambung...

1
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!