NovelToon NovelToon
Istri Pilihan CEO

Istri Pilihan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Icha mawik

Jatuh cinta pada pandangan pertama, membuat Shakala Fathan Elgio Genova, berusaha untuk memperjuangkan cintanya pada Zakira. Gadis manis yang ia temui tanpa sengaja di perusahaannya. Zakira adalah salah satu karyawan di perusahaannya.
Namun, sayangnya saat ia mengutarakan niatnya untuknya melamar gadis itu. Terjadi kesalahpahaman, antara Fathan dan Mamanya. Nyonya Yulia, yang adalah Mamanya Fathan. Malah melamar Nabila, yang tidak lain sepupu dari Zakira. Nyonya Yulia, memang hanya mengenal sosok Nabila, putri Kanayah dan Jhonatan. Mereka adalah rekan bisnis dan keluarga mereka memang sangat dekat.
Nyonya Yulia juga mengenal dengan baik keluarga bakal calon besannya. Akan tetapi, ia tidak pernah tahu, kalau keluarga itu memiliki dua orang anak perempuan. Terjadi perdebatan sengit, antara Fathan dan sang Mama yang telah melakukan kesalahan.
Nabila yang sudah lama menyukai Fathan, menyambut dengan gembira. Sedangkan Zakira, hanya bisa merelakan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha mawik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24.

"Apa... kamu memiliki hubungan, dengan Fathan?" tanya Zavira hati-hati.

Zakira tercegat, seketika pelukan pada tubuh Ummi nya mengendur.

"Sayang, kamu udah janji, lho!" ucap Zavira mengingatkan.

Zakira tersenyum dan mengangguk pelan.

"Benar, kamu memiliki hubungan sama Fathan?" tanya Zavira lagi.

"Dulu, Mi! Dulu... sekali, sekarang gak lagi," jawab Zakira.

"Dulu? Dulu, kapan?" tanya Zavira lagi.

Zakira diam, matanya menerawang jauh menatap lurus ke luar jendela kamarnya.

"Sayang!" ucap Zavira.

Zakira tersenyum. "Dulu... sebelum, Fathan memutuskan untuk melamar Nabila."

"Jadi, saat Nabila dan Fathan bertunangan. Kamu dan dia sudah putus?" tanya Zavira lagi.

Zakira mengangguk dan tersenyum. Senyumnya terlihat datar dan terkesan dipaksakan.

"Sayang! Kamu tau, kan kalau kamu dilarang pacaran sama Daddy?" Zavira kembali mengingatkan.

"Kira tau! Tapi, hubungan Kira dan Fathan gak seperti orang-orang. Kami punya komitmen dalam menjalaninya. Kalau hubungan ini terasa nyaman, maka kami akan menjalaninya dengan serius," jawab Zakira.

"Maksudnya?" Zavira semakin penasaran dengan cerita cinta putri kesayangannya itu.

Selama ini, baik Zavira maupun Kiano, selalu memberikan peringatan untuk kedua buah hatinya untuk tidak pacaran. Mereka tidak dilarang untuk berteman dengan siapapun, tapi kalau untuk menjalin hubungan atau pacaran. Baik Kiano maupun Zavira melarangnya dan keduanya selalu mendengarkan perkataan orangtuanya.

Itulah sebabnya, kemanapun Zakira pergi. Zaki sang kakak selalu menemani. Zakira bukannya tidak memiliki teman perempuan yang sebaya dengannya. Namun, ia termasuk gadis rumahan yang lebih betah di rumah dari pada keluyuran.

"Jadi, bagaimana reaksi kamu. Saat kamu tau, kalau Fathan menjalin hubungan sama Nabila?" tanya Zavira ingin tahu.

"Biasa aja," jawab Zakira cuek.

"Kamu, gak ada perasaan gimana gitu, ngeliat mereka berdua?" Zavira semakin penasarannya sekaligus bingung pada sikap zakira.

"Maksud, Ummi?" Zakira menatap wanita bermata biru yang bergelar Ummi itu dengan intens.

"Ra, Ummi tau semua tentang kamu dan Fathan dari kakak kamu," ucap Zavira lembut.

Zakira sempat mengangkat kedua alisnya terkejut.

"Kak Zaki, awas aja, ya!" gumam Zakira.

Zavira tersenyum mendengar gumaman putrinya.

"Dia sudah cerita semuanya, pada Ummi dan yang lainnya. Kecuali, Papa dan Mama," lanjut Zavira.

Zakira kembali menunduk.

"Ummi juga tau, kalau sebenarnya. Fathan, ingin memberikan kamu kejutan dimalam itu. Tapi, karena kesalahan komunikasi antara dia dan mamanya yang mengira kamu adalah Nabila. Maka, terjadilah itu semua," ungkap Zavira.

Zakira mengangkat wajahnya seketika. Zavira mengangguk pelan.

"Fathan, mengatakan itu pada Kakak kamu beberapa hari setelah malam pertunangan itu. Dia ingin mengatakan semuanya didepan semua, tentang salah paham ini. Tapi, kakak kamu menahannya," jelas Zavira lagi.

Zakira menatap wajah Umminya, untuk mencari penjelasan dan jawaban akan pertanyaan yang selama ini memenuhi kepalanya.

"Kakak kamu tidak mau, sampai papa dan mama malu. Kalau sampai semua ini batal dan terlebih Nabila," Zavira menghentikan sejenak penjelasannya. Ia menarik napas dalam dan panjang.

"Semua tau, kalau Nabila sangat menyukai Fathan. Dapat terlihat, dari sikap dan tingkah lakunya," lanjut Zavira.

Zakira masih diam dan mendengarkan semua yang dikatakan Umminya.

"Sebenarnya, Ummi dan yang lain sudah tau hal ini dari awal. Hanya saja, kami semua diam dan ingin tau. Sejauh mana, kalian bisa menyembunyikan semua ini dari kami," lanjut Zavira lagi.

Zakira masih diam, ia masih mendengarkan semua yang dikatakan Umminya. Sembari sesekali menarik napas dalam.

"Kenapa, Fathan tidak mengatakan dari awal tentang hubungan kalian? Seandainya saja, dia mengatakan semuanya pada kami, mungkin semua ini tidak akan jadi begini. Ummi yakin, saat ini kamu dan Fathan sedang menjalani hari dengan bahagia, sambil menunggu hari itu tiba," ungkap Zavira.

"Tapi, saat ini, Fathan telah menjatuhkan pilihannya. Dia adalah Nabila," sahut Zakira.

"Lalu, kamu?" tanya Zavira.

"Kalau, mereka bahagia. Maka, Kira juga bahagia Ummi," jawab Zakira pelan. Terdengar tulus, tapi dengan nada lirih.

"Kamu yakin?" tanya Zavira lagi.

"Mi, Kira sangat menyayangi Nabila. Dia satu-satunya saudara perempuan Kira. Kira, tidak akan merebut kebahagiaannya," ungkap Zakira.

"Tapi, Bagaimana dengan kamu? Fathan, dia sangat mencintai kamu?" tanya Zavira semakin penasaran.

"Rasa itu, akan menghilang seiring berjalannya waktu," sahut Zakira.

Zavira terdiam, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia menatap dalam wajah anak gadis semata wayangnya. Ada ketulusan dalam setiap ucapan Zakira, tapi Zavira tahu yang putrinya rasakan.

****

Sukma menemui Yulia, tanpa sepengetahuan siapapun. Ia menghubungi Yulia melalui pesan singkat.

"Oma, mau kemana?" tanya Nabila, saat melihat Sukma sudah rapi.

"Oma, mau keluar sebentar," jawab Sukma.

"Tumben," cetus Nabila.

"Oma, mau ketemu temen lama," sahut Sukma lagi.

"Temen lama, apa pacar lama?" goda Nabila.

Sukma menghentikan sejenak tangannya yang sedari tadi sibuk, merapikan riasannya.

"Kamu... udah berani godain, Oma?"

Nabila tertawa lepas dan Sukma pun kembali sibuk merapikan penampilannya.

"Gimana, Oma udah cantik dan elegan, kan?" tanya Sukma.

"Iya, gitu amat. Emang mau ketemu siapa, sih? Dandan kayak gitu, udah mau ketemu pejabat aja," cerocos Nabila.

"Eh... teman Oma ini, emang udah sekelas pejabat. Dia itu, istrinya pengusaha terkenal," jelas Sukma.

"Istri pengusaha terkenal? Siapa?" tanya Nabila ingin tahu.

"Ada deh!" jawab Sukma.

Nabila memajukan bibirnya kesal, mendengar jawaban Sukma.

Setelah dirasa semuanya telah sempurna, Sukma pun berangkat. Nabila kembali merebahkan tubuhnya di sofa kamarnya.

****

Yulia tiba disebuah cafe, tempat yang sudah ia dan Sukma sepakati. Mata Yulia mengitari sekelilingnya. Terlihat sebuah tangan melambai ke arahnya. Perlahan, Yulia melangkah mendekati meja dimana Sukma berada.

"Maaf, saya sedikit terlambat," ucap Yulia.

"Tidak apa-apa, saya juga belum lama sampai," sahut Sukma.

Yulia menarik kursi dan duduk.

"Anda ingin sesuatu?" tanya Sukma.

"Tidak, terimakasih," jawab Yulia dengan gaya elegannya.

Yulia memperhatikan Sukma, yang sedang menikmati hidangan yang ada di hadapannya. Wanita itu, terlihat sangat bersemangat.

"Bisa kita mulai pembicaraannya sekarang?" tanya Yulia.

"Sebentar, Anda baru saja sampai. Minum dulu dan nikmati hidangannya," cetus Sukma.

"Sebenarnya, saya tidak punya banyak waktu. Saya masih, setelah perjalan pulang mengunjungi mertua saya. Tapi, karena ini menyangkut Fathan dan Nabila. Saya akhirnya, meluangkan sedikit waktu," ucap Yulia ketus.

Ia mulai jengah dengan sikap Sukma yang terkesan, mengulur-ulur waktu. Wanita itu tampak masih asik menikmati hidangan dihadapannya. Yulia, masih sabar menunggu. Namun, sesekali ia melirik ke arah jam tangan mewah miliknya.

"Ah...." Sukma mengakhiri makannya dengan menyeruput minuman dinginnya. Ia menyeka mulutnya.

"Apa Anda sudah selesai?" tanya Yulia.

"Sudah," jawab Sukma.

"Baiklah, bisa kita mulai?" tanya Yulia lagi.

"Begini, Jeng! Eh, boleh, kan saya memanggil Anda dengan panggilan Jeng?" ucap Sukma.

Yulia hanya mengangguk pelan.

"Ini mengenai hubungan Fathan dan nabila," Sukma mulai buka suara.

"Ada apa dengan hubungan mereka?" tanya Yulia.

"Sudah hampir satu tahun, keduanya bertunangan. Tapi, sampai saat ini saya melihat sepertinya Fathan tidak bisa menerima kehadiran Nabila di sisinya," ucap Sukma.

"Maksudnya?" tanya Yulia.

"Jeng, bisa liat sendiri, kan? Sikap Fathan terhadap Nabila. Putra kesayangan, Jeng itu sangat tidak menghargai Nabila cucu saya sebagai tunangan sekaligus calon istrinya," ungkap Sukma panjang.

Yulia terdiam, ia memikirkan ucapan lawan bicaranya itu. Mungkin, apa yang dikatakan Sukma, ada benarnya. Selama ini, memang Fathan selalu menghindar, dari segara sesuatu yang berhubungan dengan Nabila.

Melihat Yulia yang sedang berpikir, Sukma kembali mengompori Yulia. Setelah bercerita panjang lebar, keduanya pun memutuskan untuk pulang ke rumah masingmasing.

Sukma pulang dengan senyum puas. Ia berhasil menghasut Yulia, agar segera meresmikan hubungan Fathan dan Nabila. Bukan tanpa sebab, jika saja Nabila telah menikah dengan Fathan. Sukma sudah memutuskan, untuk pindah dan tinggal bersama Nabila.

Dengan begitu, ia bisa dengan mudah untuk mengendalikan Nabila. Jika saat ini, ada Kanayah yang selalu berusaha untuk melawannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!