NovelToon NovelToon
Ranjang Penyelesaian

Ranjang Penyelesaian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: bunda Qamariah

Ketika semua hanya bisa di selesai dengan uang. Yang membuat ia melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan uang, juga termasuk menju*l tubuhnya sendiri.

Tidak mudah menjadi seorang ibu tunggal. di tengah kerasnya sebuah kehidupan yang semakin padat akan ekonomi yang semakin meningkat.


Ketika terkuaknya kebenaran jati diri putrinya. apakah semua akan baik-baik saja? atau mungkin akan bertambah buruk?

Ikuti kisahnya dalam. Ranjang Penyelesaian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau terlalu menikmati

"Bunda!" Asya berteriak memeluk bunda Aulia akhirnya datang juga setelah ia menunggu seharian.

Aulia balas memeluk putrinya. "Kau merindukan, bunda?" Tanya Aulia.

"Iya, kok bunda lama banget ya?" Gadis kecil itu tampak bersedih.

"Lama? Nggak kok. Bunda cuma sebentar."

"Aulia, kau yakin mau tinggal di rumah suamimu?" Tanya Zivia.

"Iya, aku sudah memutuskan untuk kesana," jawab Aulia.

"Jadi benar bunda sudah menikah?" Tanya Aulia tampak sedih.

"Iya, kenapa kamu sedih, sayang?"

"Karena kalau bunda sudah menikah. Itu tandanya bunda nggak sayang lagi sama aku kalau sudah punya dedek baru, dari suami baru bunda," tampak kesedihan mendalam di mata Asya.

Ketakutan gadis kecil itu cuma satu. Ia takut kehilangan bundanya. Asya sadar kalau dia tidak punya siapa-siapa selain Aulia yang bisa membuat dia tetap hidup dan bernafas.

Asya tidak pernah membayangkan bagaimana hidup tanpa Aulia yang sudah dianggap ibu kandungnya sendiri.

Asya tidak tahu rahasia besar yang sesungguhnya. Kalau dia bukanlah putri kandung Aulia, dan juga Aulia tidak pernah mengandung.

Aulia berkaca-kaca mendengar luahan hati putrinya yang berhasil membuatnya sedih.

"Jangan bilang kayak gitu. Sampai kapanpun, kau adalah putri bunda. Dan akan bunda sayang sampai nafas terakhir bunda." Aulia memeluk putrinya.

Zivia dan suaminya ikut terharu melihat Aulia dan putrinya yang saling sayang menyayangi.

"Kau beruntung Aulia, kok bisa memiliki seorang putri. Sedangkan kami, sudah hampir 8 tahun kami menikah, sampai hari ini belum diberi momongan," sedih Zivia.

"Jangan bilang kayak gitu, dek. Kita akan terus memperjuangkan garis 2, sampai waktu itu tiba. InsyaAllah, kita pasti punya anak suatu hari nanti." Ucap suami Zivia memeluk istrinya.

"Benar, kak Zivia. Mungkin Allah sudah mempersiapkan yang lebih baik."

"Aamiin, doakan kami ya, Aulia." Sahut suami Zivia.

Sepasang suami istri itu memang sangat baik pada Aulia. Meski mereka tahu kalau Asya bukan putri kandung Aulia, namun mereka tidak pernah mengatakan pada sispa pun tentang kebenaran itu.

Mereka menunggu sampai Aulia yang bersedia mengatakan kebenarannya suatu hari nanti.

"Iya, kak. InsyaAllah. Mudah-mudahan urusan kakak pengen punya anak segera terkabul." Ucap Aulia tersenyum manis.

Hanya depan Zivia, suami Zivia dan putrinya Aulia bisa mengekspresikan wajahnya tanpa beban.

Sangat berbeda di depan orang-orang yang hanya menginginkan kematiannya. Aulia banyak diam, dan memendam perasaan.

Setelah selesai berbincang-bincang ringan dengan sepasang suami istri itu.

Aulia berpamitan pulang naik gojek. Suami Zivia mau mengantar Aulia, namun Zivia membawa kursi roda putrinya. Yang terpaksa mengharuskan mereka naik mobil saja.

Namun, saat membuka pintu rumah Zivia. Timbul kerutan halus di dahi wanita cantik itu.

Bagaimana tidak. Ternyata Vegam belum pulang, dan sedang menunggunya di luar rumah Zivia.

Berdiri dan bersandar di daun pintu mobil sembari menikmati rokok yang selalu setia menemani pria itu.

"Apa yang Tuan lakukan di sini?" Tanya Aulia mendekati Vegam.

"Menunggu mu. Aku akan akan mengantar mu pulang." Ucap Vegam melirik putri Aulia.

"Kau yakin ingin membawa anak itu tinggal bersama ibu kejamnya?" Tanya Vegam membuat Aulia kaget.

"Apa maksud, anda?" Tanya Aulia waspada menatap Vegam.

Aulia mulai menyadari, bahwa laki-laki di hadapannya sangat berbahaya. Dan sepertinya pria itu banyak mengetahui tentang rahasia yang dia sembunyikan sendirian di mana Zivia dan suaminya juga tidak mengetahui.

Vegam mendekati leher jenjang Aulia. Menghirup aroma tubuh wangi wanita itu, seperti seseorang yang sangat candu dengan aroma tubuh Aulia.

"Jadilah wanita ku, maka kau akan tahu segalanya." Memegang dagu lancip Aulia, kemudian menghampiri Asya.

Kata-kata itu lagi. Batin Aulia.

Vegam mensejajarkan tubuh jangkungnya di depan Asya yang duduk di kursi roda.

"Hai, kau ingin melihat sebuah sulap?" Tanya Vegam pada Asya?

"Sulap? Kayak di TV-TV itu?" Tanya Asya.

"Iya."

"Boleh." Girang Asya.

Vegam mengeluarkan coklat. "Kau lihat ini?" Tanya Vegam.

Asya mengangguk.

Vegam menggerakan tangannya untuk mengelabui Asya. Kemudian kembali membuka telapak tangan, di mana coklatnya sudah tidak ada.

"Wah, coklatnya mana, Om?" Tanya Asya.

"Kamu mau coklatnya?" Tanya Vegam.

"Iya."

"Minta sama bunda, coklatnya ada sama bunda." Ujar Vegam menunjuk Aulia.

Aulia melihat tangannya yang ternyata benar ada coklat.

Aulia sampai di buat kaget bagaimana bisa coklat itu bisa berada di tangannya.

"Wah, Om keren!" Kata Asya bangga pada Vegam.

"Ayo, Om antar pulang." Vegam membantu Asya naik ke mobilnya.

Setelah menaikkan Asya bersama kursi rodanya ke mobil. Vegam melirik Aulia yang tampak masih memikirkan bagaimana coklat tadi bisa berada di telapak tangannya?

Vegam bisa menangkap pikiran Aulia.

"Kau tahu bagaimana coklat itu bisa berada di tanganmu?" Tanya Vegam pada Aulia sebelum mereka berdua masuk ke dalam mobil.

Aulia tidak menjawab 'iya' namun matanya sudah menjawab rasa penasaran yang ingin mengetahui.

"Karena kau terlalu menikmati setiap sentuhanku. Sehingga kau tidak sadar saat aku menyelipkan coklat di telapak tanganmu tadi." Bisik Vegam menggoda Aulia tersenyum menyeringai.

Blush

Wajah Aulia memerah menahan malu. Ternyata saat Vegam memegang dagu Aulia tadi, salah satu tangannya menyelipkan coklat di telapak tangan Aulia yang tidak Aulia sadari.

Mungkin benar apa yang dibilang Vegam. Bahwa Aulia terlalu menikmati setiap sentuhannya sehingga Aulia tidak menyadari sesuatu bergerak pada anggota tubuhnya karena terlalu menikmati kebersamaannya dengan Vegam.

"I-itu tidak benar." Ucap Aulia gugup karena malu dan salah tingkah.

Vegam hanya menanggapinya menarik salah satu sudut bibir pria itu kemudian mengantar Aulia bersama putrinya pulang ke rumah Dave salah satu teman baik Vegam selain Zavian.

**

Di rumah Dave. Pria itu mondar-mandir menunggu Aulia yang belum pulang.

1
Nar Sih
lanjut dong bunda👍☺️
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ketemu apaan tuuhh
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ehhh ... jodohnya Vegam kah ini
Nar Sih
lanjutt bunda👍
Ayesha Almira
aron gila ...
Nar Sih
cerita nya aron nih biang mslh nya ,pantesan lusia yg palsu alias claudia ingin membunuh asya jls yg bukan ank nya
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ternyata Lusia asli sdh meninggal
Rain🍁
ehhh ko jd curiga sihhhh
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
apa itu Lusia yg asli
Nar Sih
alhamdulilah aulia udh dtg lgi
Ayesha Almira
jelasin Aulia br smuanya terungkap
Nar Sih
bnyk yg kmu gk tau dave ,karena kmu udah di butakan dgn cinta mu pda lusita
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
papa edan 😏
Nar Sih
semoga asya bisa tertolong dan lusita sgra di tangkap
Ayesha Almira
pasti Dave sangat kaget...
Nar Sih
moga asya tdk selamat dan lusia ketangkap basah mau jdi pebunuh ank nya sendiri,dobel up bundaa
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ehh.. beneran ditusuk?? tp bukan kali yaa
Ayesha Almira
siapakah yg berdarah....asya pa lucia,semoga asya baik2 saja ..
Nar Sih
jgn percya dgn aron dave ,yg cuma ingin adu domba kmu
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
eh gimana² .. apa Vegam punya affair juga sama Lusia 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!