♡Sebelumnya membaca Pernikahan kontrak dengan Ceoku karena cerita ini diambil dari salah satu karakter disana.♡
Rara gadis desa yang tinggal dipinggiran pantai Yogjakarta terpaksa menikah dengan pengusaha kaya asal London.
Keinginan untuk menyembuhkan si mboknya membuat dia menyetujui pernikahan itu.
Yang Rara fikirkan adalah bagaimana dia mendapatkan uang untuk perawatan si mboknya.
Mike adalah calon suami Rara, Mike ingin menikahi Rara karena tidak mau di jodohkan oleh keluarganya, dia lebih memilih untuk menikah dengan orang lain siapunpun itu asal bukan Kimberly gadis pilihan orangtuanya yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Ternyata tak semudah yang mereka bayangkan,setelah pernikahan mereka akan ada banyak rintangan yang akan mereka hadapi terutama dari keluarga besar Mike yang sudah menentukan calon istri untuk Mike.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyusun Rencana
London,
Hari berganti hari Mike masih tidak bisa pulang, papanya benar-benar membuatnya tertahan lama di London, dia sangat merindukan istrinya hanya bisa video call saja setiap hari.
Pagi ini tuan Huang sudah boleh keluar dari rumah sakit, tapi dia masih harus banyak istirahat di rumah, tuan Huang sudah mengatur rencana agar Mike bisa bertahan lama di London dan melupakan istrinya.
Saat tuan Huang sampai di rumah dia mengambil ponselnya dan menghubungi Kim, dia minta Kim sementara membantu Mike mengurus perusahaannya, tuan Huang berharap dengan Mike bertemu dengan Kim setiap hari akan tumbuh rasa suka dengan sendirinya.
Pagi ini seperti biasa Mike berangkat ke kantor, dia kaget melihat Kim sudah ada di ruangannya.
"Kim kenapa kamu disini?"
"Aku kerja disini mulai hari ini jadi sekertaris mu" jawab Kim
"Appa?, aku gak butuh sekertaris" ucap Mike.
"Tapi om Huang yang menerima aku kerja disini kok" tutur Kim.
Mike semakin di buat geram dengan sikap papanya, sekarang dengan sengaja dia menempatkan Kim di kantornya, dia tidak ingin berdebat dengan Kim dan memutuskan untuk masuk keruang kerjanya.
Mike menghela nafas panjang, menatap ke kaca ruang kantornya dan melihat keluar, setiap hari mulai hari ini mungkin adalah masa terberat baginya, apalagi ada Kim di kantor membuatnya tambah pusing.
Dengan manjanya Kim kembali masuk ke ruangan Mike, dan membawakan kopi untuknya.
"Aku gak minta kamu buatkan kopi" ucap Mike saat Kim menaruh cangkir kopinya di meja Mike.
Ini inisiatif ku sendiri Mike, sebagai ucapan terimakasih sudah menerimaku kerja disini" jelas Kim.
"Kalau gak ada perlu lain silahkan keluar aku ingin sendiri" tandas Mike.
Kimberly keluar dari ruangan Mike dengan kesal, bagaimana tidak Mike yang dulu sahabat baiknya sejak kecil kini berubah sangat dingin padanya.
Setelah Kim keluar Mike mengambil ponselnya di meja kerjanya dan menghubungi Emanuel.
"Nuel, bisa kekantorku sekarang?"
"Ada apa Mike, tumben?"
"Sudah cepat kesini" pinta Mike dan mematikan sambungan ponselnya.
Emanuel masuk naik ke lantai 3 tepatnya ruang kerja Mike, saat ingin masuk kedalam ruangan dia melihat sosok yang sangat dia kenal sebelumnya.
"Kamu lagi, ngapain ada disini?" tanya Emanuel heran.
"Ehh, yang ada juga aku yang nanya kenapa kamu ada disini?" timpal Kim.
Mendengar perdebatan di luar ruangannya Mike membuka pintu dan mendapati Emanuel sedang berdebat dengan Kim.
"Ada apa ini?" tanya Mike.
"Kamu kenal dia Mike?" ucap Emanuel.
"Aku calon istrinya Mike asal kamu tau" tandas Kim.
Emanuel kebingunggan dan menatap ke arah sahabatnya, Mike menarik tangan Emanuel dan membawanya masuk ke ruangannya.
Setelah mengunci pintu ruangannya Mike mulai bertanya.
"Apa kamu kenal Kim?"
"Kim, dia Kim yang di jodohkan sama kamu?" Emanuel balik bertanya.
"Iya dia Kim" ucap Mike.
"Astaga kenapa dunia sempit sekali, aku bertemu dia dua kali di Portland, jadi dia yang kamu hindari di Portland dulu"
Mike menggangguk pelan, Emanuel seakan tak percaya kenapa semua bisa serba kebetulan.
"Trus buat apa kamu panggil aku kemari Mike?"
"Papa menerima Kim sebagai sekertarisku, aku binggung gimana cara kabur dari sini?"
"Kabur, apa kamu mau jantung papamu kambuh lagi?"
"Tapi aku gak tahan tiap hari bertemu dengan Kim" tandas Mike.
"Tahan dulu sementara Mike sampai papamu benar-benar pulih"
Mike dan Emanuel sama-sama berfikir, tapi tetap saja tak ada jalan keluar sampai Mike mengusulkan sebuah ide gila.
"Nuel gimana kalau kamu kencani saja itu Kim"
"Hahhh, gila kamu Mike"
"Hanya pura-pura saja biar aku ada alasan meninggalkan Kim"
"Tapi gak dengan cara aku di jadiin tumbalnya "
"Gak ada pilihan lain Nuel, cobalah kamu pasti bisa"
"Gila kamu Mike".
"Aku harus cepat kembali ke Jakarta Nuel"
"Tapi bukan begini caranya Mike, bagaimana bisa aku mendekati Kim kamu tau sendiri aku tidak tertarik pada wanita" ucap Emanuel.
Emanuel pergi meninggalkan ruangan Mike karena tidak ada gunanya berdebat dengan sahabatnya itu disaat seperti ini.
Dia ingin sekali membatu Mike tapi tidak dengan mendekati Kim.
♡♡♡
Jakarta,
Rara mulai resah, biarpun tiap hari dia mencoba bersikap biasa dihadapan teman- temannya tapi jauh di lubuk hatinya yang paling dalam sangat merasa tersiksa.
Dia benar-benar sangat merindukan suaminya, hari berganti hari tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda Mike akan pulang.
Seperti saat ini dia di kampus bersenda gurau dengan kedua sahabatnya dan berusaha tetap tersenyum.
Bram melihat Rara dari jauh, dia tau kalau Rara saat ini sedang bersedih, tapi dia tidak ingin menambah kesedihannya dengan menanyakan hal itu padanya.
Itulah yang di lakukan Bram setiap hari, memandangi Rara dari kejauhan, rasa untuk Rara masih tersimpan rapi di dalam hatinya sampai saat ini.
Rafi menarik tangan Rara dan mengajaknya ke kantin.
"Ayo Ra, ngapain sih gak mau ke kantin"
"Raf aku lagi gak pengen makan masih kenyang"
"Gak apa, liat aku makan saja" bujuk Rafi sambil mengerlingkan matanya.
Kesya menarik tangan Rafi yang memegang Rara.
"Ehh sableng, seenaknya aja tarik-tarik istri orang, sadar Rara sudah bersuami"
"Ya elah Key, gitu aja marah, sensi amat sih, lagi datang bulan ya?" goda Rafi.
Bruug...
Tangan Keysa mendarat sempurna di bahu Rafi.
"Aduhhhh, KDRT loe Key"
"Bodo ah, ayo pergi Ra jangan hiraukan dia" tandas Keysa.
Rara dan Keysa masuk ke kelasnya, disana Keysa bertanya pada Rara.
"Ra,suamimu belum pulang juga?" tanya Keysa
"Belum Key" jawab Rara
"Kenapa belum pulang?"
"Papanya kena serangan jantung dan dia harus mengurus perusahaannya" tutur Rara.
"Hhmmm, ya sudah jangan sedih lagi,berdoa saja mertuamu cepat sembuh dan suamimu bisa cepat pulang"
"Iyaa Key"
"Apa kamu ada acara sepulang kuliah?"
"Kenapa Key?"
"Kita nonton yuk?, sekali-kali kamu butuh hiburan Ra" ajak Keysa
" Pulang kuliah aku mau kerumah sakit Key jenguk si mbok"
Kesya hanya bisa mendengus kesal pada sahabatnya yang satu ini, dia tidak pernah berhasil membujuk Rara untuk pergi main bersamanya.
Kelas terakhir hari ini membuat kepala Rara pusing, sepanjang dosen menjelaskan Rafi selalu saja menggodanya membuat dia tidak konsentrasi, di tambah Keysa yang selalu meminta pendapatnya tentang barang yang mau dia beli di online shop.
Seperti hari-hari sebelumnya pulang kuliah Rara menyempatkan sebentar kerumah sakit menjenguk si mboknya, setelah sekitar satu jam di rumah sakit Rara kembali pulang dan memunggu video call dari suaminya.
Setiap hari hanya itulah obat kangen mereka berdua, saling bertatap muka melalui layar pipih ponselnya, walaupun begitu bisa menghapus sejenak rasa kangen mereka berdua.
♡♡♡
To be continue...