"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. masih terasa sakit
Setahun telah berlalu...
Seorang gadis cantik sedang melamun menatap hujan yang tampak deras melalui jendelanya. Tatapan matanya tampak tidak fokus, jari-jari indahnya memainkan embun di atas kaca jendelanya. Entah apa yang sedang di pikirkan nya. Tangannya membuka sedikit jendela dan mengadakan tangan nya untuk merasakan air hujan. Kesejukan yang dirasakan tangannya sedikit membuat hatinya terasa tenang.
Nada Ageta Putri , itulah nama gadis cantik tersebut. Sudah setahun lamanya memilih hidup di mandiri dan melupakan sejenak masalah yang ada. Malam itu juga atas saran Melody. Nada menghubungi Enzo dan memberitahu keinginan nya. Enzo yang sangat mendukung Nada.
Jadi pilihan yang tepat ialah Kota M. Dimana salah satu properti keluarga Melody ada di kota ini.
Tanpa memberi tahu orang tuanya atas keinginan Nada.
Nada pergi dan membawa serta Melody yang ingin ikut mencari pengalaman atas izin kedua orangtuanya. Dengan adanya Melody disampingnya. Nada merasa senang dan tenang.
Nada Memilih menjauh dari cerita masa lalu yang membuat hatinya hancur dan merasa di khianati oleh orang-orang sekitarnya.
Bohong jika setahun lamanya dapat memperbaiki hatinya yang telah dihancurkan.
Bohong jika setahun yang telah ia lalui dapat melupakan rasa sakit yang masih terasa tercekat hingga sekarang.
Bukannya ia tak ingin berdamai dengan masa lalu. Tapi ia belum sanggup berdamai dengan rasa kecewa yang telah di berikan oleh orang disekitarnya.
Kring
Kring
Suara handphone memecahkan keheningan di ruangan tersebut. Nada yang sedang asyik bermain hujan menoleh ke kasur dimana handphone nya tergeletak dekat dengan Melody yang sedang adik menonton di laptop nya.
Dengan berat hati ia menyudahi kegiatannya dan berjalan menuju kasur.
Saat melihat si penelepon, Nada langsung meletakkan handphone nya di pangkuan nya sambil menghela nafasnya sebelum menjawab telpon tersebut.
"Siapa" tanya Melody yang sedang bersantai ria menonton drama di laptop nya.
"Mama" jawab Melody pelan dan di angguki oleh Nada
"Halo"
"...."
"Maaf ma, Nada ngak bisa"
"..."
"jika emang iya, lalu bagaimana?"
"Ma,, tolong dengerin Nada. Bisakah Mama dan Ayah memberi nada waktu lagi"
"jika orang lain buat Nada kecewa. Mungkin hanya butuh sebentar buat Nada mengatur hati Nada. Tapi itu saudara Nada ma, dia orang terdekat Nada. Jadi mengapa dia ikut-ikutan membuat luka dihati Nada semakin dalam. Apa dia masih menganggap Nada adik nya"
"....."
Mendengar ucapan Mamanya di sebrang telpon. Nada menarik nafasnya panjang, dengan mata yang sedikit berkaca.
"Mama bilang Nada egois..? Jadi tolong jawab Nada Ma. Siapa yang lebih egois. Nada atau dia?"
" Dia sudah tahu hal itu . Lalu kenapa dia merahasiakan dari Nada, kenapa dia menutupi dari Nada. Dan dia malah memilih meneruskan rencana nya seolah-olah Nada bukan adiknya. Apa dia ingin mengorbankan Nada. Apa dia ingin menjerumuskan Nada kedalam kesengsaraan dan rasa bersalah yang tak berujung. Jawab Nada ma, tolong jawab Nada siapa yang lebih egois" ucap Nada kepada sang Mama yang terdiam di sebrang telpon dengan suara yang seraknya.
"...."
"Ma,," panggilnya pelan
"Nada memang cinta sama dia. Tapi Nada ngak bodoh untuk menukar kebahagiaan sesaat Nada dengan penderita kedepannya"
"...."
"haha,, omong kosong.."tawanya sinis
Nada mencoba menenangkan hatinya yang kacau tak karuan.
"Please Ma, tolong jangan paksa Nada"
Setelah mendengar jawaban Mamanya. Nada menutup telponnya dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.
Ia merasa lelah dengan semuanya. Hati, tubuh pikiran nya merasa lelah dengan jalan berliku yang berhasil ia lewati selama ini. Tapi bisakah satu-satu nya orang yang ia sayangi mendukung nya dan mengerti akan dirinya.
Nada sangat tau posisi sang Mama hanya ingin anak-anak nya akur. Nada mengerti akan hal itu.
Berdiri diantara satu sisi anak laki-laki dan sisi lain anak perempuannya. Tapi hatinya belum cukup tegar, hatinya masih sakit atas kelakuan orang terkasihnya. Dan bisa kah Mama nya jangan memaksa dirinya untuk menerima maafnya. Bisakah ia egois lebih lama.
Hatinya bukan terbuat dari besi yang bisa dapat dileburkan dan di tata kembali sesuka hati.
Biarlah semua orang bilang ia egois. Mereka berani bilang karena mereka tidak merasakan rasa kecewa yang telah dibuat oleh orang terdekatnya. Sedangkan ia yang mengalami hanya ingin waktu untuk menata ulang hatinya untuk memilih memaafkan atau tidak.
"Maaf Ma, Nada belum bisa untuk memaafkan" ucap Nada lirih menatap telpon yang sudah mati.
Melody yang melihat itu menjauhkan laptop dan cemilan yang ia nikmati. Dan menghampiri Nada.
"Apa Tante memaksa kamu buat memaafkan Varo lagi?" tanya Melody dan di angguki oleh Nada
"Nanad" panggil Melody dan menarik Nada menghadap nya
"Jujur sama aku, apa kamu masih sakit hati sama si brengsek itu. Apa hati kamu belum bisa melepaskan nya. Atau apa kamu masih mencintai si brengsek itu"
Nada yang mendengar itu terdiam.
"Nad, coba tanya hati mu. Apa yang kamu inginkan. Jangan terus terpaku dengan rasa sakit. Hidup terus berjalan Nad. Kehidupan mereka sudah bahagia. Lantas mengapa kamu masih jalan di tempat" saran Melody
" setahun aku menemani mu. Begitu banyak lelaki yang mendekati mu. Tapi satupun ngak ada yang menarik perhatian kamu. Apa segitunya kamu belum bisa melepaskannya"
"Mereka di sana sudah bahagia. Dan kamu masih menyibukkan diri dengan pekerjaan untuk mengalihkan rasa sakit mu"
Nada hanya bisa terdiam meresapi kata-kata Melody.
"Jadi apa yang harus ku lakukan" tanya Nada. Jujur saja ia lelah. Bukan ia tidak ingin merelakan nya. Tapi rasa sakit itu masih terpatri. Jika ia masih dibilang cinta, mungkin dengan tegas Nada bilang tidak.
Tapi rasa kecewa yang sangat mungkin masih menggerogoti relung hatinya. Siapa yang tidak kecewa. Tiga manusia yang ia kenal dari kecil, tiga manusia yang sering bercanda tawa dengannya. Orang-orang yang selalu bermain dengannya. Bersikap baik terhadapnya. Dan sering memanjakannya. Berhasil melukainya begitu dalam.
"Hanya satu hal yang kamu harus lakukan. Berdamai dengan dengan rasa kecewamu. Dan memulai lembaran baru dihatimu"
"Nad,, yakin lah. Setelah badai pasti akan ada pelangi yang menanti. Dan yakin lah, diluar sana ada seseorang yang sangat mencintaimu melebihi apapun"
Selama setahun lamanya Nada dan melody berhasil membangun sebuah perusahaan kecil bersama di kota ini. Nada dengan keahlian nya . Di bantu dengan melody yang juga sama hebatnya. Mereka berhasil membuka perusahaan di bidang kecantikan selama setahun ini.
Selama setahun ini Nada tidak pernah pulang ke kotanya. Hanya Mama dan Ayah nya yang setiap bulan datang berkunjung. Nada sedikit menjaga jarak dengan Ayah nya. Ia masih kecewa dengan Ayah nya atau ucapan nya tahun lalu.
Selama setahun juga ia menutup telinga pada kabar mantan tunangannya. Ia tidak ingin mendengarkan apa-apa berita mereka. Ia benar-benar ingin menghapus mereka dari hidup nya.
#tbc
...****************...
Memaafkan perkara mudah, karena itu hanya untuk sekedar kata. Tapi untuk menata hati yang terluka perlu waktu untuk mengobati nya.
Jangan memaksakan mereka yang terluka untuk memaafkan mu.
Kamu tidak akan tahu usaha apa yang mereka lakukan agar tetap waras dengan hati yang sudah hancur. Jadi beri mereka waktu untuk menyembuhkan nya.
Obat yang mereka butuhkan hanya waktu.
Waktu yang membuat mereka untuk memilih antara memaafkan atau menyimpan dendam.
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor